Penulis: restiana818@gmail.com

  • Distribusi MBG untuk 3B Diperkuat Lewat Posyandu

    Jakarta- Pemerintah memperkuat distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) melalui jaringan posyandu di berbagai daerah. Skema ini diharapkan membuat penyaluran bantuan gizi lebih tepat sasaran sekaligus menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.

    Seperti di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, para kader Posyandu Kemala XVI-11 rutin membagikan makanan setiap hari kepada penerima manfaat kelompok 3B di wilayahnya. Program ini membantu memastikan kebutuhan gizi Masyarakat, terutama kelompok rentan, dapat terpenuhi dengan baik.

    Koordinator Posyandu Balita Kemala XVI-11 Palmerah, Muslika, menyampaikan bahwa para kader merasakan langsung dampak positif dari program tersebut. Bagi para kader posyandu di Palmerah, kegiatan ini pun bukan sekadar rutinitas harian. Di balik pembagian menu dan pendataan penerima, tersimpan semangat gotong royong dan kepedulian sosial demi memastikan anak-anak, ibu menyusui, dan lansia mendapatkan asupan gizi yang layak.

    “Kami dari kader Posyandu Kemala XVI-11 Palmerah merasakan manfaat dari program MBG. Kami juga menyalurkan makanan setiap hari untuk balita, lansia, dan ibu menyusui,” ujar Muslika.

    Dalam pelaksanaannya, distribusi dilakukan secara terstruktur, mulai dari posko di tingkat RW hingga ke RT. Menu makanan diambil dari posko RW, kemudian dibagikan kepada kader balita dan Dasawisma untuk selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat di masing-masing RT.

    “Sehari-hari kami mengambil menu dari posko di RW. Setelah itu, makanan dibagi ke masing-masing RT melalui kader balita posyandu dan Dasawisma. Pengurus RT kemudian mendistribusikannya kepada balita penerima manfaat,” jelas Muslika.

    Bagi orang tua yang bekerja, pengurus juga menyiapkan mekanisme penitipan wadah agar makanan tetap bisa diterima. Sistem ini dibuat agar tidak ada penerima yang terlewat.

    “Biasanya ada orang tua yang bekerja, sehingga mereka menitipkan wadah. Nanti kami sebagai pengurus memindahkan makanan ke wadah tersebut, lalu ibunya bisa mengambil ketika sempat,” ungkapnya.

    Data penerima manfaat pun sudah tercatat rapi di setiap RT, sehingga distribusi berjalan sesuai sasaran. “Data penerima sudah ada di masing-masing RT,” tambahnya.

    Sementara itu di Pontianak, Kalimantan Barat, Pemkot Pontianak mendukung berbagai program yang langsung bersentuhan dengan Masyarakat melalui kader posyandu dan PKK. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap program Pembangunan keluarga dan kesehatan ibu anak seperti program MBG bagi kelompok 3B.

    “Pemerintah Kota Pontianak sudah sejak lama men-support kegiatan-kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, melalui PKK, melalui posyandu, dan OPD atau dinas terkait,” katanya.

    Ia menilai, secara geografis Kota Pontianak tidak memiliki masalah berarti dalam distribusi MBG. Meski demikian, Edi mengakui masih diperlukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. Dalam hal ini, kader posyandu dan PKK di daerahnya memegang peran penting.

    “Ya, ini kan memang perlu sosialisasi. Ada beberapa yang memang perlu kita jelaskan kepada masyarakat,” pungkasnya.

  • MBG Fokus pada 3B Jamin Tumbuh Kembang Generasi Masa Depan

    Jakarta – Pemerintah mengarahkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kebijakan yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto ini ditujukan untuk memperkuat intervensi gizi nasional sejak fase awal kehidupan.

    Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya meminta para mitra MBG untuk mengutamakan program MBG bagi kelompok rentan 3B karena hal itu menyangkut kepada 1.000 hari kehidupan pertama.

    “Jadi kita bisa lihat bahkan dari dalam perut, dalam bentuk janin ini sudah diperhatikan oleh pemerintah. Jadi pola pikirnya harus disamakan dahulu bahwa yang harus diberi makanan bergizi gratis ini adalah 3B. Ini yang harus diutamakan bukan datang dulu ke sekolah mendata penerima manfaat lalu melakukan kerjasama,” jelasnya.

    Menurut Sony, selama ini ada kekeliruan dalam memahami program MBG yang dimaknai sebagai makan siang di sekolah saja. Padahal kelompok 3B juga menjadi perhatian pemerintah agar kualitas gizinya terjamin di seribu hari pertama kehidupan.

    Dengan demikian, kelompok 3B menjadi fokus utama pemerintah dalam menerima manfaat program MBG, selanjutnya peserta didik di sekolah. Pemahaman itu, lanjut Sony, menjadi bagian dari skema besar pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia di tahun 2045 mendatang.

    “Mengapa demikian ini bukan sekedar memberikan makan tapi bagaimana merencanakan Indonesia ke depan, 2045 kita siapkan dari sekarang,” pungkasnya.

    Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menyoroti pentingnya peran Satua Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mengawal distribusi MBG bagi kelompok 3B. Ia menegaskan bahwa program MBG untuk 3B memiliki tujuan untuk mendukung tumbuh kembang generasi masa depan Indonesia secara berkelanjutan.

    “Yang sudah berjalan harus terus kita kawal agar MBG 3B benar-benar sampai kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD sebagai penerima manfaat,” ujar Wihaji.

    Keberhasilan program ini, menurut Wihaji, sangat bergantung pada pengawasan yang ketat di lapangan. Hal tersebut penting guna memastikan setiap porsi makanan bergizi sampai ke tangan yang membutuhkan.

    Wihaji juga kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk mengapresiasi program peningkatan kualitas gizi nasional tersebut, karena MBG untuk 3B merupakan satu-satunya yang ada di dunia.

    Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan program MBG untuk 3B memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini esensial agar program dapat berjalan efektif hingga menyentuh tingkat keluarga di berbagai wilayah.

    “Program ini membutuhkan kerja sama antara kementerian di pusat dan pemerintah daerah,” pungkas Wihaji.

  • Menu MBG Khusus 3B Disiapkan Sesuai Kebutuhan Gizi

    Jakarta – Pemerintah menyiapkan menu khusus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi spesifik untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.

    Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan menu MBG untuk sasaran kelompok 3B terdiri atas makanan siap santap dan paket sehat. Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Ermia Sofiyessi mengemukakan, frekuensi dan waktu pengiriman paket MBG sudah disiapkan dalam petunjuk teknis yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

    “Distribusi MBG siap santap setiap hari Senin dan Kamis. Pengiriman MBG siap santap dilakukan pada hari Senin, sambil kader pendamping membawa MBG paket sehat untuk Selasa dan Rabu, demikian juga pada hari Kamis,” kata Ermia.

    Ia menjelaskan, MBG siap santap untuk ibu hamil dan menyusui terdiri dari makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, serat, dan lemak yang sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) yang telah ditentukan oleh ahli gizi, sedangkan paket MBG sehat terdiri atas minuman khusus ibu hamil atau menyusui yang dilengkapi dengan telur dan buah.

    Sementara untuk anak balita usia 0-2 tahun, paket MBG siap santap juga berupa makanan lengkap sesuai dengan AKG, sedangkan paket MBG sehat terdiri atas makanan pendamping ASI (MPASI) dan buah dengan tekstur yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi di bawah usia dua tahun (baduta).

    Ermia mendorong seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus aktif mendata ibu hamil, menyusui, dan balita berkoordinasi dengan puskesmas, posyandu, dan kelurahan.

    “Setiap hari, kelompok 3B menerima MBG dengan penjadwalan yang sudah disepakati dengan posyandu, atau bisa membuat kesepakatan lain bersama para kader, apakah kader perlu mengantar ke rumah atau diambil sendiri oleh ibu hamil atau ibu menyusui, bisa juga menyesuaikan dengan jadwal posyandu,” paparnya.

    Sementara itu di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, kader posyandu mendapatkan data penerima dari masing-masing RT. Koordinator Posyandu Balita Kemala XVI-11 Palmerah, Muslika, mengungkapkan data penerima manfaat sudah tercatat rapi di setiap RT, sehingga distribusi berjalan sesuai sasaran.

    “Sehari-hari kami mengambil menu dari posko di RW. Setelah itu, makanan dibagi ke masing-masing RT melalui kader balita posyandu dan Dasawisma. Pengurus RT kemudian mendistribusikannya kepada balita penerima manfaat,” jelas Muslika.

    Bagi orang tua yang bekerja, pengurus juga menyiapkan mekanisme penitipan wadah agar makanan tetap bisa diterima. Sistem ini dibuat agar tidak ada penerima yang terlewat.

    “Biasanya ada orang tua yang bekerja, sehingga mereka menitipkan wadah. Nanti kami sebagai pengurus memindahkan makanan ke wadah tersebut, lalu ibunya bisa mengambil ketika sempat,” katanya.

    Melalui skema distribusi yang terstruktur dan menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi, program MBG diharapkan mampu menjangkau kelompok 3B secara tepat sasaran. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat pemenuhan gizi ibu dan anak sejak tahap awal kehidupan.

  • Program MBG 3B Percepat Upaya Penurunan Stunting Nasional

    Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan fokus pada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dinilai dapat mempercepat upaya penurunan stunting di Indonesia. Pemerintah menjadikan intervensi gizi pada fase awal kehidupan sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas kesehatan generasi mendatang.

    MBG yang menyasar kelompok 3B ini menjadi bagian bagian integral dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun sumber daya manusia berkualitas, khususnya melalui pemenuhan gizi pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

    Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengandalkan program MBG sebagai strategi kunci untuk mengatasi stunting sejak dini.

    “Program MBG 3B ini sejalan dengan target penurunan prevalensi stunting nasional sebesar 18,8 persen pada 2026,” tegas Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.

    Wihaji menyoroti empat prioritas utama untuk mendukung keberhasilan program ini: penguatan kapasitas kader dan penyuluh KB sebagai garda terdepan, peningkatan akurasi data berbasis by name by address, penguatan kepemimpinan lapangan, serta optimalisasi komunikasi publik melalui media sosial.

    Ia menilai keberhasilan MBG 3B bergantung pada sinergi lintas sektor, termasuk kolaborasi erat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pemerintah daerah. Pendekatan multisektor ini melibatkan Puskesmas, Posyandu, pemerintah desa, hingga sektor pendidikan untuk memastikan edukasi dan intervensi gizi berlangsung berkelanjutan.

    Senada, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Paudah, menekankan pentingnya kolaborasi tersebut.

    “Dalam penanganan stunting, implementasi di lapangan melibatkan Puskesmas, Posyandu, pemerintah desa, hingga sektor pendidikan agar edukasi dan intervensi gizi berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Oleh karena itu, Paudah mendorong pemerintah daerah hingga desa terus memperbaiki pendataan sasaran secara akurat dan terintegrasi. Di samping itu, penguatan media digital menjadi kunci untuk memperluas sosialisasi stunting sehingga daerah bisa menciptakan inovasi berbasis komunitas yang sesuai dengan kondisi lokal.

    Program ini tidak hanya akan berdampak pada penurunan stunting, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk SDM unggul, dengan distribusi yang semakin masif menuju cakupan nasional penuh pada akhir 2026 sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.

  • Pemerintahan Prabowo Prioritaskan Program MBG untuk Kelompok 3B

    Jakarta- Pemerintahan Prabowo Subianto menetapkan prioritas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai langkah awal memperkuat intervensi gizi nasional. Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan pemenuhan gizi pada masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, yang dinilai paling menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan generasi mendatang.

    Bahkan Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan arahan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan sasaran kelompok 3B sebelum menyasar sekolah atau peserta didik. Sebab kelompok 3B dinilai sebagai kelompok yang lebih rentan sehingga perlu diutamakan.

    “Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan,” ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.

    Sony mengatakan, Indonesia menjadi pionir dalam memberikan makanan bagi kelompok 3B. Hal tersebut menjadi keunggulan program MBG dibandingkan praktik serupa di negara lain karena lebih dari 77 negara hanya melaksanakan school meal atau makan gratis di sekolah.

    “Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B,” ungkapnya.

    Di samping itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadirkan inovasi mengantarkan makanan bergizi ke rumah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui dukungan kader posyandu. Ia pun berharap melalui program ini terjadi perubahan pola pikir masyarakat bahwa makanan bergizi harus mengandung unsur lengkap, yakni karbohidrat, protein, serat, dan vitamin.

    “Pola pikir masyarakat Indonesia berubah, yang tadinya tidak memperhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur: karbohidrat, protein, serat, dan vitamin,” jelas Sony.

    Per bulan Maret 2026, distribusi MBG untuk kelompok 3B telah mencapai jumlah yang membanggakan. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan sebanyak 6,2 juta Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran 3B telah didistribusikan oleh 52 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK).

    “Alhamdulillah, ini (MBG 3B) juga kita pastikan nanti berjalan di seluruh Indonesia, walaupun belum sampai pelosok,” tuturnya.

  • Presiden Prabowo Minta Aparat Tegas Mengusut Kasus Penyiraman Air Keras

    Jakarta – Presiden RI, Prabowo Subianto, memerintahkan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Arahan tersebut disampaikan langsung kepada Kapolri agar proses penyelidikan berjalan secara profesional dan transparan.

    Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, menyatakan telah menerima instruksi langsung dari Presiden untuk menangani kasus tersebut dengan serius. Ia menegaskan bahwa Polri akan melakukan pengusutan secara menyeluruh.

    “Perkembangan dari penyerangan terhadap aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” ujar Listyo Sigit.

    Menurutnya, proses penyelidikan akan mengedepankan pendekatan ilmiah guna memastikan setiap langkah penanganan perkara dilakukan secara objektif dan akurat.

    Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa Andrie Yunus. Ia menegaskan pemerintah mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap warga negara.

    “Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Saudara Andrie Yunus. Kami mengecam keras setiap tindakan kekerasan terhadap siapa pun,” kata Angga.

    Ia menambahkan bahwa pemerintah berharap korban dapat segera mendapatkan penanganan medis yang optimal dan pulih dari dampak kejadian tersebut. Angga juga menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara damai dalam kehidupan demokrasi.

    Pemerintah, lanjutnya, menaruh perhatian serius terhadap pengusutan kasus ini. Aparat penegak hukum diharapkan dapat bekerja secara profesional, transparan, dan menyelesaikan perkara hingga tuntas.

    “Setiap tindakan kekerasan harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Pemerintah berharap proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, juga menyoroti peristiwa tersebut. Ia menilai serangan terhadap aktivis HAM merupakan pukulan bagi praktik demokrasi di Indonesia.

    “Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri. Aktivis HAM bekerja untuk kepentingan rakyat dan kepentingan negara, karena penegakan HAM dan demokrasi merupakan amanat konstitusi,” ujar Yusril.

    Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi seharusnya disikapi dengan sikap saling menghormati, bukan dengan kekerasan. Menurutnya, menyerang aktivis yang memperjuangkan demokrasi dan HAM tidak dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi hukum.

  • Pemerintah Tegaskan Dukungan untuk Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras

    Jakarta –
    Pemerintah mengecam keras tindakan penyiraman cairan yang diduga air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (12/3) malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

    Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum. Pemerintah juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa Andrie Yunus.

    “Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Saudara Andrie Yunus. Kami mengecam keras setiap tindakan kekerasan terhadap siapa pun,” ujar Angga.

    Angga menegaskan bahwa dalam kehidupan demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara damai.

    “Pemerintah menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara damai dalam kehidupan demokrasi, dan perbedaan pandangan tidak boleh dijawab dengan kekerasan,” katanya.

    Pemerintah juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut peristiwa ini secara menyeluruh. Menurut Angga, proses penyelidikan harus dilakukan secara profesional dan transparan agar memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi korban.

    “Setiap tindakan kekerasan harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Pemerintah berharap proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

    Senada dengan itu, Staf Khusus Wakil Presiden, Achmad Adhitya, juga mengutuk keras serangan tersebut. Ia menilai tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan, terlebih terhadap pihak yang menjalankan aktivitas demokrasi.

    “Saya mengutuk peristiwa penyiraman air keras kepada Andrie Yunus. Hal ini tidak boleh terjadi karena negara, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, menjamin kebebasan penyampaian pendapat dan berkegiatan sebagai bagian dari demokrasi yang dijamin oleh undang-undang,” kata Adhitya.

    Adhitya memastikan pemerintah akan mengawal proses hukum hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

    “Pemerintah akan mengusut tuntas tindakan kekerasan ini dan memastikan hal serupa tidak terjadi kembali,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut telah memberikan atensi khusus terhadap kasus tersebut. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir mengatakan penyelidikan tengah dilakukan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

    “Kami menyampaikan bahwa Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini,” kata Jhonny.

  • Negara Hadir, Pengusutan Kasus Air Keras Didukung Penuh Pemerintah

    Oleh: Cahya Putriningtyas )*

    Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan penanganan serius terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Peristiwa yang terjadi di Jakarta Pusat tersebut tidak hanya menjadi perhatian aparat penegak hukum, tetapi juga mendapat respons tegas dari pemerintah sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keadilan bagi setiap warga negara.

    Kasus ini terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, ketika Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I menuju Jalan Talang, Jakarta Pusat. Berdasarkan kronologi yang dihimpun dari keterangan organisasi KontraS, dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor mendekati korban dari arah berlawanan di sekitar Jembatan Talang. Kedua pelaku diduga berboncengan menggunakan sepeda motor matic dan salah satu di antaranya menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

    Serangan tersebut menyebabkan Andrie Yunus mengalami luka serius pada beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, wajah, dada, serta area mata. Korban sempat berteriak kesakitan dan kehilangan kendali atas kendaraannya hingga terjatuh. Dari hasil penelusuran awal, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut, sehingga dugaan sementara mengarah pada tindakan kekerasan yang disengaja.

    Aparat kepolisian segera bergerak menangani kasus ini. Penyelidikan dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan dari Polda Metro Jaya dan Badan Reserse Kriminal Polri. Proses hukum dimulai melalui laporan polisi model A dengan nomor registrasi yang telah diterbitkan oleh penyidik. Perkara tersebut diselidiki sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berlaku.

    Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dan memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional. Melalui jajaran kepolisian, ia menegaskan bahwa seluruh unsur Polri akan bekerja secara maksimal untuk mengungkap pelaku di balik serangan tersebut. Dukungan dari Polda Metro Jaya hingga Bareskrim Polri menunjukkan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara terkoordinasi agar proses pengungkapan berjalan efektif.

    Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa kepolisian berkomitmen mengungkap kasus ini secara terang benderang. Aparat disebut bekerja serius untuk mengidentifikasi pelaku, termasuk mengumpulkan bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Penyelidikan juga melibatkan proses olah tempat kejadian perkara guna memastikan setiap detail peristiwa dapat dianalisis secara menyeluruh.

    Langkah cepat aparat kepolisian tersebut mendapat dukungan dari pemerintah. Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis HAM merupakan peristiwa yang tidak dapat ditoleransi. Ia menilai aparat perlu bergerak cepat agar pelaku dan motif di balik kejadian tersebut dapat segera terungkap.

    Menurut Pigai, proses penegakan hukum yang objektif sangat penting agar korban memperoleh keadilan yang layak. Penanganan perkara secara transparan juga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem hukum di Indonesia.

    Komitmen pemerintah dalam memastikan pengungkapan kasus ini juga ditegaskan oleh Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto. Ia menilai percepatan penyelidikan menjadi langkah penting untuk menjaga kredibilitas Indonesia dalam upaya perlindungan hak asasi manusia. Pemerintah, melalui koordinasi dengan aparat kepolisian, telah meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

    Mugiyanto juga menegaskan bahwa pemerintah menghormati kebebasan berekspresi serta hak warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai. Prinsip tersebut sejalan dengan komitmen negara yang tercermin dalam ratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005. Dalam kerangka tersebut, perlindungan terhadap individu maupun kelompok yang menyampaikan kritik merupakan bagian dari tanggung jawab negara.

    Perhatian terhadap kasus ini tidak hanya datang dari dalam negeri. Komunitas internasional juga memberikan perhatian terhadap peristiwa yang menimpa Andrie Yunus. Pemerintah menilai bahwa percepatan pengungkapan kasus menjadi penting agar tidak memunculkan spekulasi yang dapat memengaruhi reputasi Indonesia dalam komitmen perlindungan HAM di tingkat global.

    Dalam konteks tersebut, pemerintah menilai bahwa transparansi dan kepastian informasi menjadi faktor penting. Penyelidikan yang cepat dan profesional diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada publik sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap komitmen negara dalam melindungi hak-hak warga negara.

    Selain memastikan proses hukum berjalan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi korban. Negara memastikan bahwa biaya pengobatan dan pemulihan Andrie Yunus akan ditanggung sepenuhnya hingga proses pemulihan selesai. Langkah ini menjadi bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan terhadap korban tindak kekerasan.

    Pemerintah juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang membantu proses pengungkapan kasus, termasuk melalui rekaman kamera pengawas yang dapat menjadi petunjuk penting bagi penyidik. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum agar informasi yang beredar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menjadi ujian bagi komitmen penegakan hukum dan perlindungan HAM di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari pemerintah serta langkah cepat aparat kepolisian, proses pengusutan diharapkan mampu mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

    *) Pengamat Kebijakan Publik dan Isu HAM

  • Dukungan Pemerintah Ungkap Kasus Air Keras Dapat Apresiasi Publik

    Oleh: Jerry Aditya )*

    Respons cepat pemerintah dalam menindaklanjuti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Langkah tegas pemerintah dinilai menunjukkan komitmen kuat negara dalam melindungi warga negara sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan secara adil.

    Peristiwa yang menimpa Andrie Yunus pada 12 Maret 2026 menjadi perhatian luas publik. Insiden tersebut memicu kekhawatiran terkait keselamatan aktivis yang aktif menyuarakan isu hak asasi manusia. Dalam situasi tersebut, kehadiran negara melalui respons cepat pemerintah dinilai penting untuk memberikan kepastian bahwa setiap tindakan kekerasan akan diproses secara hukum.

    Apresiasi terhadap langkah pemerintah disampaikan oleh berbagai pihak, termasuk kelompok aktivis yang tergabung dalam organisasi reformasi 1998. Ketua PIJAR 98, Sulaiman Haikal, menyampaikan penghargaan atas respons pemerintah yang dinilai sigap menanggapi peristiwa tersebut. Menurutnya, sikap tegas pemerintah memiliki arti penting karena menunjukkan bahwa negara tidak memberi ruang bagi aksi teror yang menargetkan pembela hak asasi manusia.

    Sulaiman menilai langkah pemerintah memberikan pesan kuat bahwa tindakan intimidasi atau kekerasan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan demokrasi. Respons tersebut diharapkan mampu mencegah terulangnya peristiwa serupa sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen negara dalam menjaga keamanan publik.

    Komitmen pemerintah terlihat dari berbagai pernyataan pejabat negara yang menegaskan pentingnya pengungkapan kasus tersebut secara menyeluruh. Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, secara terbuka mengecam keras serangan terhadap Andrie Yunus. Ia menilai peristiwa tersebut merupakan tindakan premanisme yang tidak dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi hukum.

    Dalam pandangannya, tindakan kekerasan terhadap individu yang menjalankan aktivitas advokasi HAM merupakan bentuk ancaman terhadap prinsip demokrasi. Karena itu, aparat penegak hukum didorong untuk segera mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut agar keadilan dapat ditegakkan.

    Respons pemerintah tidak berhenti pada pernyataan kecaman. Aparat kepolisian juga segera mengambil langkah konkret untuk menangani kasus ini. Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara tersebut. Arahan dari pimpinan Polri memastikan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara serius dan menyeluruh.

    Perhatian khusus dari Kapolri tersebut menjadi sinyal bahwa penanganan kasus tidak akan dilakukan secara setengah hati. Upaya pengungkapan dilakukan melalui koordinasi berbagai unsur kepolisian agar proses hukum berjalan efektif dan mampu mengungkap pelaku yang bertanggung jawab.

    Selain dukungan dari aparat penegak hukum, komitmen pemerintah juga ditegaskan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo. Ia menyampaikan bahwa tindakan teror seperti penyiraman air keras tidak dapat diterima dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi hukum dan demokrasi.

    Menurut Angga, setiap pelaku kekerasan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pernyataan tersebut menegaskan sikap pemerintah yang tidak memberikan toleransi terhadap tindakan intimidasi maupun kekerasan terhadap warga negara, termasuk mereka yang aktif menyuarakan aspirasi di ruang publik.

    Sikap tegas pemerintah dinilai memberikan dampak positif bagi upaya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat rasa aman masyarakat. Ketika negara menunjukkan komitmen untuk menindak pelaku kekerasan, masyarakat memperoleh kepastian bahwa sistem hukum bekerja untuk melindungi kepentingan publik.

    Apresiasi publik terhadap langkah pemerintah juga mencerminkan harapan agar proses pengungkapan kasus dapat berjalan secara transparan dan profesional. Kepercayaan tersebut penting untuk menjaga legitimasi institusi penegak hukum sekaligus memastikan bahwa setiap peristiwa kekerasan diproses secara objektif.

    Dukungan pemerintah terhadap aparat penegak hukum menjadi faktor penting. Komitmen politik yang jelas dari pemerintah memungkinkan aparat bekerja dengan lebih optimal dalam mengungkap kasus dan menghadirkan keadilan bagi korban.

    Langkah cepat yang diambil pemerintah juga dinilai memperlihatkan keseriusan dalam menjaga iklim demokrasi. Negara tidak hanya hadir melalui regulasi, tetapi juga melalui tindakan nyata ketika terjadi ancaman terhadap keselamatan warga negara.

    Upaya tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dilindungi. Dalam kerangka tersebut, tindakan kekerasan yang bertujuan membungkam suara kritis tidak boleh dibiarkan berkembang.

    Dukungan pemerintah dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menjadi bukti bahwa negara tetap hadir untuk memastikan keadilan ditegakkan. Respons cepat dari berbagai unsur pemerintah menunjukkan adanya koordinasi yang kuat dalam menghadapi peristiwa yang berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat.

    Apresiasi yang muncul dari publik memperlihatkan bahwa langkah tegas pemerintah mendapat dukungan luas. Masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan hingga tuntas sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.

    Dengan dukungan penuh pemerintah, proses pengungkapan kasus diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus memulihkan kepercayaan publik. Keberhasilan mengungkap kasus tersebut akan menjadi bukti bahwa negara memiliki komitmen nyata dalam melindungi warga negara dan menjaga nilai-nilai demokrasi.

    *) Peneliti Isu Hukum dan Hak Asasi Manusia

  • Tegas Jaga Standar MBG, Ribuan Dapur Wajib Penuhi Syarat

    Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerapan standar ketat bagi seluruh dapur penyedia makanan.

    Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat benar-benar memenuhi prinsip gizi seimbang dan aman untuk dikonsumsi.

    Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap dapur yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.

    “Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar bagi masa depan generasi Indonesia. Oleh karena itu, setiap dapur yang terlibat wajib memenuhi standar kebersihan, keamanan, serta kandungan gizi yang telah ditentukan,” ujar Dadan.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan pihaknya mengingatkan standar operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program MBG tidak bisa ditawar.

    “Kami selalu menyampaikan komunikasi satu pintu. Keluhan-keluhan di lapangan kami sampaikan melalui grup koordinasi ketua Satgas MBG se-Jawa Timur yang beranggotakan 43 orang,” ujar Emil.

    Menurut Emil, berbagai temuan di lapangan, mulai dari persoalan kualitas menu makanan hingga standar operasional dapur, dilaporkan melalui forum koordinasi yang melibatkan para ketua Satgas MBG di seluruh Jawa Timur.

    “Kami memang rutin meneruskan laporan tersebut ke BGN. Harapannya tentu ada tindakan tegas agar menjadi pembelajaran dan memberi efek jera,” katanya.

    Emil mengapresiasi langkah BGN yang mulai mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah SPPG yang dinilai belum memenuhi standar operasional, termasuk penghentian sementara terhadap unit yang memiliki potensi risiko serupa.

    Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memadai serta dokumen Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang belum diajukan.

    “Ketegasan ini penting. Bukan hanya terhadap yang dilaporkan, tetapi juga terhadap SPPG yang memiliki faktor risiko yang sama,” ujarnya.

    Pemerintah optimistis bahwa penerapan standar yang ketat terhadap ribuan dapur MBG akan menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan program tersebut. Dengan sistem pengawasan yang berlapis dan kolaborasi lintas sektor, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045.