Kategori: Uncategorized

  • Peran Danantara dalam Mendorong Inovasi dan Investasi Sektor Prioritas

    Oleh: Arga Wibisana

    Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia mulai menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong investasi nasional yang berdampak langsung pada pembangunan ekonomi. Di tengah tantangan global dan kebutuhan percepatan transformasi ekonomi, Danantara hadir sebagai instrumen penting untuk memperkuat sektor prioritas, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang kerja yang lebih luas. Peran ini tidak hanya dilihat dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari arah kebijakan yang menekankan inovasi, hilirisasi, serta pembangunan yang merata.

    Pada tahun 2026, Danantara Indonesia bersiap menanamkan investasi pada empat proyek prioritas dengan total nilai mencapai Rp202,4 triliun. Keempat proyek tersebut adalah Proyek Wamena, Proyek Cordova, Proyek Fukuoka, dan Proyek Johor. Rencana ini disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta. Menurut Rosan Roeslani, investasi tersebut tidak hanya mencakup proyek hilirisasi, tetapi juga merambah sektor pengolahan sampah menjadi energi, penguatan industri kimia, pengembangan data center, hingga platform kerja sama global operator serta investasi luar negeri seperti di Australia.

    Proyek Wamena menjadi salah satu yang terbesar dengan fokus pada pengembangan fasilitas Waste to Energy yang tersebar di 33 kota. Proyek ini membutuhkan investasi Rp84 triliun dan ditargetkan menciptakan multiplier effect hingga sepuluh kali lipat. Langkah ini dianggap strategis karena dapat menjawab persoalan lingkungan sekaligus menghasilkan energi baru yang bernilai ekonomi. Selain itu, proyek ini diperkirakan mampu menghidupkan sektor pendukung di berbagai daerah.

    Selanjutnya, Proyek Cordova difokuskan pada pengembangan fasilitas caustic soda dengan nilai investasi Rp13,4 triliun. Proyek ini diarahkan untuk mendukung hilirisasi industri nasional dan ditargetkan menghasilkan multiplier effect lima kali lipat. Keberadaan fasilitas ini diharapkan memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan baku kimia yang selama ini menjadi kebutuhan penting sektor manufaktur.

    Sektor digital juga menjadi perhatian melalui Proyek Fukuoka yang mengembangkan Data Center Platform bersama global operator. Proyek ini membutuhkan investasi Rp21 triliun dengan target multiplier effect enam kali lipat. Di era ekonomi digital, pembangunan data center menjadi kebutuhan mendesak karena menjadi fondasi infrastruktur teknologi informasi, mendukung keamanan data, dan memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.

    Sementara itu, Proyek Johor menyasar bidang agrikultur dengan nilai investasi Rp84 triliun dan target multiplier effect dua kali lipat. Investasi ini menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas penting dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi rakyat. Dengan dukungan investasi besar, sektor agrikultur diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong kesejahteraan petani.

    Selain empat proyek tersebut, Danantara Indonesia juga telah memulai langkah konkret melalui peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi fase pertama pada 6 Februari 2026. Total investasi proyek ini mencapai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun yang tersebar di 13 daerah. Rosan Roeslani menilai proyek-proyek hilirisasi ini akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa investasi tersebut bukan hanya soal pembangunan industri, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

    Proyek hilirisasi fase pertama meliputi pembangunan dua proyek hilirisasi bauksit dengan nilai sekitar 3 miliar dolar AS, pengembangan bioavtur, bioetanol, industri garam, serta integrated poultry atau peternakan ayam terpadu. Proyek-proyek ini dipandang mampu mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan industri dan mendorong nilai tambah produk dalam negeri.

    Dalam setahun terakhir, pemerintah juga mencatat sejumlah keberhasilan penting yang memperkuat iklim investasi nasional. Stabilitas ekonomi makro relatif terjaga, pembangunan infrastruktur strategis terus berjalan, serta berbagai kebijakan penguatan hilirisasi mulai menunjukkan hasil. Upaya menjaga inflasi dan meningkatkan realisasi investasi menjadi bukti bahwa pemerintah mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi.

    Peran Danantara juga tampak pada sektor sosial dan pemulihan daerah terdampak bencana. Danantara memulai pembangunan hunian tetap di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Groundbreaking dilakukan sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana dan mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat setempat. Pembangunan hunian tetap tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga diharapkan menjadi simbol pemulihan sosial dan ekonomi.

    Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap memiliki makna luas. Ia menyebut hunian tersebut sebagai simbol kebangkitan mental dan ekonomi, mengingat kondisi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat berada di kisaran 3,5 persen dengan inflasi mencapai 6 persen. Menurut Dony Oskaria, situasi ini harus ditangani cepat agar tidak memicu persoalan sosial yang lebih besar.

    Danantara juga mendorong penguatan pendidikan melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang akan menampung sekitar 3.000 siswa dengan pendidikan gratis dan berkualitas, mulai SD hingga SMA lengkap dengan asrama. Hunian tetap ditargetkan rampung dalam tiga hingga empat bulan agar segera dapat dihuni.

    Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh dengan menyiapkan lahan 1,8 hektare serta cadangan 4 hektare untuk pengembangan. Pemerintah daerah juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi seperti pembentukan kelompok tani dan penyediaan mesin jahit untuk mendukung usaha warga.

    Melalui investasi besar di sektor prioritas dan dukungan pemulihan daerah, Danantara semakin menegaskan posisinya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, Danantara, dan berbagai pihak, investasi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan, memperluas kesejahteraan, serta membawa Indonesia menuju masa depan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing.

    *) Peneliti Ekonomi Pembangunan

  • Indonesia Pererat Kerja Sama Strategis Multisektor Lewat Kunker Prabowo

    Jakarta – Kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan strategis lintas sektor antara Indonesia dan mitra global.

    Agenda utama lawatan tersebut mencakup pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump guna membahas penguatan hubungan kedua negara, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan.

    Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan hubungan bilateral serta pembahasan sejumlah perundingan dan perjanjian dagang.

    “Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri.”

    Penguatan kerja sama juga dibahas dalam Rapat Koordinasi yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan melalui Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri.

    Asisten Deputi Koordinasi Amerika dan Eropa, Pande K. Wuri Handayani, menegaskan pentingnya posisi Indonesia sebagai kekuatan middle power yang mampu memainkan peran strategis di tengah dinamika geopolitik global.

    “Indonesia perlu memastikan implementasi prinsip politik luar negeri bebas aktif guna mempertahankan netralitas strategis di tengah persaingan kekuatan global.” tegasnya

    Menurut Pande, kerja sama dengan negara-negara di kawasan Amerika dan Eropa harus tetap berlandaskan kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.

    Rakor tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk penanganan kejahatan transnasional seperti peredaran narkotika, pencucian uang, perdagangan ilegal, hingga kejahatan siber lintas yurisdiksi. Isu keamanan siber dan perlindungan data strategis juga menjadi perhatian, seiring meningkatnya ancaman digital global.

    Selain aspek politik dan keamanan, kunjungan Presiden turut mendapat sambutan positif dari mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat. Salah satunya Jessica, mahasiswi asal Surabaya yang menempuh pendidikan di Georgetown University.

    Jessica menyampaikan jika kinerja Presiden selama ini sangat memuaskan

    “Menurut saya, untuk saat ini sudah baik, dan kita juga lihat di media-media banyak sekali hal positif. Kinerja Pak Presiden selama ini memuaskan.” ucapnya.

    Jessica juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kepemimpinan Presiden Prabowo.

    “Kami cukup puas dan bersyukur Pak Presiden bisa menjadi kepala negara kita. Sudah banyak usaha-usaha yang diarahkan agar Indonesia lebih baik,” ujarnya.

    Rangkaian agenda tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mempererat kerja sama strategis multisektor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra yang kredibel dan berdaya saing di kancah global.

  • Diplomasi Presiden Prabowo Perkuat Aliansi Strategis Indonesia di Kancah Global

    Jakarta – Intensitas kunjungan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto dalam beberapa waktu terakhir dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional sekaligus menarik investasi asing ke dalam negeri.

    Aktivitas diplomasi tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas aliansi strategis Indonesia di tengah persaingan global yang semakin dinamis.

    Dalam sejumlah forum internasional, Presiden menegaskan bahwa Indonesia hadir sebagai negara dengan stabilitas politik yang terjaga, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta potensi besar pada sektor sumber daya alam, hilirisasi industri, energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur.

    Dalam pertemuan bersama para menteri di Hambalang, Presiden kembali menekankan pentingnya diplomasi ekonomi yang berdaulat dan terarah. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan arahan Presiden agar setiap perundingan internasional dirancang untuk memberikan keuntungan optimal bagi Indonesia.

    “Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” kata Teddy.

    Presiden juga mengingatkan agar orientasi negosiasi tidak hanya berfokus pada kepentingan jangka pendek. Ia menekankan bahwa setiap perundingan harus memperkuat struktur ekonomi nasional.

    “Perundingan harus meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat posisi Indonesia dalam global supply chain,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

    Pengamat hubungan internasional menilai kehadiran langsung kepala negara dalam forum global memberikan daya dorong diplomatik yang lebih kuat dibanding pertemuan teknis.

    Seorang analis kebijakan luar negeri menyatakan jika diplomasi yang dilakukan Presiden bisa mempercepat negosiasi,

    “Diplomasi tingkat presiden mempercepat proses negosiasi. Ini bukan hanya simbolik, tapi berpengaruh langsung pada kepercayaan investor.” Ucapnya.

    Pandangan serupa disampaikan pemerhati isu kebangsaan, Andi Irwandi.

    Ia menilai diplomasi aktif Presiden mencerminkan upaya mempertegas kembali posisi Indonesia sebagai kekuatan penting di kawasan dan dunia.

    “Diplomasi ini bukan sekadar agenda luar negeri, tapi strategi kebangsaan. Ketika presiden hadir langsung membangun komunikasi dengan banyak negara, itu menunjukkan Indonesia percaya diri, mandiri, dan tidak terikat pada kepentingan satu blok kekuatan saja,” kata Andi.

    Ia menambahkan jika investor melihat keseriusan dari komitmen Presiden.

    “Investor melihat keseriusan itu dari komitmen pemimpin negaranya. Diplomasi aktif memberi sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk kerja sama yang saling menguntungkan.”

  • Kunjungan Kerja Presiden Prabowo Tegaskan Peran Indonesia sebagai Mitra Strategis Dunia

    Oleh: Rizky Maulana

    Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke sejumlah negara mitra utama menjadi bagian dari strategi komprehensif pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Agenda tersebut dirancang bukan sekadar sebagai diplomasi seremonial, melainkan sebagai langkah konkret memperluas kolaborasi strategis yang berdampak langsung bagi kepentingan nasional.

    Dalam konteks geopolitik yang semakin dinamis, pemerintah memandang penting membangun komunikasi intensif dengan negara-negara berpengaruh. Pertemuan bilateral dan partisipasi dalam forum internasional dimanfaatkan untuk mempertegas komitmen Indonesia sebagai mitra yang stabil, kredibel, dan terbuka terhadap kerja sama yang saling menguntungkan.

    Fokus utama kunjungan tersebut adalah penguatan kerja sama ekonomi. Pemerintah mendorong perluasan akses pasar, peningkatan investasi, serta kolaborasi industri bernilai tambah. Diplomasi ekonomi ditempatkan sebagai instrumen utama untuk memastikan pertumbuhan nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

    Setiap perundingan yang dilakukan diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi dalam negeri. Pemerintah berupaya memastikan bahwa kerja sama perdagangan dan investasi tidak hanya meningkatkan angka transaksi, tetapi juga memperbesar kapasitas produksi nasional dan memperluas kesempatan kerja.

    Pendekatan yang ditempuh mencerminkan konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Pemerintah menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai kekuatan dunia tanpa terjebak dalam rivalitas geopolitik. Strategi ini menegaskan bahwa Indonesia hadir sebagai mitra independen yang mengedepankan kepentingan nasional.

    Dukungan terhadap langkah diplomasi tersebut juga datang dari kalangan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah memperkuat kemitraan bilateral di tengah situasi global yang kompleks.

    Presiden Permias Nasional, Axel Hutapea, menilai bahwa kepemimpinan nasional saat ini berada pada fase penting dalam menentukan arah hubungan luar negeri Indonesia. Ia menyampaikan kepercayaan bahwa pemerintah mampu menghasilkan kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

    Menurut Axel, diplomasi aktif yang dijalankan Presiden mencerminkan keseriusan dalam memperjuangkan kepentingan nasional. Ia berpandangan bahwa kehadiran langsung kepala negara dalam berbagai forum global memberikan bobot politik yang kuat sekaligus meningkatkan kepercayaan mitra internasional terhadap Indonesia.

    Mahasiswa Indonesia di luar negeri juga berharap adanya penguatan perlindungan bagi warga negara Indonesia. Aspirasi tersebut mencakup jaminan keamanan, kepastian hukum, serta dukungan terhadap diaspora yang berkontribusi di berbagai sektor strategis.

    Selain itu, Permias menekankan pentingnya konektivitas antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri nasional. Axel menilai bahwa lulusan luar negeri perlu difasilitasi agar dapat berperan optimal dalam pembangunan ekonomi domestik.

    Hilirisasi riset menjadi perhatian lain yang disampaikan mahasiswa. Mereka berharap hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan di luar negeri dapat diintegrasikan dalam kebijakan industri nasional guna mempercepat kemandirian ekonomi.

    Dukungan terhadap diplomasi Presiden juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. Ia menilai rangkaian kunjungan Presiden ke pusat-pusat diplomasi dan ekonomi dunia bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis yang menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra global yang diperhitungkan.

    Menurut Dave, kehadiran Presiden dalam forum internasional meningkatkan kepercayaan global terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Ia berpandangan bahwa reputasi sebagai negara yang stabil dan prospektif menjadi modal penting dalam menarik investasi jangka panjang.

    Dave juga melihat bahwa pertemuan dengan para pemimpin dunia membuka peluang kerja sama di sektor perdagangan, teknologi, pertahanan, dan pendidikan tinggi. Kolaborasi tersebut diyakini mampu memperkuat daya saing industri nasional serta memperluas jaringan ekonomi Indonesia di berbagai kawasan.

    Partisipasi Presiden dalam forum ekonomi internasional dinilai mempertegas komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan global. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring dengan pemimpin negara dan pelaku industri internasional.

    Pemerintah memanfaatkan momentum itu untuk mempromosikan potensi Indonesia sebagai destinasi investasi yang aman dan menjanjikan. Stabilitas domestik, reformasi struktural, serta agenda hilirisasi industri menjadi pesan utama yang disampaikan dalam berbagai pertemuan.

    Langkah diplomasi ini menunjukkan bahwa pemerintah bergerak proaktif dalam merespons dinamika global. Indonesia tidak menunggu perubahan terjadi, melainkan mengambil inisiatif untuk memperkuat posisinya sebagai mitra strategis yang relevan dan konstruktif.

    Pendekatan yang tegas namun bersahabat menjadi ciri diplomasi yang dijalankan. Pemerintah menegaskan kesiapan menjadi mitra setara dalam kerja sama internasional, sekaligus menjaga kepentingan nasional sebagai prioritas utama.

    Kunjungan kerja tersebut pada akhirnya memperlihatkan arah kebijakan luar negeri yang terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional. Diplomasi tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi besar memperkuat fondasi ekonomi, memperluas peluang industri, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Melalui rangkaian langkah yang terukur dan konsisten, Indonesia semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis dunia. Pemerintah menunjukkan bahwa kolaborasi global dapat berjalan seiring dengan penguatan kedaulatan ekonomi nasional.

    Kepercayaan yang tumbuh dari mitra internasional menjadi bukti bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat. Dengan stabilitas yang terjaga dan arah kebijakan yang jelas, Indonesia tampil sebagai negara yang siap berkontribusi aktif dalam tatanan global sekaligus membawa manfaat nyata bagi rakyatnya.

    *) Peneliti Hubungan Internasional dan Geopolitik Ekonomi

  • Indonesia Bangun Kolaborasi Strategis Jangka Panjang Lewat Kunjungan Kerja Presiden Prabowo

    Oleh: Rania Kartika Dewi )*

    Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara mitra strategis, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, menandai babak baru diplomasi Indonesia yang semakin progresif dan terarah.

    Agenda luar negeri tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperluas jejaring kerja sama internasional yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi nasional.

    Pemerintah memanfaatkan momentum kunjungan kerja ini untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang tidak hanya menguntungkan secara politik, tetapi juga menghadirkan manfaat konkret bagi pembangunan dalam negeri.

    Dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi mitra global yang stabil, kredibel, dan visioner. Pendekatan yang diusung pemerintah menitikberatkan pada kemitraan strategis yang terukur dan berkelanjutan.

    Diplomasi yang dilakukan tidak semata bertujuan mempererat hubungan bilateral, melainkan memastikan adanya implementasi kerja sama yang jelas serta memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.

    Salah satu capaian penting dalam rangkaian kunjungan tersebut adalah penguatan kerja sama dengan Inggris yang menghasilkan peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis.

    Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa pertemuan antara kedua pemimpin negara menghasilkan komitmen investasi bernilai signifikan yang difokuskan pada sektor maritim dan industri pendukungnya. Investasi tersebut diarahkan untuk pembangunan ratusan kapal penangkap ikan yang akan diproduksi di galangan dalam negeri sehingga memperkuat kapasitas industri nasional.

    Menurut Teddy, proyek tersebut dirancang bukan hanya sebagai bentuk kerja sama ekonomi, melainkan sebagai strategi penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar dan penguatan rantai pasok domestik.

    Pemerintah memastikan bahwa setiap kesepakatan investasi memiliki skema pelaksanaan yang berpihak pada kepentingan nasional. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan diplomasi ekonomi sebagai instrumen pembangunan.

    Selain sektor maritim, kolaborasi juga mencakup penguatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Dalam agenda pertemuan dengan sejumlah institusi pendidikan tinggi terkemuka di Inggris, Presiden Prabowo mendorong terbentuknya kerja sama akademik yang lebih luas.

    Pemerintah membuka peluang pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, hingga pengembangan program pendidikan bersama yang dapat mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas nasional.

    Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menilai langkah Presiden Prabowo sebagai bentuk konsistensi pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif. Ia berpandangan bahwa stabilitas politik dan arah kebijakan ekonomi yang jelas menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap Indonesia. Menurutnya, kunjungan kerja tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai negara tujuan investasi yang prospektif dan berorientasi pada kemitraan jangka panjang.

    Pandangan positif juga disampaikan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey. Ia memandang bahwa pertemuan antara kedua pemimpin negara menjadi tonggak penting dalam memperdalam hubungan bilateral. Peningkatan status kerja sama menjadi kemitraan strategis dinilai sebagai refleksi kesamaan visi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    Kunjungan ke Amerika Serikat turut memperluas cakupan kolaborasi Indonesia dengan mitra global utama. Pemerintah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan berbagai peluang investasi di sektor prioritas, termasuk hilirisasi industri, energi, dan pengembangan infrastruktur. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa diplomasi Presiden Prabowo tidak bersifat sporadis, melainkan dirancang sebagai rangkaian strategi terpadu untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

    Pemerintah menegaskan bahwa setiap kerja sama internasional harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi yang dibangun tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga transfer teknologi, pengembangan kapasitas industri lokal, serta peningkatan kualitas tenaga kerja. Strategi ini memastikan bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi pasar, melainkan mitra produksi yang setara dalam rantai nilai global.

    Penguatan kemitraan strategis juga mempertegas komitmen pemerintah terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan. Investasi yang masuk diarahkan pada sektor-sektor produktif yang mendukung transformasi ekonomi jangka panjang. Dengan demikian, diplomasi luar negeri berjalan seiring dengan agenda reformasi struktural di dalam negeri.

    Kunjungan kerja Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pemerintah bergerak proaktif dalam menjawab dinamika global yang semakin kompleks. Di tengah persaingan ekonomi internasional, Indonesia tampil sebagai negara dengan prospek pertumbuhan yang solid dan arah kebijakan yang konsisten. Stabilitas domestik menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan mitra luar negeri.

    Langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah juga memperkuat posisi tawar Indonesia dalam forum internasional. Dengan memperluas jejaring kemitraan strategis, Indonesia memiliki ruang yang lebih luas untuk memperjuangkan kepentingan nasional dalam berbagai isu global. Pendekatan ini mencerminkan kebijakan luar negeri yang adaptif tanpa meninggalkan prinsip kedaulatan dan kepentingan rakyat.

    Secara keseluruhan, kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Amerika Serikat dan Inggris menjadi bukti bahwa pemerintah serius membangun kolaborasi strategis jangka panjang. Sinergi antara investasi, penguatan industri, dan pengembangan sumber daya manusia dirancang untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Diplomasi yang dijalankan tidak hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga memperkokoh fondasi Indonesia menuju negara maju yang berdaya saing tinggi.

    Melalui langkah yang terukur dan konsisten, pemerintah menunjukkan bahwa kolaborasi internasional merupakan bagian integral dari strategi pembangunan nasional. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan semakin memperkuat optimisme bahwa arah kebijakan yang ditempuh berada pada jalur yang tepat. Indonesia pun semakin mantap membangun kemitraan global yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan masa depan bangsa.

    *) Jurnalis Senior Bidang Politik dan Perdagangan Global

  • Sekolah Garuda Terapkan Kurikulum Perkuat Talenta Sains dan Tekonologi

    Jakarta – Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Ahmad Najib Burhani mengatakan Sekolah Garuda memiliki motivasi untuk memperkuat talenta-talenta terbaik bangsa dalam bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), yang harapannya dapat meningkatkan minat, memenuhi kebutuhan industri, serta menghadirkan ahli-ahli di bidang STEM.

    Menurut Najib, penguatan STEM menjadi salah satu alasan utama pendirian Sekolah Garuda. Ia menilai kebutuhan tenaga ahli sains dan teknologi di Indonesia tinggi, terutama untuk mendukung industrialisasi dan hilirisasi. Namun, minat dan ekosistem pendidikan STEM dinilai masih terbatas.

    “Lulusan perguruan tinggi kita belum didominasi bidang STEM, padahal kebutuhan industri sangat besar. Karena itu, ekosistemnya harus dimulai sejak SMA,” ujarnya.

    Selain itu, menurut Najib sekolah garuda dirancang dengan landasan yang ia sebut sebagai the one percent rule. Maksudnya adalah gagasan bahwa negara perlu memfasilitasi sekitar 1 persen siswa dengan kemampuan sangat unggul atau jenius dan sangat bertalenta yang selama ini dinilai belum mendapat dukungan optimal.

    “Sering kali ketika kita bicara inklusivitas, fokusnya pada kelompok difabel dan kelompok rentan lainnya. Tapi ada komponen masyarakat yang sering terlewat, yaitu anak-anak yang sangat berbakat. Mereka jumlahnya kecil, tetapi potensinya besar,” kata Najib.

    Ia juga menyatakan Sekolah Garuda merupakan program strategis untuk mewujudkan pemerataan pembangunan pendidikan nasional.

    “Sekolah ini tidak dibangun di Pulau Jawa, melainkan ditempatkan di wilayah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi tantangan dalam akses serta percepatan pembangunan pendidikan. Kita yakin banyak potensi di daerah yang tidak kalah dengan yang ada di Jawa,” ujar Najib.

    Senada, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Ardi Findyartini mengatakan terdapat empat kurikulum unggulan yang membedakan SMA Unggul Garuda dengan sekolah lain pada umumnya.

    “Akan ada empat kurikulum yang akan digunakan, diantaranya kurikulum penguatan STEM, kurikulum nasional, kurikulum pengembangan karakter peserta didik di sekolah berasrama, kurikulum Internasional,” kata Ardi.

    Ke depan, lanjut dia, para lulusan juga dipersiapkan untuk mengikuti Program Beasiswa Garuda untuk dapat memberikan akses kepada seluruh talenta terbaik negeri tanpa melihat latar belakangnya untuk dapat bersaing di kancah global.

    “Program ini akan memberikan kesempatan kepada talenta terbaik, baik yang berada di Sekolah Umum maupun Sekolah Garuda untuk berkompetisi dan berkuliah sarjana di Luar Negeri,” ujarnya.

    Dengan penerapan kurikulum inovatif ini, Sekolah Garuda diharapkan menjadi katalis dalam mencetak generasi unggul yang siap membawa Indonesia melangkah lebih maju di panggung global.

  • Sekolah Garuda Hadir dengan Skema Beasiswa Penuh di Tahun Pertama

    Jakarta – Pemerintah resmi menghadirkan Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda Baru sebagai bagian dari strategi memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pada tahun pertama penyelenggaraannya, Sekolah Garuda memberikan beasiswa penuh atau 100 persen kepada seluruh murid yang diterima. Kebijakan ini diharapkan membuka akses seluas-luasnya bagi talenta muda terbaik bangsa untuk memperoleh pendidikan menengah berkualitas tinggi dan berdaya saing global.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas utama pemerintah. Menurutnya, pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada investasi jangka panjang melalui pendidikan yang unggul dan inklusif.
    “Kita menginginkan adanya talenta-talenta unggul dari bangsa kita yang dapat bersaing di kancah global,” tutur Menteri Brian.

    Lebih lanjut, Brian menjelaskan bahwa program Beasiswa Garuda dirancang untuk menyeleksi talenta terbaik bangsa agar dapat mengenyam pendidikan kelas dunia. Pemerintah juga menyiapkan perluasan skema studi lanjutan. Mulai 2026, kesempatan belajar akan diperkuat melalui program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri.

    “Kita juga akan memilih talenta-talenta terbaik itu untuk bersekolah di kampus-kampus top di Indonesia, tapi dengan tambahan joint degree atau double degree ke sekolah-sekolah di luar negeri,” jelas Menteri Brian.

    Mendiktisaintek juga menekankan bahwa proses seleksi Beasiswa Garuda Sarjana dilakukan secara objektif, transparan, dan terbuka bagi seluruh peserta dari berbagai latar belakang daerah. Prinsip meritokrasi menjadi landasan utama agar kesempatan yang sama dapat dirasakan oleh seluruh anak bangsa.

    Sementara itu, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa beasiswa 100 persen diberikan khusus pada tahun pertama. Pada tahun-tahun berikutnya, pemerintah tetap memberikan dukungan beasiswa sekurang-kurangnya 80 persen bagi murid Sekolah Garuda. Kebijakan ini dinilai cukup untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus mendorong kemandirian siswa.

    Ardi juga mengungkapkan bahwa pemerintah menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi siswa Sekolah Garuda. Fasilitas tersebut mencakup pemetaan kemampuan Bahasa Inggris, pendampingan akademik, serta fasilitasi pendaftaran ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

    “Nanti ada fasilitasi pendaftaran untuk ke perguruan tinggi luar negeri terutama yang memang harus aplikasi untuk mendapatkan letter of acceptance (LoA),” ujarnya.

    Terkait penerimaan murid baru, Ardi menegaskan bahwa Sekolah Garuda terbuka bagi seluruh anak Indonesia yang memiliki tingkat kecerdasan luar biasa. Seluruh anak dari daerah mana pun dapat mendaftar selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Dengan skema ini, Sekolah Garuda diharapkan menjadi motor lahirnya generasi unggul yang siap membawa Indonesia bersaing di tingkat global. (*)

  • Sekolah Garuda Kuatkan Pemerataan Pendidikan Unggul

    Oleh: Bara Winatha*)

    Program Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda Baru menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pemerataan pendidikan unggul di Indonesia. Inisiatif yang digagas sebagai bagian dari prioritas pembangunan sumber daya manusia ini dirancang untuk membuka akses seluas-luasnya bagi talenta muda terbaik dari berbagai daerah, termasuk wilayah yang selama ini belum tersentuh fasilitas pendidikan berstandar tinggi. Dengan membangun empat sekolah baru di titik-titik strategis, pemerintah ingin memastikan bahwa pendidikan unggul tidak lagi terpusat di kota-kota besar, melainkan menjangkau seluruh penjuru negeri secara lebih adil dan merata.

    Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, mengatakan bahwa empat Sekolah Garuda Baru tengah dipersiapkan dan ditargetkan siap digunakan pada Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa lokasi pembangunan mencakup Belitung Timur di Kepulauan Bangka Belitung, Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur, Konawe Selatan di Sulawesi Tenggara, serta Tanjung Selor di Kalimantan Utara. Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan aspek pemerataan kawasan sehingga sekolah unggulan tidak hanya hadir di Pulau Jawa, tetapi juga di wilayah timur dan perbatasan Indonesia.

    Sekolah Garuda Baru dirancang untuk menampung talenta unggul dari seluruh Indonesia. Setiap sekolah akan menerima 160 siswa per angkatan sehingga total terdapat 640 siswa untuk tahun ajaran 2026–2027. Sekolah ini diproyeksikan menjadi ruang pembinaan generasi muda berprestasi yang memiliki potensi akademik kuat dan daya saing global. Dengan pendekatan ini, Sekolah Garuda tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan menengah atas, melainkan sebagai kawah pembentukan kepemimpinan masa depan bangsa.

    Dari sisi strategi pembelajaran dan sistem, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ardi Findyartini, menekankan bahwa Sekolah Garuda tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas proses pendidikan. Kebijakan ini dirancang agar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan unggulan.

    Ia juga menjelaskan bahwa proses seleksi siswa menerapkan standar akademik yang tinggi. Calon siswa diwajibkan memiliki nilai rapor minimal 85 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, atau memiliki prestasi di bidang STEM yang telah terkurasi oleh Pusat Prestasi Nasional. Hingga pertengahan masa pendaftaran, lebih dari seribu calon siswa dari berbagai daerah telah melakukan registrasi dalam sistem daring. Hal ini menunjukkan antusiasme nasional terhadap hadirnya sekolah unggulan berbasis pemerataan.

    Sekolah Garuda dirancang untuk memfasilitasi siswa agar dapat menembus perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri. Siswa akan mendapatkan pemetaan kemampuan bahasa Inggris serta fasilitasi pendaftaran ke perguruan tinggi internasional, termasuk dukungan dalam proses aplikasi untuk memperoleh letter of acceptance. Dengan demikian, sekolah ini tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan menengah, tetapi juga sebagai jembatan strategis menuju pendidikan tinggi kelas dunia.

    Dalam aspek tenaga pendidik, pemerintah tengah melakukan rekrutmen 96 guru dan tenaga kependidikan untuk ditempatkan di empat sekolah tersebut, dengan komposisi 24 orang per sekolah. Seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan guru yang terpilih memiliki kompetensi akademik, karakter kuat, dan kemampuan global. Persyaratan meliputi usia maksimal 32 tahun, kepemilikan sertifikat pendidik melalui Program Pendidikan Profesi Guru, IPK minimal 3,25, kualifikasi magister, serta kemampuan bahasa Inggris dengan skor tertentu pada tes internasional.

    Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh kebijakan Sekolah Garuda yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai program ini sebagai langkah penting untuk mengejar ketertinggalan bangsa dalam bidang teknologi dan rekayasa. Menurutnya, negara-negara maju telah lebih dahulu mempersiapkan generasi muda mereka dalam bidang sains dan engineering, sehingga Indonesia perlu melakukan lompatan strategis agar tidak tertinggal dalam kompetisi global.

    Abdul menjelaskan bahwa Sekolah Garuda disiapkan sebagai inkubator bagi siswa berbakat agar terhubung langsung dengan perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Orientasi pendidikan dipandang perlu bergeser ke penguasaan teknologi terapan dan penguatan kompetensi STEM. Dalam kerangka ini, Sekolah Garuda menjadi salah satu instrumen kebijakan untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia yang memiliki potensi unggul memperoleh pembinaan maksimal.

    Masyarakat diharapkan melihat program ini sebagai bagian dari strategi besar pengembangan sumber daya manusia nasional. Menurutnya, penguatan sektor pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat. Dukungan terhadap Sekolah Garuda dinilai sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

    Melalui sinergi antara perencanaan strategis, dukungan anggaran, seleksi siswa berbasis merit, serta rekrutmen guru berkualitas, Sekolah Garuda diharapkan menjadi model penguatan pendidikan unggul nasional. Pemerataan menjadi kata kunci dalam program ini. Dengan lokasi yang tersebar di berbagai wilayah luar pusat pertumbuhan tradisional, sekolah ini membawa pesan bahwa talenta unggul dapat lahir dari mana saja. Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan unggul yang inklusif, kompetitif, dan merata bagi seluruh anak bangsa.

    *) Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan

  • Sekolah Garuda Usung Arah Baru Pendidikan Talenta Sains Nasional

    Oleh : Antonius Googie)*

    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan empat SMA Unggul Garuda baru akan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 atau Juni mendatang. Program ini digadang sebagai lompatan strategis dalam membangun ekosistem talenta sains dan teknologi nasional sekaligus memperluas akses pendidikan unggul ke luar Pulau Jawa.

    Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menyampaikan bahwa pembangunan empat sekolah tersebut tengah dikebut dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Ia menjelaskan proses konstruksi melibatkan tiga BUMN karya dan menjadi bagian dari kontrak kerja yang harus dituntaskan tepat waktu. Najib menegaskan bahwa pemerintah optimistis proyek ini selesai sesuai jadwal dan meminta publik tidak meragukan komitmen tersebut.

    Empat lokasi perdana Sekolah Garuda berada di Belitung Timur (Kepulauan Bangka Belitung), Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), serta Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara). Setiap sekolah berdiri di atas lahan sekitar 20 hektare dengan fasilitas lengkap, mulai dari ruang kelas modern, laboratorium sains, asrama siswa, rumah dinas guru, hingga sarana penunjang seperti taman dan lapangan olahraga.

    Sekolah Garuda dirancang sebagai SMA berasrama dengan penguatan kurikulum prauniversitas berbasis pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Lulusan sekolah ini diproyeksikan mampu bersaing untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi top dunia, baik di dalam maupun luar negeri. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan sedikitnya 20 Sekolah Garuda di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Mempawah, Rejang Lebong, Manokwari, Merauke, dan sejumlah titik di Maluku.

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyatakan Sekolah Garuda merupakan realisasi visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membawa anak-anak Indonesia dari seluruh pelosok negeri menuju kampus terbaik dunia. Stella menuturkan bahwa Sekolah Garuda menjadi cara pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif sekaligus meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi di berbagai daerah.

    Model pendidikan Sekolah Garuda mengusung empat kurikulum sekaligus. Pertama, kurikulum nasional sebagai fondasi akademik utama. Kedua, kurikulum karakter untuk membangun kepemimpinan dan integritas. Ketiga, kurikulum STEM sebagai penguatan kompetensi sains dan teknologi. Keempat, kurikulum internasional atau global, termasuk International Baccalaureate (IB), untuk memperluas daya saing global peserta didik.

    Najib menjelaskan penguatan STEM menjadi alasan utama pendirian Sekolah Garuda. Ia menilai kebutuhan tenaga ahli sains dan teknologi di Indonesia sangat tinggi untuk mendukung agenda industrialisasi dan hilirisasi, sementara lulusan perguruan tinggi nasional belum didominasi bidang STEM. Menurutnya, ekosistem penguatan talenta harus dimulai sejak jenjang SMA agar suplai sumber daya manusia unggul lebih terstruktur dan berkelanjutan.

    Lebih jauh, Najib memperkenalkan konsep the one percent rule sebagai landasan kebijakan Sekolah Garuda. Ia memaparkan bahwa negara perlu memfasilitasi sekitar 1 persen siswa dengan kemampuan sangat unggul atau jenius yang selama ini belum mendapatkan dukungan optimal. Najib menyebut bahwa ketika berbicara inklusivitas, perhatian sering tertuju pada kelompok rentan dan difabel, padahal ada kelompok kecil anak berbakat dengan potensi besar yang juga membutuhkan layanan pendidikan khusus.

    Konsep ini ditegaskan berbeda dengan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang pernah dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Tim Aspek Akademik SMA Unggul Garuda Kemdiktisaintek, Vira Agustina, menjelaskan bahwa Sekolah Garuda dirancang khusus bagi siswa dengan kemampuan akademik istimewa atau anak gifted, yang secara umum memiliki IQ di atas 130 dan populasi sekitar 2,2 hingga 5 persen dari total global. Vira menuturkan negara berupaya menghadirkan berbagai menu pendidikan sesuai kebutuhan anak, termasuk layanan khusus bagi kelompok kecil siswa berkemampuan istimewa.

    Ia menegaskan Sekolah Garuda bukan rebranding RSBI. Menurut Vira, karakteristik, konsep, dan implementasinya berbeda. Sekolah Garuda didanai penuh oleh negara, tersebar di berbagai daerah, serta membuka akses bagi siswa dari keluarga menengah ke bawah, termasuk lulusan paket B dan homeschooling, selama memenuhi persyaratan akademik.

    Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, menjelaskan tahapan seleksi meliputi pendaftaran administrasi, tes potensi akademik dan mata pelajaran inti, wawancara, hingga tes kesehatan. Ia menyebutkan hingga pertengahan Februari 2026, sekitar 1.100 calon siswa telah masuk ke sistem pendaftaran dan menyelesaikan proses administrasi.

    Dengan pendekatan terintegrasi, pembelajaran berbasis asrama, serta kurikulum nasional dan global yang dikombinasikan, Sekolah Garuda diposisikan sebagai laboratorium kebijakan manajemen talenta nasional. Di tengah tuntutan transformasi ekonomi berbasis pengetahuan, sekolah ini menjadi simbol arah baru pendidikan Indonesia: memadukan pemerataan akses, penguatan karakter, dan akselerasi talenta sains demi daya saing global yang berkelanjutan.

    )* Pengamat Pendidikan

  • Pemerintah Perketat Standar Gizi MBG, UPF dan Menu Pedas Dilarang Selama Ramadan

    Jakarta – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperketat standar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447 H dan periode libur nasional tahun 2026. Kebijakan ini ditegaskan dalam pedoman teknis terbaru yang mengatur komposisi menu, standar keamanan pangan, serta mekanisme distribusi selama bulan puasa. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk penguatan kualitas program sekaligus memastikan kesehatan penerima manfaat tetap terjaga.

    Dalam ketentuan terbaru, BGN melarang penggunaan produk ultra-processed food (UPF) dalam seluruh menu MBG selama Ramadan. Produk UPF dinilai berisiko karena umumnya mengandung bahan tambahan seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna, serta perasa sintetis yang tidak sejalan dengan prinsip gizi seimbang. Selain itu, menu bercita rasa pedas juga tidak diperkenankan selama periode puasa guna mencegah gangguan lambung dan iritasi pencernaan pada penerima manfaat.

    Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi pelaksanaan MBG sebelumnya serta mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat selama Ramadan.

    “Kami memastikan bahwa standar gizi tetap terpenuhi, namun komposisi menu harus disesuaikan dengan kondisi puasa. UPF dan makanan pedas kami larang demi menjaga keamanan pangan dan kesehatan penerima manfaat,” ujar Dadan.

    Pemerintah juga mengatur penyesuaian mekanisme distribusi. Selama Ramadan, sebagian wilayah akan menerapkan sistem paket makanan kering atau bundling yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa. Skema ini dinilai lebih efektif dalam menjaga kualitas makanan selama distribusi, terutama pada periode libur panjang dan cuti bersama.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa Program MBG tetap berjalan penuh selama Ramadan dengan standar pengawasan yang diperketat.

    “Program ini tetap berjalan. Yang kami lakukan adalah penyesuaian agar makanan lebih aman, lebih sehat, dan sesuai dengan kebutuhan saat puasa. Tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas gizi,” tegasnya.

    Dalam pedoman tersebut, pemerintah mendorong penggunaan bahan pangan segar dan lokal seperti telur, ikan, ayam, daging olahan rumahan, buah, serta kurma sebagai sumber energi alami. Standar gizi tetap disesuaikan berdasarkan kelompok usia penerima manfaat agar kebutuhan kalori, protein, dan mikronutrien tetap terpenuhi.

    Pemerintah menegaskan bahwa penguatan standar ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Dengan penyesuaian menu dan distribusi selama Ramadan 2026, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan optimal, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.