Kategori: Uncategorized

  • 100 Juta CKG: Kesehatan Berkualitas Nggak Boleh Telat

    Oleh : Gavin Asadit )*

    Angka 100 juta masyarakat yang terjangkau Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Mei 2026 bukan sekadar statistik di atas kertas. Capaian ini menandai momentum penting dalam peta jalan penguatan layanan kesehatan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan menjadikan deteksi dini sebagai garda terdepan, pemerintah secara sadar sedang meruntuhkan tembok ketimpangan akses medis. Inisiatif ini menegaskan bahwa masa depan kesejahteraan bangsa tidak lagi bergantung pada ketersediaan kasur rumah sakit, melainkan pada ketepatan pemeriksaan rutin di tengah masyarakat.

    Program CKG dijalankan melalui ribuan puskesmas, rumah sakit pemerintah, sekolah, hingga layanan kesehatan keliling yang menjangkau wilayah terpencil. Pemeriksaan yang diberikan mencakup tekanan darah, gula darah, kolesterol, kesehatan jantung, pemeriksaan ibu dan anak, serta deteksi penyakit tidak menular lainnya. Kehadiran program ini dinilai membantu masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang sebelumnya sulit dijangkau karena faktor biaya maupun keterbatasan fasilitas. Pemerintah melihat tingginya partisipasi masyarakat sebagai bukti bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan preventif semakin besar di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

    Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari menjelaskan bahwa capaian 100 juta peserta menunjukkan program CKG mendapat respons positif dari masyarakat. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis telah membantu jutaan warga mengetahui kondisi kesehatannya lebih cepat sehingga penanganan medis dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih serius. Pemerintah menilai langkah tersebut penting karena selama ini masih banyak masyarakat yang baru memeriksakan diri ketika kondisi kesehatan sudah memburuk dan membutuhkan biaya pengobatan lebih besar.

    Pemerintah juga terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar pemeriksaan kesehatan rutin menjadi bagian dari gaya hidup. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menilai budaya cek kesehatan harus dibangun sejak dini karena deteksi cepat menjadi kunci utama menekan risiko penyakit kronis. Pemerintah ingin masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan jauh lebih efektif dibandingkan mengobati penyakit ketika sudah parah. Karena itu, pelaksanaan program CKG tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga dibarengi edukasi mengenai pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, dan pentingnya aktivitas fisik.

    Di tahun 2026 ini pemerintah memperkuat pelaksanaan CKG dengan memperluas layanan hingga tahap pengobatan. Masyarakat yang ditemukan memiliki gangguan kesehatan langsung diarahkan memperoleh penanganan medis melalui fasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan mudah diakses masyarakat. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat tanpa terkendala biaya.

    Selain menyasar masyarakat umum, program CKG kini semakin diperluas ke lingkungan sekolah dan pesantren. Pemerintah menilai kesehatan generasi muda menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Pemeriksaan kesehatan bagi pelajar dilakukan untuk mendeteksi berbagai persoalan kesehatan sejak usia dini, termasuk anemia, gangguan gizi, hingga tekanan darah tinggi yang mulai ditemukan pada usia remaja. Dari sejumlah hasil pemeriksaan di daerah, pemerintah juga menemukan tantangan baru terkait pola makan tidak sehat dan rendahnya aktivitas fisik pada anak-anak sekolah. Karena itu, edukasi kesehatan menjadi bagian penting yang terus diperkuat dalam pelaksanaan program ini.

    Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama pemerintahannya. Dalam strategi besar pembangunan nasional, kesehatan dipandang sebagai fondasi utama untuk menciptakan masyarakat yang produktif dan berdaya saing. Pemerintah meyakini masyarakat yang sehat akan memiliki kemampuan lebih baik dalam pendidikan, dunia kerja, maupun pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, investasi di sektor kesehatan diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat masa depan bangsa.

    Program CKG juga berjalan seiring dengan berbagai program strategis pemerintah lainnya, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika MBG fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, maka CKG memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau secara berkala. Kombinasi kedua program tersebut dinilai menjadi pendekatan yang saling melengkapi dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan produktif. Pemerintah ingin memastikan pembangunan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi, edukasi kesehatan, pemeriksaan rutin, hingga akses pengobatan yang mudah dijangkau seluruh masyarakat.

    Ke depan, pemerintah menargetkan cakupan program CKG terus diperluas hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita hingga lansia. Penguatan fasilitas kesehatan daerah, digitalisasi layanan kesehatan, serta peningkatan kapasitas tenaga medis terus dilakukan untuk mendukung keberlanjutan program tersebut. Pemerintah berharap langkah besar ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menekan angka penyakit tidak menular yang selama ini menjadi tantangan utama sektor kesehatan nasional.

    Capaian 100 juta peserta menjadi bukti bahwa transformasi layanan kesehatan Indonesia sedang berjalan nyata dan mendapat dukungan luas dari masyarakat. Pemerintah pun ingin memastikan tidak ada masyarakat yang terlambat mengetahui kondisi kesehatannya karena kesehatan berkualitas memang tidak boleh telat.

    )* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

  • Sekolah Rakyat dan Transformasi Kesehatan serta Prestasi Siswa

    Oleh : Abdul Razak)*

    Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak-anak dari keluarga rentan. Tidak hanya menghadirkan kesempatan belajar, program tersebut juga membawa perubahan pada kesehatan, karakter, literasi digital, hingga prestasi siswa di berbagai daerah.

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan perkembangan Sekolah Rakyat dalam Konferensi Pers Pemerintah di Auditorium Bakom RI. Kegiatan itu menjadi bagian dari penyampaian capaian program lintas sektor pemerintah, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah, penanganan tuberkulosis, serta penguatan akses pendidikan bagi kelompok rentan.

    Dalam paparannya, Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini sulit memperoleh akses pendidikan layak akibat keterbatasan ekonomi maupun kondisi sosial yang rentan.

    Menurutnya, negara tidak boleh menyerah terhadap keadaan yang membuat sebagian anak kehilangan kesempatan belajar. Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga miskin.

    Program ini dilaksanakan mengacu pada amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Berdasarkan data pemerintah, mayoritas siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga pada desil 1 dan desil 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekitar 60 persen orang tua bekerja sebagai buruh atau tenaga harian lepas, sedangkan 67 persen memiliki penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Sebagian besar keluarga juga memiliki tanggungan lebih dari empat orang.

    Kondisi tersebut membuat banyak anak hidup dalam situasi serba terbatas. Bahkan terdapat siswa yang sebelumnya belum pernah bersekolah maupun mengalami putus sekolah akibat tekanan ekonomi keluarga. Karena itu, proses penerimaan siswa dilakukan secara aktif melalui penjangkauan berbasis data, verifikasi lapangan, hingga dialog langsung dengan orang tua sebelum ditetapkan oleh pemerintah daerah.

    Untuk tahun ajaran 2026, pemerintah menargetkan penerimaan 32.640 siswa baru. Saat ini Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota dengan jumlah siswa mencapai lebih dari 14.936 orang.

    Perubahan signifikan mulai terlihat setelah program berjalan lebih dari sembilan bulan. Gus Ipul menyebut perkembangan siswa tidak hanya tampak dari sisi akademik, tetapi juga kesehatan fisik dan mental.

    Banyak siswa yang sebelumnya mengalami kurang gizi, anemia, serta kebugaran rendah kini menunjukkan kondisi yang jauh lebih baik. Berat badan dan tinggi badan meningkat, tubuh menjadi lebih sehat, serta kemampuan berkonsentrasi saat belajar ikut mengalami peningkatan. Menurut Gus Ipul, kesehatan menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan karena anak yang sehat memiliki peluang belajar lebih optimal.

    Selain kesehatan fisik, perubahan perilaku siswa juga terlihat cukup menonjol. Anak-anak menjadi lebih disiplin, lebih percaya diri, dan lebih mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan testimoni orang tua, siswa kini lebih rajin beribadah, terbiasa bangun pagi, mulai membantu keluarga, serta tidak lagi terlalu bergantung pada gawai.

    Gus Ipul menilai Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah kehidupan seorang anak, tetapi juga memulihkan harapan dalam sebuah keluarga. Program tersebut dinilai mampu membangun optimisme baru bagi masyarakat miskin untuk keluar dari lingkaran kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.

    Dari sisi akademik, hasil program mulai terlihat nyata. Pada tahun 2026, Sekolah Rakyat akan meluluskan 453 siswa pertama dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Para lulusan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil sesuai minat dan potensi masing-masing.

    Prestasi siswa pun mulai bermunculan di berbagai tingkatan. Salah satu siswa berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Senkaido Open International Karate Championship Series 7 Tahun 2025. Selain itu, sebanyak 162 siswa mencatat prestasi tingkat nasional, 87 siswa tingkat provinsi, dan 75 siswa tingkat kabupaten/kota. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak dari keluarga rentan mampu bersaing apabila mendapatkan akses pendidikan dan pendampingan yang tepat.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Mohammad Qodari menekankan pentingnya intervensi kesehatan sejak dini melalui sekolah. Menurutnya, sekolah menjadi ruang strategis bagi negara untuk memastikan seluruh anak memperoleh layanan dasar yang sama sehingga masalah kesehatan dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat.

    Penguatan kualitas siswa juga dilakukan melalui literasi digital. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menggelar program Cerdas Digital (Cerdig) melalui pelatihan Coding for Kids bagi siswa Sekolah Rakyat secara daring.

    Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengatakan perkembangan teknologi digital harus diimbangi peningkatan literasi digital bagi pelajar. Melalui program tersebut, siswa diajak memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

    Sementara itu, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Jawa Timur, Mochamad Ismanu Roziqi, menjelaskan pembelajaran coding menggunakan Scratch dapat melatih kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembuatan cerita interaktif, animasi, maupun gim sederhana.

    Di sisi lain, pemerintah terus mempercepat pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh dan Sumatra Barat guna memastikan proyek berjalan sesuai target.

    Melalui penguatan pendidikan, kesehatan, literasi digital, dan pembangunan infrastruktur, Sekolah Rakyat kini menjadi simbol hadirnya negara bagi masyarakat rentan. Program tersebut diharapkan mampu mencetak generasi sehat, berprestasi, serta memiliki kesempatan lebih besar untuk keluar dari kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.

    )* Analis Kebijakan Publik

  • Sekolah Rakyat Dorong Siswa Lebih Sehat, Disiplin, dan Berprestasi

    Jakarta – Program Sekolah Rakyat terus menunjukkan dampak positif dalam membentuk generasi muda yang lebih sehat, disiplin, dan berprestasi.

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan para siswa setelah sembilan bulan program itu berjalan. Perbaikan tidak hanya terlihat pada kemampuan akademik siswa, tapi juga kesehatan dan karakter mereka.

    Gus Ipul menjelaskan, dari segi kesehatan, banyak murid Sekolah Rakyat yang sebelumnya mengalami kurang gizi, anemia, dan kebugaran rendah kini menunjukkan perbaikan.

    Berat dan tinggi badan para siswa tersebut meningkat dan kondisi fisik mereka lebih bugar. Kemampuan konsentrasi belajar mereka pun turut membaik.

    “Ini terlihat sederhana, tetapi sangat mendasar. Anak yang sehat memiliki kesempatan belajar yang jauh lebih baik,” ujar Gus Ipul.

    Orang tua murid juga melaporkan perubahan kebiasaan anak, seperti lebih rajin beribadah, terbiasa bangun pagi, mengurangi penggunaan gawai, hingga mulai membantu keluarga.

    “Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah satu anak, tetapi memulihkan harapan dalam satu keluarga,” tegas Gus Ipul.

    Lanjut Gus Ipul, Sekolah Rakyat dirancang sebagai intervensi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Oleh karena itu, program ini dibuka khusus untuk anak-anak dari keluarga rentan yang belum memperoleh akses pendidikan layak.

    “Sekolah Rakyat kita rancang sebagai upaya untuk memotong rantai kemiskinan. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan, dan negara harus hadir bagi mereka yang selama ini tidak terlihat,” ujarnya.

    Untuk tahun ajaran baru 2026/2027, pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat menerima 32.640 siswa baru. Saat ini, Sekolah Rakyat telah berdiri di 166 titik rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, dengan jumlah siswa lebih dari 14.936 orang.

    “Kami memastikan seluruh proses penyelenggaraan Sekolah Rakyat, termasuk pengelolaan program dan dukungan fasilitas, dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Gus Ipul.

    Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Mohammad Qodari menekankan pentingnya intervensi kesehatan sejak dini melalui sekolah.

    “Melalui sekolah, negara hadir memastikan seluruh anak tanpa terkecuali mendapat layanan dasar yang sama, sehingga potensi masalah kesehatan dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat,” ujarnya.

    Selain meningkatkan capaian akademik, program ini juga diharapkan mampu membentuk generasi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

  • Sekolah Rakyat Perkuat Kesehatan dan Prestasi Siswa dari Keluarga Rentan

    Jakarta – Pemerintah terus memperkuat program Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan peningkatan kualitas kesehatan anak dari keluarga rentan. Program ini tidak hanya menyiapkan akses pendidikan bagi masyarakat miskin, tetapi juga memastikan siswa memperoleh layanan kesehatan yang memadai agar mampu belajar secara optimal.

    “Tahun ini, tahun pertama ini, kita akan meluluskan 453 siswa Sekolah Rakyat,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

    Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, ratusan siswa tersebut terdiri atas 329 siswa sekolah dasar, 113 siswa SMP, dan 11 siswa SMA. Seluruh siswa telah menjalani asesmen sebelum mengikuti ujian akhir sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran dan kesiapan melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

    “Ini sesuai arahan Presiden agar lulusan Sekolah Rakyat punya masa depan lebih jelas. Lulusan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau menjadi pekerja terampil,” jelas Gus Ipul.

    Di sisi lain, pemerintah menilai kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan siswa. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diperkuat untuk mendukung tumbuh kembang anak sekolah sekaligus meningkatkan kemampuan belajar mereka di ruang kelas.

    “Kami melihat banyak persoalan kesehatan anak usia sekolah yang selama ini luput terdeteksi, mulai dari anemia, kebugaran fisik, hingga gangguan penglihatan. Hasil CKG tahun 2025 menunjukkan 60,69 persen anak mengalami kurang kebugaran fisik,” ungkapnya.

    Qodari menjelaskan, persoalan kesehatan tersebut berdampak langsung terhadap konsentrasi belajar dan prestasi siswa. Pemerintah juga menemukan sekitar 27 persen anak usia sekolah mengalami anemia yang berpotensi menghambat tumbuh kembang serta kemampuan akademik mereka.

    “Hingga 3 Mei 2026, pemerintah telah melakukan screening kesehatan terhadap 4,8 juta anak di 48 ribu sekolah seluruh Indonesia. Dari pemeriksaan itu ditemukan 41 persen anak mengalami gigi berlubang,” jelas Qodari.

    Selain masalah kesehatan gigi, pemerintah juga menemukan 22,1 persen anak mengalami peningkatan tekanan darah dan 8,6 persen mengalami penumpukan kotoran di telinga. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena dapat memengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses belajar siswa di sekolah.

    “Melalui sekolah, negara hadir menjemput bola agar seluruh anak mendapat layanan kesehatan dasar yang sama,” tutur Qodari.

    Pemerintah berharap integrasi antara pendidikan dan layanan kesehatan melalui Sekolah Rakyat serta program CKG dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Dengan dukungan kesehatan yang lebih baik, siswa dari keluarga rentan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berprestasi dan keluar dari lingkaran kemiskinan.

  • Intervensi Pendidikan dan Kesehatan dalam Program Sekolah Rakyat

    Oleh : Andhika R.

    Sebagai fondasi utama pembangunan bangsa, sektor pendidikan dan kesehatan terus diperkokoh. Fokus utama pemerintah saat ini diarahkan pada pemerataan akses bagi kelompok rentan, demi menghapus sekat-sekat kendala yang selama ini menjadi penghambat dalam memperoleh hak dasar yang setara dan memadai.

    Salah satu langkah strategis yang saat ini menjadi sorotan adalah hadirnya program Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berasrama gratis yang dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik sekaligus mendapatkan intervensi kesehatan secara menyeluruh.

    Program Sekolah Rakyat hadir bukan sekadar sebagai sekolah alternatif, tetapi sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pemerintah memandang bahwa kemiskinan tidak cukup diatasi hanya melalui bantuan ekonomi jangka pendek, melainkan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan dan kesehatan yang berjalan secara terpadu. Pendekatan inilah yang menjadikan Sekolah Rakyat memiliki karakter berbeda dibandingkan sekolah pada umumnya.

    Salah satu kekuatan utama program Sekolah Rakyat terletak pada intervensi pendidikannya yang inklusif dan adaptif. Banyak peserta didik yang berasal dari keluarga rentan sebelumnya mengalami putus sekolah, bahkan ada yang belum pernah mengenyam pendidikan formal. Oleh sebab itu, sistem pembelajaran dirancang fleksibel agar dapat menyesuaikan kemampuan dan kesiapan siswa.

    Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga proses memulihkan rasa percaya diri dan harapan hidup anak-anak yang selama ini berada dalam kondisi sulit. Di lingkungan Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya belajar mata pelajaran formal, tetapi juga dibimbing dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan penguatan nilai-nilai sosial.

    Intervensi pendidikan dalam program ini juga diperkuat dengan dukungan fasilitas yang memadai. Pemerintah terus melakukan pembangunan dan revitalisasi gedung untuk mendukung sistem pendidikan berasrama yang aman dan nyaman. Selain itu, tenaga pendidik yang direkrut tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga dibekali kemampuan konseling dan pendampingan psikologis. Dengan demikian, proses pembelajaran berlangsung lebih humanis dan menyentuh kebutuhan emosional siswa.

    Di sisi lain, intervensi kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan Sekolah Rakyat. Pemerintah menyadari bahwa anak yang sehat akan memiliki kemampuan belajar yang lebih optimal. Banyak siswa yang masuk ke Sekolah Rakyat sebelumnya mengalami masalah kesehatan seperti kurang gizi, anemia, dan rendahnya kebugaran tubuh akibat kondisi ekonomi keluarga. Setelah mengikuti program selama beberapa bulan, terjadi peningkatan kondisi fisik yang cukup signifikan. Berat badan dan tinggi badan siswa meningkat, tubuh menjadi lebih bugar, serta kemampuan konsentrasi belajar juga mengalami perkembangan positif.

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan setelah lebih dari sembilan bulan berjalan, perkembangan anak-anak Sekolah Rakyat menunjukkan perubahan yang signifikan, tidak hanya secara akademik tetapi juga dari sisi kesehatan dan mental. Dari aspek kesehatan, banyak siswa yang sebelumnya mengalami kurang gizi, anemia, maupun kebugaran rendah, kini menunjukkan perbaikan. Berat dan tinggi badan meningkat, kondisi fisik lebih bugar, serta daya konsentrasi belajar ikut membaik.

    Intervensi kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan berkala, pemantauan gizi, pola hidup sehat, serta pemberian makanan bergizi bagi siswa. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat pemenuhan gizi nasional dan upaya pencegahan stunting di kalangan anak-anak Indonesia. Kehadiran layanan kesehatan di lingkungan sekolah memungkinkan berbagai masalah kesehatan dapat terdeteksi lebih dini sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan tepat.

    Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menekankan pentingnya intervensi kesehatan sejak dini melalui sekolah. Melalui sekolah, negara hadir memastikan seluruh anak tanpa terkecuali mendapat layanan dasar yang sama, sehingga potensi masalah kesehatan dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat

    Dalam perspektif pembangunan nasional, Sekolah Rakyat memiliki makna strategis karena menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Pendidikan berkualitas yang disertai intervensi kesehatan diyakini mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, mandiri, dan produktif. Program ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun sistem perlindungan sosial yang berkelanjutan.

    Pemerintah menargetkan perluasan Sekolah Rakyat secara bertahap hingga menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia. Dengan semakin luasnya cakupan program, diharapkan semakin banyak anak dari keluarga rentan yang memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka. Sekolah Rakyat menjadi simbol bahwa pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar seluruh warga negara yang harus dijamin tanpa memandang latar belakang ekonomi.

    Intervensi pendidikan dan kesehatan dalam program Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa pembangunan manusia memerlukan pendekatan yang holistik. Anak-anak tidak cukup hanya diberi ruang belajar, tetapi juga harus dipastikan tumbuh dalam kondisi sehat secara fisik dan mental. Melalui program ini, negara tidak hanya membangun sekolah, melainkan juga membangun harapan baru bagi generasi muda Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik dan keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.

    )* Pengamat Kebijakan Publik

  • Presiden Prabowo Pangkas Harga Pupuk Subsidi Ringankan Beban Petani

    Jakarta – Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto mengambil kebijakan strategis dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sebagai upaya mengurangi beban petani sekaligus menjaga ketahanan produksi pangan nasional di tengah tekanan global yang semakin kompleks. Langkah ini dipandang sebagai bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi krisis sejak dini.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden yang telah memperkirakan adanya ketidakpastian global sejak awal. “Sejak awal Presiden Prabowo telah memprediksi bahwa dunia akan memasuki fase yang penuh ketidakpastian,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar respons sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang.

    “Arahan beliau jelas, kami diminta tidak menunggu krisis datang, tetapi lebih dulu menyiapkan langkah antisipatif melalui kebijakan,” tambahnya.

    Kebijakan penurunan harga pupuk subsidi ini diketahui sudah mulai diterapkan sejak 2025, dengan total alokasi mencapai 9,8 juta ton senilai Rp46,87 triliun. Kebijakan tersebut menjadi sangat penting mengingat situasi global tengah mengalami tekanan akibat konflik geopolitik, termasuk ketegangan antara Israel dan Iran yang turut melibatkan Amerika Serikat sejak akhir Februari lalu. Dampaknya, jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz sempat terganggu sehingga memengaruhi distribusi komoditas penting, termasuk pupuk.

    Di sisi lain, keputusan China menghentikan ekspor pupuk nitrogen turut memperburuk kondisi pasar global. Akibatnya, harga urea dunia mengalami lonjakan signifikan hingga 40 persen. Berdasarkan data Trading Economics, harga urea saat ini berada di kisaran 585 dolar AS per ton dan sempat menyentuh 720 dolar AS per ton pada pertengahan April 2026.

    Dalam menghadapi situasi tersebut, pemerintah Indonesia berupaya memastikan ketersediaan pupuk tetap terjaga bagi petani. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menilai kebijakan subsidi pupuk masih menjadi instrumen penting dalam mendukung kemandirian pangan nasional.
    “Langkah pemerintah dalam tetap menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani merupakan kebijakan yang tepat untuk mencapai swasembada pangan,” katanya.

    Ia menjelaskan bahwa sistem distribusi pupuk dilakukan secara bertahap melalui mekanisme Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), yang diajukan petani, diverifikasi pemerintah, dan diteruskan ke Kementerian Pertanian. Selanjutnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) bertanggung jawab dalam penyediaan serta penyaluran pupuk hingga ke tangan petani.

    Selain itu, pemerintah juga melakukan pembenahan besar dalam tata kelola distribusi pupuk dengan menghapus 145 regulasi melalui Instruksi Presiden guna mempercepat proses penyaluran dan memangkas birokrasi yang berbelit.

    Direktur Operasi Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo, menyatakan pihaknya terus mengoptimalkan produksi untuk memenuhi kebutuhan nasional.

    “Kami saat ini menjalankan pabrik dengan kapasitas maksimal dan tengah menyiapkan langkah ekspansi untuk memenuhi kebutuhan pupuk subsidi ke depan,” ujarnya.

    Ia juga memastikan bahwa kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi pupuk sebesar 20 persen akan tetap diberlakukan meski kondisi ekonomi global tidak menentu. Hingga 29 April 2026, distribusi pupuk subsidi telah mencapai 3,15 juta ton, meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

  • Indonesia Tegaskan Komitmen Kerja Sama Kawasan di KTT ASEAN 2026

    Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri pembukaan KTT ASEAN ke-48 di Mactan Expo, Cebu, Filipina sebagai bentuk komitmen Indonesia memperkuat solidaritas dan kerja sama kawasan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

    Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 09.04 waktu setempat dan disambut langsung oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. bersama Ibu Marie Louise Cacho Araneta Marcos.

    Pertemuan kedua pemimpin berlangsung hangat dan ditutup dengan sesi foto bersama sebelum memasuki ruang konferensi bersama para pemimpin ASEAN lainnya.

    Dalam pidato pembukaan, Presiden Marcos Jr. menegaskan pentingnya menjaga dialog, kerja sama, dan saling menghormati sebagai fondasi utama ASEAN menghadapi dinamika global.

    “Kehadiran Anda di sini mencerminkan tidak hanya urgensi dan pentingnya acara ini, tetapi juga komitmen bersama kita terhadap nilai-nilai abadi yang terus mengikat kawasan kita, yaitu dialog, kerja sama, dan saling menghormati,” ujar Marcos Jr.

    Ia juga menekankan bahwa tantangan global seharusnya memperkuat persatuan negara-negara ASEAN.

    “Jika ada satu pelajaran yang telah dipetik ASEAN selama beberapa dekade, itu adalah bahwa masa-masa sulit tidak memecah belah kita,” katanya.

    Dalam rangkaian KTT, Presiden Prabowo sebelumnya menghadiri forum BIMP-EAGA dan menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi kawasan untuk menghadapi tekanan global serta ketidakstabilan geopolitik.

    “KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita,” ujar Presiden Prabowo.

    Presiden juga menekankan bahwa kerja sama BIMP-EAGA harus semakin adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, ia menyoroti ketahanan energi sebagai isu mendesak di tengah meningkatnya tekanan global.

    “Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” tegas Presiden.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mendampingi Presiden menyebut KTT ASEAN 2026 berfokus pada isu ketahanan energi, pangan, dan stabilitas ekonomi kawasan.

    “KTT ASEAN ke-48 akan menyoroti berbagai tantangan global yang memengaruhi kawasan, khususnya isu energi, pangan, dan stabilitas ekonomi,” ujar Airlangga.

    Melalui partisipasi aktif dalam KTT ASEAN 2026, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai salah satu motor utama penguatan kerja sama dan stabilitas kawasan Asia Tenggara.

  • Indonesia Perkuat Peran Strategis di KTT ASEAN Filipina 2026

    Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan kerja sama kawasan dalam menghadapi tekanan global dan ketidakstabilan geopolitik dunia saat menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina.

    Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam forum KTT Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari rangkaian pertemuan ASEAN. Menurut Presiden, tantangan global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih erat, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat kawasan.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atas sambutan dan kepemimpinannya dalam forum tersebut. Ia menilai momentum KTT BIMP-EAGA sangat strategis di tengah meningkatnya tekanan global, khususnya pada sektor energi dan pangan.

    “KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita,” ujar Presiden Prabowo.

    Presiden menegaskan BIMP-EAGA harus berkembang menjadi organisasi subkawasan yang lebih responsif terhadap perubahan dunia dan kebutuhan masyarakat. “BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” lanjutnya.

    Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyoroti isu ketahanan energi yang dinilai semakin mendesak akibat tekanan global dan situasi geopolitik di Timur Tengah.

    “Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” tegasnya.

    Presiden menyebut kawasan BIMP-EAGA memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, hingga angin.

    “Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Presiden.

    Di sela rangkaian The 27th Meeting of the ASEAN Economic Community Council, Indonesia juga memperkuat posisi strategisnya melalui kerja sama industri nikel dengan Filipina.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama Menteri Perdagangan dan Industri Filipina, Maria Cristina A. Roque, menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara APNI dan PNIA terkait pengembangan industri nikel strategis.

    Airlangga menyebut kerja sama tersebut menjadi fondasi “Indonesia-Philippines Nickel Corridor” yang menghubungkan kekuatan hilirisasi Indonesia dengan pasokan bijih nikel Filipina.

    “Ini akan menjadi poros cadangan dan produksi nikel yang tak terpisahkan bagi dunia,” ujar Airlangga.

  • Presiden Prabowo Subianto Perkuat Diplomasi Regional di KTT ASEAN Filipina

    Oleh: Aulia Dewi )*

    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri upacara pembukaan KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, sebagai bagian dari langkah strategis Indonesia memperkuat diplomasi regional di tengah meningkatnya tantangan global. Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang tangguh menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik dunia.

    Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. bersama Ibu Negara Marie Louise Cacho Araneta Marcos. Sambutan hangat tersebut memperlihatkan eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Filipina yang selama ini menjadi salah satu pilar penting kerja sama di Asia Tenggara.

    Forum KTT ASEAN tahun ini berlangsung dalam situasi global yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia, tekanan ekonomi internasional, hingga tantangan ketahanan energi dan pangan menjadi isu utama yang dibahas para pemimpin negara ASEAN. Dalam pidato pembukaannya, Presiden Marcos Jr. menekankan pentingnya menjaga dialog, kerja sama, dan rasa saling menghormati sebagai fondasi utama ASEAN.

    Presiden Filipina menilai kehadiran para pemimpin negara anggota mencerminkan komitmen kolektif untuk menjaga persatuan kawasan. Ia juga menegaskan bahwa sejarah ASEAN telah membuktikan tantangan besar justru memperkuat solidaritas antarnegara di Asia Tenggara. Menurut Marcos Jr., kekuatan ASEAN tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan seluruh negara anggota menjaga persatuan di tengah perbedaan.

    Partisipasi aktif Indonesia dalam KTT ASEAN ke-48 dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan ASEAN tetap mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang damai, stabil, dan resilien. Indonesia terus menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu jangkar stabilitas kawasan melalui diplomasi yang mengedepankan kolaborasi dan solusi bersama.

    Dalam rangkaian forum BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari KTT ASEAN, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya penguatan kerja sama regional untuk menghadapi tekanan global yang semakin kompleks. Presiden menilai tantangan dunia saat ini menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif agar kawasan ASEAN mampu menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.

    Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar terhadap isu ketahanan energi yang kini menjadi tantangan mendesak bagi kawasan. Menurut Kepala Negara, meningkatnya tekanan global serta ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah membuat persoalan energi tidak lagi bisa dipandang sebagai isu jangka panjang.

    Dalam pandangan Presiden, kawasan BIMP-EAGA memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga optimalisasi lahan subur yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, Indonesia mendorong negara-negara ASEAN mengambil langkah konkret untuk mempercepat transisi energi kawasan.

    Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pengembangan proyek energi bersih di berbagai wilayah ASEAN, termasuk pengembangan tenaga air di Borneo, proyek energi surya di Palawan, dan energi angin di kawasan pesisir. Indonesia sendiri saat ini terus mempercepat pembangunan energi surya nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional dan regional.

    Selain pengembangan energi, Presiden Prabowo turut menyoroti pentingnya penguatan konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid. Menurut Presiden, konektivitas energi yang kuat akan mendukung distribusi energi yang lebih efisien sekaligus memperkuat integrasi ekonomi kawasan ASEAN.

    Kepala Negara juga menilai seluruh agenda penguatan energi kawasan membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, dan kemitraan strategis yang lebih erat dengan para mitra pembangunan regional. Dengan dukungan tersebut, ASEAN diyakini mampu mempercepat transformasi energi yang berkelanjutan dan inklusif.

    Di samping ketahanan energi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan juga menjadi isu mendasar yang harus menjadi perhatian bersama negara-negara ASEAN. Menurut Presiden, stabilitas pangan memiliki kaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan sosial kawasan.

    Pemerintah Indonesia memandang masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga kemampuan kawasan menjaga stabilitas sosial, ketahanan energi, dan keamanan pangan di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

    Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam KTT ASEAN ke-48 merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi energi antarnegara anggota. Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan konektivitas energi, diversifikasi pasokan, serta percepatan transisi energi berkelanjutan guna menjaga ketahanan energi kawasan.

    Menurut Dwi Anggia, solidaritas regional menjadi faktor penting dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global yang dapat memengaruhi rantai pasok energi dan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia terus mendorong ASEAN agar tetap solid dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan internasional.

    Melalui kehadiran Presiden Prabowo di KTT ASEAN Filipina 2026, Indonesia kembali memperlihatkan komitmennya untuk memperkuat diplomasi regional, menjaga stabilitas kawasan, serta membangun kerja sama yang lebih erat demi menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

    Di tengah meningkatnya kompetisi global dan perubahan geopolitik internasional, langkah aktif Indonesia dalam forum ASEAN juga dinilai penting untuk menjaga posisi kawasan tetap relevan dalam percaturan dunia. Pemerintah Indonesia terus mendorong agar ASEAN tidak hanya menjadi forum dialog politik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat melalui kerja sama ekonomi, energi, pangan, dan pembangunan berkelanjutan.

    *) Analis Geopolitik

  • Diplomasi Aktif Indonesia Menguat dalam KTT ASEAN Filipina 2026

    Oleh: Bagas Mahendra )*

    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri rangkaian KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah memperkuat diplomasi regional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Kehadiran Indonesia dalam forum tingkat tinggi Asia Tenggara tersebut kembali menegaskan posisi penting Jakarta sebagai salah satu penggerak utama stabilitas dan kerja sama kawasan.

    Presiden Prabowo tiba di Terminal General Aviation Bandara Internasional Mactan Cebu pada Kamis siang waktu setempat. Kedatangannya disambut langsung oleh sejumlah pejabat tinggi Filipina, termasuk Penasihat Keamanan Nasional Filipina Eduardo Oban. Prosesi penyambutan berlangsung penuh penghormatan dengan pasukan kehormatan serta pertunjukan budaya tradisional Filipina yang menandai eratnya hubungan persahabatan kedua negara.

    Kehadiran Presiden Prabowo di Filipina bukan sekadar memenuhi agenda diplomatik rutin ASEAN. Pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum KTT ASEAN 2026 untuk memperkuat posisi strategis Indonesia di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang. Forum ini menjadi ruang penting bagi Indonesia untuk mendorong penguatan kerja sama kawasan, khususnya di bidang energi, pangan, perdagangan, dan transformasi ekonomi digital.

    Sorotan penting dalam kunjungan Presiden Prabowo muncul saat Kepala Negara menggunakan kendaraan taktis ringan Maung sebagai kendaraan resmi selama agenda internasional di Filipina. Kendaraan produksi industri pertahanan nasional tersebut dinilai menjadi simbol baru diplomasi Indonesia yang mengedepankan kemandirian teknologi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri.

    Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa penggunaan Maung dalam agenda kenegaraan di luar negeri bukan hanya soal transportasi kepala negara. Pemerintah ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa industri strategis nasional Indonesia mampu berkembang dan tampil percaya diri di panggung global.

    Menurut Teddy, kendaraan Maung telah dikembangkan sejak Presiden Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan dan kini produksinya di PT Pindad terus meningkat. Kendaraan tersebut juga telah digunakan dalam berbagai kebutuhan nasional, termasuk mendukung operasional strategis dalam negeri.

    Penggunaan Maung di forum internasional dipandang sebagai pesan kuat mengenai kemajuan industri pertahanan Indonesia. Pemerintah ingin memperlihatkan bahwa produk buatan dalam negeri mampu merepresentasikan identitas nasional sekaligus menjadi bagian dari diplomasi modern Indonesia di kawasan ASEAN.

    Momentum KTT ASEAN kali ini memang tidak hanya dimanfaatkan sebagai forum pertemuan para pemimpin Asia Tenggara, tetapi juga menjadi panggung strategis untuk menunjukkan kemajuan sektor industri nasional Indonesia. Pemerintah berupaya membangun citra Indonesia sebagai negara yang mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi perubahan global.

    Dalam agenda utama KTT ASEAN, pembahasan difokuskan pada dampak konflik global terhadap kawasan Asia Tenggara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa isu ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas ekonomi menjadi perhatian utama para pemimpin ASEAN tahun ini.

    Delegasi Indonesia yang dipimpin Airlangga juga aktif dalam pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC). Dalam forum tersebut, Indonesia mendorong penguatan integrasi ekonomi kawasan, penguatan rantai pasok regional, serta peningkatan daya saing ASEAN agar tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

    Pemerintah Indonesia memandang penguatan kerja sama ekonomi ASEAN menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan kawasan di tengah ketidakpastian global. Karena itu, Indonesia terus mendorong reformasi struktural yang berbasis keberlanjutan, digitalisasi, dan penguatan sektor produktif regional.

    Selain isu ekonomi, pembahasan juga mencakup penyusunan Visi ASEAN 2045 yang diarahkan untuk membangun kawasan yang tangguh, inovatif, dinamis, dan berorientasi pada masyarakat. Indonesia mendukung penuh visi tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap isu energi dan pangan dalam forum ASEAN kali ini. Pemerintah menilai kedua sektor tersebut menjadi fondasi utama stabilitas kawasan di tengah meningkatnya tekanan global.

    Menurut Bahlil, salah satu komoditas energi strategis yang menjadi perhatian adalah nikel karena memiliki peran penting dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik. Indonesia saat ini menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang mengembangkan ekosistem baterai terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

    Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan Filipina terkait pasokan nikel untuk mendukung kebutuhan industri smelter nasional. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok energi regional sekaligus memperkuat posisi ASEAN dalam pengembangan industri energi masa depan.

    Dalam berbagai forum yang dihadiri selama KTT ASEAN, Presiden Prabowo terus menekankan pentingnya solidaritas kawasan untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. Indonesia memandang kerja sama regional harus mampu menghasilkan solusi konkret yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat ASEAN.

    Pendekatan diplomasi aktif yang dijalankan pemerintah juga menunjukkan konsistensi Indonesia dalam menjaga keseimbangan kawasan melalui dialog, kolaborasi, dan pembangunan bersama. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia berupaya memastikan ASEAN tetap menjadi kawasan yang stabil, damai, dan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya.

    Melalui partisipasi aktif dalam KTT ASEAN Filipina 2026, pemerintah Indonesia kembali mempertegas komitmennya untuk memperkuat diplomasi regional, mendorong kerja sama strategis antarnegara anggota, serta membangun masa depan ASEAN yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

    *) Pengamat Geopolitik dan Hubungan Internasional