Kategori: Uncategorized

  • 1 Tahun Prabowo Subianto Jadi Presiden, Diplomasi Lua Negeri Indonesia Jadi Perhatian Dunia

    Bukti 1 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo dibidang Diplomasi mendapat apresiasi dari Guru Besar UKI sekaligus Pakar Hubungan Internasional, Prof. Angel Damayanti., Ph.D.

    Dirinya menilai, Salah satu bentuk diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo adalah diplomasi ekonomi. Kunjungan ke sejumlah negara di awal-awal beliau menjabat ternyata menghasilkan dampak positif buat Indonesia, karena kita bisa mendapatkan kurang lebih 380 Triliun investasi dari negara-negara yang memang berjanji akan memberikan kepada pemerintah Indonesia.

    “Kedua, diplomasi perdamaian. Dan ini bentuk komitmen Indonsia yang benar-benar dinyatakan sejak lama sebenarnya, tapi kemudian ditekankan kembali oleh Presiden Prabowo terutama kemarin di Sidang Mejalis Umum PBB, dan beberapa hari lalu di KTT Perdamaian di Gaza. Itu bukti bahwa kita memang tidak pernah mundur, dari dukungan kita terhadap perdamaian di Israel dan Palestina, dan komitmen untuk terus menjaga perdamaian internasional,” jelas Prof. Angel Damayanti saat diwawancarai di Jakarta, Jumat (17/10).

    Yang dilihat adalah peran strategis Indonesia sebagai sebuah negara besar, sebagai sebuah negara dengan mayoritas penduduk Muslim moderat terbesar di dunia, kita dilihat bahwa memang Indonesia punya prinsip dalam pembukaan UUD 1945 yang mau terlibat aktif dalam perdamaian internasional, itu kita diperhitungkan.

    “Ketika Presiden Prabowo pidato kurang lebih 20 menit di Sidang Majelis Umum PBB tanpa teks, dengan semangat yang menyala-nyala itu membangun optimisme yang luar biasa, komentar masyarakat banyak memuji, bahkan presiden luar negeri ikut memuji,” tutupnya.

  • Bukti Kinerja Baik 1 Tahun Prabowo Subianto Sangat Dirasakan Oleh Rakyat

    Genap 1 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo
    Subianto mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

    Guru Besar Universitas Yarsi Prof. Dr. Perdana Wahyu mengatakan, bahwa setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Ada pertumbuhan ekonomi yang di luar dugaan, mencapai 5,12%.

    “Angka kemiskinan juga turun hingga 8,47% per Maret 2025. Jadi ini diklaim sebagai angka pengangguran terendah sejak krisis 1998. Jadi pertarungan Indonesia melawan kemiskinan ini mencapai puncaknya,” jelas Prof Dr. Perdana Wahyu ketika diwawancarai stasiun Tv, Jumat (17/10).

    Sementara, Ekonom Senior, Drajad Wibowo menilai Program Makan Bergizi Gratis terbukti mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pangan dan UMKM.

    “Ekonomi kerakyatan terus tumbuh seiring pelaksanaan program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih,” jelas Drajad Wibowo.

    “Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi sambil terus menggerakkan ekonomi rakyat melalui sinergi program swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penghidupan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

  • Setahun Pemerintahan Pragib, Bangun Optimisme Menuju Visi Besar Indonesia Emas 2045

    Jakarta – Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Pragib) genap satu tahun. Pada periode awal kepemimpinan ini, pemerintah menegaskan fokus mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan merata menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

    Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu mengatakan dari sisi neraca perdagangan, dalam setahun ini hingga September mampu tumbuh cukup luar biasa, yaitu sekitar 45,8% dari Januari-September 2025.

    “Yang luar biasa, penurunan angka pengangguran hingga 4,76% per Februari 2025, mungkin sekarang akan turun lagi, karena di sini MBG sudah berjalan, lalu Program Magang juga sudah dilaksanakan,” katanya saat menjadi narasumber di salah satu stasiun TV swasta, di Jakarta, Jumat (17/10) malam.

    Menurutnya langkah yang paling signifikan dari Presiden Prabowo adalah mengganti menteri keuangan. Karena di situ muncul berbagai macam optimisme baru, dari mulai masalah perpajakan, bea cukai, likuiditas yang baru saja dilaksanakan, dan kebijakan-kebijakan lainnya.

    “Inilah yang sesuai sekali dengan topik kita malam ini, Optimisme. Purbaya inilah yang membawa optimisme dalam perekonomian.Ini yang saya lihat, secara nyata optimisme sudah terbangun,” jelasnya.

    Sementara dalam hal hubungan luar negeri, Guru Besar UKI sekaligus Pakar Hubungan Internasional, Prof. Angel Damayanti., Ph.D mengungkapkan bahwa salah satu bentuk diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo adalah diplomasi ekonomi.

    “Kunjungan ke sejumlah negara di awal beliau menjabat ternyata menghasilkan dampak positif buat Indonesia, karena kita bisa mendapatkan kurang lebih 380 Triliun investasi dari negara-negara yang memang berjanji akan memberikan kepada pemerintah Indonesia,” ujar Angel.

    Angel menilai bahwa ini bentuk komitmen Indonesia yang benar-benar dinyatakan sejak lama sebenarnya, tapi kemudian ditekankan kembali oleh Presiden Prabowo di Sidang Mejalis Umum PBB, dan beberapa hari lalu di KTT Perdamaian di Gaza.

    “Ini jadi bukti bahwa kita memang tidak pernah mundur, dari dukungan kita terhadap perdamaian di Israel dan Palestina, dan komitmen untuk terus menjaga perdamaian internasional,” tuturnya.

    Yang perlu dicatat adalah ketika Presiden Prabowo pidato kurang lebih 20 menit di Sidang Majelis Umum PBB tanpa teks, dengan semangat yang menyala-nyala itu membangun optimisme yang luar biasa.

    “Komentar masyarakat banyak memuji, bahkan presiden luar negeri ikut memuji Presiden Prabowo,” ucapnya.

    Narasumber lain adalah Ekonom Senior, Drajad Wibowo yang menyampaikan bahwa Program swasembada pangan di era Presiden Prabowo mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi setelah aturan-aturan yang berbelit disederhanakan agar penyalurannya lebih cepat dan tepat sasaran.

    “Langkah deregulasi inilah yang membuat petani lebih mudah memperoleh pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional,” ujarnya.

    Menurutnya, pemerintah telah memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan mendapatkan akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha.

    “Kebijakan ini juga mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan di berbagai daerah dan memperkuat struktur ekonomi keluarga di tingkat akar rumput,” tutur Drajad.

    Sementara pada Program Makan Bergizi Gratis terbukti mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pangan dan UMKM. Permintaan bahan pangan seperti telur meningkat pesat, dan pemerintah merespons dengan membentuk kelompok usaha desa yang beternak ayam petelur.

    “Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi sambil terus menggerakkan ekonomi rakyat melalui sinergi program swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penghidupan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. [*]

  • Indonesia Melaju Penuh Optimisme di Bawah Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

    Jakarta,- Memasuki satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, optimisme terhadap masa depan Indonesia kian menguat. Berbagai capaian ekonomi, sosial, dan diplomasi menegaskan bahwa fondasi pembangunan yang diletakkan pemerintahan saat ini berhasil memperkuat daya tahan nasional sekaligus memperluas pengaruh Indonesia di kancah global. Para pengamat menilai, kerja nyata pemerintah selama setahun terakhir telah menghadirkan perubahan signifikan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

    Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai kinerja ekonomi Indonesia selama setahun terakhir menunjukkan capaian yang luar biasa. Menurutnya, turunnya angka kemiskinan hingga 8,47 persen per Maret 2025 menjadi bukti konkret bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan di jalur yang benar. Ia menyebut angka tersebut merupakan capaian terendah sejak krisis moneter 1998. “Pertarungan Indonesia melawan kemiskinan ini mencapai puncaknya. Ini bukti bahwa kebijakan fiskal dan sosial pemerintah berjalan efektif,” ujarnya.

    Perdana juga menyoroti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,12 persen, melampaui ekspektasi banyak kalangan. Ia menyebut capaian ini sempat menimbulkan perdebatan di kalangan ekonom, namun hasilnya menunjukkan bahwa program pemerintah berhasil mendorong konsumsi domestik, investasi, dan produktivitas nasional. “Pertumbuhan ini tergolong sangat luar biasa,” tambahnya.

    Lebih lanjut, ia menilai kebijakan stimulus fiskal yang baru-baru ini diluncurkan pemerintah, seperti tambahan likuiditas Rp200 triliun dan alokasi Rp30 triliun untuk bantuan langsung tunai (BLT) serta program magang nasional, akan berdampak positif terhadap perekonomian dalam waktu dekat. Berdasarkan simulasi Great Institute, kebijakan ini diprediksi mampu menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 0,4 hingga 0,58 persen dalam enam bulan ke depan.

    Sementara itu, Guru Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) sekaligus pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo juga memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Ia menyebut, diplomasi ekonomi menjadi langkah strategis yang telah membuahkan hasil konkret. “Kunjungan Presiden Prabowo ke sejumlah negara di awal masa pemerintahannya menghasilkan potensi investasi sekitar Rp380 triliun. Ini menunjukkan diplomasi ekonomi Indonesia semakin efektif dan produktif,” jelas Angel.

    Selain diplomasi ekonomi, Angel juga menyoroti kiprah Indonesia dalam diplomasi perdamaian global. Ia menyebutkan bahwa komitmen Presiden Prabowo dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian dunia semakin diakui. “Di Sidang Majelis Umum PBB dan KTT Perdamaian Gaza, Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung perdamaian di Palestina dan menjaga stabilitas global. Ini menunjukkan Indonesia tidak pernah mundur dari amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia,” tuturnya.

    Ekonom senior Drajad Wibowo turut menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan menjadi motor utama kebangkitan nasional dalam setahun terakhir. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih dinilainya telah memberi dampak langsung bagi masyarakat bawah. “Program Makan Bergizi Gratis mendorong peningkatan aktivitas ekonomi rakyat, terutama di sektor pangan dan UMKM,” ungkap Drajad.

    Menurutnya, keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran menjaga stabilitas makroekonomi di tengah dinamika global sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat merupakan pencapaian besar. Sinergi antara program swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih kini menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekonomi inklusif. “Pemerintah tidak hanya menjaga angka, tapi benar-benar memastikan rakyat merasakan hasil pembangunan,” ujarnya.

    Satu tahun perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan bahwa kerja nyata, keberanian, dan visi besar mampu membangun optimisme baru. Indonesia kini melangkah dengan lebih percaya diri menuju masa depan yang makmur, berdaulat, dan berkeadilan.

  • Akademisi Menilai Prabowo-Gibran Tunjukkan Hasil Konkret dalam Satu Tahun Kepemimpinan

    Jakarta – Setahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera sekaligus menunjukkan arah baru diplomasi Indonesia yang semakin aktif dan berpengaruh di tingkat global.

    Diplomasi ekonomi yang dilakukan Presiden Prabowo telah memberikan hasil konkret berupa komitmen investasi asing senilai sekitar Rp380 triliun dari sejumlah negara mitra strategis.

    Hal tersebut dikatakan Pakar Hubungan Internasional sekaligus Guru Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI), Prof. Angel Damayanti, Ph.D., dalam acara dialog di salah satu stasiun TV di Jakarta, Jumat (17/10)

    “Kunjungan ke sejumlah negara di awal-awal beliau menjabat ternyata menghasilkan dampak positif buat Indonesia, karena kita bisa mendapatkan kurang lebih 380 Triliun investasi,” kata Prof. Angel.

    Menurutnya, sejak awal masa jabatannya, Presiden Prabowo berhasil memadukan diplomasi ekonomi dan diplomasi perdamaian secara seimbang.

    “Ini bentuk komitmen Indonsia yang benar-benar dinyatakan sejak lama sebenarnya, tapi kemudian ditekankan kembali oleh Presiden Prabowo terutama kemarin di Sidang Mejalis Umum PBB, dan beberapa hari lalu di KTT Perdamaian di Gaza,” tuturnya.

    Solusi dua negara atau Two State Solution yang digagas Prabowo ,menunjukkan bahwa Indonesia adil dalam mendukung Palestina.

    “Fair, dalam arti, kita dukung kemerdekaan Palestina di satu sisi, tapi di sisi lain juga kita terbuka untuk arah pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel,” ungkap Prof. Angel.

    Prof. Angel menilai undangan khusus bagi Presiden Prabowo untuk hadir dan berbicara dalam forum internasional tersebut merupakan bukti bahwa Indonesia kini diakui sebagai kekuatan diplomasi yang penting dan berpengaruh di tingkat global.

    Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12 persen dan penurunan angka kemiskinan merupakan prestasi yang sangat luar biasa di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    “Angka kemiskinan juga turun hingga 8,47% per Maret 2025. Jadi ini diklaim sebagai angka pengangguran terendah sejak krisis 1998, pertarungan Indonesia melawan kemiskinan ini mencapai puncaknya,” ungkap Prof. Perdana.

    “Pertumbuhan ekonomi 5.12 persen tergolong sangat luar biasa,” ungkapnya.

    Menurutnya, capaian ini, termasuk kestabilan APBN, menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat fondasi fiskal nasional.

    Disisi lain, Drajad Wibowo, Ekonom Senior, menyebukan bahwa program swasembada pangan di era Presiden Prabowo menjadi langkah nyata memperkuat sektor pertanian.

    “Program swasembada pangan di era Presiden Prabowo mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi setelah aturan-aturan yang berbelit disederhanakan agar penyalurannya lebih cepat dan tepat sasaran,” tuturnya.

    Dirinya menambahkan, pemerintah memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan mendapatkan akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha.

    “Kebijakan ini mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan di berbagai daerah dan memperkuat struktur ekonomi keluarga di tingkat akar rumput,” ungkap Drajad.

    Ekonomi kerakyatan, lanjutnya, terus tumbuh seiring pelaksanaan program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih. [-RWA]

  • Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Diplomasi Kuat, Ekonomi Meningkat

    Jakarta — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap memasuki satu tahun masa kepemimpinannya.

    Dalam kurun waktu yang relatif singkat, berbagai capaian signifikan telah berhasil diraih, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun hubungan internasional.

    Guru Besar Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil menciptakan pondasi ekonomi yang kuat. Data pemerintah menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,12%, sementara inflasi berhasil ditekan di angka 2,65%. Capaian ini disebut luar biasa di tengah ketidakpastian global.

    “Neraca perdagangan Indonesia tumbuh hingga 45,8%, mencerminkan peningkatan daya saing industri nasional. Ini menjadi bukti bahwa kebijakan ekonomi pemerintah efektif mendorong pertumbuhan,” ujar Prof. Dr. Perdana Wahyu dalam diskusi di salah satu stasiun TV nasional, Jumat (17/10/2025).

    Lebih lanjut, Prof. Perdana menyebut angka pengangguran turun ke 4,76%, seiring keberhasilan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih. Tingkat kemiskinan juga tercatat menurun hingga menyentuh angka terendah sejak krisis 1998, yaitu 4,76%.

    “Defisit APBN tetap terjaga, dan optimisme pemerintah untuk menembus pertumbuhan ekonomi sebesar 8% mencerminkan soliditas fiskal yang patut diapresiasi,” tambahnya.

    Sektor konsumsi juga menunjukkan geliat positif. Pusat perbelanjaan kembali ramai, sektor pariwisata tumbuh pesat, dan pasar modal mencatat rekor All Time High, yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap arah ekonomi Indonesia di bawah Prabowo-Gibran.

    Sementara itu, di bidang hubungan internasional, Guru Besar UKI sekaligus Pakar Hubungan Internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan performa diplomasi yang sangat menonjol.

    “Diplomasi ekonomi Presiden Prabowo membuahkan investasi senilai Rp 380 triliun dalam tahun pertamanya,” ungkap Prof. Angel.

    Tak hanya ekonomi, peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian, terutama dalam isu Palestina dan konflik Timur Tengah, memperkuat posisi Indonesia sebagai negara muslim besar yang moderat dan damai.

    Prof. Angel menuturkan, pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB bahkan dinilai membawa optimisme baru bagi bangsa Indonesia.

    “Kehadiran Presiden Prabowo di forum-forum seperti KTT FAZA dan Sidang PBB menunjukkan bahwa Indonesia kini semakin disegani dan diperhitungkan dalam percaturan global,” ungkapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Ekonom Senior Drajad Wibowo menyoroti keberhasilan program swasembada pangan yang mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi. Deregulasi yang dilakukan pemerintah terbukti mempercepat distribusi pupuk dan meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

    “Pemerintah juga menunjukkan komitmen besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan kini memiliki akses pembiayaan untuk usaha kecil dan mikro,” jelas Drajad.

    Program MBG disebut sebagai penggerak ekonomi rakyat karena menciptakan permintaan tinggi terhadap bahan pangan, seperti telur dan daging ayam.

    Menurutnya, Pemerintah pun merespons dengan membentuk kelompok usaha desa, seperti peternak ayam petelur, untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menggerakkan ekonomi desa.

    “Sinergi antara swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih menjadi motor penghidupan ekonomi masyarakat. Ini yang membedakan pemerintahan Prabowo-Gibran—memastikan stabilitas makro sekaligus menyentuh akar rumput,” imbuhnya.

    Dengan capaian di berbagai sektor—mulai dari ekonomi makro, pengentasan kemiskinan, hingga diplomasi internasional, pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan performa awal yang menjanjikan. Kebijakan-kebijakan yang dijalankan tidak hanya bersifat populis, tetapi juga berdampak nyata di lapangan. (*)

  • Setahun Prabowo-Gibran Mampu Menjaga Stabilitas Ekonomi, Pangan dan Angka Pengangguran Turun

    Jakarta – Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran sudah banyak program yang dikerjakan, pemerintah berhasil menciptakan swasembada pangan, menurunkan angka pengangguran, peningkatan perdagangan.
    Sedangkan di kancah internasional Presiden Prabowo berhasil dalam diplomasi untuk menyudahi perang Gaza. Hal ini terungkap dalam diskusi yang diselenggarakan oleh stasiun TV Swasta Nasional dengan tema Setahun Pemerintah Prabowo Gibran Bangun Optimisme Indonesia di Jakarta (17/10/25).

    Salah satu narasumber Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu menyampaikan neraca perdagangan Indonesia dalam setahun ini hingga September mampu tumbuh cukup luar biasa, yaitu sekitar 45,8% dari Januari-September 2025. Pemerintah juga mampu menurunkan pengangguran.

    “Yang luar biasa juga, penurunan angka pengangguran hingga 4,76% per Februari 2025, mungkin sekarang akan turun lagi” katanya.

    Banyak program yang akan membantu menurunkan tingkat pengangguran, di sini MBG sudah berjalan, lalu Program Magang juga sudah dilaksanakan, lalu Koperasi Desa.

    Lebih lanjut Perdana menyampaikan angka kemiskinan juga turun hingga 8,47% per Maret 2025. “Jadi ini diklaim sebagai angka pengangguran terendah sejak krisis 1998” ujarnya. Jadi pertarungan Indonesia melawan kemiskinan ini mencapai puncaknya.

    “pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12% Itu sebetulnya sangat di luar dugaan, sempat membuat polemik, tapi itu sebetulnya masalah metode saja yang digunakan BPS ke wilayah akademik” katanya.

    Likuiditas 200 Triliun, yang kemarin, ditambah lagi sekarang sekitar 30 Triliun untuk BLT dan sebagainya, dan magang tadi, menurut analisis model kami di Great Institute yang kemarin kita coba simulasikan, akan bisa menambah 0,4%-0,58% pertumbuhan ekonomi dalam 6 bulan ke depan.

    Sedangkan Ekonom Senior, Drajad Wibowo mengatakan Program swasembada pangan di era Presiden Prabowo mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi setelah aturan-aturan yang berbelit disederhanakan agar penyalurannya lebih cepat dan tepat sasaran.

    “Banyak regulasi yang telah dihapus untuk mempermudah petani mendapatkan pupuk, mudah penyaluran dan tepat sasaran” katanya.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa langkah deregulasi tersebut membuat petani kini lebih mudah memperoleh pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

    Selain itu Pemerintah memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan mendapatkan akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha.
    “Pemerintah terus membangun ekonomi kerakyatan terus tumbuh seiring pelaksanaan program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih” katanya.

    Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi sambil terus menggerakkan ekonomi rakyat melalui sinergi program swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penghidupan ekonomi masyarakat.

    Pakar Hubungan Internasional, Prof. Angel Damayanti., Ph.D mengatakan yang dilakukan Presiden Prabowo berkun kunjung ke sejumlah negara melakukan diplomasi ekonomi.
    “Salah satu bentuk diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo adalah diplomasi ekonomi” katanya.

    Angel menyampaikan kunjungan ke sejumlah negara di awal-awal beliau menjabat ternyata menghasilkan dampak positif buat Indonesia.

    “kita bisa mendapatkan kurang lebih 380 Triliun investasi dari negara-negara yang memang berjanji akan memberikan kepada pemerintah Indonesia” ujarnya.

    Kedua, diplomasi perdamaian sebagai bentuk komitmen Indonesia. Presiden Prabowo menekankan komitmennya terutama kemarin di Sidang Majelis Umum PBB, dan beberapa hari lalu di KTT Perdamaian di Gaza.
    “Itu bukti bahwa kita memang tidak pernah mundur, dari dukungan kita terhadap perdamaian di Israel dan Palestina, dan komitmen untuk terus menjaga perdamaian internasional” ujarnya.

    Presiden Indonesia diundang dari sekian negara, hanya 30 negara hal ini menunjukkan bahwa Indonesia, negara yang diperhitungkan sekali dan memiliki peran yang sangat strategis.

  • Pakar Nilai Tahun Pertama Prabowo–Gibran Jadi Titik Balik Kebangkitan Nasional

    JAKARTA – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, geliat optimisme menyelimuti seluruh penjuru negeri. Berbagai kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah berhasil memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mengangkat posisi Indonesia di panggung dunia.

    Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai capaian pemerintahan dalam satu tahun terakhir tergolong luar biasa. “Dari sisi neraca perdagangan, sepanjang Januari–September 2025 terjadi lonjakan hingga 45,8%, sementara tingkat pengangguran menurun menjadi 4,76% terendah sejak krisis 1998. Ini bukti nyata bahwa kebijakan ekonomi Presiden Prabowo efektif menumbuhkan lapangan kerja dan memperkuat daya beli rakyat,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% dan penurunan angka kemiskinan hingga 8,47% menunjukkan arah kebijakan yang semakin terarah. “Keputusan Presiden Prabowo mengganti Menteri Keuangan menjadi langkah berani yang memunculkan optimisme baru dalam kebijakan fiskal dan likuiditas nasional. Likuiditas sebesar Rp230 triliun yang digelontorkan ke masyarakat mendorong geliat ekonomi di berbagai sektor,” tegas Prof. Perdana.

    Sementara itu, Guru Besar Universitas Kristen Indonesia dan pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai langkah diplomasi Presiden Prabowo telah membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan dunia. “Kunjungan kenegaraan yang menghasilkan potensi investasi Rp380 triliun adalah bukti nyata keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia,” ungkapnya.

    Ia juga menyoroti diplomasi perdamaian yang diperjuangkan Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB dan KTT Perdamaian Gaza. “Pidato Presiden Prabowo yang penuh semangat tanpa teks membangkitkan rasa bangga nasional dan diapresiasi oleh pemimpin dunia. Itu simbol kepemimpinan yang berwibawa dan berprinsip,” tuturnya.

    Di sektor ekonomi rakyat, ekonom senior Drajad Wibowo menilai program swasembada pangan dan deregulasi pupuk bersubsidi mempercepat peningkatan produktivitas pertanian nasional. “Pemerintah juga memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan mendapat akses pembiayaan untuk membuka usaha. Ini langkah konkret membangun ekonomi keluarga dari akar rumput,” jelasnya.

    Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Magang Nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. “MBG tidak hanya menyehatkan generasi muda, tapi juga menggairahkan sektor pangan dan UMKM,” tambah Drajad.

    Satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran telah menunjukkan arah yang jelas menuju Indonesia Emas 2045. Dengan fondasi ekonomi yang kokoh, diplomasi yang berpengaruh, dan program kerakyatan yang berpihak pada rakyat, semangat optimisme kini tumbuh di setiap lapisan masyarakat menandai lahirnya era baru kebangkitan nasional yang penuh harapan.

  • Prabowo–Gibran Dinilai Berhasil Bangun Fondasi Kuat Ekonomi dan Kepercayaan Publik di Tahun Pertama Pemerintahan

    Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai berhasil membangun optimisme nasional melalui capaian konkret di bidang ekonomi, diplomasi, dan pemberdayaan rakyat selama satu tahun pertama masa kepemimpinan.

    Hal tersebut mengemuka dalam dialog Sapa Indonesia Malam Kompas TV bertema “Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Bangun Optimisme Masa Depan”, yang menghadirkan tiga narasumber lintas bidang: Prof. Dr. Perdana Wahyu (Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI), Prof. Angel Damayanti, Ph.D (Guru Besar UKI dan Pakar Hubungan Internasional), serta Drajad Wibowo (Ekonom Senior).

    Prof. Dr. Perdana Wahyu menilai kinerja ekonomi nasional selama satu tahun terakhir menunjukkan lonjakan signifikan. Ia mengungkapkan bahwa neraca perdagangan Indonesia hingga September 2025 tumbuh 45,8 persen, angka pengangguran menurun hingga 4,76 persen, dan tingkat kemiskinan turun ke 8,47 persen — yang merupakan rekor terendah sejak krisis 1998.

    “Pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,12 persen, di luar dugaan banyak pihak. Ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah berjalan efektif dan mampu menumbuhkan kepercayaan pasar,” ujarnya.

    Menurutnya, tanda-tanda optimisme kini terlihat jelas dari meningkatnya aktivitas publik di pusat ekonomi hingga pasar modal yang mencatat rekor tertinggi di level 8.250.

    “Likuiditas baru senilai lebih dari 200 triliun ditambah stimulus BLT dan program magang berpotensi menambah 0,4 hingga 0,58 persen pertumbuhan dalam enam bulan ke depan,” tambahnya.

    Sementara itu, Prof. Angel Damayanti menilai bahwa Presiden Prabowo berhasil mengangkat posisi Indonesia di panggung internasional melalui diplomasi ekonomi dan diplomasi perdamaian yang berimbang.

    Ia menjelaskan, kunjungan Presiden ke sejumlah negara telah menghasilkan potensi investasi sebesar 380 triliun rupiah.

    “Ini bukti konkret diplomasi ekonomi yang efektif. Dunia kini melihat Indonesia sebagai mitra yang strategis, bukan hanya pasar,” ungkapnya.

    Ia juga menyoroti peran Indonesia dalam mendorong perdamaian global, khususnya melalui pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB dan kehadirannya dalam KTT Perdamaian Gaza.

    “Ketika Presiden berpidato tanpa teks selama dua puluh menit di PBB dengan semangat yang luar biasa, itu menjadi simbol kepemimpinan yang berwibawa dan berprinsip. Banyak pemimpin dunia memberi apresiasi karena melihat Indonesia berdiri teguh untuk keadilan dan perdamaian,” ujarnya.

    Menurut Prof. Angel, sikap Indonesia yang tetap mendukung kemerdekaan Palestina sambil membuka ruang dialog dengan Israel menunjukkan kedewasaan diplomasi yang berpegang pada prinsip, sekaligus fleksibel terhadap realitas global.

    “Sebagai negara dengan penduduk Muslim moderat terbesar di dunia, posisi Indonesia kini benar-benar diperhitungkan,” tegasnya.

    Dalam pandangan ekonom senior Drajad Wibowo, arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo tidak hanya berfokus pada stabilitas makro, tetapi juga memberi ruang besar bagi penguatan ekonomi rakyat.

    Ia menyebut program Swasembada Pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Magang Nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

    “Program swasembada pangan telah mempermudah petani mendapatkan pupuk bersubsidi karena aturan disederhanakan. Itu membuat produktivitas pertanian meningkat,” jelas Drajad.

    Ia juga menekankan pentingnya kebijakan pemberdayaan perempuan yang telah membuka akses pembiayaan bagi 15 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia.

    “Langkah ini melahirkan banyak wirausaha perempuan dan memperkuat ekonomi keluarga di tingkat desa,” katanya.

    Drajad menilai program MBG menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan sosial dapat memberi dampak ekonomi langsung.

    “Ketika anggaran MBG meningkat, permintaan telur dan bahan pangan melonjak, pemerintah merespons cepat dengan membentuk kelompok usaha desa untuk beternak ayam petelur. Ini bukti bahwa kebijakan pemerintah berjalan sinergis antara pangan, UMKM, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Sebagai penutup, Prof. Perdana menilai capaian ekonomi dan sosial selama setahun terakhir telah melahirkan keyakinan baru di tengah masyarakat.

    “Optimisme yang dibangun pemerintah saat ini bukan retorika, tapi realitas yang dirasakan masyarakat. Itulah modal sosial yang paling berharga untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat dan mandiri,” tutup Prof. Perdana.

  • Ekonomi Tumbuh, Diplomasi Menguat, Publik Apresiasi Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Jakarta — Setahun sudah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan. Dalam waktu singkat, berbagai kebijakan strategis mereka mulai menunjukkan hasil nyata. Dari membaiknya perekonomian nasional, hingga meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia—semua menandai bangkitnya optimisme baru di tanah air.

    Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menyebut kinerja ekonomi Indonesia selama setahun terakhir luar biasa. “Dari sisi neraca perdagangan, pertumbuhannya mencapai 45,8% hingga September 2025. Sementara angka pengangguran turun ke 4,76% dan kemiskinan menurun menjadi 8,47%—terendah sejak krisis 1998,” jelasnya.

    Menurutnya, penurunan angka pengangguran tidak terlepas dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Magang Nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang membuka lapangan kerja baru. “Kita lihat optimisme tumbuh di masyarakat. Pasar modal pun mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.250, bukti kepercayaan terhadap ekonomi kita semakin kuat,” tambahnya.

    Perdana juga menilai kebijakan penambahan likuiditas Rp30 triliun untuk bantuan sosial dan magang berpotensi menambah pertumbuhan ekonomi hingga 0,58% dalam enam bulan ke depan. “Ini bukti ekonomi Indonesia sedang menuju arah yang sangat positif,” tegasnya.

    Tidak hanya ekonomi, kebijakan luar negeri juga mencuri perhatian dunia. Guru Besar UKI dan pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai kepemimpinan Presiden Prabowo membawa angin segar dalam diplomasi global.

    “Salah satu keberhasilan awal adalah diplomasi ekonomi, yang menghasilkan komitmen investasi sekitar Rp380 triliun dari berbagai negara,” ujarnya. Namun bukan hanya itu, peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian juga kian menonjol.

    Angel menyoroti momen ketika Presiden Prabowo berpidato tanpa teks selama 20 menit di Sidang Majelis Umum PBB, serta kehadirannya dalam KTT Perdamaian Gaza. “Pidatonya yang berapi-api menunjukkan karakter pemimpin yang berani dan berprinsip. Dunia menaruh hormat pada Indonesia. Ini menumbuhkan kebanggaan dan optimisme di dalam negeri,” katanya.

    Sementara itu, Ekonom Senior Drajad Wibowo menilai kebijakan ekonomi kerakyatan menjadi fondasi penting di tahun pertama pemerintahan ini. Ia mencontohkan program swasembada pangan yang kini memudahkan petani memperoleh pupuk bersubsidi berkat deregulasi besar-besaran. “Petani tidak lagi menunggu lama. Produksi meningkat, dan desa kembali hidup,” ujarnya.

    Selain itu, pemerintah juga memberi ruang luas bagi pemberdayaan perempuan. “Sebanyak 15 juta perempuan sudah mendapat akses pembiayaan usaha, dan ini memperkuat struktur ekonomi keluarga,” jelas Drajad.

    Menurutnya, program MBG, magang nasional, dan Kopdes Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di berbagai daerah. “Pemerintah berhasil menjaga stabilitas makro sambil tetap menggerakkan ekonomi akar rumput. Inilah wajah pembangunan yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.

    Capaian satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran layak diapresiasi karena berhasil membangun fondasi kuat bagi kemajuan bangsa. Berbagai indikator ekonomi yang membaik, diplomasi yang diperhitungkan dunia, serta program-program kerakyatan yang langsung dirasakan masyarakat menunjukkan arah kepemimpinan yang visioner dan berpihak pada rakyat. Optimisme publik pun tumbuh, menandai awal baru bagi Indonesia untuk melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berdaulat. (*)