Kategori: Uncategorized

  • Kehadiran Danantara Jaga Stabilitas Pertumbuhan Himbara dan Perekonomian Nasional

    Jakarta – Kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjadi angin segar dalam menjaga stabilitas pertumbuhan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

    Sebagai pemegang saham pengendali (PSP) atas bank-bank Himbara, Danantara berperan penting dalam memperkuat struktur permodalan, meningkatkan efisiensi investasi, dan menciptakan sinergi antar-BUMN untuk memperluas kontribusi terhadap sektor-sektor strategis nasional.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa koordinasi erat antara OJK dan Danantara akan terus dilakukan guna mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.

    “Fundamental kinerja keuangan bank-bank Himbara relatif tumbuh stabil berkat dukungan strategi bisnis yang sustain dan pangsa pasar yang kuat, serta peran signifikan Danantara sebagai pemegang saham pengendali,” ujar Dian.

    Ia menambahkan, sebagai perusahaan terbuka, Himbara memiliki tanggung jawab untuk menerapkan prinsip prudential banking secara konsisten demi menjaga kinerja dan membangun persepsi positif dari para investor.

    Senada dengan itu, pengamat perbankan sekaligus praktisi sistem pembayaran, Arianto Muditomo, menyatakan bahwa kehadiran Danantara akan membawa sejumlah manfaat positif.

    “Kita melihat dampak nyata dalam bentuk stabilitas permodalan bagi bank-bank Himbara, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi ekspansi investasi dan penguatan sinergi antar-BUMN. Ini akan menjadi fondasi penting dalam menjaga daya tahan industri perbankan nasional,” jelas Arianto.

    Sementara itu, Ketua Umum Himbara, Sunarso, menyoroti dampak makro dari masuknya investasi melalui Danantara terhadap sistem keuangan nasional. Menurutnya, aliran investasi domestik dan asing yang signifikan akan meningkatkan likuiditas pasar, menurunkan biaya pendanaan, serta mendorong ekspansi kredit yang sehat.

    “Jika diarahkan secara tepat ke sektor-sektor strategis, hal ini akan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Tak hanya itu, kita akan melihat peningkatan lapangan kerja dan daya saing industri nasional dalam jangka panjang,” ujar Sunarso.

    Kehadiran Danantara menjadi bukti nyata bahwa reformasi kelembagaan dalam pengelolaan BUMN dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih solid, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

    Dukungan semua pihak, termasuk masyarakat luas, sangat dibutuhkan agar program Danantara dapat berjalan optimal.

  • Optimisme Danantara Mampu Kelola Aset Secara Transparan untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

    Oleh : Jodi Mahendra )*

    Indonesia resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), sebuah lembaga investasi strategis yang bertujuan mengelola aset negara secara efisien dan transparan. Dengan potensi pengelolaan aset mencapai lebih dari USD 900 miliar atau sekitar Rp14.670 triliun, Danantara diharapkan menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

    Langkah ini sebagai bagian dari transformasi besar dalam manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan strategi pemerintah untuk menghadapi tantangan ekonomi global serta menarik investasi jangka panjang yang sehat dan akuntabel.

    Pembentukan Danantara merupakan jawaban atas kebutuhan reformasi struktural dalam pengelolaan BUMN. Pemerintah Indonesia telah menyusutkan jumlah BUMN dari 112 menjadi 47 perusahaan, dengan tujuh di antaranya ditetapkan sebagai perusahaan strategis yang akan dikelola secara khusus di bawah naungan Danantara. Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Fathi mengingatkan pemerintah agar mengelola aset secara transparan dan operasional, termasuk aset yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

    Danantara didirikan dengan struktur yang memungkinkan pengawasan dan pelaksanaan fungsi investasi dilakukan secara terpisah namun sinergis. Terdapat dua entitas utama dalam lembaga ini, yaitu Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana. Menteri BUMN menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas sekaligus anggota, bersama perwakilan dari Kementerian Keuangan serta tokoh profesional yang ditunjuk langsung oleh Presiden.

    Masa jabatan anggota Dewan Pengawas ditetapkan selama lima tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Badan Pelaksana sendiri dipimpin oleh seorang Kepala yang ditunjuk oleh Presiden dan bertugas mengimplementasikan kebijakan investasi dengan dukungan direktur eksekutif serta berbagai komite, termasuk Komite Audit dan Komite Etik. Struktur ini dirancang untuk memastikan pengambilan keputusan berbasis data, bebas intervensi politik, serta akuntabel di mata publik.

    Menurut Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aminuddin Ma’ruf menyebut Danantara sebagai entitas baru dalam peradaban ekonomi Indonesia yang memiliki peran strategis dalam mendorong BUMN menjadi perusahaan kelas dunia, karena fokus investasi Danantara diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki dampak strategis terhadap pembangunan nasional dan daya saing Indonesia di tingkat global.

    Di antara sektor yang menjadi prioritas adalah energi terbarukan, industri manufaktur dan hilirisasi, serta produksi pangan. Pemerintah melihat energi terbarukan sebagai solusi jangka panjang dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan ketergantungan pada energi fosil. Investasi dalam sektor manufaktur dan hilirisasi diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal, mengurangi impor, serta mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Sementara itu, sektor produksi pangan menjadi perhatian utama dalam memastikan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi gejolak pasokan global akibat konflik dan perubahan iklim.

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengelolaan Danantara harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan bahwa aset yang dikelola Danantara adalah milik rakyat, sehingga pengelolaannya pun harus dapat diaudit kapan saja oleh siapa saja. Komitmen ini tercermin dalam pembentukan komite-komite independen yang memiliki kewenangan untuk mengawasi jalannya proses investasi dan pengelolaan aset.

    Komite Audit, misalnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa semua keputusan investasi didasarkan pada kajian risiko yang matang dan sejalan dengan tujuan jangka panjang. Komite Etik bertugas menjaga integritas organisasi dan mencegah potensi konflik kepentingan.

    Keberhasilan Danantara dalam membuktikan transparansi, menghasilkan imbal hasil yang kompetitif, dan menjaga keberlanjutan portofolio investasinya akan sangat menentukan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang.

    Peluncuran Danantara juga menjadi sinyal kuat kepada pasar internasional bahwa Indonesia serius dalam memperbaiki tata kelola aset negara dan membuka peluang investasi yang lebih aman dan berkelanjutan. Dalam konteks global yang semakin menuntut akuntabilitas dan ESG (environmental, social, and governance), kehadiran Danantara berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam investasi berwawasan lingkungan dan sosial di kawasan Asia Tenggara.

    Optimisme terhadap Danantara bukanlah sekadar euforia politik, melainkan harapan konkret untuk menciptakan sistem pengelolaan aset negara yang modern, efisien, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Dengan pengelolaan aset yang transparan dan berbasis tata kelola yang baik, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi menuju target 8% per tahun yang dicanangkan pemerintah.

    Keberhasilan Danantara tentu membutuhkan dukungan dan pengawasan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, akademisi, serta pelaku usaha. Sinergi antara pemerintah dan publik menjadi kunci agar lembaga ini benar-benar menjadi representasi kepentingan nasional dan tidak menjadi alat kekuasaan semata. Dengan langkah awal yang menjanjikan dan desain kelembagaan yang solid, Danantara memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk sukses mengelola aset negara secara transparan dan profesional.

    .

    .

    .

    )* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

  • Ratusan Perusahaan BUMN Resmi Dikelola Danantara Secara Profesional dan Transparan

    Oleh: Eleine Pramesti *)

    Transformasi tata kelola perusahaan milik negara telah memasuki babak baru dengan kehadiran Daya Anagata Nusantara (Danantara), sebuah entitas strategis yang kini resmi mengelola ratusan perusahaan BUMN secara profesional dan transparan. Langkah ini menjadi simbol konkret dari komitmen pemerintah dalam memperbaiki sistem pengelolaan BUMN agar lebih efisien, akuntabel, dan berorientasi pada hasil nyata bagi kepentingan nasional. Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, pendekatan baru dalam pengelolaan aset negara ini menjadi tonggak penting menuju reformasi yang lebih menyeluruh.

    Selama bertahun-tahun, BUMN di Indonesia telah memainkan peran vital dalam menopang pembangunan ekonomi, menyediakan layanan publik, dan menjadi pendorong utama pertumbuhan di berbagai sektor. Namun, tantangan yang tak kunjung selesai, mulai dari tumpang tindih kewenangan, lemahnya manajemen, hingga persoalan transparansi dan akuntabilitas, telah menghambat optimalisasi peran BUMN sebagai agen pembangunan.

    Danantara hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Entitas ini dirancang untuk bertindak sebagai manajer strategis aset negara yang mampu mengelola ratusan perusahaan BUMN secara terpusat. Dengan struktur organisasi modern dan didukung sumber daya manusia profesional yang direkrut melalui proses terbuka dan kompetitif, Danantara memberikan harapan baru bahwa pengelolaan BUMN kini tidak lagi dikendalikan berdasarkan kepentingan politik atau kelompok tertentu, melainkan berdasarkan logika bisnis dan visi jangka panjang pembangunan nasional.

    Profesionalisme menjadi kunci dari seluruh sistem kerja Danantara. Tidak hanya dalam aspek pengambilan keputusan bisnis, tetapi juga dalam proses penilaian kinerja, penempatan SDM, serta pengelolaan risiko dan modal. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi negara sekaligus meningkatkan daya saing BUMN di tingkat nasional maupun internasional.

    Transparansi merupakan fondasi kedua yang menopang keberhasilan transformasi ini. Seluruh proses pengelolaan, mulai dari perencanaan strategis, pelaksanaan operasional, hingga evaluasi kinerja, dibuka secara luas untuk pengawasan publik. Laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang dikelola Danantara akan mengikuti standar internasional, dan hasil audit dilakukan oleh lembaga independen guna menjamin kredibilitas. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap BUMN dapat dipulihkan, bahkan diperkuat, karena masyarakat dapat melihat dan menilai secara langsung bagaimana aset negara dikelola.

    Keberadaan Danantara juga membuka ruang lebih luas bagi inovasi dan kolaborasi antarperusahaan BUMN. Dengan pengelolaan yang lebih terkoordinasi, potensi sinergi yang sebelumnya terabaikan kini dapat dimaksimalkan. Misalnya, perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur dapat bersinergi dengan BUMN energi dan keuangan untuk mempercepat pembangunan proyek strategis nasional. Pendekatan portofolio yang dilakukan oleh Danantara memungkinkan penempatan investasi dan sumber daya dilakukan secara lebih efisien dan terintegrasi.

    Langkah ini juga membawa angin segar bagi iklim investasi di Indonesia. Pengelolaan BUMN yang profesional dan transparan menjadi indikator penting bagi investor, baik domestik maupun asing, dalam menilai tingkat kepastian dan keamanan berusaha di suatu negara. Ketika perusahaan-perusahaan milik negara dikelola dengan prinsip-prinsip bisnis modern, maka potensi kolaborasi dengan sektor swasta akan semakin besar. Hal ini turut mendukung penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri nasional, dan penguatan perekonomian secara keseluruhan.

    Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan Townhall Meeting. Dalam kesempatan tersebut, CEO Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan bahwa sebanyak 844 entitas usaha yang terdiri dari BUMN beserta anak dan cucu perusahaannya telah tergabung dalam sovereign wealth fund (SWF) tersebut. Ia mengatakan bahwa kehadiran Danantara sangat tepat waktu, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, yang semakin menyadarkan berbagai negara akan pentingnya mengandalkan kekuatan ekonomi nasional.

    Adapun Presiden RI, Prabowo Subianto hadir langsung di acara Townhall Meeting tersebut. Presiden RI tersebut mengatakan bahwa dirinya secara pribadi mengambil inisiatif untuk menyampaikan pesan secara tertutup kepada para direksi BUMN. Dalam pertemuan tersebut, seluruh direksi dari 844 perusahaan BUMN, termasuk anak dan cucu perusahaannya, turut hadir.

    Presiden Prabowo menegaskan pentingnya bagi seluruh pejabat BUMN dan entitas terkait untuk bekerja secara optimal dan meninggalkan praktik-praktik yang tidak efisien. Selain itu, ia meminta agar manajemen Danantara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para direksi, mencakup aspek kinerja, karakter, integritas, dan capaian, serta menekankan pentingnya perusahaan BUMN memprioritaskan promosi dari dalam dan menerapkan proses seleksi kepemimpinan yang profesional.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan BUMN sebagai perusahaan negara akan tetap dikelola dengan baik. Menurutnya, Danantara dipastikan akan mengelola BUMN secara profesional dan transparan. Dari sisi sumber daya manusia, Danantara juga menjadi katalisator dalam pembentukan ekosistem talenta profesional di lingkungan BUMN.

    Dalam jangka panjang, reformasi yang dilakukan melalui Danantara diharapkan dapat menjadi model pengelolaan aset negara yang bisa direplikasi di sektor lain. Pengalaman Indonesia dalam membangun sistem pengelolaan BUMN yang modern dapat menjadi contoh bagi negara-negara berkembang lain yang menghadapi persoalan serupa. Lebih dari itu, hal ini akan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia sebagai negara yang serius dalam melakukan reformasi struktural demi mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

    )* Penulis adalah Jurnalis Energi di Greenplace Resources Institute

  • Bongkar Modus Judi Daring, Aparat Keamanan Buktikan Negara Tak Kalah

    Jakarta – Aparat Kepolisian kembali membuktikan ketegasannya dalam memerangi kejahatan digital, khususnya perjudian daring yang kian marak di masyarakat. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil menggerebek sebuah warung kopi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, yang ternyata menjadi kedok untuk aktivitas judi online.

    Dalam penggerebekan tersebut, dua orang pelaku berinisial SBU dan JPM berhasil diamankan. Modus mereka memanfaatkan tempat umum yang tampak biasa seperti warung kopi sebagai markas operasi situs judi daring. Di balik kesederhanaan warung tersebut, tersembunyi jaringan yang menjalankan situs gulalislot69.top, yang diketahui aktif menyediakan layanan perjudian online.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari patroli siber Unit 2 Subdit Tahbang/Resmob pada awal April 2025. Dari hasil patroli tersebut, polisi menemukan aktivitas mencurigakan dari situs tersebut yang menggunakan nomor rekening atas nama SBU dan JPM. Setelah dilakukan penelusuran intensif, tim berhasil melacak lokasi fisik yang digunakan sebagai pusat operasional dan langsung melakukan penggerebekan.

    “Barang bukti yang berhasil kami amankan antara lain beberapa unit ponsel dan laptop yang digunakan untuk mengelola situs, serta buku tabungan dan rekening bank atas nama para pelaku,” jelas Ade Ary.

    “Kami terus berkomitmen melakukan penindakan terhadap pelaku serta memperluas investigasi untuk menjangkau jaringan di balik mereka,” tambahnya.

    Keberhasilan ini menjadi bagian dari operasi nasional yang lebih luas. Pemerintah Indonesia melalui Kepolisian Republik Indonesia semakin intensif menindak jaringan perjudian daring yang dianggap menggoyang stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

    Lebih lanjut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah 1.248 pelaku judi daring yang ditangkap dari berbagai wilayah.

    “Modus seperti ini sangat berbahaya karena menyasar masyarakat rentan, terutama mereka yang berpenghasilan di bawah Rp1–2 juta per bulan. Lebih memprihatinkan lagi, kami menemukan indikasi keterlibatan anak-anak di bawah usia 10 tahun dalam aktivitas ini,” ujar Kapolri.

    Ia menambahkan bahwa selain penindakan hukum, pihak kepolisian juga secara aktif menggelar sosialisasi mengenai bahaya finansial, psikologis, dan sosial dari judi daring.

    Langkah ini menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Penegakan hukum dibarengi dengan edukasi publik merupakan strategi menyeluruh dalam menjaga masyarakat dari jerat adiksi digital.

    Diharapkan juga seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah penyebaran praktik perjudian daring, terutama di lingkungan terdekat.

  • Satu per Satu Terungkap, Bukti Aparat Serius Perangi Judi Daring

    Oleh: Farida Salsabila )*

    Keamanan digital kini telah menjadi medan tempur baru bagi negara dalam menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyatnya. Ketika dunia maya semakin terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari, berbagai kejahatan pun bermetamorfosis mengikuti zaman, termasuk perjudian daring yang kian masif dan meresahkan. Namun, keberhasilan aparat keamanan dalam membongkar jaringan-jaringan tersembunyi ini menjadi bukti bahwa negara tidak tinggal diam, dan yang lebih penting: negara tidak kalah.

    Salah satu contoh keberhasilan tersebut terjadi di Jakarta Barat. Sebuah warung kopi di kawasan Kalideres yang tampak biasa saja ternyata menyimpan aktivitas ilegal di dalamnya. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil menggerebek lokasi tersebut dan mengungkap bahwa tempat itu digunakan sebagai markas judi daring. Dalam operasi tersebut, dua pelaku berinisial SBU dan JPM berhasil diamankan.

    Pengungkapan ini berawal dari patroli siber Unit 2 Subdit Tahbang/Resmob pada awal April 2025. Tim menemukan aktivitas mencurigakan dari situs gulalislot69.top, yang menyediakan layanan perjudian daring dan terhubung dengan rekening atas nama dua pelaku tersebut. Setelah dilakukan pelacakan menyeluruh, polisi akhirnya berhasil menggerebek lokasi yang dijadikan pusat operasional situs tersebut.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan bahwa dari penggerebekan itu, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk rekening bank, beberapa unit ponsel, dan laptop yang digunakan untuk mengelola situs. Pihaknya akan terus menjaga ruang digital tetap bersih dan aman, serta terus mengejar pelaku lainnya yang terlibat.

    Kasus Kalideres hanya secuil dari realitas besar di balik maraknya perjudian daring. Pemerintah Indonesia melalui Kepolisian Republik Indonesia (Polri) semakin intensif dalam memberantas praktik ilegal ini. Hingga awal 2025, Polri telah menangkap lebih dari 1.248 pelaku yang terlibat dalam jaringan judi online. Ini bukan hanya operasi penindakan, melainkan bagian dari perang besar dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari jerat adiksi digital yang bisa menghancurkan masa depan mereka.

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti modus para pelaku kini kian canggih dan menyasar kelompok rentan. Menurutnya, modus ini memanfaatkan kesulitan ekonomi terutama mereka berpenghasilan di bawah Rp1-2 juta sebagai celah untuk meraih untung cepat. Yang lebih mengkhawatirkan, pola demografis pelaku juga telah menjalar hingga ke anak-anak di bawah usia 10 tahun.

    Kondisi ini tentu mengharuskan adanya penanganan yang tidak hanya represif, tetapi juga preventif. Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak hanya fokus pada penindakan hukum, tetapi juga aktif menggelar edukasi dan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat tentang risiko finansial, psikologis, dan sosial dari perjudian daring. Langkah ini penting agar masyarakat sadar bahwa di balik tawaran keuntungan instan, terdapat risiko besar yang bisa menggerus masa depan mereka.

    Pemerintah, melalui berbagai lembaga terkait, saat ini juga tengah membangun sistem pengawasan digital yang lebih canggih. Blokir terhadap situs-situs judi online terus ditingkatkan, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perbankan nasional. Rekening-rekening yang digunakan untuk transaksi judi kini diawasi secara lebih ketat, bahkan ditutup jika terbukti melanggar hukum.

    Sinergi antar-institusi inilah yang menjadi kunci keberhasilan operasi pemberantasan judi daring. Kerja sama antara aparat penegak hukum, regulator teknologi, dan masyarakat sipil harus terus diperkuat. Judi daring bukan hanya masalah hukum, tetapi juga persoalan sosial, ekonomi, bahkan moral bangsa. Jika tidak ditangani secara komprehensif, maka kita berisiko mencetak generasi muda yang kehilangan arah akibat candu digital yang menyesatkan.

    Selain aspek penindakan dan pencegahan, penting juga untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan lingkungan sekitar. Kasus Kalideres menunjukkan bahwa aktivitas ilegal bisa saja beroperasi di tempat-tempat yang terlihat biasa dan akrab. Dalam hal ini, peran warga sangat krusial untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan.

    Pemerintah juga perlu terus memperkuat literasi digital di tingkat akar rumput. Kampanye anti-judi daring tidak cukup hanya di media sosial atau kanal formal, tetapi harus hadir di sekolah, kampus, tempat ibadah, hingga lingkungan RT/RW. Melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam gerakan ini adalah langkah strategis agar kesadaran kolektif dapat terbentuk secara menyeluruh.

    Keberhasilan aparat keamanan dalam membongkar warung kopi yang digunakan sebagai markas judi online bukan sekadar penegakan hukum biasa. Ini adalah sinyal kuat bahwa negara hadir dan tidak akan menyerah dalam melawan kejahatan digital yang merusak tatanan sosial.

    Kini saatnya masyarakat bersatu, bergandengan tangan bersama pemerintah dan aparat keamanan. Waspadai dan laporkan jika ada aktivitas judi daring di sekitar Anda. Lindungi keluarga, anak-anak, dan generasi muda dari jerat digital yang merusak. Karena masa depan bangsa dimulai dari lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari kejahatan siber.

    )* Penulis merupakan anggota Komunitas Kampoeng Depok.

  • Program Cek Kesehatan Gratis Berjalan Masif dan Jangkau Jutaan Warga

    Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini telah berjalan secara masif di seluruh penjuru tanah air menjadi bukti nyata dari efektivitas strategi promotif dan preventif yang diterapkan pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa hingga 10 April 2025, sebanyak 1,8 juta masyarakat telah mendaftar untuk mengikuti program ini.

    “Melalui pemeriksaan ini, kita bisa mengidentifikasi penyakit yang mungkin belum terjadi. Jika penyakit sudah terdeteksi, pengobatan bisa segera dilakukan,” ujar Prof. Dante.

    Beliau juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting untuk mendukung keberhasilan program kesehatan nasional, dan mendorong seluruh warga agar memanfaatkan layanan ini sebagai bentuk nyata perhatian terhadap diri dan keluarga.

    Di tingkat daerah, dukungan pemerintah daerah sangat solid dan selaras dengan kebijakan pusat. Di Balikpapan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan bergerak cepat membuka akses layanan di seluruh Puskesmas.

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan bahwa sebelumnya program ini hanya berlaku untuk warga yang berulang tahun pada hari pemeriksaan.

    “Program ini kini terbuka seluas-luasnya, tidak terbatas pada tanggal lahir. Kami ingin semua warga bisa terlayani,” tegas Alwiati.

    Ia menyampaikan bahwa seluruh Puskesmas di Balikpapan telah dipersiapkan sebagai garda terdepan pelaksanaan program, dan berbagai kegiatan edukatif telah dirancang untuk meningkatkan kesadaran warga. Cukup membawa KTP, masyarakat sudah dapat terdaftar dan memperoleh layanan dengan mudah.

    Sementara itu, di Kabupaten Bangka, antusiasme masyarakat semakin tinggi berkat upaya luar biasa dari pemerintah daerah. Berdasarkan data, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka mencatat sebanyak 3.658 warga telah mendaftar, dan sekitar 3.394 orang atau 92,78 persen telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara langsung.

    Plt Kepala Dinkes Bangka, Nora Sukma Dewi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan kesadaran kolektif warga yang semakin tumbuh untuk menjaga kesehatan secara rutin.

    “Peran aktif masyarakat sangat penting agar program ini berdampak lebih luas dan berkesinambungan,” kata Nora Sukma Dewi.

    Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah siap mendukung sepenuhnya program ini dengan sumber daya yang tersedia, demi memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang setara.

    Dengan cakupan yang terus meluas dan akses yang semakin mudah, program Cek Kesehatan Gratis ini terbukti menjadi simbol keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat. [^]

  • Cek Kesehatan Gratis Langkah Preventif Deteksi Penyakit Kronis

    Oleh : Dirandra Falguni )*

    Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung masih menjadi masalah besar dalam sistem kesehatan Indonesia. Banyak kasus yang terlambat terdeteksi, sehingga penanganannya pun menjadi lebih kompleks dan mahal. Di tengah tantangan tersebut, berbagai inisiatif cek kesehatan gratis (CKG) dari pemerintah dan swasta kini hadir sebagai langkah preventif yang nyata dan efektif. Program ini menjadi solusi proaktif untuk mendeteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang bisa berdampak jangka panjang.

    Salah satu bentuk konkret hadirnya layanan cek kesehatan gratis terlihat yang semula hanya untuk masyarakat yang berulang tahun, kini dibuka untuk umum dengan kuota 30 orang per hari. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan layanan ini mencakup pemeriksaan lengkap mulai dari bayi hingga lansia. Hingga kini, sudah hampir 2 juta warga Indonesia memanfaatkan layanan tersebut di puskesmas-puskesmas. Namun, dua penyakit lain yang cukup mengkhawatirkan, yakni tekanan darah tinggi dan diabetes. Dua penyakit ini dikenal sebagai “silent killers” yang bisa memicu komplikasi serius jika tidak ditangani sejak dini.

    Masyarakat muda menjadi mayoritas peserta, karena sudah akrab dengan aplikasi “Satu Sehat Mobile”. Namun, bagi warga lanjut usia yang mengalami kesulitan teknologi, pihak Puskesmas menyediakan bantuan langsung di lokasi. Pemeriksaan kesehatan dibedakan berdasarkan kelompok usia. Untuk bayi, ada skrining hipotiroid kongenital (SHK) dan deteksi jantung bawaan. Bagi usia produktif, dilakukan pengecekan tanda-tanda vital (TTV), dan bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun, tersedia pemeriksaan rekam jantung.

    Selain itu, tersedia layanan kesehatan gigi, pemeriksaan laboratorium, hingga deteksi kanker payudara dan kanker rahim bagi perempuan. Masing-masing pasien membutuhkan waktu sekitar satu jam, sehingga layanan ini tidak hanya menyeluruh tetapi juga mendalam. Meski demikian, tantangan seperti kendala teknologi dan keterlambatan hasil SHK yang dikirim ke pusat kota terdekat tetap menjadi perhatian.

    Langkah serupa dilakukan Pemerintah dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh ASN di lingkungan Bapenda Jombang. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, cek darah, dan skrining kondisi kesehatan dua minggu terakhir.

    Selain itu, Kepala Bapenda Jombang, Hartono, S.Sos., M.M., menekankan pentingnya kesehatan ASN agar tetap optimal dalam melayani masyarakat. Sementara itu, Joko Muji Subagyo dari Sekretariat Bapenda menambahkan bahwa program ini menjadi contoh nyata bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan pribadi. Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas kerja ASN, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup sehat dalam ekosistem kerja pemerintahan.

    Dukungan nyata dari sektor swasta juga terlihat melalui program “Cek Segitiga” yang diselenggarakan oleh PT Dexa Medica. Bertempat di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Program ini menarik lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan. Layanan yang disediakan mencakup pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, serta konsultasi kesehatan secara gratis.

    Presiden Direktur PT Dexa Medica, V. Hery Sutanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap program kesehatan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Kesehatan. Hery menegaskan bahwa banyak masyarakat tidak menyadari kondisi kesehatannya hingga terlambat. Dengan deteksi dini, risiko komplikasi bisa ditekan sejak awal.

    Kegiatan ini juga dilengkapi dengan aktivitas edukatif seperti poundfit, games interaktif, hingga konsultasi daring melalui aplikasi D’Konsul. Delapan tenaga medis, termasuk dua dokter dari RS Husada Jakarta, turut dilibatkan dalam pelayanan skrining tersebut. Tahun ini, program Cek Segitiga ditargetkan menjangkau lebih dari 5.000 peserta di delapan kota besar di Indonesia.

    Senior Product Manager Office Group of Benefits (OGB) PT Dexa media, Gerry Nio, mengungkapkan bahwa kolesterol tinggi menjadi temuan terbanyak pada program sebelumnya. Ini menunjukkan pentingnya edukasi masyarakat untuk melakukan skrining rutin, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit kronis.

    Mulai Februari 2025, seluruh warga dari bayi hingga lansia dapat memanfaatkan program ini secara berkala. Pemeriksaan rutin ini sangat penting dalam menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan mencegah penyakit kronis berkembang dalam tubuh secara diam-diam.

    Penyakit kronis sering kali berkembang tanpa gejala berarti, hingga mencapai tahap lanjut. Oleh karena itu, skrining kesehatan merupakan langkah paling efektif untuk mencegah kondisi semakin parah. Dengan mengetahui kondisi tekanan darah, kadar kolesterol, atau gula darah sejak dini, masyarakat bisa melakukan perubahan gaya hidup atau mendapatkan pengobatan sebelum muncul komplikasi.

    Inisiatif dari berbagai pihak ini membuktikan bahwa kesadaran terhadap pentingnya kesehatan semakin meningkat. Pemeriksaan gratis yang disediakan bukan hanya bentuk bantuan langsung, tetapi juga kampanye edukatif yang kuat bagi masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat.

    Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan fasilitas layanan kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa program cek kesehatan gratis bukan hanya proyek sementara, tetapi menjadi fondasi penting menuju visi Indonesia Sehat 2045. Masyarakat yang sadar akan pentingnya deteksi dini akan lebih tangguh dalam menghadapi ancaman penyakit kronis.

    Dengan berbagai program cek kesehatan gratis yang menjangkau semua lapisan usia dan profesi, harapannya tidak hanya angka penyakit kronis yang menurun, tetapi juga meningkatnya produktivitas nasional karena masyarakat yang sehat adalah kunci kemajuan bangsa.

    )* Kontributor Beritakapuas.com

  • Pemerintah Pastikan Program Cek Kesehatan Gratis Jangkau Wilayah Terpencil

    Batam – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui program cek kesehatan gratis yang kini diperluas hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmaryadi mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana layanan tersebut.

    “Rencananya memang ada, kami akan jangkau masyarakat di pulau-pulau. Tetapi belum dijalankan karena sampai saat ini kami sedang berupaya untuk membuat masyarakat lebih antusias,” kata Didi.

    Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah hinterland, dapat mengakses layanan deteksi dini penyakit secara gratis.

    Tantangan yang dihadapi Pemerintah Kota Batam yakni untuk menjangkau ratusan pulau kecil yang berada di wilayah kota itu seperti di Kecamatan Belakangpadang, Pulau Galang dan Bulang.

    Didi memastikan pihaknya tetap melayani warga yang ingin memanfaatkan layanan CKG tanpa prosedur yang rumit.

    “Kami jalan saja seperti biasa, melayani masyarakat yang mau cek. Tidak ada formulir khusus,” ujar Didi.

    Untuk layanan jemput bola, Dinkes akan menyesuaikan dengan jumlah masyarakat yang bersedia ikut serta.

    “Kami siapkan logistik dan tenaga sesuai dengan jumlah warga yang terkumpul,” tambah Didi.

    Program CKG merupakan upaya Dinkes untuk mendorong deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

    “Sampai 14 April 2025 baru 1.687 orang yang mengikuti dari 2.247 pendaftar, kami memiliki sasaran CKG di Batam mencapai 1.276.930 orang,” kata Didi.

    Didi berharap, dengan perluasan jangkauan dan pendekatan langsung ke masyarakat, angka partisipasi dapat meningkat, terutama di wilayah yang akses kesehatannya masih terbatas.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut Sebanyak 1,5 juta masyarakat telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis. Data tersebut berdasarkan jumlah peserta yang sudah diperiksa hingga 10 April.

    “Untuk skala nasional, Per tanggal 10 April itu sudah mendaftar 1,8 juta orang. Dari angka itu 1,5 juta sudah datang (periksa),” ujar Dante.

    Pelayanan dilakukan di 37 provinsi dan 9.001 puskesmas di seluruh Indonesia. Menurut Dante, program ini penting karena bisa mendeteksi penyakit sejak dini.

    “Karena dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, kita bisa mengidentifikasi penyakit-penyakit yang belum terjadi,” tuturnya.

  • Jutaan Orang Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

    Oleh : Gavin Asadit )*

    Pada awal tahun 2025, Pemerintah Indonesia meluncurkan sebuah inisiatif besar dalam bidang kesehatan masyarakat, yakni Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat upaya promotif dan preventif di sektor kesehatan, guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular maupun menular yang masih tinggi di Tanah Air. Melalui program ini, jutaan warga Indonesia kini dapat mengakses layanan skrining kesehatan secara gratis tanpa harus khawatir terhadap beban biaya.

    Program CKG secara resmi dimulai pada Februari 2025 dan langsung mendapatkan respons positif dari masyarakat. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, tercatat lebih dari 20 juta warga telah memanfaatkan layanan ini di berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas, klinik, dan rumah sakit mitra) di seluruh provinsi. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,2 triliun untuk mendanai program ini, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui deteksi dini dan pencegahan penyakit.

    Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa penyakit-penyakit utama seperti stroke, jantung koroner, tuberkulosis, diabetes, hingga kanker menjadi fokus utama skrining karena selama ini menjadi penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu, program ini dirancang untuk bisa menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia (lansia), dengan jenis pemeriksaan yang telah disesuaikan menurut kelompok usia masing-masing.

    Untuk bayi baru lahir misalnya, dilakukan hingga enam jenis skrining termasuk deteksi gangguan metabolik bawaan. Anak-anak usia prasekolah dan sekolah mendapatkan 8 hingga 13 jenis pemeriksaan yang meliputi status gizi, kesehatan mata dan gigi, serta tumbuh kembang. Sementara itu, bagi orang dewasa dan lansia, tersedia hingga 19 jenis pemeriksaan meliputi tekanan darah, kolesterol, gula darah, fungsi ginjal, jantung, dan paru-paru. Program ini juga mengakomodasi skrining kanker seperti kanker payudara, serviks, kolorektal, dan paru-paru, yang ditujukan untuk peserta berusia di atas 40 tahun.

    Kemudahan akses menjadi salah satu keunggulan dari CKG. Masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi SatuSehat Mobile, yang memungkinkan pengguna memilih jadwal pemeriksaan dan mendapatkan tiket digital. Tiket ini nantinya ditunjukkan saat pemeriksaan di puskesmas atau klinik mitra. Alternatif lainnya, warga juga bisa datang langsung ke fasilitas kesehatan pada hari ulang tahun mereka dengan membawa kartu identitas untuk mendapatkan layanan skrining. Pemerintah mengintegrasikan data hasil pemeriksaan ini ke dalam sistem digital nasional guna memudahkan pemantauan kesehatan masyarakat secara berkala.

    Program ini secara khusus menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam pelayanan kesehatan. Dengan melakukan skrining secara rutin dan gratis, masyarakat diharapkan lebih sadar akan kondisi kesehatannya sejak dini. Jika ditemukan faktor risiko atau tanda awal penyakit, pasien akan diarahkan untuk penanganan lebih lanjut sebelum kondisinya memburuk. Ini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga berpotensi mengurangi beban pembiayaan negara terhadap pengobatan penyakit kronis yang biasanya memerlukan biaya besar.

    Sebelumnya, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Adita Irawati, mengatakan program ini sebagai bagian dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Presiden berharap program ini dapat menjadi bagian dari perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh

    Hingga pertengahan April 2025, capaian program menunjukkan tren yang menggembirakan. Data dari Kementerian Kesehatan mencatat bahwa lebih dari 70% peserta yang telah mengikuti cek kesehatan mengaku baru pertama kali melakukan pemeriksaan menyeluruh. Lebih dari 30% peserta dewasa ditemukan memiliki faktor risiko hipertensi dan diabetes, dan sebagian besar dari mereka sebelumnya tidak menyadari kondisi tersebut. Ini membuktikan bahwa program CKG memiliki dampak signifikan dalam membuka mata masyarakat akan pentingnya periksa kesehatan secara berkala.

    Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis. Program ini sebagai realisasi janji Presiden Prabowo yang bertujuan memberikan layanan kesehatan gratis kepada seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, dari bayi yang baru lahir hingga lanjut usia

    Dalam jangka panjang, program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi sistem kesehatan nasional yang lebih tanggap terhadap upaya pencegahan penyakit. Pemerintah juga merancang insentif bagi fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang aktif mendukung program ini agar pelaksanaannya dapat berjalan secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, evaluasi dan pembaruan data secara berkala terus dilakukan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi program.

    Secara keseluruhan, Program Cek Kesehatan Gratis 2025 menjadi tonggak penting dalam reformasi layanan kesehatan di Indonesia. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan layanan ini, pemerintah optimistis dapat menurunkan beban penyakit, meningkatkan angka harapan hidup, serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif. CKG bukan hanya sekadar program kesehatan, tetapi juga bagian dari investasi besar terhadap masa depan bangsa.

    )* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

  • Pemerintah Pastikan Alokasi Anggaran Untuk Program Sekolah Rakyat

    Jakarta, Pemerintah memastikan alokasi anggaran untuk Program Sekolah Rakyat sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengatasi kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengonfirmasi bahwa pelaksanaan Program Sekolah Rakyat telah dimasukkan ke dalam APBN 2025 dengan total alokasi anggaran pendidikan mencapai Rp724,3 triliun. Menurutnya, pelaksanaan sekolah rakyat tersebut bertujuan memberikan pendidikan untuk siswa miskin.

    “Pemerintah terus mematangkan rencana ini. Kita bahkan membuat sekolah rakyat untuk masyarakat miskin. Ini yang sekarang sedang digodok dan akan ditingkatkan”, ujarnya.

    Senada, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan sesuai arahan Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas minimal 10 hektare. Namun jika keterbatasan lahan menjadi kendala, maka lahan dengan luas 5 hingga 10 hektare masih dapat digunakan.

    “Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung seribu siswa, dengan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Saat ini, desain bangunan sekolah sedang difinalisasi agar dapat diterapkan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia,” tutur Saifullah.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, mengapresiasi inisiatif pemerintah ini namun juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

    “Penguatan koordinasi ini krusial agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan pengelolaan anggaran yang bisa menyebabkan inefisiensi. Penyusunan kurikulum yang cermat serta manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel sangat penting, agar program ini sukses dalam jangka panjang,” katanya.

    Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu pilar strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas tinggi. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah secara signifikan, khususnya di daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau oleh layanan pendidikan formal.

    Pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh program sekolah rakyat, termasuk dalam penyediaan tenaga pendidik dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di seluruh daerah.

    Sebagai bagian dari strategi implementasi, pemerintah juga merencanakan pelatihan intensif bagi tenaga pengajar yang akan bertugas di Sekolah Rakyat, serta menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan organisasi non-pemerintah untuk memastikan berjalannya program secara berkelanjutan.

    Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan Program Sekolah Rakyat akan mampu menciptakan perubahan besar dalam sektor pendidikan Indonesia sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di masa depan.