Penulis: restiana818@gmail.com

  • Ekonomi Tumbuh, Diplomasi Menguat, Publik Apresiasi Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Jakarta — Setahun sudah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan. Dalam waktu singkat, berbagai kebijakan strategis mereka mulai menunjukkan hasil nyata. Dari membaiknya perekonomian nasional, hingga meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia—semua menandai bangkitnya optimisme baru di tanah air.

    Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menyebut kinerja ekonomi Indonesia selama setahun terakhir luar biasa. “Dari sisi neraca perdagangan, pertumbuhannya mencapai 45,8% hingga September 2025. Sementara angka pengangguran turun ke 4,76% dan kemiskinan menurun menjadi 8,47%—terendah sejak krisis 1998,” jelasnya.

    Menurutnya, penurunan angka pengangguran tidak terlepas dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Magang Nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang membuka lapangan kerja baru. “Kita lihat optimisme tumbuh di masyarakat. Pasar modal pun mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.250, bukti kepercayaan terhadap ekonomi kita semakin kuat,” tambahnya.

    Perdana juga menilai kebijakan penambahan likuiditas Rp30 triliun untuk bantuan sosial dan magang berpotensi menambah pertumbuhan ekonomi hingga 0,58% dalam enam bulan ke depan. “Ini bukti ekonomi Indonesia sedang menuju arah yang sangat positif,” tegasnya.

    Tidak hanya ekonomi, kebijakan luar negeri juga mencuri perhatian dunia. Guru Besar UKI dan pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai kepemimpinan Presiden Prabowo membawa angin segar dalam diplomasi global.

    “Salah satu keberhasilan awal adalah diplomasi ekonomi, yang menghasilkan komitmen investasi sekitar Rp380 triliun dari berbagai negara,” ujarnya. Namun bukan hanya itu, peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian juga kian menonjol.

    Angel menyoroti momen ketika Presiden Prabowo berpidato tanpa teks selama 20 menit di Sidang Majelis Umum PBB, serta kehadirannya dalam KTT Perdamaian Gaza. “Pidatonya yang berapi-api menunjukkan karakter pemimpin yang berani dan berprinsip. Dunia menaruh hormat pada Indonesia. Ini menumbuhkan kebanggaan dan optimisme di dalam negeri,” katanya.

    Sementara itu, Ekonom Senior Drajad Wibowo menilai kebijakan ekonomi kerakyatan menjadi fondasi penting di tahun pertama pemerintahan ini. Ia mencontohkan program swasembada pangan yang kini memudahkan petani memperoleh pupuk bersubsidi berkat deregulasi besar-besaran. “Petani tidak lagi menunggu lama. Produksi meningkat, dan desa kembali hidup,” ujarnya.

    Selain itu, pemerintah juga memberi ruang luas bagi pemberdayaan perempuan. “Sebanyak 15 juta perempuan sudah mendapat akses pembiayaan usaha, dan ini memperkuat struktur ekonomi keluarga,” jelas Drajad.

    Menurutnya, program MBG, magang nasional, dan Kopdes Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di berbagai daerah. “Pemerintah berhasil menjaga stabilitas makro sambil tetap menggerakkan ekonomi akar rumput. Inilah wajah pembangunan yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.

    Capaian satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran layak diapresiasi karena berhasil membangun fondasi kuat bagi kemajuan bangsa. Berbagai indikator ekonomi yang membaik, diplomasi yang diperhitungkan dunia, serta program-program kerakyatan yang langsung dirasakan masyarakat menunjukkan arah kepemimpinan yang visioner dan berpihak pada rakyat. Optimisme publik pun tumbuh, menandai awal baru bagi Indonesia untuk melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berdaulat. (*)

  • Ekonomi Semakin Tumbuh, Diplomasi Menguat: Setahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran Tuai Apresiasi

    Jakarta – Tiga tokoh akademisi dan ekonom nasional kompak memberikan apresiasi terhadap capaian setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sebuah talkshow di salah satu stasiun televisi nasional. Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, ketiganya menilai arah pembangunan nasional selama setahun terakhir berjalan stabil, terukur, dan disertai meningkatnya optimisme publik terhadap kebijakan ekonomi serta diplomasi Indonesia di kancah global.

    Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu menilai capaian ekonomi Indonesia selama setahun terakhir tergolong luar biasa.

    “Dari sisi neraca perdagangan, hingga September 2025 mampu tumbuh sekitar 45,8 persen. Penurunan angka pengangguran juga signifikan, mencapai 4,76 persen per Februari 2025,” ujar Prof. Perdana.

    Ia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), program magang nasional, dan penguatan Koperasi Desa (Kopdes) menjadi faktor penting yang menurunkan pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,12 persen menurutnya merupakan hasil nyata dari kebijakan yang konsisten.

    “Pertumbuhan ini tergolong sangat luar biasa. Bahkan, sempat membuat polemik di kalangan akademik, namun ini menunjukkan metode baru penghitungan ekonomi yang lebih realistis,” tambah Prof. Perdana.

    Menurutnya, langkah strategis Presiden Prabowo mengganti Menteri Keuangan menjadi momen penting dalam membangun optimisme baru di bidang fiskal dan moneter.

    “Inilah yang saya sebut sebagai psikologi optimisme ekonomi. Orang mulai percaya diri, mal kembali ramai, hotel penuh, dan pasar modal mencapai all time high di level 8.250. Itu menandakan ekspektasi positif terhadap kebijakan pemerintah,” tegasnya.

    Sementara itu, Guru Besar Universitas Kristen Indonesia sekaligus pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D, menilai tahun pertama pemerintahan ini juga menunjukkan keberhasilan diplomasi ekonomi dan perdamaian.

    “Kunjungan Presiden Prabowo ke sejumlah negara sejak awal masa jabatan berhasil membawa komitmen investasi sekitar Rp380 triliun,” ujar Prof. Angel.

    Ia menilai posisi Indonesia di panggung global semakin kuat, terutama melalui peran aktif dalam forum internasional seperti Sidang Majelis Umum PBB dan KTT Perdamaian di Gaza.

    “Presiden Prabowo menyampaikan pidato tanpa teks selama 20 menit di PBB dengan semangat yang luar biasa. Itu menunjukkan karakter pemimpin yang percaya diri dan dihormati,” tambahnya.

    Menurut Prof. Angel, diplomasi dua arah yang dijalankan pemerintah menunjukkan keseimbangan antara prinsip kemanusiaan dan keterbukaan.

    “Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina, namun juga realistis membuka peluang hubungan diplomatik dengan Israel demi perdamaian,” tutupnya.

    Dari sisi ekonomi kerakyatan, Ekonom senior Drajad Wibowo menyoroti dampak positif kebijakan pemerintah terhadap sektor pertanian dan UMKM.

    “Swasembada pangan di era Presiden Prabowo membuat akses pupuk bersubsidi lebih mudah dan tepat sasaran. Deregulasi ini meningkatkan produktivitas petani,” ujar Drajad.

    Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi nasional.

    “Sebanyak 15 juta perempuan telah mendapat akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha. Ini memperkuat struktur ekonomi keluarga dan desa,” tambahnya.

    Menurut Drajad, kolaborasi antara program swasembada pangan, MBG, dan Kopdes Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Pemerintah berhasil menjaga stabilitas makroekonomi sambil memastikan kesejahteraan masyarakat terus meningkat. “Keseimbangan antara kebijakan makro dan ekonomi rakyat inilah yang membuat setahun pemerintahan Prabowo-Gibran begitu berkesan,” pungkasnya.

  • Para Guru Besar Akui Indonesia Kian Diperhitungkan Dunia, di Setahun Prabowo–Gibran

    Jakarta — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia satu tahun. Berbagai capaian strategis di bidang ekonomi dan diplomasi dinilai telah mengangkat posisi Indonesia sebagai negara yang semakin berpengaruh di panggung global.

    Dalam program Live Kompas TV bertajuk “Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran Bangun Optimisme Masa Depan Indonesia”, Jumat (17/10), Guru Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan pakar hubungan internasional Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menyampaikan bahwa langkah diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo telah membawa dampak positif yang signifikan.

    “Diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo di awal masa pemerintahannya berdampak positif bagi Indonesia dan berhasil membuahkan investasi senilai sekitar 380 triliun rupiah,” ujar Prof. Angel.

    Ia menambahkan, diplomasi perdamaian yang dijalankan Presiden Prabowo merupakan wujud nyata komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.

    Lebih lanjut, Prof. Angel menilai bahwa kiprah Presiden Prabowo di forum-forum internasional semakin memperkuat posisi strategis Indonesia.

    “Kehadiran dan eksistensi Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB, KTT FAZA, serta berbagai forum internasional lainnya menunjukkan bahwa dunia internasional kini semakin memperhitungkan peran strategis Indonesia,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti dampak pidato Presiden Prabowo di forum PBB yang dinilai membangkitkan rasa percaya diri nasional.

    “Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB menjadi sumber optimisme baru bagi bangsa Indonesia dan mendorong publik untuk menjaga semangat persatuan serta kepercayaan diri nasional,” katanya.

    Prof. Angel menegaskan bahwa seluruh kebijakan diplomasi yang dijalankan pemerintah perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen bangsa.

    “Seluruh capaian diplomasi tersebut menjadi bukti bahwa dalam setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, posisi Indonesia di kancah global semakin kuat, disegani, dan berpengaruh,” tambahnya.

    Sementara itu, Guru Besar Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang sangat baik dan stabil.

    “Data yang dirilis pemerintah menunjukkan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini berada dalam situasi yang kuat dan stabil, sebuah capaian nyata dalam setahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” katanya.

    Menurutnya, peningkatan ekspor dan pertumbuhan industri nasional menjadi pendorong utama ekonomi.

    “Neraca perdagangan Indonesia tumbuh luar biasa hingga mencapai 45,8 persen, mencerminkan peningkatan ekspor dan daya saing industri nasional,” ujar Prof. Perdana.

    Ia juga menyampaikan bahwa berbagai program unggulan pemerintah telah berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

    “Angka pengangguran berhasil turun ke level 4,76 persen berkat program Makan Bergizi Gratis, program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih yang dijalankan dalam setahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” jelasnya.

    Selain itu, penurunan tingkat kemiskinan menjadi catatan penting keberhasilan pemerintah.

    “Tingkat kemiskinan kini hanya berada di angka 4,76 persen, menjadi yang terendah sejak krisis ekonomi tahun 1998, sekaligus bukti keberhasilan program pengentasan kemiskinan,” tegas Prof. Perdana.

    “Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,12 persen, sebuah capaian luar biasa di tengah ketidakpastian ekonomi global, dan menjadi hasil nyata kebijakan ekonomi setahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” lanjutnya.

    Menurutnya, pemerintah juga berhasil menjaga stabilitas harga dan fiskal negara.

    Pada kesempatan yang sama, Ekonom Senior, Drajad Wibowo, menilai program swasembada pangan di era Presiden Prabowo mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi setelah aturan-aturan yang berbelit disederhanakan agar penyalurannya lebih cepat dan tepat sasaran.

    “Langkah deregulasi membuat petani kini lebih mudah memperoleh pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional,” tetegasnya.

    Drajad pun mengapresiasi pemerintah yang memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan mendapatkan akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha.

    “Kebijakan ini mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan di berbagai daerah dan memperkuat struktur ekonomi keluarga di tingkat akar rumput,” terangnya.

    []

  • Ekonom Nilai Neraca Perdagangan Positif dan Penurunan Pengangguran Jadi Prestasi Setahun Prabowo–Gibran

    Jakarta – Memasuki satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai capaian positif dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat menuai apresiasi dari para ekonom nasional. Sejumlah indikator utama menunjukkan perbaikan signifikan, mulai dari neraca perdagangan hingga penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.

    Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai kinerja ekonomi nasional dalam satu tahun terakhir tergolong luar biasa. “Dari sisi neraca perdagangan, dalam setahun ini hingga September tumbuh cukup tinggi, sekitar 45,8 persen dari Januari hingga September 2025,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menekan angka pengangguran secara signifikan. “Per Februari 2025, tingkat pengangguran turun hingga 4,76 persen. Mungkin sekarang akan turun lagi karena program Makan Bergizi Gratis sudah berjalan, program magang juga sudah dilaksanakan, dan Koperasi Desa mulai diaktifkan. Banyak sekali program yang membantu menurunkan angka pengangguran,” jelasnya dalam sebuah dialog di Stasiun Televisi Swasta, Jumat (17/10).

    Menurut Prof. Perdana, capaian lain yang patut diapresiasi adalah penurunan angka kemiskinan menjadi 8,47 persen per Maret 2025. Ia menegaskan, “Ini merupakan angka kemiskinan terendah sejak krisis 1998, menandakan bahwa pertarungan Indonesia melawan kemiskinan mencapai puncaknya.” Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,12 persen juga disebutnya sebagai pencapaian yang melampaui ekspektasi banyak pihak. “Pertumbuhan ini sangat luar biasa, bahkan sempat menimbulkan perdebatan di kalangan ekonom karena di luar dugaan,” ujarnya.

    Sementara itu, Ekonom Senior Drajad Wibowo juga memberikan apresiasi terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo–Gibran. Ia menilai program swasembada pangan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Deregulasi yang dilakukan pemerintah mempermudah petani memperoleh pupuk bersubsidi. Aturan yang dulu berbelit kini disederhanakan, sehingga penyaluran menjadi lebih cepat dan tepat sasaran,” terangnya.

    Selain itu, Drajad menilai kebijakan pemerintah yang memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan juga membawa dampak positif. “Sebanyak 15 juta nasabah perempuan kini mendapat akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha. Ini memperkuat struktur ekonomi keluarga dan mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan di berbagai daerah,” tuturnya.

    Ia menambahkan, ekonomi kerakyatan terus tumbuh berkat sinergi program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih. “Program Makan Bergizi Gratis bahkan terbukti mendorong aktivitas ekonomi di sektor pangan dan UMKM. Ketika anggarannya ditambah, permintaan bahan pangan seperti telur meningkat pesat, dan pemerintah cepat merespons dengan membentuk kelompok usaha desa yang beternak ayam petelur,” jelasnya.

    Drajad menegaskan, pemerintah berhasil menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan penguatan ekonomi rakyat. “Kebijakan swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih menjadi motor penghidupan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” pungkasnya.

    Capaian-capaian tersebut memperlihatkan bahwa dalam satu tahun pertama, pemerintahan Prabowo–Gibran tidak hanya mampu menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mewujudkan pertumbuhan yang berpihak pada rakyat kecil—sebuah fondasi kuat menuju kemandirian ekonomi nasional.

  • Akademisi Puji Setahun Prabowo–Gibran, Dorong Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan UMKM

    Jakarta – Sejumlah Pakar Ekonomi dan Guru Besar menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan kinerja positif selama satu tahun pertama. Capaian di bidang ekonomi, diplomasi, dan pemberdayaan rakyat dinilai mencerminkan arah kebijakan yang tepat serta berdampak langsung bagi masyarakat.

    Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, mengatakan capaian ekonomi Indonesia dalam setahun terakhir patut diapresiasi.

    “Dari sisi neraca perdagangan, dalam setahun ini hingga September mampu tumbuh cukup luar biasa, yaitu sekitar 45,8% dari Januari-September 2025,” ujarnya dalam sebuah dialog di Stasiun Televisi, Jumat (17/10).

    Ia menambahkan, angka pengangguran turun menjadi 4,76 persen per Februari 2025, didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG), Magang Nasional, dan Koperasi Desa. Bahkan, angka kemiskinan yang menurun hingga 8,47 persen per Maret 2025 merupakan yang terendah sejak krisis 1998.

    Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional 5,12 persen yang menurutnya diluar dugaan.

    “Pertumbuhan ini tergolong sangat luar biasa” jelasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) sekaligus pakar hubungan internasional Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai diplomasi ekonomi Presiden Prabowo membawa hasil konkret.

    “Kunjungan ke sejumlah negara menghasilkan komitmen investasi sekitar Rp380 triliun,” ungkapnya.

    Ia juga memuji diplomasi perdamaian Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB dan KTT Perdamaian Gaza, yang menunjukkan konsistensi Indonesia mendukung perdamaian dunia.

    “Hanya 30 negara diundang, dan Indonesia salah satunya. Itu menunjukkan peran strategis kita,” tuturnya.

    Dari sisi ekonomi rakyat, ekonom senior Drajad Wibowo mengapresiasi reformasi besar di sektor pertanian.

    “Penyaluran pupuk yang dulu diatur lewat 145 peraturan kini disederhanakan jadi satu. Ini mempercepat suplai bagi petani,” katanya.

    Ia juga menyebut 15,9 juta perempuan pra-sejahtera telah mendapat pembiayaan mikro, serta banyak UMKM lokal terlibat dalam rantai pasok program MBG.

    Beragam capaian tersebut, menurut para akademisi, menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran bekerja efektif dalam membangun ekonomi rakyat dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global. ***

  • Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Dapat Pujian dan Apresiasi dari Guru Besar dan Ekonom Senior

    Jakarta – Guru Besar FEB Universitas YARSI yang juga sebagai Ekonom Great Intitute Prof Perdana Wahyu, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi setahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Keseimbangan Ekonomi luar biasa terjaga dengan baik dan stabil.

    Hal tersebut disampaikan Guru Besar FEB Universitas YARSI yang juga sebagai Ekonom Great Intitute Prof Perdana Wahyu saat berdialog dengan tema “Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Bangun Optimisme Masa Depan Indonesia”, di Stasiun Televisi Swasta Nasional Jakarta Jumat 17/10/2025.

    Menurutnya ada sesuatu yang diluar dugaan dan luar biasa dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai 5,12 persen.

    “Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat luar biasa mencapai 5,12 persen dan pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan negara-negara G20 lainnya”, jelasnya.

    Selain itu, juga Bank Indonesia dapat menjaga inflasi untuk tetap berada di angka 2,5 persen.

    “Bank Indonesia berhasil menjaga inflasi 2,5 persen sehingga berdampak pada kestabilan ekonomi”, ujar Prof Perdana.

    Pada kesempatan yang sama juga disampaikan ekonom senior Drajat Wibowo. Menurutnya banyak indikator keberhasilan ekonomi mikro setahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebagai contoh dibidang pangan yang telah swasembada.

    Selain itu, Drajat mengungkapkan masyarakat perlu mengetahui bahwa saat ini untuk penyaluran pupuk subsidi hanya ada 1 peraturan dimana sebelumnya ada 145 peraturan yang kini trlah dipangkas.

    “Untuk penyaluran pupuk subsidi dulunya ada 145 peraturan tapi dengan kebijakan Presiden Prabowo dipotong hanya menjadi 1 saja. Dulunya berbelit belit saat ini hanya 1 peraturan”, tuturnya.

    Disisi lain, keberhasilan pemberdayaan perempuan yang memiliki penghasilan kurang juga dibantu oleh kebijakan Presiden Prabowo dengan memberikan bantuan modal yang harus dikembalikan. Dengan begitu mereka bisa mengembangkan usahanya.

    “Pemberdayaan perempuan yang ekonominya perlu bantuan telah tersalurkan sebanyak 15,9 juta orang. Mereka yang menerima pembiayaan bantuan modal dibawah 10 juta. Di bank mereka tidak layak mendapat pinjaman karena penghasilannya tidak cukup namun tetap diberikan bantuan dengan kebijakan Presiden Prabowo. Bukan hanya diberikan tapi harus mengembalikan. Contoh seorang ibu dulunya jualan hanya 1 gerai ayam geprek tapi dengan bantuan tersebut sekarang berkembang jadi 3 gerai ayam geprek”. Jelas Drajat.

    Bukan hanya itu, Drajat menambahkan program MBG juga sudah berhasil memberdayakan masyarakat didaerah – daerah. Rantai pasok didaerah – daerah dapat berjalan.

    “Program MBG sudah memberdayalan masyarakt didaerah – daerah. Rantai Pasok seperti ada permintaan yang besar untuk telor dapat diberdayakan dari daerah tersebut”, tandasnya

    Ekonom Senior Drajat Wibowo juga menjelaskan saat ini ekonomi rakyat sudah banyak yang bergerak semua.

    “Ekonomi rakyat sekarang banyak bergerak berasal dari program – program yang sudah berjalan seperti halnya MBG. Nanti tahun 2026 akan semakin banyak tercakup lagi termasuk untuk lapangan pekerjaan”, tuturnya.

    Sementara itu, Guru Besar Fisipol UKI Prof. Angel Damayanti, mengatakan pihaknya juga sangat mengapresiasi diplomasi yang dijalankan presiden Prabowo sehingga dapat menghasilkan investasi hingga Rp.380 triliun.

    “Saya apresiasi sekali dengan diplomasi ekonomi Presiden Prabowo dengan sejumlah negara melalui kunjungannya yang menghasilkan Rp.380 triliun investasi.

    Disisi lain juga, ditambahkan Prof Angel Damayanti diplomasi perdamaian Presiden Prabowo diakui oleh dunia internasional.

    “Komitmen Indonesia terkait perdamaian di Gaza dan pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB sangat patut dipuji dan diapresiasi karena dunia juga mengakui itu. Hal itu juga menunjukkan Indonesia diperhitungkan sekali di dunia Internasional”, ujar Prof Angel.

    Guru Besar Fisipol UKI, Prof. Angel Damayanti menyebutkan peran strategis Indonesia dalam perdamaian dunia termasuk perdamaian di Gaza sangat berarti dan menjadi sorotan dunia.

    “Peran strategis Indonesia didunia internasional dengan penduduk muslim termoderat terbesar di dunia menjadi penting untuk perdamaian dunia khususnya di Gaza”, katanya.

    Pakar Hubungan Internasional UKI Prof Angel Damayanti mengatakan pihaknya juga mengapresiasi pridato Presiden Prabowo dengan bahasa Inggris selama 25 menit di Sidang Umum PBB tanpa teks yang menunjukan optimisme dan kemampuan presiden yang luar biasa.

    “Apresiasi yang luar biasa ketika pidato presiden di Sidang Umum PBB selama 25 menit dengan bahasa Inggris tanpa teks dan itu sangat menumbuhkan optimisme dan memperlihatkan kemampuan Presiden Prabowo yang hebat”, tutup Prof Angel Damayanti.

  • Sekolah Garuda Resmi Berdiri, Pemerintah Pastikan Pemerataan Mutu Hingga Daerah 3T

    Jakarta – Pemerintah resmi memperkenalkan Sekolah Garuda secara serentak di 16 titik di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, yang dirancang untuk memperluas akses serta pemerataan mutu pendidikan unggul, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kehadiran Sekolah Garuda menandai langkah nyata pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia secara merata di seluruh Nusantara.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa Sekolah Garuda adalah program strategis nasional yang bertujuan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

    “Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama, yakni penyeimbang akses bagi seluruh anak bangsa agar dapat berprestasi, inkubator pemimpin untuk menyiapkan generasi emas 2045 terutama di bidang sains dan teknologi, serta pendidikan berkualitas yang menyatu dengan pengabdian masyarakat,” ujarnya.

    Brian menjelaskan bahwa Sekolah Garuda diwujudkan melalui dua pendekatan, yakni Sekolah Garuda Baru yang dibangun dari nol di wilayah dengan akses pendidikan terbatas, dan Sekolah Garuda Transformasi yang dikembangkan dari sekolah unggulan yang telah ada.

    “Dengan ekosistem ini, Sekolah Garuda bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi cerdas, berdaya saing global, dan berpijak pada nilai-nilai lokal,” katanya.

    Peluncuran serentak melibatkan 12 Sekolah Garuda Transformasi, seperti SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMA Unggul Del Toba, SMANU MH Thamrin Jakarta, SMA Pradita Dirgantara Boyolali, hingga SMA Averos Sorong. Empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru juga ditetapkan di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe, dan Bulungan.

    Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menilai Sekolah Garuda akan mengoptimalkan potensi siswa melalui kurikulum yang relevan dengan minat dan bakat peserta didik.

    “Dengan perbaikan kurikulum, penambahan guru, dan fasilitas, anak-anak yang potensinya belum terbuka bisa berkembang maksimal,” ungkap Meutya.

    Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Sekolah Garuda akan memperkuat pembelajaran berbasis STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) untuk mencetak ilmuwan dan pemimpin masa depan.

    “Kita berharap Sekolah Garuda melahirkan saintis yang memiliki kemampuan akademik sekaligus kepemimpinan kuat,” tuturnya.

  • Pemerintah Resmikan 16 Sekolah Garuda Serentak, Dorong Pemerataan Akses Pendidikan Unggul

    Jakarta – Pemerintah meresmikan pengenalan Sekolah Garuda secara serentak di 16 titik di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan menghadirkan pemerataan pendidikan unggul hingga ke pelosok negeri.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan Sekolah Garuda merupakan wujud visi besar Presiden Prabowo untuk membangun sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten.

    “Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama: penyeimbang akses bagi seluruh anak bangsa, inkubator pemimpin menuju Indonesia Emas 2045, dan pendidikan berkualitas yang menyatu dengan pengabdian masyarakat,” kata Brian.

    Menurutnya, Sekolah Garuda terbagi dua skema, yaitu Sekolah Garuda Baru yang dibangun di daerah dengan akses terbatas dan Sekolah Garuda Transformasi yang mengembangkan sekolah unggulan yang sudah ada.

    “Program ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi cerdas dan berdaya saing global,” tegasnya.

    Wakil Mendiktisaintek, Prof. Stella Christie, menambahkan bahwa Sekolah Garuda menjadi penyempurna orkestrasi transformasi pendidikan nasional. Sekolah ini juga memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif dan menyiapkan generasi emas 2045.

    “Program ini meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi di seluruh negeri,” ujarnya.

    Stella menjelaskan, program ini ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu pemerataan kesempatan berprestasi, pembentukan karakter kepemimpinan, dan peningkatan prestasi akademik yang disertai jiwa pengabdian.

    “Hingga 2029 pemerintah menargetkan membina 80 Sekolah Garuda Transformasi dan membangun 20 Sekolah Garuda Baru,” imbuhnya.

    Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang hadir di Ambon menegaskan komitmen pemerintah memperluas pendidikan unggul hingga kawasan timur. Pemerintah mendorong penguatan pembelajaran berbasis STEM untuk mencetak talenta digital masa depan.

    “Sekolah Garuda di Siwalima menegaskan perhatian pemerintah terhadap pemerataan pendidikan. Kita ingin anak-anak Indonesia tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter,” tuturnya.

    Peresmian kali ini meliputi 12 Sekolah Garuda Transformasi, seperti SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta), SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah), dan SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya), serta 4 Sekolah Garuda Baru di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe Selatan, dan Bulungan.

    Dengan kehadiran Sekolah Garuda, pemerintah berharap lahir generasi muda Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global.

  • Pemerintah Luncurkan Sekolah Garuda, Bukti Nyata Pembangunan Pendidikan Berkeadilan

    Oleh: Zaldi Kusuma )*

    Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya terhadap pemerataan mutu pendidikan nasional melalui peluncuran Sekolah Garuda, sebuah program unggulan yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini secara resmi diperkenalkan serentak di 16 titik di seluruh Indonesia, menandai langkah konkret dalam memperkuat sistem pendidikan yang inklusif, modern, dan berkeadilan.

    Inisiatif besar ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa memandang asal daerah, memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas tinggi. Pemerintah menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama pembangunan manusia, dengan menekankan pemerataan mutu hingga ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

    Konsep dasar Sekolah Garuda menggabungkan dua pendekatan, yakni Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru. Sekolah Garuda Transformasi merupakan bentuk penguatan terhadap SMA dan MA yang sudah ada, dengan peningkatan pada kurikulum, manajemen, dan kapasitas guru agar mampu mengantarkan siswanya mencapai standar pendidikan kelas dunia.

    Sementara itu, Sekolah Garuda Baru dibangun dari nol di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan unggul. Keduanya bekerja secara sinergis untuk memastikan keseimbangan mutu dan pemerataan kesempatan belajar di seluruh Indonesia.

    Dalam peluncuran kali ini, terdapat 12 Sekolah Garuda Transformasi yang tersebar di berbagai provinsi, mulai dari SMAN 10 Fajar Harapan Aceh, SMA Unggul Del Sumatera Utara, MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta, SMA Cahaya Rancamaya Jawa Barat, SMA Taruna Nusantara Jawa Tengah, SMA Pradita Dirgantara Jawa Tengah, SMAN 10 Samarinda Kalimantan Timur, SMAN Banua BBS Kalimantan Selatan, MAN Insan Cendekia Gorontalo, SMAN Siwalima Ambon Maluku, hingga SMA Averos Sorong Papua Barat Daya.

    Adapun empat Sekolah Garuda Baru tengah dibangun di Belitung Timur (Kepulauan Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa program Sekolah Garuda merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains dan teknologi di Indonesia. Ia menilai bahwa saat ini minat generasi muda terhadap bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) masih perlu diperkuat. Melalui Sekolah Garuda, pemerintah berupaya menyiapkan lebih banyak ilmuwan dan teknolog yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan bangsa, baik di tingkat nasional maupun global.

    Mu’ti juga menekankan bahwa pendidikan unggul bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan. Menurutnya, Sekolah Garuda dirancang agar para siswanya tidak hanya cakap dalam ilmu pengetahuan, melainkan juga memiliki kepribadian kuat, semangat gotong royong, serta kemampuan memimpin. Dengan perpaduan antara kecerdasan intelektual dan moral, pemerintah berharap Sekolah Garuda mampu mencetak generasi yang siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.

    Dari sisi teknologi dan inovasi, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa Sekolah Garuda akan mengintegrasikan sistem pembelajaran digital antarwilayah. Setiap sekolah terhubung melalui platform nasional yang memungkinkan pertukaran guru, materi ajar, hingga sistem mentoring lintas daerah. Dengan cara ini, siswa dari wilayah timur Indonesia dapat berinteraksi dan belajar bersama dengan siswa di wilayah lain, menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Meutya menilai langkah ini sejalan dengan visi transformasi digital nasional, di mana pendidikan memainkan peran sentral dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi disrupsi teknologi. Pemerintah ingin memastikan bahwa inovasi digital tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, tetapi juga menyentuh seluruh pelosok negeri, termasuk daerah 3T.

    Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Garuda di wilayah perbatasan seperti Tanjung Selor, Kalimantan Utara, menjadi simbol nyata pemerataan pendidikan unggul. Ia menjelaskan bahwa sekolah ini bukan sekadar sarana belajar, melainkan wadah pembentukan karakter kebangsaan bagi anak-anak Indonesia di garis terdepan negara. Nasaruddin menilai bahwa melalui pendidikan yang berakar pada nilai-nilai keindonesiaan, anak-anak di perbatasan akan tumbuh dengan rasa bangga terhadap negaranya sendiri.

    Nasaruddin menyampaikan bahwa Sekolah Garuda di perbatasan akan menjadi pusat kaderisasi pemimpin bangsa di masa depan. Dengan pendekatan sains, teknologi, dan nilai kebangsaan, pemerintah berharap lulusan sekolah ini dapat menembus perguruan tinggi terbaik dunia sekaligus mengabdi kembali untuk kemajuan negeri. Ia menyebut Sekolah Garuda sebagai simbol kebanggaan nasional, tempat di mana semangat keindonesiaan dan kemajuan ilmu pengetahuan berpadu secara harmonis.

    Kehadiran Sekolah Garuda juga menjadi jawaban atas tantangan rendahnya pemanfaatan potensi generasi muda Indonesia. Berdasarkan Human Capital Index, rata-rata siswa Indonesia baru menggunakan sekitar 54 persen dari potensi optimal mereka. Melalui program ini, pemerintah ingin meningkatkan angka tersebut dengan memberikan akses pendidikan berstandar tinggi, kurikulum berbasis riset, serta fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

    Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan membina 80 Sekolah Garuda Transformasi dan membangun 20 Sekolah Garuda Baru di berbagai daerah. Target ambisius ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas pemerataan pendidikan unggul di seluruh Indonesia.

    Melalui Sekolah Garuda, pemerintah tidak hanya membangun fasilitas pendidikan, tetapi juga menanamkan fondasi keadilan sosial dalam dunia pendidikan. Inisiatif ini menegaskan bahwa pembangunan manusia adalah inti dari pembangunan nasional, dan setiap anak Indonesia berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang.

    )* Pemerhati Dunia Pendidikan

  • Sekolah Garuda Jadi Simbol Komitmen Pemerintah dalam Pemerataan Mutu Pendidikan

    Oleh: Talita Puteri )*

    Pemerintah Republik Indonesia menegaskan keseriusannya dalam pemerataan mutu pendidikan melalui peluncuran Sekolah Garuda, program unggulan yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

    Program Sekolah Garuda dirancang untuk menjadi jembatan menuju masa depan pendidikan unggul Indonesia. Pemerintah menargetkan pendirian 100 Sekolah Garuda hingga tahun 2029, terdiri atas 80 Sekolah Garuda Transformasi dan 20 Sekolah Garuda Baru.

    Sekolah Garuda Transformasi akan memperkuat sekolah menengah atas unggulan yang sudah ada, sedangkan Sekolah Garuda Baru dibangun dari nol di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan. Dengan pola ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga merata hingga ke pelosok negeri.

    Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan. Ia menilai bahwa pendidikan menjadi pondasi utama dalam membangun bangsa yang mandiri dan berdaya saing global. Pemerintah tidak hanya menargetkan pembangunan fisik sekolah, tetapi juga berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran, kurikulum, dan pengembangan karakter siswa agar mampu bersaing di kancah internasional.

    Peluncuran Sekolah Garuda yang dilakukan secara serentak pada 8 Oktober 2025 di 16 titik strategis seluruh Indonesia menjadi simbol nyata dari pemerataan pendidikan. Di antaranya, terdapat 12 Sekolah Garuda Transformasi seperti SMAN 10 Fajar Harapan di Aceh, SMA Unggul Del di Toba, MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan, hingga SMA Averos Sorong di Papua Barat Daya. Sementara itu, empat Sekolah Garuda Baru dibangun di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe, dan Bulungan.

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyampaikan bahwa Sekolah Garuda merupakan bentuk penyempurnaan dari transformasi pendidikan nasional. Menurutnya, program ini menjadi wujud nyata visi besar Presiden Prabowo dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045. Sekolah Garuda tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga untuk mencetak pemimpin masa depan yang berjiwa nasionalis, berintegritas, dan memiliki kepekaan sosial tinggi.

    Stella menilai bahwa keberadaan Sekolah Garuda akan memperluas akses pendidikan unggulan secara inklusif, sehingga anak-anak berprestasi dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan yang sama untuk menembus universitas terbaik dunia. Pemerintah memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa pengabdian.

    Komitmen ini juga mendapat dukungan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yang menekankan pentingnya penguatan bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) dalam kurikulum Sekolah Garuda.

    Mu’ti menilai bahwa minat generasi muda terhadap bidang sains dan teknologi perlu terus ditumbuhkan agar Indonesia memiliki lebih banyak ilmuwan dan peneliti yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Ia juga menekankan bahwa selain kecerdasan akademik, siswa perlu dibekali kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk siap menghadapi tantangan masa depan.

    Pemerintah melihat bahwa Sekolah Garuda memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Berdasarkan data Human Capital Index, potensi pendidikan nasional masih dapat ditingkatkan secara signifikan. Program ini diharapkan menjadi salah satu cara efektif untuk menutup kesenjangan tersebut, sekaligus mempercepat pencapaian visi Indonesia sebagai negara maju berbasis pengetahuan dan inovasi.

    Pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan program. Setiap daerah diberi tanggung jawab untuk mengawal dan mengawasi pelaksanaan Sekolah Garuda agar berjalan sesuai dengan standar nasional pendidikan unggul. Dengan dukungan lintas kementerian, Sekolah Garuda tidak hanya menjadi proyek pendidikan, tetapi juga menjadi gerakan nasional dalam membangun masa depan bangsa yang beradab dan berdaya saing.

    Hadirnya Sekolah Garuda menunjukkan bagaimana pemerintah berkomitmen menghadirkan solusi konkret untuk pemerataan pendidikan. Program ini bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam menggapai cita-citanya. Di tengah arus globalisasi dan persaingan antarbangsa, Sekolah Garuda menjadi simbol harapan baru bahwa masa depan pendidikan Indonesia akan semakin kuat, merata, dan berpihak pada kemajuan seluruh rakyat Indonesia.

    Program Sekolah Garuda juga dirancang dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Melalui model kemitraan ini, pembangunan fasilitas pendidikan dilakukan secara terpadu, melibatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan hingga pengawasan.

    Pemerintah memastikan setiap sekolah dilengkapi sarana modern, mulai dari laboratorium berbasis teknologi digital hingga sistem pembelajaran terpadu berbasis kecerdasan buatan.

    Di sisi lain, peningkatan kompetensi guru menjadi prioritas utama agar tenaga pendidik di Sekolah Garuda mampu menerapkan metode pengajaran inovatif. Dengan fondasi tersebut, program ini diharapkan menjadi katalis perubahan menuju sistem pendidikan nasional yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan.

    )* Pemerhati Dunia Pendidikan