Kategori: Uncategorized

  • Dukungan Untuk Pembibitan Petani Indonesia Kejar Swasembada Bawang Putih

    Oleh: Rina Oktavia )*

    Upaya memperkuat pembibitan bawang putih nasional terus digencarkan oleh pemerintah guna mendukung target pencapaian swasembada pangan di Indonesia. Pengembangan bibit unggul berkualitas tinggi dinilai menjadi fondasi paling krusial dalam meningkatkan produktivitas dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan terhadap keran impor yang selama ini cukup besar. Melalui penguatan dukungan anggaran, pendampingan teknologi modern, serta pembangunan ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, para petani diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi secara mandiri dan berkelanjutan.

    Untuk merealisasikan target besar tersebut, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp400 miliar pada tahun ini. Dana tersebut difokuskan secara khusus untuk mendukung program pembibitan bawang putih di atas lahan seluas 5.000 hektare. Langkah strategis ini diambil karena keterbatasan ketersediaan bibit nasional yang adaptif selama ini menjadi tantangan sekaligus hambatan utama dalam pengembangan komoditas bawang putih di tanah air.

    Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengemukakan bahwa program pembibitan intensif ini menjadi langkah awal yang sangat menentukan. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang sangat besar terhadap penguatan produksi bawang putih domestik karena komoditas ini merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah menilai target swasembada ini cukup realistis karena kebutuhan luasan lahan tanamnya tidak sebesar komoditas pangan utama lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan nasional secara total, Indonesia diperkirakan hanya membutuhkan sekitar 100 ribu hektare lahan produktif yang dikelola secara optimal.

    Tantangan terbesar yang dihadapi sektor ini sebenarnya bukan terletak pada ketersediaan lahan ataupun minimnya minat para petani untuk menanam bawang putih. Persoalan mendasar justru berada pada penyediaan bibit berkualitas dalam jumlah besar yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim serta cuaca di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian memprioritaskan pengembangan pembibitan di beberapa daerah dataran tinggi tertentu yang selama ini telah dikenal sebagai sentra tradisional bawang putih nasional seperti Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara. Kawasan dataran tinggi tersebut dinilai memiliki kondisi karakteristik agroklimat yang sangat ideal untuk menghasilkan benih berproduktivitas tinggi.

    Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat untuk menghentikan ketergantungan pada impor bibit dari luar negeri. Selain jumlah alokasinya yang sering kali terbatas di pasar global, bibit impor juga memerlukan proses adaptasi lingkungan yang cukup lama agar bisa tumbuh optimal di tanah nusantara. Sebagai jalan keluarnya, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura memperkuat sistem penangkaran bibit lokal dengan melibatkan langsung kelompok tani di daerah.

    Dalam skema penangkaran yang dirancang ini, para petani akan memperoleh bantuan pasokan bibit dari pemerintah untuk ditanam dan dikembangkan kembali menjadi bibit baru. Setelah memasuki masa panen, petani memiliki kewajiban untuk mengembalikan bibit sebanyak satu setengah kali lipat dari jumlah awal yang mereka terima. Skema bergulir ini bertujuan untuk mempercepat ketersediaan bibit nasional, sementara sisa hasil panen lainnya sepenuhnya menjadi hak petani untuk dijual langsung ke pasar guna memberikan keuntungan ekonomi bagi para penangkar lokal.

    Intervensi pembiayaan melalui APBN menjadi sangat vital mengingat tingginya biaya investasi awal di sektor penangkaran ini. Untuk setiap satu hektare lahan, total biaya produksi pembibitan memang bisa mencapai sekitar Rp120 juta, di mana porsi anggaran terbesar habis dialokasikan untuk pengadaan komponen bibit utama. Guna mempercepat pemenuhan target luasan penanaman, selain program perluasan lewat APBN, keterlibatan aktif BUMN pangan serta sektor swasta juga terus didorong untuk memperluas area pembibitan baru hingga mencapai target 20 ribu hektare.

    Pada bagian hilir, Kementerian Pertanian secara paralel membangun ekosistem komoditas yang terintegrasi demi menciptakan kepastian usaha bagi para petani. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa jajarannya memberikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan benih bermutu, sarana produksi, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) penunjang seperti kultivator, hingga penguatan peran BUMN dalam menyerap hasil panen. Pendekatan hulu-hilir yang menyeluruh ini dipandang sebagai kunci utama dari keberhasilan program swasembada jangka panjang.

    Pemerintah juga telah menyiapkan instrumen Harga Pembelian Pemerintah (HPP) khusus untuk komoditas bawang putih basah agar para petani memperoleh margin keuntungan yang layak serta memiliki kepastian pasar. Hasil produksi benih dari para petani penangkar, pihak swasta, maupun perkebunan milik PTPN nantinya akan diserap oleh ID Food dan Bulog untuk didistribusikan kembali dalam rangka memperluas areal tanam komoditas komersial di berbagai daerah. Melalui pola koordinasi hulu-hilir ini, sistem pergudangan penyimpanan dan manajemen rantai distribusi dapat berjalan secara stabil.

    Dengan segala persiapan ini, pemerintah sangat optimistis bahwa program pembibitan mandiri ini akan mulai menunjukkan hasil yang signifikan dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan. Langkah strategis ini tidak hanya akan memperkuat pilar ketahanan pangan nasional secara mandiri, tetapi juga sekaligus membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan hidup para petani bawang putih di berbagai pelosok nusantara.

    )* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Jakarta

  • Paket Stimulus Pemerintah Dinilai Jadi Bantalan Penting Hadapi Tekanan Global

    Jakarta — Paket stimulus ekonomi Semester II-2026 yang diluncurkan pemerintah dinilai menjadi bantalan penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya tekanan global. Ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, serta fluktuasi harga pangan dan energi masih menjadi tantangan yang berpotensi memengaruhi perekonomian domestik.
    Untuk menjaga momentum pertumbuhan dan daya beli masyarakat, pemerintah menyiapkan paket stimulus senilai sekitar Rp7,8 triliun yang mencakup 10 program utama. Kebijakan tersebut dirancang untuk memperkuat konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga optimisme masyarakat dan dunia usaha.
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan paket stimulus ini diarahkan untuk mendorong konsumsi masyarakat dan menjaga aktivitas ekonomi pada semester kedua tahun 2026.
    “Stimulus ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi domestik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.
    Paket stimulus tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi, perpajakan, pengembangan sumber daya manusia, hingga dukungan bagi industri nasional. Beberapa program yang disiapkan antara lain diskon tarif transportasi pada masa libur sekolah dan akhir tahun, insentif pajak bagi penulis, program magang nasional, program vokasi, serta sejumlah insentif fiskal untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
    Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, penguatan permintaan domestik menjadi fokus utama pemerintah dalam penyusunan paket stimulus. Karena itu, berbagai kebijakan yang mendorong konsumsi rumah tangga dan mobilitas masyarakat terus diperkuat.
    “Kalau yang biasa-biasa kan mengenai insentif fiskal. Kalau yang bantuan pangan gitu-gitu sudah pasti kan. Ya artinya untuk memperkuat demand kan dari sisi demand-nya. Kalau dari sisi supply-nya ya beberapa PPN DTP,” ujarnya.
    Selain menjaga daya beli, pemerintah juga memberikan perhatian pada peningkatan mobilitas masyarakat melalui diskon tarif transportasi. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah, khususnya pada periode liburan yang biasanya menjadi penggerak konsumsi masyarakat.
    Paket stimulus tersebut dinilai relevan sebagai langkah antisipatif menghadapi tekanan ekonomi global. Melalui kombinasi insentif fiskal, bantuan sosial, dukungan transportasi, dan penguatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun 2026.

  • Ekonomi Semester II Didorong Lewat Stimulus, Pemerintah Fokus Jaga Daya Beli

    Jakarta – Pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II tahun 2026. Di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global, pemerintah memilih memperkuat konsumsi domestik melalui program diskon belanja, insentif sektor perdagangan, serta stimulus fiskal, pangan, dan transportasi yang segera diumumkan.

    Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang selama ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Dengan meningkatnya tekanan eksternal akibat perlambatan ekonomi global, penguatan permintaan dalam negeri dinilai menjadi langkah penting agar aktivitas ekonomi tetap bergerak dan dunia usaha memperoleh ruang untuk tumbuh.

    Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah program yang akan berlangsung mulai Juni hingga Agustus 2026. Salah satu program unggulan adalah penyelenggaraan diskon belanja di ritel modern melalui program BINA dan Back to School yang melibatkan ratusan department store dan puluhan ribu gerai ritel di berbagai daerah.

    “Banyak kegiatan yang kita lakukan, misalnya Juni-Juli ini kan kita membuat diskon di ritel modern dengan nama BINA and Back to School. Ini pada bulan Juli-Juli yang melibatkan sekitar 414 department store, dengan gerai sekitar 80.000 gerai, dibawah anggota Hippindo dan transaksinya diharapkan sekitar Rp30 triliun,” kata Budi Santoso.

    Menurutnya, pemerintah juga berupaya memperkuat konsumsi masyarakat melalui pemanfaatan platform perdagangan digital dan e-commerce. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga perputaran ekonomi nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

    Selain program diskon belanja, pemerintah juga menyiapkan berbagai kegiatan ekonomi dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang. Berbagai agenda tersebut diyakini dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, pariwisata, dan konsumsi masyarakat di berbagai daerah.

    Budi menambahkan bahwa pemerintah dalam waktu dekat akan mengumumkan paket stimulus ekonomi untuk semester II tahun 2026 yang mencakup sejumlah sektor strategis.

    “Kemudian dalam waktu dekat akan diumumkan stimulus ekonomi semester 2 tahun 2026, yaitu terkait dengan stimulus fiskal, pangan, dan transportasi yang mungkin setelah ini akan diumumkan,” pungkasnya.

    Kehadiran paket stimulus tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, memperkuat konsumsi rumah tangga, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun ini. Dengan kombinasi kebijakan fiskal dan program penguatan konsumsi, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap mampu bertahan dan tumbuh di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

  • Paket Stimulus Ekonomi: Menggerakkan Permintaan, Menjaga Ekonomi Rakyat

                                                          Oleh : Muhammad Andi )*

    Perekonomian global sepanjang tahun 2026 masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan. Ketidakpastian geopolitik, perlambatan perdagangan dunia, fluktuasi harga komoditas, hingga tekanan terhadap rantai pasok global menjadi faktor yang memengaruhi berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam situasi tersebut, kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi domestik menjadi faktor penting agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat tidak terganggu.

    Peluncuran paket stimulus ekonomi semester II tahun 2026 senilai Rp26,34 triliun menunjukkan langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan nasional. Kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai pusat dari upaya pemulihan dan penguatan ekonomi nasional.

    Paket stimulus yang mencakup insentif fiskal, dukungan transportasi, perlindungan sosial, penguatan industri, program vokasi, hingga bantuan pangan menunjukkan pendekatan yang komprehensif. Kebijakan tersebut dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi domestik, mendorong aktivitas dunia usaha, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah terus menjaga ekonomi domestik melalui langkah-langkah proaktif guna mengantisipasi berbagai risiko eksternal yang dapat memengaruhi perekonomian nasional. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak menunggu dampak krisis terjadi, melainkan mengambil langkah pencegahan sejak dini agar perekonomian nasional tetap berada pada jalur pertumbuhan yang positif.

    Salah satu aspek penting dari stimulus ekonomi tersebut adalah upaya menggerakkan permintaan domestik. Selama ini, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, menjaga daya beli masyarakat menjadi langkah strategis yang harus dilakukan secara konsisten.

    Pemberian insentif transportasi pada masa liburan sekolah dan periode Natal serta Tahun Baru merupakan kebijakan yang memiliki dampak berlapis. Diskon tiket kereta api, kapal laut, dan pembebasan sejumlah biaya transportasi tidak hanya meringankan pengeluaran masyarakat, tetapi juga menghidupkan sektor pariwisata, perdagangan, perhotelan, serta usaha mikro di berbagai daerah.

    Subsidi PPN tiket pesawat domestik kelas ekonomi juga memberikan efek positif terhadap mobilitas masyarakat. Dengan biaya perjalanan yang lebih terjangkau, aktivitas ekonomi antardaerah dapat meningkat sehingga mendorong pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan. Mobilitas yang tinggi akan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar, terutama di daerah tujuan wisata dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

    Di sisi lain, perhatian pemerintah terhadap sektor industri melalui penurunan bea masuk bahan baku dan komponen industri menunjukkan komitmen dalam menjaga daya saing nasional. Ketersediaan bahan baku yang lebih murah akan membantu industri mempertahankan produksi, menjaga lapangan kerja, dan meningkatkan efisiensi usaha di tengah tantangan ekonomi global.

    Langkah tersebut menjadi penting mengingat sektor industri memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi. Dukungan terhadap industri petrokimia, bahan baku plastik, serta suku cadang penerbangan menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga rantai pasok nasional agar tetap berjalan secara optimal.

    Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program yang melibatkan sektor ritel modern dan perdagangan elektronik. Menurutnya, seluruh elemen bangsa perlu bergerak bersama untuk menghidupkan perekonomian nasional agar mampu menghadapi dampak krisis global.

    Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Program diskon ritel yang melibatkan ribuan gerai dan pusat perbelanjaan menjadi bukti bahwa sektor swasta memiliki peran strategis dalam menjaga aktivitas konsumsi domestik.

    Kehadiran program BINA dan Back to School yang melibatkan puluhan ribu gerai ritel diperkirakan mampu menciptakan transaksi ekonomi dalam jumlah besar. Aktivitas tersebut tidak hanya memberikan manfaat kepada konsumen, tetapi juga menggerakkan rantai distribusi, sektor perdagangan, dan industri manufaktur dalam negeri.

    Pada saat yang sama, perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan tetap menjadi prioritas pemerintah. Perpanjangan bantuan pangan berupa beras kepada puluhan juta penerima menunjukkan bahwa negara hadir untuk menjaga ketahanan masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

    Program stabilisasi harga kedelai bagi perajin tahu dan tempe juga menjadi langkah penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus melindungi pelaku usaha kecil. Kebijakan tersebut akan membantu menjaga stabilitas harga pangan dan mencegah terjadinya tekanan terhadap biaya hidup masyarakat.

    Dengan demikian, paket stimulus ekonomi semester II tahun 2026 bukan sekadar kebijakan fiskal jangka pendek, melainkan instrumen strategis untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

    Di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, penguatan permintaan domestik menjadi pilihan yang tepat. Konsumsi masyarakat yang terjaga, industri yang tetap bergerak, lapangan kerja yang dipertahankan, serta perlindungan sosial yang diperkuat akan menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional.

    Keberhasilan paket stimulus ini tentu memerlukan dukungan seluruh pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan menentukan efektivitas kebijakan tersebut dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan langkah yang tepat dan kebijakan yang responsif, perekonomian Indonesia memiliki peluang besar untuk tetap tumbuh kuat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global.

    *Penulis adalah Pengamat Ekonomi

  • Paket Stimulus Ekonomi dan Optimisme Menjaga Momentum Pertumbuhan

    Oleh : Ricky Rinaldi )*

    Pemerintah kembali menunjukkan respons cepat dan terukur dalam menghadapi dinamika ekonomi global melalui peluncuran paket stimulus ekonomi Semester II Tahun 2026 senilai Rp 26,34 triliun. Kebijakan yang diumumkan pada 22 Juni 2026 tersebut menjadi bukti bahwa negara tidak tinggal diam menghadapi berbagai tantangan eksternal, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, ketidakpastian geopolitik, hingga potensi gangguan terhadap daya beli masyarakat. Langkah ini sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berada pada jalur yang positif.

    Perekonomian global saat ini masih dibayangi berbagai risiko yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi negara-negara berkembang. Fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik, serta perubahan kebijakan ekonomi di berbagai negara menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Dalam situasi seperti ini, kebijakan stimulus menjadi instrumen penting untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik agar tetap tumbuh dan mampu menjadi penopang utama pertumbuhan nasional.

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya langkah antisipatif dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi global. Pendekatan tersebut tercermin melalui paket stimulus yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan masyarakat, tetapi juga memperkuat sektor produktif dan dunia usaha. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan angka statistik, tetapi juga pada upaya menjaga kesejahteraan masyarakat secara langsung.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa paket stimulus ini dirancang untuk memperkuat daya beli masyarakat, mendukung aktivitas dunia usaha, serta menjaga optimisme ekonomi nasional pada paruh kedua tahun 2026. Langkah tersebut menjadi penting karena konsumsi domestik masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketika daya beli masyarakat terjaga, aktivitas ekonomi akan bergerak lebih dinamis dan menciptakan efek berantai bagi berbagai sektor.

    Salah satu aspek yang menarik dari paket stimulus ini adalah cakupan kebijakannya yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Pemerintah memberikan insentif transportasi selama masa libur sekolah dan periode Natal serta Tahun Baru. Diskon tiket kereta api, kapal laut, hingga insentif penerbangan domestik diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perdagangan. Kebijakan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga membantu menjaga aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

    Selain mendorong konsumsi, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui program magang nasional dan pelatihan vokasi. Alokasi anggaran yang cukup besar untuk kedua program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kualitas tenaga kerja. Program magang yang menyasar 150.000 peserta serta pelatihan vokasi bagi lulusan sekolah menengah kejuruan dan pekerja terdampak PHK menjadi investasi penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

    Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada solusi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat untuk masa depan. Ketika tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, produktivitas ekonomi akan meningkat dan peluang kerja baru dapat tercipta. Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari strategi pembangunan yang lebih berkelanjutan.

    Paket stimulus juga memberikan dukungan kepada sektor industri melalui berbagai insentif fiskal. Pembebasan bea masuk untuk kebutuhan tertentu di sektor petrokimia, bahan baku plastik, dan komponen industri lainnya bertujuan meningkatkan efisiensi biaya produksi. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya saing industri nasional sekaligus mendorong aktivitas investasi dan produksi dalam negeri.

    Dalam konteks perlindungan sosial, pemerintah memperpanjang program bantuan pangan berupa beras kepada lebih dari 33 juta penerima manfaat. Langkah ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang rentan terhadap tekanan ekonomi. Bantuan pangan tidak hanya membantu menjaga daya beli, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas sosial dan ekonomi secara keseluruhan.

    Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan kepada perajin tahu dan tempe melalui program stabilisasi harga dan pasokan kedelai. Kebijakan ini penting karena usaha mikro dan kecil yang bergerak di sektor pangan memiliki peran besar dalam menyediakan kebutuhan masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja. Dengan menjaga stabilitas harga bahan baku, pemerintah membantu memastikan keberlanjutan usaha masyarakat di sektor tersebut.

    Paket stimulus Semester II Tahun 2026 memperlihatkan pendekatan yang seimbang antara perlindungan sosial, penguatan sektor riil, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kombinasi kebijakan seperti ini menjadi penting karena pertumbuhan ekonomi yang kuat membutuhkan dukungan dari berbagai sektor secara bersamaan. Pemerintah tidak hanya menjaga konsumsi masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi produksi dan investasi.

    Di tengah ketidakpastian global, optimisme menjadi modal penting bagi perekonomian nasional. Kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap arah kebijakan pemerintah akan membantu menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak. Paket stimulus ini memberikan sinyal bahwa pemerintah memiliki strategi yang jelas dan responsif dalam menghadapi tantangan ekonomi yang berkembang.

    Peluncuran paket stimulus ekonomi Semester II Tahun 2026 menjadi bukti bahwa pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan di tengah berbagai tantangan global. Kebijakan yang menyentuh konsumsi, industri, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial menunjukkan pendekatan yang komprehensif dalam mengelola perekonomian nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

    *) Penulis merupakan Pengamat Isu Strategis

  • Danantara Benahi Struktur BUMN, Pemerintah Dorong Pengelolaan Aset Lebih Produktif

    Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus memperkuat transformasi pengelolaan aset negara guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing ekonomi nasional. Penataan struktur perusahaan negara menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk memastikan aset publik mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pembentukan dan penguatan peran Danantara merupakan langkah strategis untuk memastikan aset negara dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

    “Danantara hadir untuk memastikan pengelolaan aset negara menjadi lebih produktif, efisien, dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Rosan.

    Pemerintah menilai pengelolaan aset yang lebih terintegrasi menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya kebutuhan investasi dan persaingan ekonomi global. Melalui Danantara, pengelolaan aset negara diarahkan agar lebih adaptif, profesional, dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Menurut pemerintah, pembenahan struktur perusahaan negara bukan sekadar restrukturisasi kelembagaan, tetapi juga bagian dari pembangunan ekosistem investasi yang lebih modern dan berorientasi pada hasil. Fokus pengelolaan diarahkan pada sektor-sektor prioritas seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, energi, infrastruktur, teknologi, dan industri strategis nasional.

    Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai langkah konsolidasi aset dan penguatan tata kelola menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas perusahaan negara.

    “Penataan struktur dan fokus pengelolaan investasi dapat menjadi instrumen penting untuk memperbesar produktivitas aset nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai keberhasilan transformasi pengelolaan aset sangat ditentukan oleh konsistensi implementasi dan kualitas tata kelola.

    “Yang terpenting adalah memastikan setiap aset negara menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur dan dikelola secara transparan agar kepercayaan publik dan investor terus meningkat,” katanya.

    Selain mendorong efisiensi, pemerintah juga menargetkan penguatan produktivitas aset dapat memperbesar kapasitas pembiayaan pembangunan nasional serta memperluas ruang investasi pada sektor-sektor prioritas.

    Pemerintah optimistis langkah pembenahan yang dilakukan melalui Danantara akan memperkuat kualitas pengelolaan aset nasional sekaligus menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

  • Danantara Pangkas Entitas BUMN untuk Efisiensi dan Kurangi Beban Negara

    Jakarta – Pemerintah terus mempercepat transformasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui program konsolidasi besar-besaran yang dijalankan bersama Danantara. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan negara, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara akibat banyaknya entitas usaha yang tersebar di berbagai sektor.

    “Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat,” ujar Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

    Menurut Teddy, konsolidasi menjadi bagian dari agenda strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara. Pemerintah menilai penyederhanaan struktur BUMN diperlukan agar perusahaan pelat merah lebih fokus menjalankan bisnis yang produktif, kompetitif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” katanya.

    Selain memperkuat kinerja perusahaan negara, transformasi BUMN juga diarahkan untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah melihat pengelolaan aset yang lebih efektif dapat mendukung pengembangan sektor strategis seperti pariwisata, industri kreatif, olahraga, hingga berbagai kegiatan yang mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.

    “Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” ujar Teddy.

    Di sisi lain, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa proses restrukturisasi tidak hanya berfokus pada aspek keuangan perusahaan, tetapi juga menyentuh perbaikan model bisnis secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan setelah proses pendataan dan validasi seluruh entitas BUMN yang sebelumnya bahkan belum memiliki angka pasti mengenai jumlah perusahaan pelat merah.

    “Biasanya kita melakukan financial restructuring. Saya bilang saya tidak mau hanya financial restructuring, saya mau business restructuring. Kita ubah, kita pastikan bahwa bisnisnya benar dulu,” ungkap Dony.

    Dony mencontohkan keberhasilan restrukturisasi PT Krakatau Steel yang tidak hanya dilakukan melalui penataan keuangan, tetapi juga pembenahan model bisnis sehingga mampu kembali mencatat keuntungan. Ia memastikan konsolidasi BUMN tidak akan dilakukan melalui pemutusan hubungan kerja massal.

    “Penyederhanaan jumlah entitas BUMN tidak identik dengan pengurangan pegawai. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi organisasi dan memperkuat daya saing perusahaan negara,” ujarnya.

    Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap BUMN menjadi lebih sehat, produktif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. (*)

  • Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh

    Oleh : Antonius Utomo

    Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, negara dituntut tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga mampu mengelola aset strategis secara profesional, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Dalam konteks inilah kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menjadi langkah penting yang menandai babak baru tata kelola BUMN di Indonesia.

    Danantara dibentuk untuk mengelola dan mengoptimalkan aset negara yang selama ini tersebar di berbagai perusahaan pelat merah. Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, pemerintah berupaya menciptakan sinergi antarsektor sehingga BUMN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu arah pembangunan yang selaras dengan kepentingan nasional. Kehadiran Danantara juga menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.

    Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara merupakan instrumen strategis untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara lebih produktif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurut Presiden, aset-aset negara yang selama ini tersebar harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mendukung pembangunan nasional, memperluas investasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Danantara bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.

    Selama bertahun-tahun, BUMN telah menjadi tulang punggung pembangunan nasional melalui berbagai proyek strategis, penyediaan layanan publik, hingga penciptaan lapangan kerja. Namun, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks menuntut pengelolaan yang lebih adaptif dan modern. Oleh karena itu, Danantara hadir sebagai instrumen yang memungkinkan negara bergerak lebih cepat dalam mengelola investasi, memanfaatkan peluang ekonomi, dan mengoptimalkan aset yang dimiliki.

    Optimisme terhadap peran Danantara juga disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Menurutnya, Danantara dibangun dengan prinsip tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa sinergi pengelolaan aset BUMN melalui Danantara akan meningkatkan efisiensi, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka peluang investasi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan juga menegaskan bahwa aset negara yang dikelola secara profesional dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

    Keberadaan Danantara mendapat perhatian positif dari berbagai kalangan ekonomi dan pelaku pasar. Salah satu alasan utamanya adalah adanya peluang untuk memperkuat efisiensi pengelolaan BUMN melalui konsolidasi strategi investasi. Dengan model yang lebih terkoordinasi, perusahaan-perusahaan negara dapat memanfaatkan skala ekonomi yang lebih besar, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun global. Kondisi ini pada akhirnya akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi penting di kawasan Asia.

    Selain itu, Danantara diharapkan mampu menjadi katalisator investasi nasional. Indonesia memiliki kebutuhan pembiayaan yang besar untuk mendukung pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, transisi energi, ketahanan pangan, dan pengembangan teknologi. Melalui pengelolaan aset yang lebih terstruktur, pemerintah memiliki ruang yang lebih luas untuk mengarahkan investasi pada sektor-sektor strategis yang memiliki dampak berganda bagi perekonomian. Langkah ini penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas dan inklusif.

    Aspek tata kelola menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan Danantara. Pemerintah menempatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme sebagai prinsip utama dalam pengelolaan investasi negara. Dengan penerapan standar yang semakin baik, kepercayaan publik dan investor diharapkan terus meningkat. Kepercayaan tersebut merupakan modal penting untuk memperluas kemitraan strategis dan menarik investasi jangka panjang yang dibutuhkan Indonesia dalam mempercepat pembangunan.

    Pengamat ekonomi menilai bahwa reformasi BUMN melalui Danantara memiliki potensi besar dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional. Ketika aset negara dapat dikelola secara lebih efisien dan produktif, manfaat yang dihasilkan tidak hanya memperkuat perusahaan-perusahaan BUMN, tetapi juga meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, hasil pengelolaan aset negara dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui pembangunan yang lebih merata dan peningkatan kesejahteraan.

    Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, pembentukan Danantara menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus melakukan pembaruan kelembagaan demi memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Negara tidak lagi hanya berfokus pada fungsi administratif, tetapi juga bertransformasi menjadi pengelola aset yang aktif, strategis, dan berorientasi pada masa depan. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Indonesia siap memasuki era baru pengelolaan BUMN yang lebih modern, kompetitif, dan adaptif terhadap perubahan global.

    Pada akhirnya, keberhasilan Danantara akan diukur dari kemampuannya menciptakan nilai tambah bagi bangsa dan negara. Jika pengelolaan aset dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan terarah, maka BUMN akan semakin kuat sebagai motor pembangunan nasional. Di saat yang sama, negara akan menjadi lebih lincah dalam merespons tantangan global dan lebih berdaya dalam mewujudkan visi Indonesia maju. Danantara bukan sekadar institusi baru, melainkan simbol transformasi tata kelola ekonomi nasional yang semakin modern, efektif, dan berpihak pada kemakmuran rakyat.

    )* Penulis merupakan Pengamat Kebijakan Publik

  • Danantara dan Babak Baru Efisiensi BUMN Indonesia

    *) Oleh : Dian Amanda Sasmi

    Transformasi badan usaha milik negara (BUMN) memasuki fase baru pada 2026 seiring menguatnya agenda reformasi korporasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, pemerintah mulai mendorong penataan besar-besaran terhadap struktur perusahaan pelat merah dengan tujuan memperkuat efisiensi, meningkatkan produktivitas, dan memastikan aset negara memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

    Langkah paling menonjol dalam agenda tersebut adalah penyederhanaan jumlah entitas BUMN yang saat ini mencapai 1.077 perusahaan menjadi sekitar 200–300 entitas yang ditargetkan selesai pada 2026. Pemerintah melihat struktur yang terlalu panjang selama bertahun-tahun menciptakan lapisan transaksi dan biaya yang tidak selalu menghasilkan nilai tambah. Banyak perusahaan memiliki fungsi yang saling tumpang tindih, sementara sebagian lainnya menghadapi tekanan kinerja dan efisiensi.

    Karena itu, konsolidasi dilakukan dengan menggabungkan entitas yang memiliki rantai bisnis serupa agar proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan penggunaan sumber daya dapat lebih optimal. Pemerintah memperkirakan transformasi tersebut berpotensi menciptakan efisiensi hingga Rp50 triliun per tahun yang nantinya dapat dialihkan untuk memperkuat investasi, pelayanan publik, dan pembangunan nasional.

    Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama yang selama ini membebani BUMN adalah praktik transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga entitas turunan lainnya. Struktur yang terlalu kompleks menyebabkan biaya operasional meningkat dan memperlambat efektivitas bisnis. Evaluasi internal menunjukkan lebih dari separuh entitas dalam ekosistem BUMN berada dalam kondisi belum optimal dengan akumulasi kerugian yang signifikan.

    Perampingan dilakukan bukan untuk mengecilkan peran negara dalam ekonomi, melainkan agar perusahaan negara dapat bekerja lebih efisien dan lebih fokus pada sektor-sektor strategis yang memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan nasional. Danantara juga menegaskan bahwa transformasi tersebut tidak diarahkan pada pengurangan tenaga kerja, melainkan penguatan struktur usaha melalui konsolidasi fungsi dan organisasi.

    Pemerintah menempatkan perlindungan terhadap pekerja sebagai bagian penting dari agenda transformasi tersebut. Presiden Prabowo memberikan arahan agar restrukturisasi BUMN tidak dilakukan melalui pemutusan hubungan kerja massal. Pendekatan yang dipilih adalah mempertahankan sumber daya manusia dan mengintegrasikan pegawai ke dalam entitas hasil konsolidasi yang lebih sehat secara bisnis. Pemerintah menilai bahwa penguatan korporasi negara harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap tenaga kerja dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

    Dalam perhitungan yang dilakukan Danantara, biaya mempertahankan tenaga kerja dinilai jauh lebih kecil dibandingkan manfaat efisiensi yang dihasilkan dari penyederhanaan struktur usaha. Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa agenda efisiensi yang dijalankan pemerintah tidak identik dengan pengurangan kesempatan kerja, tetapi lebih diarahkan pada peningkatan produktivitas dan kualitas organisasi.

    Transformasi yang dijalankan juga mulai diarahkan pada konsolidasi sektor-sektor strategis agar menghasilkan skala ekonomi yang lebih kuat. Beberapa langkah penyatuan fungsi usaha di lingkungan BUMN mulai dilakukan untuk mengurangi duplikasi operasional dan meningkatkan efisiensi investasi. Pemerintah menilai bahwa struktur perusahaan yang lebih sederhana akan memberikan ruang lebih besar bagi pengembangan bisnis dan peningkatan daya saing di tingkat regional maupun global. Selain itu, konsolidasi juga diharapkan memperkuat kemampuan BUMN dalam mendukung agenda prioritas nasional seperti hilirisasi industri, penguatan infrastruktur, ketahanan energi, pembangunan perumahan, serta transformasi digital.

    Dukungan terhadap agenda transformasi tersebut juga datang dari DPR. Anggota Komisi VI DPR, Firnando Ganinduto menilai strategi yang dijalankan Danantara sejalan dengan arah pembangunan ekonomi yang menempatkan BUMN sebagai instrumen pembangunan yang sehat dan produktif. Menurut pandangan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, efisiensi bukan semata penghematan anggaran, tetapi cara untuk menciptakan ruang fiskal dan kapasitas investasi yang lebih besar bagi negara. Dengan struktur yang lebih ramping, BUMN diharapkan dapat bergerak lebih cepat, mengurangi biaya yang tidak produktif, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    Di saat yang sama, Danantara juga mulai memainkan peran yang lebih luas dalam pengelolaan investasi strategis nasional. Penguatan tata kelola BUMN dipandang sebagai fondasi penting untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan negara Indonesia. Pemerintah melihat bahwa perusahaan negara yang sehat dan efisien akan memiliki kapasitas lebih besar untuk menarik pendanaan, memperluas kerja sama internasional, dan mendukung agenda pembangunan jangka panjang. Karena itu, reformasi BUMN diposisikan sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional yang lebih besar, bukan sekadar penataan organisasi internal.

    Babak baru efisiensi BUMN yang dijalankan melalui Danantara menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah dalam mengelola aset negara. Fokus tidak lagi hanya pada memperbesar ukuran perusahaan, tetapi memastikan setiap entitas mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan. Pemerintahan Presiden Prabowo memandang bahwa perusahaan negara harus menjadi motor pertumbuhan yang sehat, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan Indonesia di masa depan. Melalui konsolidasi, penyederhanaan struktur, dan penguatan tata kelola, pemerintah optimistis BUMN Indonesia akan memasuki fase baru yang lebih kuat, efisien, dan berdampak luas bagi perekonomian nasional.

    )* Penulis merupakan pengamat kebijakan dalam negeri

  • MBG Dinilai Bantu Anak Belajar Tanpa Lapar, Publik Ramai Nyatakan Dukungan

    Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapatkan dukungan luas dari masyarakat karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia.

    Berbagai tanggapan positif yang berkembang di ruang publik menunjukkan bahwa masyarakat melihat MBG sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.

    Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir mengatakan petani merasakan manfaat dari program MBG karena hasil panen lebih banyak terserap.

    “Bagaimana penyerapan hasil panennya ke MBG? Dan pedagang juga hari ini merasakan adalah stabilitas harga barang yang ada di pasar,” kata Don.

    Menurut dia, petani kini tidak hanya mendapatkan bantuan bibit dan sarana pertanian, tetapi hasil panen mereka juga dibeli dan digunakan untuk mendukung program MBG.

    “Nah ini hal ini yang membuat kami para petani yang ada di daerah ini merasa puas dan bangga sekali,” ujarnya.

    Menurut Don, banyak warga desa yang bekerja sebagai petani, nelayan, dan peternak merasa puas dengan kebijakan pemerintah saat ini. Ia juga menegaskan, aksi yang mereka gelar bukan untuk menandingi aksi mahasiswa yang berlangsung pada hari yang sama.

    “Kita enggak maulah kita tandingan, kita ini bukan aksi tandingan,” tegasnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade mengatakan pihaknya mendukung keberlanjutan program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

    Andre meminta pendapat langsung para wali murid dan siswa SD 168 Pekanbaru. Mayoritas peserta yang hadir menyatakan program MBG harus tetap dilanjutkan.

    “Saya datang untuk mendengarkan langsung suara masyarakat. Apakah benar masyarakat ingin program ini dihentikan? Ternyata yang saya dengar dari wali murid dan siswa, mereka ingin MBG tetap berjalan karena manfaatnya nyata,” ujar Andre.

    “Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. MBG adalah bagian dari upaya pemerintah menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan bebas stunting,” tambahnya.

    Banyak masyarakat berharap program MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan karena dinilai bukan hanya membantu anak belajar tanpa lapar, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.