Kategori: Uncategorized

  • Sekolah Rakyat Diperkuat untuk Pendidikan Bermutu dan Perlindungan Anak

    JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif dan ramah anak melalui percepatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Sekolah serta pengembangan Sekolah Rakyat Tahap II. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam perlindungan anak dan pengentasan kemiskinan.

    Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan prioritas nasional yang memiliki dampak luas.

    “Penting kami tegaskan bahwa Program Revitalisasi Sekolah dan Sekolah Rakyat bukan hanya program di sektor pendidikan, tetapi memiliki dampak ekonomi yang luas dan multiplier effect yang nyata,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta.

    Sepanjang 2025, program revitalisasi telah menyentuh 16.167 sekolah, dengan 16.062 unit di antaranya telah rampung hingga Maret 2026. Untuk tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,1 triliun guna menjangkau 11.744 satuan pendidikan, serta tengah mengusulkan tambahan anggaran untuk memperluas cakupan hingga 60 ribu sekolah.

    Program ini dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar.

    “Pelaksanaan ini membuka peluang kerja mulai dari tenaga bangunan, pengawas proyek, hingga penyedia jasa logistik, sehingga berdampak pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah,” kata Qodari.

    Tercatat, lebih dari 238 ribu tenaga kerja lokal terserap dan sekitar 58 ribu UMKM turut bergerak dalam mendukung program tersebut.

    Sejalan dengan itu, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II terus dikebut di 104 lokasi di seluruh Indonesia, dengan target selesai pada Juni 2026 dan siap menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini dirancang khusus bagi masyarakat rentan untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas berbasis asrama.

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menekankan bahwa aspek perlindungan anak menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

    “Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung bagi anak untuk belajar, berkembang, serta membangun karakter secara positif. Saya berharap para siswa mampu memanfaatkan kesempatan mengakses pendidikan di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

    Ia juga memastikan bahwa fasilitas yang tersedia telah memenuhi prinsip ramah anak.

    “Anak-anak dapat belajar dengan nyaman, mereka mendapatkan makan tiga kali sehari serta dua kali snack. Fasilitas di Sekolah Rakyat ini sangat representatif dan memberikan ruang aman bagi anak untuk berekspresi,” tambahnya.

    Di daerah, pemerintah daerah turut mempercepat realisasi program ini. Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai prioritas utama.

    “Kita sudah koordinasi, ini harus dipercepat karena ini tugas utama kita. Seluruh pihak harus bergerak cepat dan bekerja secara terkoordinasi,” tegasnya saat meninjau proyek pembangunan di Medan.

    Zakiyuddin juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung seperti drainase dan penerangan jalan.

    “Drainase harus segera dibuat dan lampu penerangan harus dipasang agar lingkungan pendidikan layak dan aman,” ujarnya.

    Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pembangunan berjalan efektif tanpa pemborosan waktu dan biaya.

    Dengan penguatan program ini, pemerintah optimistis Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi solusi akses pendidikan bagi kelompok rentan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan anak. Selain itu, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang berdaya saing sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional di masa depan.

    (*/rls)

  • Sekolah Rakyat Jadi Solusi Pemerintah Perluas Pendidikan Berkualitas

    Jakarta – Pemerintah menghadirkan program Sekolah Rakyat sebagai solusi konkret untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus memastikan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

    Program ini disampaikan oleh sejumlah menteri sebagai bagian dari upaya negara menjawab kesenjangan pendidikan di Indonesia. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa aspek perlindungan anak menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia menekankan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa.

    “Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung bagi anak untuk belajar, berkembang, serta membangun karakter secara positif. Saya berharap para siswa mampu memanfaatkan kesempatan mengakses pendidikan di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

    Dari sisi sasaran program, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi masyarakat yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem. Program ini menjadi bentuk afirmasi pemerintah untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.

    “Sekolah Rakyat dibangun untuk masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga penerima manfaat dari golongan miskin ekstrem,” katanya.

    Secara konsep, Sekolah Rakyat dirancang sebagai program pendidikan gratis yang mencakup seluruh kebutuhan siswa. Mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar lainnya ditanggung oleh negara. Kebijakan ini diharapkan mampu menghapus hambatan ekonomi yang selama ini menjadi penyebab utama anak-anak putus sekolah. Dengan demikian, pemerintah berupaya menjamin pemerataan akses pendidikan tanpa diskriminasi.

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyebut bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang pengembangan potensi generasi muda.

    “Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri,” ungkapnya.

    Ia juga menegaskan bahwa program ini ditujukan bagi anak-anak yang sempat terputus dari pendidikan formal agar dapat kembali melanjutkan belajar.

    Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat mengusung konsep sekolah berasrama atau boarding school. Sistem ini memungkinkan pembinaan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pembelajaran formal, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan, nasionalisme, serta keterampilan hidup.

    Dengan pendekatan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepribadian yang kuat. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

  • Pemerintah Jamin Ketersediaan Energi Tetap Aman di Berbagai Wilayah

    Oleh: Rizky Adhiguna

    Kepastian ketersediaan energi nasional kembali ditegaskan pemerintah di tengah dinamika geopolitik global yang masih berfluktuasi, khususnya di kawasan Timur Tengah. Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak dan gas tetap aman serta distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru berpotensi mengganggu keseimbangan pasar.

    Dalam konteks ini, Anggota Komisi XII DPR RI, Cek Endra, menilai posisi Indonesia relatif aman dari dampak langsung konflik global terhadap jalur distribusi energi, termasuk yang melewati Selat Hormuz. Ia menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap jalur tersebut masih terbatas, sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap pasokan energi domestik. Selain itu, sistem distribusi yang tetap berjalan normal menjadi indikator bahwa ketahanan energi nasional berada dalam kondisi yang cukup kuat menghadapi tekanan eksternal.

    Data menunjukkan bahwa porsi impor minyak mentah Indonesia melalui Selat Hormuz hanya berkisar antara 20 hingga 25 persen dari total kebutuhan impor nasional. Sementara itu, produk bahan bakar seperti Pertalite dan Pertamax tidak memiliki ketergantungan langsung terhadap jalur tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa strategi diversifikasi sumber energi yang selama ini dijalankan pemerintah telah memberikan dampak positif dalam meminimalkan risiko gangguan pasokan.

    Selain faktor diversifikasi, kesiapan PT Pertamina (Persero) dalam menjaga cadangan operasional turut menjadi penopang utama stabilitas energi nasional. Cadangan tersebut dirancang untuk memastikan keberlanjutan distribusi dalam jangka waktu tertentu, sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah dalam merumuskan langkah strategis apabila terjadi eskalasi situasi global. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat mengakses energi tanpa hambatan berarti.

    Cek Endra juga menyoroti bahwa tekanan utama dari dinamika global saat ini lebih berpotensi memengaruhi aspek harga energi dibandingkan ketersediaan fisik. Namun demikian, pemerintah dinilai telah menyiapkan berbagai instrumen kebijakan guna menjaga stabilitas harga agar tidak memberatkan masyarakat. Kebijakan tersebut menjadi penting untuk menjaga daya beli, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih memerlukan penguatan.

    Upaya antisipatif yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mendapat apresiasi karena dinilai mampu memperkuat sistem pengawasan distribusi energi yang lebih terintegrasi. Pengawasan ini menjadi kunci dalam memastikan bahwa pasokan energi benar-benar tersalurkan dengan baik kepada masyarakat tanpa adanya penyimpangan yang dapat merugikan kepentingan publik.

    Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, turut mengingatkan masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan sesuai kebutuhan. Menurutnya, stabilitas pasokan energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, kesadaran kolektif menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

    Dalam menjaga ketertiban distribusi, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap praktik penimbunan bahan bakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Praktik ini dinilai dapat menciptakan kelangkaan semu serta mengganggu distribusi energi secara keseluruhan. Pemerintah menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran demi menjaga stabilitas pasokan dan melindungi kepentingan masyarakat luas.

    Sementara itu, kesiapan infrastruktur pendukung energi juga terus diperkuat, termasuk fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta pasokan listrik nasional. Pemerintah memastikan bahwa seluruh infrastruktur tersebut dalam kondisi optimal guna mendukung kebutuhan energi masyarakat yang terus berkembang. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen dalam mendorong transisi energi menuju sumber yang lebih berkelanjutan.

    Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menjelaskan bahwa kekhawatiran terkait kemungkinan habisnya stok energi dalam waktu dekat tidak memiliki dasar yang kuat. Ia menilai sistem distribusi energi nasional telah dirancang secara adaptif dan responsif, di mana setiap konsumsi akan diikuti dengan pengisian kembali pasokan sehingga ketersediaan tetap terjaga secara berkelanjutan.

    Dalam kurun waktu terakhir, pemerintah juga mencatat berbagai capaian dalam memperkuat sektor energi nasional, mulai dari diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, hingga peningkatan infrastruktur distribusi. Selain itu, percepatan transisi energi menuju sumber yang lebih ramah lingkungan juga terus didorong sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

    Pada akhirnya, stabilitas ketahanan energi nasional di tengah tekanan global mencerminkan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah, BUMN, serta seluruh pemangku kepentingan. Namun demikian, keberlanjutan kondisi ini tetap membutuhkan dukungan masyarakat melalui penggunaan energi yang bijak serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Dengan sinergi yang kuat, ketahanan energi nasional diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    *) Pengamat Kebijakan Energi Nasional

  • Pemerintah Pastikan Ketahanan Energi Nasional Tetap Stabil di Tengah Tekanan Global

    Oleh: Arga Pratama Wijaya

    Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang berdampak langsung pada rantai pasok energi dunia, pemerintah menegaskan bahwa kondisi stok energi nasional tetap dalam keadaan aman dan terkendali. Pernyataan ini menjadi sinyal penting bagi publik bahwa stabilitas energi domestik masih terjaga meskipun konflik di kawasan Timur Tengah terus memicu ketidakpastian global.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak, baik bensin maupun solar, serta liquefied petroleum gas masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Dalam pandangannya, kondisi ini patut disyukuri mengingat tekanan global yang cukup signifikan terhadap distribusi energi. Ia menekankan bahwa meskipun terjadi gangguan di tingkat internasional, suplai energi di dalam negeri tidak mengalami kendala berarti.

    Lebih lanjut, Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa cadangan minyak nasional saat ini berada di atas ambang batas minimal yang ditetapkan, yakni berkisar antara 21 hingga 28 hari. Namun demikian, angka tersebut bukanlah indikator bahwa stok akan habis dalam rentang waktu tersebut, melainkan bagian dari sistem cadangan yang terus diperbarui melalui distribusi berkelanjutan dan optimalisasi kilang dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bergantung pada stok, tetapi juga memastikan siklus pasokan tetap berjalan secara dinamis.

    Langkah strategis lain yang ditempuh pemerintah adalah melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah. Ketergantungan terhadap pasokan dari kawasan Selat Hormuz yang selama ini mencapai sekitar 20 persen mulai dialihkan ke sumber lain. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah antisipatif yang tepat untuk mengurangi risiko gangguan distribusi akibat konflik di kawasan tersebut. Upaya ini sekaligus mencerminkan respons cepat pemerintah dalam membaca situasi global dan mengambil keputusan yang adaptif.

    Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026 menjadi pemicu utama terganggunya distribusi energi global. Ketegangan yang berujung pada penguasaan Selat Hormuz oleh Iran berdampak luas terhadap jalur distribusi minyak dunia.

    Di tengah kondisi tersebut, Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang relatif kuat. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara produksi dalam negeri dan impor energi. Selain itu, peran badan usaha milik negara seperti Pertamina juga menjadi faktor kunci dalam memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke daerah.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, misalnya, telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi, khususnya selama periode arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Area Manager Communication, Relations dan CSR Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan bahwa pihaknya melakukan peningkatan stok di terminal BBM dan LPG sebagai langkah awal pengamanan pasokan.

    Selain itu, optimalisasi distribusi dan peningkatan kesiapsiagaan operasional juga dilakukan di seluruh titik layanan. Berdasarkan data yang dihimpun, terjadi peningkatan konsumsi BBM jenis gasoline hingga 16 persen dibandingkan kondisi normal. Sebaliknya, konsumsi gasoil mengalami penurunan sebesar 9,7 persen, sementara penggunaan LPG meningkat sekitar satu persen. Data ini menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

    Di sisi lain, fasilitas pendukung seperti Serambi MyPertamina juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan masyarakat selama perjalanan. Layanan ini menyediakan ruang istirahat di sejumlah lokasi strategis sehingga pemudik dapat beristirahat dengan aman sebelum melanjutkan perjalanan. Kehadiran aplikasi MyPertamina juga semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi terkait lokasi SPBU, promo energi, hingga perencanaan perjalanan.

    Pandangan positif terhadap kondisi energi nasional juga disampaikan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Ia menilai bahwa stok BBM, khususnya di wilayah Sumatera Selatan, masih dalam kondisi aman dan terkendali. Menurutnya, stabilitas harga dan pasokan energi di Indonesia merupakan hasil dari kebijakan pemerintah pusat yang mampu mengelola sektor energi secara efektif di tengah dinamika global.

    Herman Deru juga mengapresiasi kepemimpinan presiden bersama jajaran kabinet yang dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan tekanan global. Ia menambahkan bahwa meskipun energi dapat dihemat melalui efisiensi penggunaan, sektor pangan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan. Dalam konteks ini, Sumatera Selatan memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penyangga produksi beras nasional.

    Dalam satu tahun terakhir, pemerintah juga mencatat sejumlah capaian penting di sektor energi, mulai dari peningkatan kapasitas kilang domestik, optimalisasi distribusi BBM satu harga hingga ke daerah terpencil, hingga penguatan cadangan energi nasional. Selain itu, percepatan transisi energi melalui pengembangan energi baru terbarukan juga terus didorong sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi ketahanan energi yang berkelanjutan.

    Melihat berbagai langkah dan capaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketahanan energi nasional saat ini berada dalam kondisi yang cukup solid. Pemerintah tidak hanya mampu merespons krisis global dengan cepat, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri melalui kebijakan yang terukur dan kolaboratif. Ke depan, tantangan tentu masih akan terus muncul, terutama seiring dinamika geopolitik yang sulit diprediksi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan energi nasional sekaligus memastikan bahwa kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara merata dan berkeadilan.

    *) Analis Energi dan Geopolitik

  • Ketahanan Energi Terjaga, Pasokan Nasional Tetap Stabil

    Jakarta – Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok energi dunia, Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dengan menjaga ketersediaan energi nasional tetap dalam kondisi stabil. Pemerintah memastikan distribusi energi berjalan optimal melalui perencanaan yang matang serta pengelolaan cadangan yang terukur.
    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa berbagai langkah antisipatif telah dilakukan untuk menjamin kelancaran pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan distribusi energi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
    “Kami telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap ketersediaan BBM, baik jenis solar maupun bensin, termasuk fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta sejumlah pembangkit listrik,” jelas Bahlil.
    Ketersediaan energi menjadi perhatian utama pemerintah, terlebih di tengah isu global terkait potensi gangguan pasokan akibat konflik internasional, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam situasi tersebut, stabilitas energi nasional menjadi indikator penting dalam menjaga ketahanan ekonomi.
    Bahlil menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang solid, didukung koordinasi yang intensif antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Ia juga mengapresiasi peran masyarakat dalam menjaga konsumsi energi tetap terkendali.
    “Berkat sinergi tim dan dukungan penuh dari masyarakat, Satuan Tugas (Satgas) di sektor ESDM telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik dalam memastikan pasokan energi tetap aman,” ungkapnya.
    Peneliti energi, Ary Bachtiar Krishna Putra, turut mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan. Ia menilai pengalaman panjang dalam pengelolaan energi menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan tersebut.
    “Pemerintah memiliki pengalaman dan kesiapan yang cukup dalam mengelola pasokan serta menjaga stabilitas energi nasional,” ujarnya.
    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menilai pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan distribusi energi. Ia menyebut kondisi ini mencerminkan kesiapan negara dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor energi.
    “Pasokan energi aman dan distribusinya terkendali. Ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menjaga kebutuhan energi nasional,” tuturnya.
    Lamhot juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan guna menghadapi tantangan yang semakin kompleks ke depan. Menurutnya, peningkatan kebutuhan energi serta dinamika global menuntut kebijakan yang adaptif dan responsif.
    “Evaluasi tetap diperlukan agar ke depan kita lebih siap, presisi, dan adaptif terhadap dinamika konsumsi energi,” pungkasnya.

  • Pemerintah Ajak Masyarakat Gunakan BBM Secara Bijak dan Tenang

    Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli bahan bakar minyak (BBM). Menurut Bahlil, untuk kendaraan pribadi, pengisian sekitar 50 liter per hari dinilai sudah mencukupi kebutuhan harian.

    Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam agenda pengumuman kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi potensi krisis global yang disiarkan dari Seoul, Korea Selatan.

    “Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter itu tangki sudah penuh satu hari. Kami akan mendorong ke sana,” ujar Bahlil.

    Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendirian dalam menghadapi tantangan global. Karena itu, ia mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat.

    “Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak,” kata Bahlil.

    Pemerintah sendiri telah mengumumkan sejumlah kebijakan sebagai langkah mitigasi dan antisipasi terhadap dinamika global, salah satunya melalui pengendalian konsumsi BBM agar lebih terukur.

    Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa stok BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Ia juga menegaskan bahwa perekonomian nasional tetap terjaga. Meski demikian, pemerintah menilai perlunya penyesuaian perilaku konsumsi agar masyarakat tetap tenang dan dapat beraktivitas secara produktif.

    Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan harian, agar distribusi energi tetap merata dan stabil di tengah berbagai tantangan global.

    Untuk mendukung konsumsi BBM yang lebih tertib, pemerintah akan mengatur pembelian melalui barcode MyPertamina. Setiap kendaraan nantinya dibatasi hingga 50 liter per hari, sementara ketentuan ini tidak diberlakukan bagi truk dan angkutan umum.

    “Untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian,” kata Airlangga.

    Selain itu, dalam rangka memperkuat kemandirian energi dan meningkatkan efisiensi, pemerintah akan mulai menjalankan program B50, yaitu mandatori pencampuran 50 persen bahan bakar nabati (biodiesel) berbasis minyak kelapa sawit (CPO) dengan 50 persen solar. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 dan diyakini mampu menekan penggunaan BBM fosil hingga jutaan kiloliter (KL).

    “Pertamina telah siap untuk mengimplementasikan blending (pencampuran) dan ini berpotensi mengurangi penggunaan BBM berbasis fosil sebanyak 4 juta KL. Dalam 6 bulan juga ada penghematan subsidi dari biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp 48 triliun,” kata Airlangga.

  • Sekolah Rakyat Dinilai Efektif Wujudkan Pendidikan Bermutu

    Oleh : Andhika Rachma

    Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai terobosan kebijakan di sektor pendidikan. Salah satu program yang kini menjadi perhatian publik adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang dinilai efektif dalam menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus menjawab tantangan ketimpangan akses pendidikan. Dalam konteks pembangunan nasional, kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi jangka panjang dalam menciptakan generasi unggul yang berdaya saing.

    Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwa sekolah rakyat dibangun untuk masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga penerima manfaat dari golongan miskin ekstrem.

    Sekolah Rakyat hadir sebagai program afirmatif yang menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu. Program ini memberikan pendidikan secara gratis sepenuhnya, termasuk biaya pendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar siswa yang ditanggung oleh negara. Hal ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti mengatakan Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri. Menurutnya, sekolah ini adalah tempat generasi muda tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang hebat. Program Sekolah Rakyat dirancang bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal agar kembali memperoleh hak belajar secara layak dan bermutu.

    Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep sekolah berasrama (boarding school), yang memungkinkan pembinaan siswa dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek akademik maupun karakter. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menitikberatkan pada pembelajaran formal, tetapi juga penguatan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan hidup. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya dibentuk menjadi cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepribadian yang kuat.

    Perkembangan program ini menunjukkan progres yang sangat positif. Pada tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Rakyat beroperasi di berbagai daerah di Indonesia, dengan puluhan lokasi yang telah siap menjalankan kegiatan belajar mengajar. Bahkan, hingga akhir 2025, pemerintah telah mengoperasikan sekitar 165 Sekolah Rakyat yang mampu menampung ribuan siswa dari berbagai wilayah. Capaian ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperluas jangkauan program sekaligus memastikan pemerataan akses pendidikan.

    Lebih dari sekadar menyediakan pendidikan gratis, Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan. Melalui pendidikan yang berkualitas, anak-anak dari keluarga kurang mampu diberikan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan. 

    Efektivitas Sekolah Rakyat juga terlihat dari proses seleksi yang ketat dan tepat sasaran. Calon siswa berasal dari kelompok desil terbawah dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga program ini benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan. Selain itu, seleksi tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga motivasi belajar dan potensi siswa, sehingga menghasilkan peserta didik yang memiliki semangat tinggi untuk berkembang.

    Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, menilai kehadiran Sekolah Rakyat menunjukkan peran aktif negara dalam mengurangi ketimpangan Pendidikan. Di sisi lain, kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian utama dalam program ini. Guru yang direkrut merupakan tenaga profesional yang telah melalui pendidikan dan pelatihan khusus, serta memiliki empati sosial yang tinggi. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berjalan secara efektif, tetapi juga mampu membangun hubungan yang positif antara guru dan siswa. 

    Keunggulan lain dari Sekolah Rakyat adalah integrasi pembelajaran dengan keterampilan masa depan. Siswa diperkenalkan dengan berbagai kompetensi seperti coding, keamanan siber, dan data sains, yang sangat relevan dengan kebutuhan era digital. Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pemerataan akses, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Dukungan lintas sektor juga menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi antara berbagai kementerian, pemerintah daerah, hingga pihak swasta. Sinergi ini memungkinkan pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan terintegrasi, mulai dari penyediaan infrastruktur, kurikulum, hingga pembinaan siswa. 

    Dalam perspektif yang lebih luas, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan, Indonesia dapat membangun generasi yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing global. Program ini juga menjadi bukti bahwa pembangunan manusia menjadi prioritas utama dalam kebijakan nasional.

    Dengan berbagai capaian dan keunggulan yang dimiliki, Sekolah Rakyat layak dinilai sebagai salah satu inovasi pendidikan yang efektif dalam mewujudkan pendidikan bermutu. Program ini tidak hanya memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa. Melalui pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi masa depan, Sekolah Rakyat membuktikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi kemajuan negeri.

    )* Pengamat Kebijakan Publik

  • Pendidikan Bermutu Wujud Konkret Keberpihakan Negara

    Oleh: Bara Winatha*)

    Pendidikan bermutu merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam konteks Indonesia yang memiliki keragaman sosial, budaya, dan geografis yang luas, kehadiran negara dalam memastikan akses pendidikan yang adil dan berkualitas menjadi sangat krusial. Pendidikan menjadi instrumen strategis untuk membentuk karakter, memperkuat identitas kebangsaan, serta meningkatkan daya saing generasi masa depan. Oleh karena itu, pendidikan bermutu harus dipahami sebagai wujud konkret keberpihakan negara terhadap seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa penguatan karakter dan nilai toleransi menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pendidikan bermutu. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia yang memiliki kesadaran kebangsaan dan kemampuan hidup dalam keberagaman. Indonesia sebagai negara majemuk membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menjaga harmoni sosial. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai inklusivitas melalui berbagai program lintas budaya dan agama.

    Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bermutu bukan hanya soal kurikulum atau fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana sistem pendidikan mampu menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa. Lingkungan pendidikan merupakan ruang strategis untuk membangun pemahaman tentang pentingnya toleransi sejak dini. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang memperkuat persatuan nasional.

    Upaya menghadirkan pendidikan bermutu juga tercermin dalam berbagai program kolaboratif yang melibatkan beragam pemangku kepentingan. Pemerintah membuka ruang kerja sama dengan institusi pendidikan dari berbagai latar belakang, baik nasional maupun internasional. Langkah ini menunjukkan bahwa keberpihakan negara terhadap pendidikan tidak bersifat eksklusif, melainkan inklusif dan terbuka terhadap inovasi. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir ekosistem pendidikan yang dinamis dan mampu menjawab tantangan global.

    Di sisi lain, pemerataan pendidikan menjadi isu yang tidak kalah penting. Tantangan geografis dan kesenjangan akses masih menjadi pekerjaan rumah yang terus diselesaikan secara sistematis. Dalam konteks ini, peran pemerintah daerah menjadi sangat strategis dalam memastikan bahwa kebijakan pendidikan dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

    Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Marthen Ukago mengatakan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan pendidikan merupakan kunci dalam mewujudkan pendidikan bermutu yang merata. Ia menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Kehadiran berbagai program seperti pendidikan gratis, sekolah asrama, dan pengiriman guru ke daerah terpencil merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan.

    Marthen memandang bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan di daerah harus mampu menjawab kebutuhan lokal sekaligus sejalan dengan visi pembangunan nasional. Dalam konteks Papua, pendekatan yang adaptif dan inklusif menjadi sangat penting untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

    Transformasi pendidikan juga ditandai dengan hadirnya konsep Sekolah Terintegrasi yang dirancang untuk menjawab tantangan mutu dan pemerataan secara simultan. Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali mengatakan bahwa Sekolah Terintegrasi merupakan solusi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah. Ia menjelaskan bahwa konsep ini menghadirkan sistem pendidikan terpadu dengan fasilitas lengkap dan pendekatan pembelajaran yang berkelanjutan.

    Arif menekankan bahwa Sekolah Terintegrasi memiliki tiga pilar utama, yaitu transformasi infrastruktur, sumber daya manusia, dan sistem pembelajaran. Dalam aspek infrastruktur, sekolah dilengkapi dengan fasilitas modern yang mendukung pembelajaran berbasis praktik dan teknologi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

    Pada aspek sumber daya manusia, kualitas guru menjadi perhatian utama. Guru direkrut melalui proses seleksi yang ketat dan mendapatkan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi. Dengan demikian, kualitas pengajaran dapat terjaga dan mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi siswa.

    Sementara itu, dalam aspek pembelajaran, Sekolah Terintegrasi mengadopsi pendekatan kurikulum yang menggabungkan standar nasional dan internasional. Pembelajaran juga dirancang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi. Pendekatan ini penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

    Konsep Sekolah Terintegrasi juga mencerminkan keberpihakan negara terhadap pendidikan yang inklusif. Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi. Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Sekolah Terintegrasi merupakan upaya membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Konsep ini tidak hanya menciptakan sekolah unggulan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.

    Upaya tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bermutu benar-benar menjadi prioritas nasional. Dari penguatan karakter, pemerataan akses, hingga transformasi sistem pendidikan, semua langkah tersebut mengarah pada satu tujuan besar, yaitu menciptakan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing. Negara hadir untuk memastikan bahwa setiap anak bangsa, di mana pun berada, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, keberhasilan pembangunan pendidikan akan menjadi fondasi utama bagi kemajuan bangsa secara menyeluruh.

    *)Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan.

  • Pendidikan Bermutu Dikebut, Pemerintah Perkuat Langkah Strategis

    Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia Indonesia. Berbagai program di sektor pendidikan terus didorong melalui langkah-langkah strategis yang terintegrasi dan berkelanjutan, guna memastikan kualitas pendidikan semakin merata serta relevan dengan kebutuhan zaman.

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan reformasi besar-besaran di sektor pendidikan, mulai dari perbaikan infrastruktur sekolah hingga digitalisasi pembelajaran secara nasional.

    ”Saya sedang melaksanakan perbaikan fisik sekolah-sekolah, dalam lima tahun saya ingin selesaikan 300 ribu sekolah. Saya juga lakukan sekarang digitalisasi pendidikan SD, SMP, SMA, mungkin sampai ke perguruan tinggi. Kita sekarang sudah taruh interactive flat panel (jumlahnya) 288.831 di sekolah-sekolah termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).” ujar Prabowo.

    Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah juga menyiapkan sistem pengajaran terpusat untuk mengatasi ketimpangan kualitas guru di berbagai daerah. Melalui sistem ini, guru-guru terbaik akan mengajar secara hybrid dan interaktif, sehingga sekolah yang kekurangan tenaga pengajar tetap dapat memberikan pembelajaran berkualitas.

    “Nanti kita punya studio, guru-guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, tidak ada guru bahasa inggris ya dia dapat pelajaran hybrid dan interaktif. Kita bisa monitor di kelas itu. Ini lompatan dalam rangka human capital,” terang Prabowo.

    Selain itu, pemerintah juga berupaya memperluas akses pendidikan inklusif melalui program Sekolah Rakyat (SR). Kepala Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari, menyebutkan bahwa hingga Juni 2026 ditargetkan sebanyak 101 SR akan rampung dan siap menampung siswa dari keluarga miskin ekstrem pada tahun ajaran 2026/2027.

    “Pembangunan SR tahap 2 di wilayah Jawa sebanyak 40 lokasi, di Pulau Sumatera 26 lokasi, Pulau Kalimantan 12 lokasi, Pulau Sulawesi 16 lokasi, Pulau Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Pulau Maluku 4 lokasi, serta Papua 4 lokasi. Setiap SR permanen, dirancang berkapasitas 1.080 siswa per tahun, sehingga 2029 yang akan datang, pemerintah menargetkan 500 SR yang mampu menjangkau sekitar 540.000 siswa kurang mampu setiap tahunnya,” ungkap Qodari.

    Berbagai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Melalui perbaikan infrastruktur, digitalisasi, inovasi pembelajaran, serta perluasan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat, arah kebijakan yang ditempuh tidak hanya menyasar pada peningkatan kualitas, tetapi juga pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh anak bangsa. Dengan strategi yang semakin terintegrasi dan berorientasi jangka panjang, upaya ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul dan berdaya saing global.

  • Sekolah Rakyat Jadi Kunci Pemerataan Pendidikan Bermutu

    Jakarta – Pemerintah mempercepat upaya pemerataan pendidikan bermutu melalui pembangunan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi masyarakat miskin ekstrem.

    Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang layak, tanpa terkendala faktor ekonomi maupun keterbatasan infrastruktur.

    Terbaru, pemerintah tengah menyelesaikan pembangunan 104 Sekolah Rakyat baru yang tersebar di berbagai kota. Program ini merupakan bagian dari target nasional untuk menghadirkan Sekolah Rakyat di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, dengan kapasitas mencapai 112.320 siswa yang terbagi dalam 3.744 rombongan belajar.

    Berdasarkan data hingga 22 Maret 2026, progres pembangunan secara nasional telah mencapai 15,54 persen. Pemerintah optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring percepatan pembangunan di lapangan, termasuk pada Tahap II yang mencakup pembangunan sekolah di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

    Setiap kompleks Sekolah Rakyat dirancang secara modern dan terintegrasi dengan pendekatan berbasis teknologi. Fasilitas yang disediakan tidak hanya ruang kelas, tetapi juga laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, hingga asrama bagi siswa dan tenaga pengajar. Selain itu, tersedia pula fasilitas penunjang seperti kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, serta ruang terbuka hijau.

    Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    “Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujarnya.

    Selain perluasan akses pendidikan, Sekolah Rakyat juga fokus pada penguatan mutu pembelajaran melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan penyediaan sarana pendidikan yang memadai di seluruh wilayah.

    Kesempatan yang sama bagi setiap anak menjadi prinsip utama yang harus dijaga agar tidak ada yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak.

    Widyaprada Ahli Utama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Purwadi Sutanto, menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.

    “Setiap anak memiliki hak dan potensi yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak. Karena itu, peningkatan kompetensi guru serta penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai menjadi faktor penting dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik,” katanya.

    Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerataan pendidikan bermutu, sehingga setiap anak Indonesia dapat menikmati hak pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. (*)