Kategori: Uncategorized

  • Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite

    JAKARTA – Di beberapa wilayah belakangan ini muncul sejumlah aksi demonstrasi mahasiswa. Beberapa kalangan menilai eskalasi aksi demo mahasiswa saat ini mulai kehilangan arah akibat minimnya kajian serta lemahnya argumentasi dan substansi tuntutan di lapangan.

    Menyikapi hal tersebut, aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bersatu menyerukan agar gerakan moral mahasiswa dikembalikan pada jalur independensi sebagai penyambung lidah rakyat, bukan menjadi alat perebutan kekuasaan elite. Mereka menolak terhadap segala bentuk dugaan penunggangan Gerakan mahasiswa oleh kepentingan aktor politik praktis.

    “Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” kata juru bicara BEM Bersatu Rahmat Djimbula di Jakarta.

    Pihaknya juga memaparkan sejumlah indikasi yang memperkuat dugaan adanya infiltrasi agenda politik praktis dalam beberapa aksi demonstrasi mahasiswa akhir-akhir ini. Salah satunya terkait temuan fasilitas kemewahan dan keterlibatan jaringan elite tertentu di belakang koordinator lapangan.

    “Aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah, ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi, dan ketidakjelasan substansi tuntutan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah gerakan masih berpihak kepada rakyat atau telah disusupi agenda tertentu,” ujarnya.

    Sementara itu, terkait adanya penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini. Pihaknya menduga gerakan penolakan initelah disusupi agenda politik praktis dan difasilitasi oleh jejaring tokoh tertentu.

    “Program Makan Bergizi Gratis yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan,” imbuh Rahmat.

    BEM Bersatu menyatakan menolak narasi krisis yang tidak berbasis data utuh. Hal itu dinilai berpotensi mengalihkan fokus publik dari agenda penting, seperti pemberantasan korupsi.

    “Kami menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar sebagaimana telah diklarifikasi sejumlah BEM, termasuk Universitas Negeri Jakarta dan Unindra (Universitas Indraprasta PGRI),” jelas Rahmat.

    Aliansi ini mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis serta mendukung keberlangsungan program MBG dengan catatan perbaikan tata kelola, mendukung pengusutan kasus dugaan korupsi tanpa pandang bulu, serta mengajak mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum atas pengusutan itu secara kritis dan objektif.

    “Pihaknya akan terus mengawal kemurnian gerakan mahasiswa agar tetap independen, berpihak kepada rakyat, serta bebas dari intervensi elite politik,” pungkasnya. [*]

  • Tolak Demo Anarkis, Masyarakat Komitmen Jaga Keamanan dan Kondusivitas Papua

    Jayapura – Komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Papua terus menguat di tengah berbagai agenda pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah. Berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan kaum intelektual, diajak untuk mengedepankan dialog yang konstruktif serta menolak segala bentuk aksi demonstrasi anarkis yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan kehidupan sosial masyarakat.

    Tokoh pemuda Papua, Alenjro E.F. Tukayo, menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, berbagai program pembangunan yang saat ini dilaksanakan pemerintah perlu didukung secara bersama-sama karena bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua.

    “Pembangunan yang dilakukan pemerintah harus dipandang secara komprehensif. Tidak hanya terkait pembangunan infrastruktur, tetapi juga pengembangan sektor-sektor ekonomi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Alenjro dalam keterangannya di Jayapura.

    Ia menilai, keberhasilan pembangunan membutuhkan situasi daerah yang aman dan kondusif. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang mengarah pada tindakan anarkis, karena aksi semacam itu berpotensi menghambat aktivitas masyarakat, mengganggu iklim investasi, serta mengurangi peluang percepatan pembangunan di Papua.

    Alenjro juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Papua, termasuk sektor ekowisata yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, wilayah seperti Kabupaten Merauke memiliki kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

    “Pengembangan ekowisata dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro, memasarkan produk kerajinan lokal, mempromosikan budaya daerah, serta memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” katanya.

    Lebih lanjut, Alenjro mengajak masyarakat untuk menyikapi berbagai isu yang berkembang secara bijaksana dengan mengedepankan fakta dan informasi yang terverifikasi. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dan kaum intelektual dalam menjaga persatuan serta memperkuat harmoni sosial di tengah dinamika yang terjadi.

    “Mari bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat stabilitas kamtibmas, serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah masyarakat. Papua membutuhkan suasana yang aman, damai, dan kondusif agar pembangunan dapat berjalan optimal dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tegasnya.

    Dengan semangat kebersamaan tersebut, masyarakat di Papua diharapkan terus berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan wilayah serta mendukung pembangunan yang berorientasi pada kemajuan daerah dan kesejahteraan.

  • Pemerintah Pastikan Buka Ruang Dialog, Ajak Mahasiswa Waspadai Provokasi Unjuk Rasa

    Yogyakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan pengawalan pembangunan nasional. Mahasiswa juga diajak menyampaikan aspirasi secara konstruktif serta mewaspadai berbagai provokasi yang berpotensi mengganggu penyampaian pendapat dan mengaburkan substansi perjuangan.

    Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan pemerintah tidak akan menutup ruang diskusi terlepas dinamika yang terjadi pada forum dialog di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

    “Kami diperintahkan oleh Pak Presiden untuk terus membuka dialog. Menerima kritik dan ya dikritik langsung di depan kami,” ujar Budiman.

    Menurutnya, tradisi berdialog harus terus dipertahankan karena menjadi bagian penting dalam demokrasi. Ia menegaskan pemerintah akan tetap aktif menghadiri forum-forum diskusi untuk mendengarkan berbagai pandangan dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat.

    “Kami selalu aktif, tidak akan menghentikan itu, tetap akan kami lakukan. Karena memang itu tradisi yang bagus dalam demokrasi,” katanya.

    Budiman menjelaskan forum tersebut sejatinya dirancang sebagai ruang adu gagasan dan pertukaran perspektif mengenai berbagai kebijakan pemerintah. Karena itu, ia menilai tindakan yang memicu kericuhan justru menghambat mahasiswa yang ingin menyampaikan pandangan secara terbuka.

    “Debat, beradu argumentasi, melihat dari berbagai macam perspektif berbeda. Jadi perlu tidak untuk yang kami sampaikan, silakan gali, silakan kritik. Kami juga ingin tahu perspektif mahasiswa,” jelas Budiman.

    Komitmen pemerintah mendengar aspirasi mahasiswa juga ditunjukkan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming yang menerima perwakilan mahasiswa saat aksi demonstrasi di sekitar Monumen Nasional, Jakarta.

    Dalam pertemuan tersebut, Gibran mengapresiasi sikap kritis mahasiswa dan mendorong mereka untuk terus memberikan evaluasi terhadap berbagai program pemerintah.

    “Hari ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan. Sampaikan saja. Apa yang sudah dibangun itu kita rawat bersama. Saya senang, ini mahasiswa kritis, ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” ujar Gibran.

    Pemerintah berharap ruang dialog yang terbuka dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam mengawal pembangunan. Aspirasi yang disampaikan secara tertib dan argumentatif diyakini akan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan, sementara berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memecah fokus dialog perlu diwaspadai agar semangat demokrasi tetap terjaga.

  • Demonstrasi Tetap Dihormati, Tokoh Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Stabilitas

    Manokwari – Hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan berdemonstrasi tetap dijamin oleh undang-undang. Namun, seluruh elemen masyarakat di Papua diimbau untuk tetap menjaga ketertiban umum serta stabilitas keamanan dalam setiap penyampaian aspirasi. Terlebih lagi, saat ini berlangsung Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.

    Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di daerah. Menurutnya, situasi yang kondusif menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

    Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi tetap dijamin oleh undang-undang, namun pelaksanaannya diharapkan dilakukan dengan memperhatikan kepentingan umum dan ketertiban sosial.

    “Jangan sampai ada yang melakukan aksi demo selama agenda ini berlangsung. Semua sudah selesai dulu, baru melakukan aksi demo silakan. Itu dijamin oleh undang-undang, tetapi untuk beberapa hari ke depan mari kita fokus menyukseskan Pesparawi,” tegasnya.

    Orgenes juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama untuk turut menjaga suasana tetap aman dan damai di Papua Barat.

    “Semua yang datang ke sini harus datang dengan senyum dan pulang dengan senyum. Mari kita buktikan bahwa Manokwari sebagai pusat Kota Injil dapat kita gambarkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap yang ramah, aman, dan damai,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menegaskan bahwa kepolisian tidak melarang aksi penyampaian pendapat di muka umum. Namun, ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan cara-cara yang tertib dan tidak mengganggu keamanan serta aktivitas masyarakat.

    Menurutnya, terdapat sejumlah isu yang berkembang di Papua yang berpotensi menjadi tema aksi sejumlah kelompok. Karena itu, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif.

    “Memang ada rencana aksi demo yang akan dilaksanakan, tetapi kita berupaya melakukan pendekatan supaya aksi-aksi ini dikemas dengan baik dan tidak mengganggu ketertiban umum,” kata Alfred.

    Ia menegaskan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Namun, ia mengajak semua pihak untuk tetap menghormati kondisi daerah dan menjaga stabilitas keamanan bersama.

    “Dalam rangka ini, kita berharap aksi-aksi turun ke jalan tidak ada. Kita tidak melarang, tetapi kita berharap mereka menghormati event nasional yang saat ini kita selenggarakan sebagai tuan rumah,” pungkasnya.

  • Perbaikan Ekonomi Dipercepat, Pemerintah Pastikan Aspirasi Mahasiswa Didengar

    JAKARTA — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendengarkan aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa, sekaligus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mempercepat perbaikan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.

    Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa yang patut diapresiasi. Menurutnya, pemerintah dan mahasiswa memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Semangat yang disampaikan adik-adik mahasiswa adalah bagaimana kita bersama-sama bekerja keras untuk memperbaiki kondisi ekonomi,” kata Prasetyo.

    Respon tersebut menyusul sejumlah aksi mahasiswa yang menyoroti berbagai persoalan ekonomi dan meminta pemerintah mempercepat langkah-langkah perbaikan. Menurut Prasetyo, pemerintah memahami besarnya harapan masyarakat terhadap peningkatan kondisi ekonomi.

    Namun demikian, ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan ekonomi tidak dapat diselesaikan secara instan karena dipengaruhi banyak faktor, baik dari dalam maupun luar negeri.

    “Pemerintah terus bekerja agar perbaikan yang dilakukan dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

    Prasetyo menjelaskan pemerintah saat ini terus memperkuat sinergi antar kementerian dan lembaga agar seluruh kebijakan berjalan lebih efektif dan saling mendukung. Koordinasi tersebut mencakup kebijakan fiskal, moneter, investasi, industri, hingga penciptaan lapangan kerja.

    Menurutnya, tantangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian membutuhkan respons yang terintegrasi dan tidak bisa dilakukan secara parsial.

    “Dengan koordinasi yang erat, intens, dan kebijakan yang saling memperkuat, kami yakin berbagai permasalahan dapat diatasi,” tegas Prasetyo.

    Selain memperkuat koordinasi internal, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

    Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengatakan Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta jajaran pemerintah untuk tetap terbuka terhadap kritik dan masukan publik.

    “Kami diperintahkan oleh Pak Presiden untuk terus membuka dialog. Menerima kritik dan ya dikritik langsung di depan kami,” ujar Budiman.

    Ia menilai dialog merupakan tradisi demokrasi yang harus terus dijaga, karena menjadi ruang penting untuk bertukar gagasan dan memperbaiki kebijakan publik.

    “Kami selalu aktif, tidak akan menghentikan itu, tetap akan kami lakukan. Karena memang itu tradisi yang bagus dalam demokrasi,” katanya.

    Komitmen serupa juga ditunjukkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menerima langsung perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran mengapresiasi sikap kritis mahasiswa sebagai bagian penting dalam proses demokrasi.

    “Saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan. Sampaikan saja. Saya senang, ini mahasiswa kritis, ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” ujar Gibran.

    Menurut Koordinator Aksi Mahasiswa Abdi Maludin, sebagai perwakilan mahasiswa yang hadir, berbagai aspirasi yang disampaikan mendapat perhatian langsung dari Wakil Presiden. Bahkan, sejumlah poin tuntutan dicatat untuk menjadi bahan evaluasi pemerintah ke depan.

    “Pun respon dari pihak-pihak tentunya Bapak Wapres sangat baik. Dia catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya tadi, catat poin-poinya yang harus Bapak Wapres itu ke depannya untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala bentuk yang janggal di negara hari ini,” kata Abdi.

  • Pendekatan Humanis Aparat Jamin Aksi Damai, Pelaku Anarkis Dapat Ditindak Tegas

    JAKARTA – Komitmen aparat keamanan dalam menjaga kebebasan menyampaikan pendapat kembali ditunjukkan melalui pengamanan aksi unjuk rasa dengan pendekatan humanis dan persuasif. Aparat memastikan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, serta tidak mengganggu kepentingan publik yang lebih luas.

    Polda Metro Jaya menerjunkan ribuan personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa. Pengamanan difokuskan tidak hanya pada kelancaran kegiatan demonstrasi, tetapi juga pada terjaganya aktivitas warga dan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas telah mendapatkan arahan untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu ketegangan.

    “Prinsipnya kami hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Anggota di lapangan diarahkan bertindak humanis, persuasif, dan tetap sesuai prosedur,” tegas Budi Hermanto.

    Pendekatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Aparat tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terlindungi sebagaimana dijamin oleh peraturan perundang-undangan.

    Di sisi lain, aparat tetap menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang berupaya mencederai aksi damai dengan tindakan anarkis maupun provokatif. Sikap tegas tersebut diperlukan agar ruang demokrasi tidak disalahgunakan oleh oknum yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keselamatan masyarakat.

    Pengamanan dilakukan di sejumlah titik yang menjadi pusat konsentrasi massa, antara lain kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI dan Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta sejumlah ruas jalan utama di sekitarnya. Personel yang diterjunkan terdiri atas anggota Polda Metro Jaya, bantuan personel Mabes Polri, prajurit TNI, serta unsur pendukung lainnya.

    Selain menjaga keamanan peserta aksi, aparat juga menaruh perhatian pada kenyamanan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Petugas lalu lintas disiagakan untuk mengatur pergerakan kendaraan dan meminimalkan potensi kemacetan di sekitar lokasi kegiatan.

    “Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Budi Hermanto.

    Menurutnya, rekayasa lalu lintas hanya akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa mengurangi efektivitas pengamanan aksi.

    “Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi agar menyesuaikan perjalanan dan mengikuti arahan petugas,” tambah Budi Hermanto.

    Polda Metro Jaya juga mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi. Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, demonstrasi dapat berlangsung sebagai sarana demokrasi yang sehat, sementara setiap tindakan anarkis yang mengancam keamanan dan ketertiban umum dapat ditindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

  • Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola

    Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari mengatakan pemerintah sangat memahami demonstrasi dan tuntutan yang dilakukan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. Menyikapi hal tersebut pemerintah terus menjalankan efisiensi dan tata kelola yang baik.

    Menurutnya, mengenai tuntutan pertama, misalnya terkait pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor.

    “Tuntutan dari mahasiswa dan masyarakat tentu sangat wajar sebagai bagian dari proses dan sistem demokrasi. Tentu kita ingin mendengarkan masukan dan saran dari mereka semua,” ujar Qodari saat ditemui awak media di Jakarta.

    Qodari menjelaskan bahwa langkah konkret yang diambil Presiden adalah dengan melakukan penghematan pada pos-pos belanja yang dianggap tidak mendesak dan tidak esensial.

    Kebijakan tersebut diklaim telah memberikan dampak signifikan bagi keuangan negara, ucapnya.

    Kebijakan tersebut berhasil menghemat anggaran negara hingga sekitar Rp300 triliun,” kata dia.

    Lebih lanjut, ditambahkannya, presiden Prabowo sangat serius dalam membenahi tata kelola aset negara. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembentukan Danantara sebagai instrumen untuk memperkuat pengawasan dan mencegah kerugian negara.

    Ia pun menjuluki Presiden sebagai pemimpin utama dalam pemberantasan kebocoran anggaran.

    Kalau soal kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan. Panglima dalam melawan kebocoran. Karena itu, beliau harus didukung oleh teman-teman mahasiswa,” tegas Qodari.

  • Stop Demo, Pemerintah Siap Terima Aspirasi Mahasiswa Demi Perbaikan Program Pro Rakyat

    Pemerintah sangat terbuka dengan semua kritik baik dari elemen mahasiswa maupun unsur masyarakat demi mewujudkan perbaikan program pro rakyat, namun tetap harus memperhatikan fakta dan realitas yang dihadapi rakyat.

    Presiden Prabowo menegaskan Indonesia akan selalu menjadi negara demokrasi. Presiden mengatakan pemerintahannya menyambut kritik dan selalu menelaah kritik itu dengan saksama.

    “Izinkan saya menyatakan dengan jelas: Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil,” kata Prabowo.

    Presiden menyampaikan membuka ruang seluas-luasnya setiap masukan bagi yang ditujukan pemerintah. Penerapan demokrasi perlu disesuaikan dengan budaya di Indonesia. Dalam budaya Indonesia, kerja sama lebih diutamakan daripada fragmentasi politik, kerendahan hati lebih dihargai daripada permusuhan politik.

    “Kami percaya demokrasi harus menghasilkan stabilitas, dan kemajuan, bukan kelumpuhan. Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil nyata yang dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun,” lanjutnya.

    Sebelumnya sejumlah elemen mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menuntut evaluasi terhadap program kebijakan pemerintah seperti halnya makan bergizi gratis (MBG) yang dipandang bermasalah. Menyikapi hal demikian pemerintah merespon dengan langkah-langkah strategis melalui penguatan koordinasi dan kerjasama dengan sejumlah pihak.

    Wakil Ketua Umum (Waketum) PSI Isyana Bagoes Oka mengatakan pemerintah terus melakukan perbaikan terhadap program tersebut.

    Saat ini, berbagai upaya untuk memperbaiki program MBG ini sudah terus dilakukan, termasuk juga sekarang ini sudah ada Ketua BGN yang baru, Wakil Ketua BGN yang baru dan berbagai upaya terus dilakukan tentu saja untuk memperbaiki,” katanya.

    MBG merupakan program yang bertujuan sangat mulia agar anak-anak, ibu hamil, dan menyusui mendapatkan asupan gizi yang baik.

    Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak agar memberikan kesempatan kepada pimpinan baru BGN untuk bekerja, mengevaluasi apa saja yang harus diperbaiki dalam program prioritas pemerintah tersebut.

  • Pemerintah Respons Aspirasi Mahasiswa Sebagai Dasar Penyempurnaan Kebijakan

    Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog yang konstruktif dan menjadikan aspirasi publik sebagai dasar penyempurnaan kebijakan.

    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menegaskan bahwa kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat merupakan elemen penting dalam menghasilkan kebijakan publik yang semakin berkualitas dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

    “Kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya memperbaiki kualitas kebijakan publik,” kata Menteri Nusron.

    Menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa, pemerintah menyambut hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.

    “Setiap kebijakan yang dihasilkan terus dievaluasi dan disempurnakan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” tutur Nusron.

    Menurutnya, pejabat publik harus memiliki keterbukaan untuk mendengarkan berbagai pandangan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab dalam melayani kepentingan umum.

    Lebih lanjut, dalam semangat Bulan Pancasila, pemerintah mendorong budaya dialog, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan agar setiap kebijakan yang dihasilkan selaras dengan nilai-nilai Pancasila serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

    “Ini di bulan Pancasila, apakah kebijakan publik yang saya ambil dalam pemerintahan, sudah sesuai apa tidak. Sudah sesuai dengan Pancasila atau tidak, kalau belum ayo kita koreksi bersama-sama, item-item apa yang belum sesuai dengan Pancasila,” ungkap Nusron.

    Melalui pendekatan ini, aksi demonstrasi dari kalangan mahasiswa tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai wadah evaluasi penting yang berharga bagi pemerintah.

    Pemerintah memastikan bahwa setiap masukan yang disampaikan oleh para mahasiswa dalam demonstrasi tersebut akan dikaji secara mendalam guna menyempurnaan berbagai regulasi agraria dan tata ruang demi kesejahteraan masyarakat luas. [-RWA]

  • Dari Jalanan ke Dialog Bermartabat, Aspirasi Mahasiswa Direspons Langsung Pemerintah

    Jakarta – Dinamika demokrasi Indonesia memasuki babak yang lebih konstruktif. Setelah gelombang aksi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah daerah, ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah kini semakin terbuka. Berbagai pihak mendorong agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui komunikasi yang bermartabat, sehingga substansi tuntutan dapat tersampaikan secara efektif tanpa mengganggu ketertiban publik.

    Komitmen membangun dialog tersebut terlihat dari langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menerima langsung perwakilan mahasiswa di kantornya pada 15 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan berbagai aspirasi dan kajian mereka terkait kebijakan pemerintah.

    Gibran menyambut positif sikap kritis mahasiswa sebagai bagian dari proses demokrasi. “Saya senang, ini mahasiswa kritis, ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” ungkap Wapres Gibran.

    Menurutnya, masukan dari kalangan akademisi dan mahasiswa merupakan bagian penting dalam upaya memperbaiki serta menyempurnakan berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.

    Tidak hanya mendengarkan, Gibran juga menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa capaian pembangunan yang telah diraih perlu dijaga bersama sembari terus dievaluasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.

    Sinyal positif serupa datang dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Menanggapi maraknya aksi mahasiswa, Sultan menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak warga negara yang dijamin dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap menjaga ketertiban dan tidak merusak ruang publik.

    “Demonstrasi itu kan punya hak,” kata Sultan, saat menanggapi aksi mahasiswa di Yogyakarta. Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keteraturan sosial agar aspirasi yang disampaikan tidak kehilangan makna akibat tindakan yang kontraproduktif terhadap kepentingan masyarakat luas.

    Pandangan tersebut sejalan dengan semangat dialog yang kini mulai mengemuka. Sejumlah kalangan menilai bahwa pertemuan langsung antara mahasiswa dan pemerintah merupakan langkah yang lebih produktif dibandingkan konfrontasi berkepanjangan di jalanan. Melalui forum dialog, argumentasi dan kajian akademis dapat dibahas secara lebih mendalam sehingga menghasilkan solusi yang konkret.

    Koordinator Aksi Mahasiswa Abdi Maludin selaku perwakilan mahasiswa yang bertemu dengan Wapres juga mengakui bahwa aspirasi mereka diterima dengan baik. Mereka menyebut berbagai tuntutan yang disampaikan dicatat dan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah ke depan.

    “Pun respon dari pihak-pihak tentunya Bapak Wapres sangat baik. Dia akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya tadi, catat poin-poinya yang harus Bapak Wapres itu ke depannya untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala bentuk yang janggal di negara hari ini,” kata Abdi.

    Dengan semakin terbukanya ruang komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah, harapan akan lahirnya budaya demokrasi yang lebih matang semakin menguat. Kritik tetap tersampaikan, suara masyarakat tetap didengar, sementara stabilitas dan ketertiban publik tetap terjaga. Dialog bermartabat pun menjadi jalan tengah yang menjanjikan bagi kemajuan demokrasi Indonesia.