Penulis: restiana818@gmail.com

  • Sambut HUT ke-81 RI dengan Gembira, Masyarakat Diajak Utamakan Dialog

    Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, persatuan, dan suasana yang kondusif.

    Di tengah berbagai dinamika sosial dan aspirasi masyarakat, penyampaian pendapat secara damai serta penguatan dialog dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga suasana bulan kemerdekaan tetap aman dan positif.

    Sikap tersebut salah satunya ditunjukkan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Presiden KSPI Said Iqbal memastikan kelompok buruh tidak akan menggelar aksi unjuk rasa besar maupun mogok kerja sepanjang Agustus hingga September 2026.

    “Untuk mempertegas posisi menyikapi isu-isu yang menyatakan ada potensi aksi besar kaum buruh, itu tidak benar. Atau ada isu-isu yang menyatakan ada potensi kerusuhan. Aksi di bulan Agustus hingga September 2026 itu juga tidak benar,” katanya.

    Said menjelaskan kalangan buruh memilih mengedepankan dialog dengan pemerintah dan DPR dalam membahas sejumlah agenda ketenagakerjaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan pekerja melalui komunikasi dan pembahasan kebijakan.

    Semangat serupa terlihat dalam pertemuan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Kapolri mendengarkan aspirasi buruh terkait RUU Ketenagakerjaan.

    “Dan tentunya saya akan membantu juga untuk menjadi jembatan untuk menyampaikan terkait dengan poin-poin yang kemudian kita harapkan ini bisa diselesaikan oleh rekan-rekan buruh bersama-sama dengan tim yang ada di DPR,” ujar Kapolri.

    Sigit menegaskan aspirasi buruh akan ditampung dan diperjuangkan melalui proses diplomasi maupun dialog sehingga berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka dan konstruktif.

    Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan masyarakat agar bijak menyikapi informasi di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi.

    “Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucapnya.

    Agus menilai penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan belakangan berlangsung cukup masif sehingga masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil sikap ataupun menyebarkannya.

    Momentum HUT ke-81 RI diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan melalui berbagai kegiatan positif, serta menyelesaikan berbagai perbedaan melalui cara-cara yang damai dan konstruktif.

  • Rayakan HUT ke-81 RI dengan Gembira, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi Demo Anarkis

    Jakarta – Pemerintah mengajak masyarakat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan riang gembira dan menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang kebersamaan.

    Di tengah tingginya antusiasme publik, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap informasi bohong dan provokasi di media sosial yang berpotensi mengganggu suasana perayaan.

    Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan pemerintah ingin perayaan kemerdekaan lebih dekat dengan masyarakat. Partisipasi warga dibuka seluas-luasnya dalam berbagai rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI.

    “Kita ingin bulan kemerdekaan menjadi ruang perayaan milik kita semua. Sebuah ruang partisipasi publik yang benar-benar terbuka dan inklusif,” kata Qodari.

    Semangat tersebut terlihat dari berbagai agenda yang melibatkan masyarakat, mulai dari pemilihan logo resmi hingga Pesta Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran Hotel Indonesia. Kegiatan akan diisi hiburan, perlombaan tradisional, pertunjukan, serta pembagian makanan gratis.

    “Kita pastikan perayaan kemerdekaan ini benar-benar hidup dan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Qodari.

    Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tingginya minat mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan sekitar 336.000 orang mendaftar secara daring dalam empat hari, jauh melampaui kapasitas awal sekitar 5.500 kursi.

    Melihat tingginya minat tersebut, Istana memutuskan menambah sekitar 3.400 kursi serta menyiapkan fasilitas tambahan di luar pagar Istana bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

    “Ya, pasti ada perbedaan ya. Kalau masalah kejutannya, ya ditunggu nanti. Namanya juga kejutan,” kata Prasetyo Hadi.

    Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang beredar di media sosial, terutama narasi yang belum terverifikasi dan mengarah pada demonstrasi hingga kerusuhan selama Agustus 2026.

    Masyarakat diminta lebih bijak menyikapi setiap informasi serta memastikan kebenarannya sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada pihak lain.

    “Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucap Agus.

  • Jelang HUT RI, Pemerintah Pastikan Ruang Digital Aman dan Kondusif

    Jakarta – Pemerintah memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terkendali menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Upaya menjaga kondisi tersebut juga dilakukan di ruang digital yang dinilai berperan penting dalam membentuk situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemerintah bersama aparat keamanan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk memastikan rangkaian peringatan kemerdekaan berlangsung aman dan tertib.

    “Sampai saat ini pemerintah menegaskan bahwa stabilitas keamanan nasional dalam kondisi yang mantap dan terkendali,” kata Qodari.

    Dia menegaskan tidak terdapat peningkatan ancaman keamanan. Menurutnya, pengamanan yang terlihat di sejumlah ruang publik merupakan bagian dari mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama momentum HUT RI.

    “Berbagai langkah pengamanan yang dilakukan di ruang publik merupakan bagian dari upaya mitigasi dan manajemen risiko yang lazim diterapkan untuk melindungi masyarakat, bukan serta-merta mencerminkan adanya peningkatan ancaman keamanan,” bebernya.

    Qodari juga meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas secara normal dan merujuk informasi dari sumber resmi. Pemerintah, kata dia, akan terus menyampaikan perkembangan situasi secara terbuka.

    “Pemerintah akan terus menyampaikan informasi secara terbuka, cepat, dan berbasis fakta,” tegasnya.

    Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat juga diminta tidak terburu-buru mempercayai konten yang beredar di media sosial. Pemeriksaan terhadap sumber, waktu, dan konteks informasi menjadi penting sebelum sebuah kabar dibagikan kembali.

    “Penting bagi kita semua untuk selalu memeriksa sumber, waktu, dan konteks suatu informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya. Ruang digital yang sehat merupakan tanggung jawab bersama,” kata Qodari.

    Sebelumnya, Menko Polkam Djamari Chaniago menyatakan pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap dinamika ruang digital. Penanganan hukum akan dilakukan apabila ditemukan konten yang masuk kategori pelanggaran pidana.

    “Aparat penegak hukum akan mengambil tindakan yang terukur untuk menangani penyebaran konten tersebut,” kata Menko Djamari.

    Pemerintah tetap menghormati kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat sesuai konstitusi. Namun, pelaksanaannya diharapkan berlangsung damai, tertib, dan mengikuti ketentuan hukum.

    Menjelang HUT ke-81 RI, masyarakat pun diajak menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta menggunakan ruang digital secara bijak agar suasana kemerdekaan tetap aman dan kondusif. ***

  • Jelang HUT RI, Prabowo Paparkan Capaian Pemerintah: Revenue Danantara Naik 400%

    Jakarta – Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Capaian tersebut mencakup ketahanan pangan, stabilitas energi, pembangunan infrastruktur desa, hingga peningkatan pendapatan Danantara.

    Presiden Prabowo menilai berbagai capaian tersebut menjadi modal penting Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global. Ia menyebut kinerja pemerintah selama dua tahun terakhir menunjukkan hasil yang positif.

    “Terus terang saja, saya dua tahun ini kita baru berprestasi. Tapi, saya kira dua tahun boleh lah kita, ya. Rapor kita oke menurut saya, ya,” ujar Prabowo.

    Di sektor pangan, pemerintah terus mendorong terwujudnya swasembada sekaligus memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman di tengah ancaman krisis global.

    “Swasembada, swasembada pangan nyata. Periksa gudang semua. Kita siap. Ancaman di dunia, kita siap. Swasembada pangan, kita menuju dan kita lebih kuat dari banyak negara lain saudara-saudara,” tegasnya.

    Prabowo juga menyoroti stabilitas energi, termasuk kemampuan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi di tengah gejolak ekonomi dunia. Selain itu, pembangunan infrastruktur desa terus dipercepat. Pemerintah kini mendekati pembangunan 2.500 jembatan di berbagai desa.

    Pada sektor investasi, Prabowo menyampaikan bahwa pendapatan Danantara berdasarkan laporan yang diterimanya meningkat sekitar 400 persen dalam satu tahun operasional. Meski demikian, ia menekankan angka tersebut masih harus melalui proses audit dan verifikasi.

    “Kita juga tadi disinggung, dalam satu tahun beroperasi Danantara kita, saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen saudara-saudara, kurang lebih,” ungkapnya.

    Sejalan dengan penguatan ekonomi nasional, BRI turut memperluas inklusi keuangan melalui BRILink Agen yang menjadi ujung tombak layanan keuangan masyarakat hingga pelosok daerah.

    Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan BRILink Agen dikembangkan dengan konsep sharing economy untuk memberdayakan warung, kios pasar, dan pelaku usaha ultra mikro.

    “Pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, BRI memaknai kemerdekaan sebagai kesempatan yang setara bagi setiap masyarakat untuk tumbuh dan berkembang, tanpa dibatasi letak geografis,” kata Akhmad dalam keterangan, Selasa (11/8/2026).

    BRILink Agen kini berkembang menjadi pusat layanan komunitas yang menyediakan berbagai kebutuhan transaksi, mulai pembayaran tagihan, pembelian pulsa, layanan asuransi hingga referensi pinjaman. Melalui pendampingan dan edukasi berkelanjutan, BRI mendorong agen semakin mandiri sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi BRI dalam memperkokoh ketahanan ekonomi nasional dan memastikan manfaat pembangunan serta akses layanan keuangan semakin merata di seluruh Indonesia.

  • Menjelang HUT ke-81 RI, Masyarakat Diimbau Waspadai Hoaks soal Demo

    Jakarta – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap berbagai informasi mengenai demonstrasi yang beredar di media sosial. Informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan memicu keresahan hingga mengganggu suasana kondusif.

    Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap narasi yang beredar, khususnya informasi yang mengarah pada aksi demonstrasi dan kerusuhan sepanjang Agustus 2026.

    Menurut Agus, informasi yang belum memiliki kepastian kebenaran belakangan beredar cukup masif. Bahkan, sejumlah konten yang beredar di media sosial membawa-bawa nama institusi TNI.

    “Ya banyak ya, tentang TNI dan sebagainya. Jadi berita itu kan beredar sangat masif dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Jenderal Agus

    Karena itu, Agus meminta masyarakat melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mempercayai maupun menyebarluaskan informasi. Sikap kritis diperlukan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan kabar yang ternyata tidak sesuai fakta.

    “Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucapnya.

    Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan hal serupa. Dirinya mengajak masyarakat dan media massa bersama-sama menangkal hoaks serta disinformasi yang muncul menjelang HUT ke-81 RI.

    Meutya menyoroti beredarnya video demonstrasi yang ternyata merupakan rekaman lama, hasil penyuntingan, atau ditempatkan dalam konteks yang keliru.

    “Teman-teman media silakan meliput dan memberitakan yang benar dengan cepat agar tidak memberi ruang kepada disinformasi yang masuk,” ujar Meutya Hafid.

    Dia menekankan pentingnya peran media dalam menghadirkan informasi faktual dan berimbang. Masyarakat juga diminta tidak sembarangan mempercayai poster atau ajakan demonstrasi yang tidak jelas sumbernya.

    “Informasi yang benar adalah tanggung jawab bersama. Media memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan fakta, bukan informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan ketakutan,” ujarnya.

    Dengan semakin cepatnya penyebaran informasi di ruang digital, masyarakat diharapkan mengedepankan verifikasi sebelum membagikan setiap konten, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.****

  • Sambut Kemerdekaan, Masyarakat Diajak Perkuat Persatuan dan Tolak Provokasi

    Jakarta – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat diajak bersama-sama menjaga persatuan, kerukunan, dan situasi yang kondusif. Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi atau berbagai narasi yang berpotensi memicu perpecahan di tengah suasana perayaan kemerdekaan.

    Ajakan tersebut menjadi bagian dari semangat Bulan Kemerdekaan 2026 yang disiapkan Kementerian Sekretariat Negara. Dengan mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan diarahkan untuk memperkuat kebersamaan serta membangun partisipasi masyarakat dalam menyambut HUT ke-81 RI.

    Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan kemerdekaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkokoh semangat kebangsaan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Menurut Juri, tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” merefleksikan semangat kebangsaan sekaligus upaya nyata pemerintah dalam mewujudkan cita-cita Indonesia. “Tahun ini, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mengusung tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’. Tema ini menggambarkan semangat dan kerja nyata pemerintah mewujudkan cita-cita kebangsaan kita,” kata Juri di Jakarta.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa menjaga keamanan Jakarta merupakan bagian dari menjaga Indonesia.

    “Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujarnya.

    Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi turut mengingatkan pentingnya stabilitas ibu kota. “Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujarnya.

    Dalam apel tersebut, masyarakat membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia yang memuat komitmen menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan serta memperkuat gotong royong.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengajak masyarakat terus menjaga kedamaian dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

    “Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujarnya.

    Menjelang 17 Agustus, masyarakat diharapkan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, memasang Bendera Merah Putih, mempererat silaturahmi, serta menjaga lingkungan tetap aman dan tertib. Perbedaan pandangan hendaknya tidak menjadi alasan mengorbankan persatuan. Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, HUT ke-81 RI diharapkan berlangsung aman, damai, dan penuh sukacita.

  • Jelang HUT RI, Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Capai 79,3 Persen

    Jakarta – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya apresiasi publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah sepanjang semester I 2026 yang dinilai memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

    Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), Novriansyah, mengatakan hasil survei menunjukkan masyarakat memberikan penilaian positif terhadap sejumlah agenda prioritas pemerintah, khususnya stabilitas harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, pembangunan sektor pertanian, serta program sosial.

    “Berdasarkan hasil survei kami, masyarakat menilai berbagai kebijakan pemerintah selama semester I 2026 telah memberikan dampak positif. Komitmen pemberantasan korupsi, perhatian terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani, keberhasilan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta berbagai program sosial pemerintah menjadi faktor utama yang membentuk tingkat kepuasan publik,” ujar Novriansyah di Jakarta.

    Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi aspek dengan tingkat kepuasan tertinggi, yakni 85,8 persen. Sementara kepuasan terhadap kemampuan pemerintah menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok mencapai 84,7 persen. Kebijakan pemberantasan korupsi juga mendapat apresiasi dengan tingkat kepuasan 83,2 persen.

    Pada sektor pertanian, sebanyak 78,4 persen responden menyatakan puas terhadap kebijakan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Sementara itu, program sosial pemerintah memperoleh tingkat kepuasan 82,1 persen.

    “Pada sektor pertanian, sebanyak 78,4 persen responden menyatakan puas terhadap kebijakan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

    Survei juga mencatat 80,2 persen responden menilai pemerintah mampu menjaga persatuan nasional dan stabilitas politik. Perhatian Presiden terhadap berbagai kesulitan masyarakat memperoleh kepuasan 76,8 persen.

    Di bidang pemberantasan korupsi, 69,9 persen responden menilai kondisinya berada dalam kategori baik atau sangat baik. Sebanyak 60,2 persen responden juga berpandangan pemerintah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

    Novriansyah menilai capaian tersebut menjadi modal positif bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan nasional. Momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi penguat optimisme publik terhadap keberlanjutan pembangunan, peningkatan kesejahteraan, dan persatuan nasional.

    Survei LKPI dilaksanakan pada 18–28 Juli 2026 terhadap 1.557 responden di seluruh Indonesia dengan metode multistage random sampling dan margin of error sekitar 2,47 persen.

  • Tokoh Adat Papua Ajak Warga Jaga Persatuan dan Keamanan Jelang HUT ke-81 RI

    PAPUA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah tokoh adat di Papua mengajak masyarakat memperkuat persatuan, menjaga keamanan, serta bersama-sama mendukung pembangunan. Momentum kemerdekaan dinilai menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan optimisme terhadap masa depan Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Ketua Ikatan Lima Suku Besar Kabupaten Mimika, Decky Tenouye, mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban dengan mengedepankan persaudaraan. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama.

    “Seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika perlu menjaga keamanan dan kedamaian. Hari Kemerdekaan harus disambut dengan aman, damai, dan penuh kebersamaan agar seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan baik,” ujar Decky.

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak menerima informasi, terutama yang beredar melalui media sosial dan pesan berantai. Sikap kritis dan tidak mudah terprovokasi dinilai penting untuk menjaga keharmonisan serta mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.

    Sekretaris Umum Ikatan Lima Suku Besar Mimika sekaligus Kepala Suku Nduga, Elipanus Wesareak, menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat.

    “Koordinasi antarpemangku kepentingan harus terus ditingkatkan agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat,” katanya.

    Kepala Suku Dani, Herminus Kogoya, juga mengajak generasi muda menjadi pelopor persatuan dan kedamaian. Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai penerus pembangunan Papua.
    Sementara itu, Ketua III Wilayah Awyu Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Boven Digoel, Esebius Balio, mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan.

    “Masyarakat juga perlu mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih agar manfaat pembangunan semakin dirasakan warga,” ujarnya.

    Di Dogiyai, Kepala Suku Mee Kampung Duntek, Isak Tebai, turut mengapresiasi berbagai program pemerintah yang telah berjalan dan berharap manfaatnya terus diperluas.

    Seruan para tokoh adat tersebut memperlihatkan kuatnya peran masyarakat adat dalam menjaga persatuan dan keamanan. HUT ke-81 RI di Papua diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan, mendukung pembangunan, serta meneguhkan komitmen menjaga Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai NKRI.

  • Jelang HUT RI, Pemerintah Pastikan Perayaan Aman dan Kondusif Tanpa Kerusuhan

    JAKARTA – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah memastikan situasi politik dan keamanan nasional tetap terjaga. Masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh isu kerusuhan maupun provokasi di media sosial dan tetap menyambut bulan kemerdekaan dengan aman, tertib, dan penuh kegembiraan.

    Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi antarlembaga untuk menjaga stabilitas nasional. Ia juga membantah isu mengenai adanya faksi-faksi yang disebut dapat memicu perpecahan menjelang perayaan kemerdekaan.

    Menurut Djamari, aparat terus menelusuri sumber disinformasi serta akun-akun yang menyebarkan informasi menyesatkan. Pemerintah tetap menghormati kritik dan penyampaian pendapat sebagai bagian dari demokrasi, tetapi tidak memberikan ruang bagi tindakan anarkistis.

    “Kritik dari masyarakat sangat menyegarkan bagi jalannya pemerintahan,” ujar Djamari.

    Namun, ia menegaskan tindakan perusakan, pembakaran fasilitas publik, maupun pelanggaran hukum tetap akan ditindak sesuai ketentuan.

    Sebelumnya, jaminan keamanan juga disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memastikan seluruh rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia akan berjalan aman dan kondusif. Polri telah bersinergi dengan seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas keamanan.

    “”Kita bersama seluruh kementerian dan lembaga, khususnya yang memiliki tugas untuk menjaga stabilitas keamanan, bekerja sama dengan pemerintah daerah semuanya di seluruh Indonesia,” kata Jenderal Sigit.

    Pihaknya juga mengajak masyarakat menyambut hari kemerdekaan dengan cara-cara yang positif dan menjaga keutuhan bangsa.

    “Tentunya kita imbau, ini adalah perayaan kita, perayaan kemerdekaan yang ke-81, perayaan kita bersama. Mari kita sambut bersama-sama, kita rayakan bersama-sama dengan baik, dan kita jaga keutuhan bangsa ini,” imbaunya.

    Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengajak masyarakat menjadikan perayaan HUT RI sebagai ruang kebersamaan yang terbuka dan inklusif.

    “Kita ingin bulan kemerdekaan menjadi ruang perayaan milik kita semua. Sebuah ruang partisipasi publik yang benar-benar terbuka dan inklusif,” ujar Qodari.

    Pemerintah mengajak masyarakat tetap melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar, menghindari penyebaran hoaks dan provokasi, serta mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan positif yang memperkuat gotong royong, kreativitas, dan persatuan nasional. [*]

  • Astamaops Kapolri: Jelang HUT Kemerdekaan RI, Situasi Nasional Aman dan Kondusif

    JAKARTA – Asisten Utama Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Fadil Imran menegaskan pihaknya tidak mendeteksi adanya potensi gangguan keamanan yang menonjol sejauh ini. Fadil menyatakan bahwa situasi nasional sejauh ini aman dan kondusif. Hal ini disampaikannya menanggapi maraknya isu potensi gangguan keamanan pada Agustus 2026.

    “Berdasarkan data DORS (Daily Operating Reporting System), tidak ada hal yang menonjol. Masyarakat jangan termakan dengan isu-isu akan terjadi gangguan kamtibmas yang mencemaskan,” katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Fadil jugamembantah bahwa pihaknya melakukan persiapan khusus selama bulan Agustus. Menurutnya, aparat kepolisian pada dasarnya bersiaga setiap hari. Polri senantiasa menjaga kesiapsiagaan personel dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

    “Polisi enggak pernah ada antisipasi khusus, setiap hari kita siaga terus. Brimob siaga, Sabhara siaga ya. Jadi enggak ada, biasa aja, semua kita siaga selalu,” tegasnya.

    Sementara itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, langkah antisipasi pengamanan telah disiapkan secara komprehensif agar seluruh agenda peringatan yang digelar pemerintah maupun masyarakat dapat berjalan kondusif.

    “Kita bersama seluruh kementerian/lembaga, khususnya yang memiliki tugas untuk menjaga stabilitas keamanan, bekerja sama dengan pemerintah daerah semuanya di seluruh Indonesia. Tentunya setiap saat selalu berkoordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan aman,” ujarnya.

    Kapolri juga memgimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga ketertiban serta suasana damai dalam memperingati hari kemerdekaan. Menurutnya, peringatan ulang tahun ke-81 kemerdekaan RI merupakan momen kebangsaan yang patut dirayakan bersama dengan semangat persatuan.

    “Ini adalah perayaan kemerdekaan kita bersama yang ke-81. Tentunya mari kita sambut bersama-sama, kita rayakan bersama-sama dengan baik, dan kita jaga keutuhan bangsa ini,” jelas Sigit.

    Di tempat lain, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menyebut praktik fear mongering ini tidak hanya mengganggu ketenangan publik, tetapi juga berpotensi merusak suasana kondusif yang telah dibangun.

    “Ada pihak-pihak yang sengaja menebar ketakutan dengan narasi yang tidak berdasar. Ini bukan sekadar hoaks, tapi upaya sistematis untuk menciptakan kegaduhan,” ucapnya di Istana Negara Jakarta.

    Hasan mengajak masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi yang dapat memicu ketakutan di tengah beredarnya isu mengenai potensi gangguan keamanan. Masyarakat perlu tetap bersikap optimistis karena kondisi negara dalam keadaan baik dan pemerintah terus menjalankan berbagai program.

    “Kita jangan memperbesar berita-berita yang menebar ketakutan, sebaiknya diklarifikasi juga,” pungkas Hasan. [*]