Penulis: restiana818@gmail.com

  • Cek Kesehatan Gratis Langkah Preventif Deteksi Penyakit Kronis

    Oleh : Dirandra Falguni )*

    Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung masih menjadi masalah besar dalam sistem kesehatan Indonesia. Banyak kasus yang terlambat terdeteksi, sehingga penanganannya pun menjadi lebih kompleks dan mahal. Di tengah tantangan tersebut, berbagai inisiatif cek kesehatan gratis (CKG) dari pemerintah dan swasta kini hadir sebagai langkah preventif yang nyata dan efektif. Program ini menjadi solusi proaktif untuk mendeteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang bisa berdampak jangka panjang.

    Salah satu bentuk konkret hadirnya layanan cek kesehatan gratis terlihat yang semula hanya untuk masyarakat yang berulang tahun, kini dibuka untuk umum dengan kuota 30 orang per hari. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan layanan ini mencakup pemeriksaan lengkap mulai dari bayi hingga lansia. Hingga kini, sudah hampir 2 juta warga Indonesia memanfaatkan layanan tersebut di puskesmas-puskesmas. Namun, dua penyakit lain yang cukup mengkhawatirkan, yakni tekanan darah tinggi dan diabetes. Dua penyakit ini dikenal sebagai “silent killers” yang bisa memicu komplikasi serius jika tidak ditangani sejak dini.

    Masyarakat muda menjadi mayoritas peserta, karena sudah akrab dengan aplikasi “Satu Sehat Mobile”. Namun, bagi warga lanjut usia yang mengalami kesulitan teknologi, pihak Puskesmas menyediakan bantuan langsung di lokasi. Pemeriksaan kesehatan dibedakan berdasarkan kelompok usia. Untuk bayi, ada skrining hipotiroid kongenital (SHK) dan deteksi jantung bawaan. Bagi usia produktif, dilakukan pengecekan tanda-tanda vital (TTV), dan bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun, tersedia pemeriksaan rekam jantung.

    Selain itu, tersedia layanan kesehatan gigi, pemeriksaan laboratorium, hingga deteksi kanker payudara dan kanker rahim bagi perempuan. Masing-masing pasien membutuhkan waktu sekitar satu jam, sehingga layanan ini tidak hanya menyeluruh tetapi juga mendalam. Meski demikian, tantangan seperti kendala teknologi dan keterlambatan hasil SHK yang dikirim ke pusat kota terdekat tetap menjadi perhatian.

    Langkah serupa dilakukan Pemerintah dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh ASN di lingkungan Bapenda Jombang. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, cek darah, dan skrining kondisi kesehatan dua minggu terakhir.

    Selain itu, Kepala Bapenda Jombang, Hartono, S.Sos., M.M., menekankan pentingnya kesehatan ASN agar tetap optimal dalam melayani masyarakat. Sementara itu, Joko Muji Subagyo dari Sekretariat Bapenda menambahkan bahwa program ini menjadi contoh nyata bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan pribadi. Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas kerja ASN, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup sehat dalam ekosistem kerja pemerintahan.

    Dukungan nyata dari sektor swasta juga terlihat melalui program “Cek Segitiga” yang diselenggarakan oleh PT Dexa Medica. Bertempat di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Program ini menarik lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan. Layanan yang disediakan mencakup pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, serta konsultasi kesehatan secara gratis.

    Presiden Direktur PT Dexa Medica, V. Hery Sutanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap program kesehatan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Kesehatan. Hery menegaskan bahwa banyak masyarakat tidak menyadari kondisi kesehatannya hingga terlambat. Dengan deteksi dini, risiko komplikasi bisa ditekan sejak awal.

    Kegiatan ini juga dilengkapi dengan aktivitas edukatif seperti poundfit, games interaktif, hingga konsultasi daring melalui aplikasi D’Konsul. Delapan tenaga medis, termasuk dua dokter dari RS Husada Jakarta, turut dilibatkan dalam pelayanan skrining tersebut. Tahun ini, program Cek Segitiga ditargetkan menjangkau lebih dari 5.000 peserta di delapan kota besar di Indonesia.

    Senior Product Manager Office Group of Benefits (OGB) PT Dexa media, Gerry Nio, mengungkapkan bahwa kolesterol tinggi menjadi temuan terbanyak pada program sebelumnya. Ini menunjukkan pentingnya edukasi masyarakat untuk melakukan skrining rutin, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit kronis.

    Mulai Februari 2025, seluruh warga dari bayi hingga lansia dapat memanfaatkan program ini secara berkala. Pemeriksaan rutin ini sangat penting dalam menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan mencegah penyakit kronis berkembang dalam tubuh secara diam-diam.

    Penyakit kronis sering kali berkembang tanpa gejala berarti, hingga mencapai tahap lanjut. Oleh karena itu, skrining kesehatan merupakan langkah paling efektif untuk mencegah kondisi semakin parah. Dengan mengetahui kondisi tekanan darah, kadar kolesterol, atau gula darah sejak dini, masyarakat bisa melakukan perubahan gaya hidup atau mendapatkan pengobatan sebelum muncul komplikasi.

    Inisiatif dari berbagai pihak ini membuktikan bahwa kesadaran terhadap pentingnya kesehatan semakin meningkat. Pemeriksaan gratis yang disediakan bukan hanya bentuk bantuan langsung, tetapi juga kampanye edukatif yang kuat bagi masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat.

    Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan fasilitas layanan kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa program cek kesehatan gratis bukan hanya proyek sementara, tetapi menjadi fondasi penting menuju visi Indonesia Sehat 2045. Masyarakat yang sadar akan pentingnya deteksi dini akan lebih tangguh dalam menghadapi ancaman penyakit kronis.

    Dengan berbagai program cek kesehatan gratis yang menjangkau semua lapisan usia dan profesi, harapannya tidak hanya angka penyakit kronis yang menurun, tetapi juga meningkatnya produktivitas nasional karena masyarakat yang sehat adalah kunci kemajuan bangsa.

    )* Kontributor Beritakapuas.com

  • Pemerintah Pastikan Program Cek Kesehatan Gratis Jangkau Wilayah Terpencil

    Batam – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui program cek kesehatan gratis yang kini diperluas hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmaryadi mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana layanan tersebut.

    “Rencananya memang ada, kami akan jangkau masyarakat di pulau-pulau. Tetapi belum dijalankan karena sampai saat ini kami sedang berupaya untuk membuat masyarakat lebih antusias,” kata Didi.

    Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah hinterland, dapat mengakses layanan deteksi dini penyakit secara gratis.

    Tantangan yang dihadapi Pemerintah Kota Batam yakni untuk menjangkau ratusan pulau kecil yang berada di wilayah kota itu seperti di Kecamatan Belakangpadang, Pulau Galang dan Bulang.

    Didi memastikan pihaknya tetap melayani warga yang ingin memanfaatkan layanan CKG tanpa prosedur yang rumit.

    “Kami jalan saja seperti biasa, melayani masyarakat yang mau cek. Tidak ada formulir khusus,” ujar Didi.

    Untuk layanan jemput bola, Dinkes akan menyesuaikan dengan jumlah masyarakat yang bersedia ikut serta.

    “Kami siapkan logistik dan tenaga sesuai dengan jumlah warga yang terkumpul,” tambah Didi.

    Program CKG merupakan upaya Dinkes untuk mendorong deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

    “Sampai 14 April 2025 baru 1.687 orang yang mengikuti dari 2.247 pendaftar, kami memiliki sasaran CKG di Batam mencapai 1.276.930 orang,” kata Didi.

    Didi berharap, dengan perluasan jangkauan dan pendekatan langsung ke masyarakat, angka partisipasi dapat meningkat, terutama di wilayah yang akses kesehatannya masih terbatas.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut Sebanyak 1,5 juta masyarakat telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis. Data tersebut berdasarkan jumlah peserta yang sudah diperiksa hingga 10 April.

    “Untuk skala nasional, Per tanggal 10 April itu sudah mendaftar 1,8 juta orang. Dari angka itu 1,5 juta sudah datang (periksa),” ujar Dante.

    Pelayanan dilakukan di 37 provinsi dan 9.001 puskesmas di seluruh Indonesia. Menurut Dante, program ini penting karena bisa mendeteksi penyakit sejak dini.

    “Karena dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, kita bisa mengidentifikasi penyakit-penyakit yang belum terjadi,” tuturnya.

  • Jutaan Orang Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

    Oleh : Gavin Asadit )*

    Pada awal tahun 2025, Pemerintah Indonesia meluncurkan sebuah inisiatif besar dalam bidang kesehatan masyarakat, yakni Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat upaya promotif dan preventif di sektor kesehatan, guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular maupun menular yang masih tinggi di Tanah Air. Melalui program ini, jutaan warga Indonesia kini dapat mengakses layanan skrining kesehatan secara gratis tanpa harus khawatir terhadap beban biaya.

    Program CKG secara resmi dimulai pada Februari 2025 dan langsung mendapatkan respons positif dari masyarakat. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, tercatat lebih dari 20 juta warga telah memanfaatkan layanan ini di berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas, klinik, dan rumah sakit mitra) di seluruh provinsi. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,2 triliun untuk mendanai program ini, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui deteksi dini dan pencegahan penyakit.

    Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa penyakit-penyakit utama seperti stroke, jantung koroner, tuberkulosis, diabetes, hingga kanker menjadi fokus utama skrining karena selama ini menjadi penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu, program ini dirancang untuk bisa menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia (lansia), dengan jenis pemeriksaan yang telah disesuaikan menurut kelompok usia masing-masing.

    Untuk bayi baru lahir misalnya, dilakukan hingga enam jenis skrining termasuk deteksi gangguan metabolik bawaan. Anak-anak usia prasekolah dan sekolah mendapatkan 8 hingga 13 jenis pemeriksaan yang meliputi status gizi, kesehatan mata dan gigi, serta tumbuh kembang. Sementara itu, bagi orang dewasa dan lansia, tersedia hingga 19 jenis pemeriksaan meliputi tekanan darah, kolesterol, gula darah, fungsi ginjal, jantung, dan paru-paru. Program ini juga mengakomodasi skrining kanker seperti kanker payudara, serviks, kolorektal, dan paru-paru, yang ditujukan untuk peserta berusia di atas 40 tahun.

    Kemudahan akses menjadi salah satu keunggulan dari CKG. Masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi SatuSehat Mobile, yang memungkinkan pengguna memilih jadwal pemeriksaan dan mendapatkan tiket digital. Tiket ini nantinya ditunjukkan saat pemeriksaan di puskesmas atau klinik mitra. Alternatif lainnya, warga juga bisa datang langsung ke fasilitas kesehatan pada hari ulang tahun mereka dengan membawa kartu identitas untuk mendapatkan layanan skrining. Pemerintah mengintegrasikan data hasil pemeriksaan ini ke dalam sistem digital nasional guna memudahkan pemantauan kesehatan masyarakat secara berkala.

    Program ini secara khusus menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam pelayanan kesehatan. Dengan melakukan skrining secara rutin dan gratis, masyarakat diharapkan lebih sadar akan kondisi kesehatannya sejak dini. Jika ditemukan faktor risiko atau tanda awal penyakit, pasien akan diarahkan untuk penanganan lebih lanjut sebelum kondisinya memburuk. Ini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga berpotensi mengurangi beban pembiayaan negara terhadap pengobatan penyakit kronis yang biasanya memerlukan biaya besar.

    Sebelumnya, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Adita Irawati, mengatakan program ini sebagai bagian dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Presiden berharap program ini dapat menjadi bagian dari perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh

    Hingga pertengahan April 2025, capaian program menunjukkan tren yang menggembirakan. Data dari Kementerian Kesehatan mencatat bahwa lebih dari 70% peserta yang telah mengikuti cek kesehatan mengaku baru pertama kali melakukan pemeriksaan menyeluruh. Lebih dari 30% peserta dewasa ditemukan memiliki faktor risiko hipertensi dan diabetes, dan sebagian besar dari mereka sebelumnya tidak menyadari kondisi tersebut. Ini membuktikan bahwa program CKG memiliki dampak signifikan dalam membuka mata masyarakat akan pentingnya periksa kesehatan secara berkala.

    Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis. Program ini sebagai realisasi janji Presiden Prabowo yang bertujuan memberikan layanan kesehatan gratis kepada seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, dari bayi yang baru lahir hingga lanjut usia

    Dalam jangka panjang, program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi sistem kesehatan nasional yang lebih tanggap terhadap upaya pencegahan penyakit. Pemerintah juga merancang insentif bagi fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang aktif mendukung program ini agar pelaksanaannya dapat berjalan secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, evaluasi dan pembaruan data secara berkala terus dilakukan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi program.

    Secara keseluruhan, Program Cek Kesehatan Gratis 2025 menjadi tonggak penting dalam reformasi layanan kesehatan di Indonesia. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan layanan ini, pemerintah optimistis dapat menurunkan beban penyakit, meningkatkan angka harapan hidup, serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif. CKG bukan hanya sekadar program kesehatan, tetapi juga bagian dari investasi besar terhadap masa depan bangsa.

    )* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

  • Pemerintah Pastikan Alokasi Anggaran Untuk Program Sekolah Rakyat

    Jakarta, Pemerintah memastikan alokasi anggaran untuk Program Sekolah Rakyat sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengatasi kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengonfirmasi bahwa pelaksanaan Program Sekolah Rakyat telah dimasukkan ke dalam APBN 2025 dengan total alokasi anggaran pendidikan mencapai Rp724,3 triliun. Menurutnya, pelaksanaan sekolah rakyat tersebut bertujuan memberikan pendidikan untuk siswa miskin.

    “Pemerintah terus mematangkan rencana ini. Kita bahkan membuat sekolah rakyat untuk masyarakat miskin. Ini yang sekarang sedang digodok dan akan ditingkatkan”, ujarnya.

    Senada, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan sesuai arahan Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas minimal 10 hektare. Namun jika keterbatasan lahan menjadi kendala, maka lahan dengan luas 5 hingga 10 hektare masih dapat digunakan.

    “Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung seribu siswa, dengan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Saat ini, desain bangunan sekolah sedang difinalisasi agar dapat diterapkan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia,” tutur Saifullah.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, mengapresiasi inisiatif pemerintah ini namun juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

    “Penguatan koordinasi ini krusial agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan pengelolaan anggaran yang bisa menyebabkan inefisiensi. Penyusunan kurikulum yang cermat serta manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel sangat penting, agar program ini sukses dalam jangka panjang,” katanya.

    Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu pilar strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas tinggi. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah secara signifikan, khususnya di daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau oleh layanan pendidikan formal.

    Pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh program sekolah rakyat, termasuk dalam penyediaan tenaga pendidik dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di seluruh daerah.

    Sebagai bagian dari strategi implementasi, pemerintah juga merencanakan pelatihan intensif bagi tenaga pengajar yang akan bertugas di Sekolah Rakyat, serta menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan organisasi non-pemerintah untuk memastikan berjalannya program secara berkelanjutan.

    Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan Program Sekolah Rakyat akan mampu menciptakan perubahan besar dalam sektor pendidikan Indonesia sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di masa depan.

  • Pemerintah Pastikan Kesejahteraan Guru Pendukung Program Sekolah Rakyat

    Oleh: Dhita Karuniawati )*

    Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun masa depan bangsa yang maju dan berdaya saing. Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, peran guru tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah garda terdepan dalam mendidik generasi penerus, terlebih mereka yang mengabdi di daerah terpencil dan menjadi bagian dari program-program pendidikan alternatif seperti Sekolah Rakyat.

    Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengoperasikan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada 2025. Sekolah rakyat tingkat sekolah menengah atas (SMA) akan mulai beroperasi pada Juli 2025 atau tahun ajaran baru 2025/2026.

    Sebagai langkah persiapan, Tim Formatur Sekolah Rakyat yang dipimpin Mohammad Nuh akan merekrut guru dan murid mulai 1 April 2025. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana merekrut 60 ribu guru untuk mengajar di Sekolah Rakyat.

    Sekolah Rakyat adalah salah satu program gagasan Presiden Prabowo Subianto dengan penanggung jawab adalah Kementerian Sosial. Tujuan utamanya menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu dengan harapan mereka dapat meningkatkan kualitas hidup dan berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat guna memutus mata rantai kemiskinan.

    Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan dalam tahap awal, program ini akan dimulai dengan jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA), tetapi Prabowo menargetkan agar cakupan pendidikan diperluas hingga mencakup jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

    Gus Ipul juga mengatakan bahwa pemerintah memutuskan untuk prioritaskan guru ASN dan PPPK yang akan ditugas mengajar di Sekolah Rakyat. Sedangkan perekrutan dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) hanya sebagai opsi apabila jumlah tenaga pengajar masih dirasa kurang.

    Gus Ipul menambahkan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) sudah berkirim surat kepada Kepala Daerah untuk mendata guru ASN dan PPPK yang memenuhi syarat untuk menjadi tenaga pendidik di Sekolah Rakyat. Nantinya mereka diprioritaskan untuk menjadi kepala sekolah.

    Gus Ipul berharap, guru ASN dan PPPK yang direkrut untuk Sekolah Rakyat diutamakan bagi yang belum ada penempatan. Sehingga tidak perlu ada pindah penugasan. Namun, kebijakan tersebut akan diserahkan otoritasnya kepada setiap pemerintah daerah.

    Terdapat usulan lahan untuk Sekolah Rakyat dari berbagai pemerintah daerah. Usulan lahan untuk sekolah rakyat dari Pemda minimal memiliki luas lima hektare. Saat ini, terdapat 53 lokasi Sekolah Rakyat yang sudah siap beroperasi. Ada yang sudah berupa bangunan, ada pula yang masih berupa lahan.

    Kementerian PU akan menyurvei usulan lahan untuk sekolah rakyat yang diajukan pemerintah daerah. Kemudian, hasil survei tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembangunan gedung baru atau revitalisasi gedung lama.

    Guru dalam program Sekolah Rakyat tidak hanya mengajar materi pelajaran seperti guru di sekolah formal. Mereka juga berperan sebagai fasilitator, motivator, dan bahkan pelindung bagi para peserta didik. Dalam banyak kasus, guru-guru ini juga menjadi penggerak sosial yang berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

    Metode pembelajaran di Sekolah Rakyat sering kali bersifat kontekstual dan fleksibel, menyesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi lokal masyarakat. Guru dituntut untuk kreatif dalam menyampaikan materi dengan sarana dan prasarana yang terbatas. Dedikasi semacam ini tidak bisa dinilai sekadar dari angka-angka statistik, melainkan harus dihargai sebagai bentuk pengabdian nyata terhadap bangsa.

    Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pihaknya mendukung penuh pembangunan infrastruktur sekolah rakyat. Pihaknya memastikan infrastruktur dasar, seperti gedung sekolah, asrama, sanitasi, dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya akan tersedia secara memadai.

    Doddy mengatakan hal tersebut penting agar anak-anak Indonesia, khususnya dari kalangan miskin ekstrem, memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas. Dia menjelaskan dukungan Kementerian PU terhadap sekolah rakyat merupakan implementasi langsung dari visi Presiden Prabowo dalam Asta Cita, yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu pilar utama mencapai Indonesia Emas 2045.

    Menurut Doddy, kesuksesan program sekolah rakyat tidak dapat diraih dengan kerja satu atau dua kementerian saja, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi antarlembaga serta pemerintah daerah.

    Doddy mengajak seluruh pihak, baik kementerian/lembaga terkait maupun pemerintah daerah untuk sama-sama berkomitmen memastikan program ini berjalan sesuai target Presiden. Infrastruktur yang baik akan memberikan landasan kuat bagi generasi muda dalam menggapai masa depan yang lebih baik.

    Keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung Sekolah Rakyat dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Saat guru merasa dihargai dan diperhatikan, semangat mereka untuk mengajar akan semakin kuat, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi anak-anak yang mereka didik.

    Guru adalah pilar utama pendidikan, dan guru pendukung Sekolah Rakyat adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang rela mengabdi di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Sudah saatnya pemerintah dan seluruh elemen bangsa berkomitmen lebih kuat dalam memastikan kesejahteraan mereka. Dengan memberikan dukungan nyata baik dalam bentuk insentif, fasilitas, maupun pengakuan formal, kita turut membangun masa depan yang lebih adil dan cerdas bagi seluruh anak bangsa.

    Mari kita dukung komitmen pemerintah untuk memastikan para guru pendukung Sekolah Rakyat mendapatkan hak dan kesejahteraan yang layak. Karena pendidikan yang berkualitas dan merata hanya bisa terwujud jika para pendidik kita diberi tempat yang semestinya di hati kebijakan dan di garis depan pembangunan.

    )* Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

  • Pemerintah Buka Desk untuk Sumber Informasi Sekolah Rakyat

    Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Sosial secara resmi membuka Desk Sekolah Rakyat sebagai pusat informasi terpadu guna mendukung kelancaran program Sekolah Rakyat. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

    Desk Sekolah Rakyat dibuka mulai 16 hingga 23 April 2025 bertempat di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Selama lima hari, desk ini akan menjadi tempat koordinasi dan konsultasi terbuka bagi pemerintah daerah yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan dan pengelolaan Sekolah Rakyat.

    Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan desk ini diisi oleh perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian BUMN.

    “Desk ini akan melayani semua pertanyaan dari daerah terkait perizinan, penyediaan lahan, rekrutmen guru dan siswa, serta dukungan sarana prasarana,” ujar Gus Ipul.

    Ditambahkannya bahwa Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai sarana pembentukan karakter, peningkatan kapasitas, dan mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat.

    “Mereka akan tinggal dan belajar secara intensif di sekolah berasrama, dan semuanya akan didanai oleh negara. Mari kita sukseskan program ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tambah Gus Ipul.

    Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebutkan bahwa sebanyak 53 Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026 menggunakan bangunan eksisting milik Kemensos maupun pemerintah daerah.
    “Sebanyak 147 Sekolah Rakyat akan dibangun baru dengan prioritas di wilayah dengan kantong kemiskinan ekstrem,” tuturnya.

    Di Kabupaten Lombok Tengah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Wirman Hamzani, mengapresiasi langkah cepat pemerintah. Saat ini sedang dilakukan proses ground check terhadap 136.920 kepala keluarga terdaftar dalam desil 1 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    “Pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan sekolah. Ini bukti nyata kehadiran negara dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas untuk semua anak bangsa, tanpa terkecuali,” ujarnya.

    Hingga saat ini, tercatat sudah ada 211 titik lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Sistem seleksi peserta didik dilakukan melalui integrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjamin transparansi dan akurasi dalam menentukan sasaran penerima.

    Diharapkan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan generasi unggul yang mampu keluar dari siklus kemiskinan dan bersaing secara global.

  • Sekolah Rakyat Langkah Nyata Pemerintah untuk Pemerataan Pendidikan

    Oleh: Salsha Putri )*

    Pemerintah terus memperlihatkan keseriusannya dalam mengatasi ketimpangan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat miskin yang memiliki potensi tinggi. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu bukti nyata dari langkah pemerintah yang berorientasi pada keadilan sosial. Melalui desain yang inklusif dan terstruktur, program ini diharapkan mampu memberikan jawaban konkret atas permasalahan pendidikan yang selama ini masih dihadapi sebagian besar kelompok rentan.

    Inisiatif ini digerakkan secara progresif oleh Kementerian Sosial. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa persiapan sekolah ini tengah berlangsung cepat dan menyeluruh. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, sekolah ini ditargetkan mulai beroperasi. Persiapan tersebut melibatkan banyak aspek penting, mulai dari penyusunan dasar regulasi hingga perekrutan tenaga pengajar dan pendaftaran siswa. Dengan pendekatan menyeluruh, pemerintah menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar gagasan, melainkan kebijakan yang dijalankan secara terukur dan sistematis.

    Konsep yang diterapkan dalam pembangunan Sekolah Rakyat juga mencerminkan efektivitas kebijakan. Pemerintah mengintegrasikan tiga pendekatan strategis, yakni pemanfaatan aset gedung milik negara, revitalisasi aset eksisting, dan pembangunan gedung baru di atas lahan dengan standar minimal. Pendekatan ini tidak hanya memaksimalkan aset negara yang sudah ada, tetapi juga mempercepat pelaksanaan di berbagai daerah. Dengan target awal pembangunan 200 sekolah, pemerintah membagi pembiayaan antara APBN dan kontribusi dari mitra strategis. Hal ini menunjukkan fleksibilitas pemerintah dalam menggalang partisipasi lintas sektor untuk mempercepat tujuan pendidikan nasional.

    Hingga saat ini, sudah terdapat 67 lokasi yang siap digunakan untuk program ini, meningkat dari data sebelumnya yang menunjukkan 53 lokasi. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan aset milik Kementerian Sosial yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk sentra dan balai. Tiga provinsi utama yang menjadi prioritas pelaksanaan tahap awal adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Ketiganya dipilih berdasarkan pertimbangan kebutuhan dan urgensi akses pendidikan yang merata.

    Komitmen terhadap keberlanjutan program ini juga ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Menteri Sosial yang turut terlibat dalam proses sosialisasi dan koordinasi di daerah. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dilakukan secara aktif demi mempercepat pelaksanaan program. Di lapangan, banyak kepala daerah yang tidak hanya menyambut baik program ini, tetapi juga secara konkret mengusulkan lokasi dan aset yang bisa segera dimanfaatkan. Dukungan mereka memperkuat sinyal positif terhadap implementasi Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi nasional dalam mewujudkan keadilan pendidikan.

    Berbeda dengan model sekolah konvensional, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang fokus pada siswa miskin berprestasi. Konsep ini menghadirkan pembinaan 24 jam dalam lingkungan yang terkontrol, sehingga siswa tidak hanya dibentuk dari sisi akademik, tetapi juga dari karakter, kepemimpinan, dan nasionalisme. Kurikulum yang diterapkan menggabungkan standar nasional dan internasional, menjadikan lulusan sekolah ini diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga global.

    Dukungan negara terhadap siswa di Sekolah Rakyat juga diberikan secara penuh. Semua kebutuhan siswa, mulai dari biaya pendidikan, seragam, alat tulis, hingga kebutuhan harian ditanggung oleh pemerintah. Pendekatan ini diambil untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi hambatan bagi siswa miskin untuk meraih pendidikan berkualitas. Hal ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar warga negara.

    Pemerintah daerah juga menunjukkan dukungan penuh terhadap program ini. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, misalnya, menilai Sekolah Rakyat sebagai upaya strategis dalam memutus rantai kemiskinan. Ia menyatakan kesiapan provinsinya dalam menyediakan lahan dan membangun sinergi dengan pemerintah pusat. Respons seperti ini menjadi indikator bahwa Sekolah Rakyat diterima dengan baik sebagai solusi konkret oleh pemerintah daerah.

    Dari sisi kebijakan fiskal, pemerintah pusat juga memberi perhatian serius terhadap program ini. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat telah masuk dalam alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2025. Artinya, pemerintah tidak hanya menyusun kebijakan di atas kertas, tetapi juga telah mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan nyata. Rencana ini turut mencakup pengadaan tenaga pendidik dan penyediaan sarana prasarana, dengan tetap berkoordinasi secara intensif bersama pemerintah daerah.

    Dengan dukungan anggaran yang kuat dan strategi implementasi yang matang, Sekolah Rakyat menjadi simbol keberpihakan pemerintah kepada masyarakat miskin yang memiliki semangat belajar tinggi. Tidak hanya membuka akses pendidikan yang lebih luas, tetapi juga memberikan jaminan kualitas dan keberlanjutan. Melalui program ini, pemerintah membangun fondasi penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya terdidik, tetapi juga berdaya saing tinggi.

    Upaya ini menunjukkan bahwa negara hadir secara konkret untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal hanya karena kemiskinan. Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan langkah strategis menuju pemerataan kesempatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembangunan sosial yang lebih merata. Dengan pelaksanaan yang konsisten dan kolaboratif, Sekolah Rakyat akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan pendidikan Indonesia.

    )* Pemerhati Kebijakan Publik

  • Danantara Menjadi Daya Tarik Investor Asing

    Jakarta – Qatar semakin memperkuat komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi senilai sekitar Rp 33 Triliun. Kerja sama ini diwujudkan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

    Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan kesiapan penuh lembaganya dalam menjalankan mandat pengelolaan dana secara profesional.

    “Kami menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah Qatar melalui pembentukan dana bersama ini. Danantara Indonesia siap menjalankan mandat tersebut dengan menerapkan tata kelola investasi yang prudent, transparan, dan berorientasi pada hasil. Fokus kami adalah memastikan bahwa setiap proyek yang didanai memberikan dampak strategis dan berkelanjutan bagi perekonomian nasional,” ujar Rosan.

    Rosan menambahkan, kolaborasi ini mencerminkan kepercayaan dunia internasional terhadap kapasitas kelembagaan Indonesia dalam mengelola investasi berskala besar.

    “Kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam membangun kepercayaan dengan mitra global strategis seperti Qatar. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga memiliki kapasitas kelembagaan yang mumpuni untuk mengelola investasi secara professional dan akuntabel,” tambahnya.

    Ia berharap, inisiatif co-partnership ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga berdampak nyata terhadap percepatan pembangunan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

    Sementara itu, Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id, Hendra Wardana mengatakan komitmen investasi Qatar sebesar US$2 miliar atau sekitar Rp33 Triliun ke Danantara dapat mengokohkan stabilitas keuangan nasional.

    Dengan kapasitas dana yang besar dan dukungan politik yang kuat, Danantara diyakini bisa meredam volatilitas, menjaga kepercayaan investor, serta menopang pertumbuhan ekonomi lewat strategi investasi jangka panjang yang terukur.

    “Pendanaan dari Qatar ini menjadi babak baru dalam upaya memperkuat fondasi keuangan nasional,” ujar Hendra

    Tidak kalah penting, lanjut Hendra, Danantara juga bisa menjadi penyeimbang dominasi investor asing yang selama ini sangat menentukan arah pergerakan pasar, terutama pada saham-saham unggulan.

    “Walau belum dapat sepenuhnya menggantikan peran asing, Danantara mampu berperan sebagai penyangga pasar di saat aksi jual asing membanjir, sehingga pasar tak mudah terguncang,” jelasnya.

    Dengan adanya investasi ini, Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisi globalnya dan meningkatkan daya saing ekonomi. Langkah ini juga menjadi simbol kolaborasi yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Qatar, menciptakan peluang besar bagi kedua negara di masa depan.

  • Danantara Buka Peluang Kerja Sama dengan Negara Lain

    Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) resmi mengumumkan langkah strategisnya untuk membuka peluang kerja sama internasional dengan berbagai negara mitra di sektor investasi strategis. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi global yang inklusif dan berkelanjutan.

    Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Qatar Investment Authority (QIA) akan mengelola dana senilai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang ditujukan untuk pembangunan di Indonesia.

    Dana itu akumulasi dari Indonesia dan Qatar yang masing- masing berkontribusi senilai 2 miliar dolar AS, yang akan difokuskan ke peluang investasi di berbagai sektor, diantaranya hilirisasi, kesehatan, energi terbarukan, teknologi, serta sektor-sektor lain yang dipandang relevan oleh pengelola dana.

    Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) buka suara soal rencana investasi US$2 miliar atau Rp 33,6 triliun dari Qatar.

    Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir mengatakan selain menaruh dana investasi di saham atau obligasi, Danantara juga akan mengelola dana untuk proyek-proyek pemerintah, salah satunya proyek yang didanai Qatar.

    “Pak Prabowo kan sudah bicara juga dengan Qatar untuk memasukkan dana, melakukan investment fund bareng sama Qatar US$4 miliar. US$2 miliar dari Qatar, juga US$2 miliar dari kita, itu nanti proyek-proyek untuk masuk ke Indonesia, jadi itu bagus,” ungkap Pandu.

    Pandu mengatakan investasi tersebut bisa mendanai beberapa sektor strategis Indonesia, di antaranya ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, infrastruktur digital, kesehatan, hingga hospitality.

    Setelah kabar investasi dari Qatar ini, Pandu pun tak menutup kemungkinan adanya penjajakan dengan negara lain untuk berinvestasi bersama Danantara
    “Nanti tunggu dong, pasarnya udah bagus positif,” kata Pandu.

    Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Doha, Qatar, pada 13 April 2025. Kunjungan tersebut ditandai dengan pertemuan antara Prabowo dan Emir Negara Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani yang berlangsung di Istana Amiri Diwan.

    “Saya kira pertemuan sangat baik, produktif. Kita sepakat untuk tingkatkan kerja sama,” ujar Prabowo.

    Salah satu hasil konkret dari pertemuan itu adalah komitmen Qatar menanamkan investasi senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 33,6 triliun melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).

    “Beliau (Emir Qatar) akan invest dengan Danantara. Satu dana bersama. Beliau komit US$ 2 miliar dolar ya tadi,” kata Prabowo.

  • Danantara, Bukti Nyata Inovasi Pemerintah yang Mendapat Kepercayaan Dunia

    Oleh : Ricky Rinaldi

    Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun bangsa lewat inovasi nyata dan visioner. Kali ini, melalui pendirian Badan Pengelola Dana Abadi Nusantara atau Danantara, pemerintah membuktikan keseriusannya dalam menciptakan fondasi keuangan pembangunan jangka panjang yang tidak hanya kokoh secara nasional, tapi juga mulai diakui secara internasional. Kehadiran Danantara bukan sekadar simbol, melainkan langkah konkret menuju kemandirian ekonomi yang berlandaskan gotong royong dan transparansi.

    Danantara lahir dari kesadaran bahwa membangun Indonesia ke depan tidak bisa hanya mengandalkan anggaran negara. Dibutuhkan mekanisme alternatif yang mampu menyatukan kekuatan masyarakat, swasta, diaspora, hingga sektor filantropi dalam satu wadah yang aman dan terpercaya. Pemerintah, melalui Danantara, membuka jalan bagi rakyat untuk ikut ambil bagian dalam mendanai pembangunan nasional secara langsung. Sebuah bentuk gotong royong zaman baru yang relevan dengan tantangan masa kini.

    Direktur Utama Danantara, Donny Yoesgiantoro, menjelaskan bahwa lembaga ini dibangun dengan semangat nasionalisme dan profesionalisme. Dana yang dihimpun dikelola secara terbuka dan akuntabel, sehingga setiap kontribusi masyarakat bisa dipertanggungjawabkan. Ini bukan lembaga pencari untung, tapi wadah pengabdian yang memastikan pembangunan strategis tetap berjalan meski kondisi global tidak menentu. Pemerintah ingin membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri—bukan sekadar slogan, tapi lewat kerja nyata.

    Dukungan terhadap Danantara tidak hanya datang dari dalam negeri. Dunia pun mulai melirik. Dalam forum diskusi strategis yang melibatkan perwakilan negara-negara sahabat seperti India, Rusia, Tiongkok, Arab Saudi, dan sejumlah negara Afrika, Danantara mendapat sambutan positif. Mereka tidak hanya hadir sebagai tamu, tapi menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap struktur dan visi besar Danantara. Ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia berhasil membangun lembaga yang kredibel dan dipercaya komunitas global.

    Abdul Kadir Jailani, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, menyampaikan bahwa banyak negara mitra melihat potensi besar kerja sama dengan Indonesia melalui Danantara. Ini adalah sinyal kuat bahwa pendekatan pembangunan Indonesia yang inklusif, transparan, dan terbuka terhadap kolaborasi mendapat tempat di mata dunia. Pemerintah tidak hanya memperbaiki sistem dalam negeri, tetapi juga secara aktif membangun kepercayaan internasional lewat langkah-langkah konkret.

    Sinyal dukungan penuh juga datang dari tokoh penting, Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia. Ia menyebut Danantara sebagai tonggak penting pembangunan nasional. Bagi Luhut, Danantara adalah bentuk nyata kemandirian finansial Indonesia. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada APBN. Dengan adanya Dana Abadi yang dikelola secara bertanggung jawab, Indonesia bisa fokus pada sektor-sektor penting seperti energi, pangan, air, dan lingkungan tanpa bergantung penuh pada anggaran tahunan.

    Luhut juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Kontribusi masyarakat, sekecil apa pun, akan menjadi bahan bakar pembangunan. Inilah wujud gotong royong dalam versi modern—masyarakat ikut membiayai pembangunan yang hasilnya juga untuk mereka sendiri. Ini adalah pendekatan pembangunan partisipatif yang menunjukkan betapa pemerintah mempercayai rakyat sebagai mitra strategis, bukan sekadar penerima kebijakan.

    Kehadiran Danantara tak pelak mengingatkan pada sovereign wealth fund yang dimiliki oleh negara-negara maju seperti Norwegia dan Singapura. Namun, model Indonesia memiliki kekhasan: partisipasi publik sebagai fondasi utama. Pemerintah merancang Danantara agar inklusif, terbuka, dan bisa diakses oleh siapa pun yang ingin turut serta membangun bangsa. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berpikir besar, tapi juga berpikir ke depan dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan.

    Memang, membangun lembaga seperti Danantara bukan tanpa tantangan. Pemerintah menyadari sepenuhnya bahwa kepercayaan adalah modal utama. Maka dari itu, pengelolaan Danantara dirancang seakuntabel mungkin, dengan sistem audit ketat dan pelaporan yang transparan. Setiap langkah disusun untuk menjaga integritas lembaga dan memastikan bahwa dana yang terkumpul benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. Di sinilah pemerintah membuktikan kesungguhannya—bukan hanya membentuk lembaga, tapi membangun sistem kepercayaan yang berkelanjutan.

    Apresiasi dunia terhadap Danantara adalah cerminan bahwa langkah pemerintah selama ini berada di jalur yang benar. Ketika negara-negara lain mulai membuka pintu untuk bekerja sama, itu berarti pemerintah Indonesia berhasil membangun reputasi sebagai mitra yang kredibel dan visioner. Dunia melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tapi sebagai pemimpin baru dalam inovasi pembangunan yang berkelanjutan.

    Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh aktivitas Danantara berjalan selaras dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam agenda besar negara. Hal ini mencakup pembangunan sumber daya manusia unggul, ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, hingga transisi menuju ekonomi hijau. Danantara menjadi penggerak baru yang strategis karena mampu menyalurkan pembiayaan jangka panjang ke sektor-sektor yang memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

    Danantara adalah bukti bahwa pemerintah tidak hanya reaktif menghadapi tantangan ekonomi global, tapi juga proaktif membangun sistem alternatif yang solutif. Inilah bentuk nyata kepemimpinan yang berpikir jauh ke depan. Di tangan pemerintah, Danantara menjadi alat strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi dan menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia siap berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya.



    *)Pengamat Isu Strategis