Kategori: Uncategorized

  • BSU 2025 Tahap Pertama Cair untuk 2,4 Juta Pekerja, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Tahap Kedua

    BSU 2025 Tahap Pertama Cair untuk 2,4 Juta Pekerja, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Tahap Kedua

    JAKARTA –  Kabar gembira bagi jutaan pekerja Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 tahap pertama kepada 2,4 juta rekening penerima dari total 3,6 juta pekerja yang berhak. Program ini merupakan salah satu stimulus ekonomi pemerintah untuk meringankan beban pekerja berpenghasilan rendah di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.

    Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa pencairan dana BSU tahap pertama telah dimulai dengan total penyaluran mencapai 2.450.068 rekening. Sementara sisanya sekitar 1,24 juta pekerja masih dalam proses verifikasi dan validasi data agar penyaluran bantuan tepat sasaran. “Kami memastikan proses pencairan dilakukan secara hati-hati dan transparan agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

    BSU 2025 merupakan bagian dari lima program stimulus ekonomi nasional tahun ini. Setiap pekerja yang memenuhi syarat menerima bantuan sebesar Rp300.000 per bulan untuk dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2025, yang dicairkan sekaligus sebesar Rp600.000 langsung ke rekening masing-masing penerima. Penyaluran dilakukan melalui bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, BTN, dan Mandiri, serta melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk wilayah Aceh. Bagi pekerja yang belum memiliki rekening, pemerintah juga menyiapkan opsi pencairan melalui PT Pos Indonesia.

    Untuk dapat menerima BSU 2025, pekerja harus memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan NIK aktif, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga April 2025, serta memiliki gaji di bawah Rp3,5 juta per bulan. Namun ASN, anggota TNI, dan Polri tidak termasuk penerima. Program ini juga diprioritaskan bagi pekerja yang tidak sedang menerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun anggaran berjalan.

    Kemnaker mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tautan palsu yang mengatasnamakan program BSU. Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, menegaskan bahwa situs resmi untuk informasi BSU hanya melalui bsu.kemnaker.go.id. “Jika menemukan tautan mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib. Kami tidak pernah meminta data pribadi melalui tautan tidak resmi,” tegasnya.

    Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa program BSU 2025 hanya berlangsung satu kali pada periode Juni–Juli. Menteri Yassierli menepis isu yang beredar di media sosial mengenai pencairan BSU tahap kedua pada Oktober 2025. “Sampai saat ini belum ada arahan dari Presiden terkait BSU tahap II. Jadi, dapat dipastikan bahwa program BSU hanya berlaku untuk dua bulan tersebut,” ujarnya.

    Pelaksanaan BSU 2025 didasarkan pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2025 tentang perubahan atas Permenaker Nomor 10 Tahun 2022 terkait pedoman pemberian subsidi gaji bagi pekerja/buruh. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap BSU dapat membantu jutaan pekerja Indonesia bertahan menghadapi tekanan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

    .

    (*/rls)

  • Sekolah Garuda: Lompatan Besar Pemerintah Cetak Generasi Emas Berdaya Saing Global

    Sekolah Garuda: Lompatan Besar Pemerintah Cetak Generasi Emas Berdaya Saing Global

    Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia meluncurkan Sekolah Garuda sebagai terobosan besar dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global. Program yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah menyiapkan generasi muda yang tangguh di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Dengan standar pendidikan internasional dan pemerataan akses bagi seluruh anak bangsa, Sekolah Garuda diharapkan menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

    Program ini digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai upaya nyata menyiapkan generasi unggul di bidang sains, teknologi, dan inovasi yang menjadi kunci kemajuan bangsa di abad ke-21.

    Tepat satu tahun pemerintahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya Sekolah Garuda sebagai bagian dari program prioritas.

    “Kita harus mencari anak-anak terpintar dari seluruh pelosok negeri, tidak hanya dari golongan menengah ke atas, tapi juga dari latar belakang ekonomi yang kurang beruntung,” tegas Prabowo.

    Presiden menjelaskan bahwa Sekolah Garuda dirancang dengan standar internasional, menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB) yang memungkinkan lulusannya diterima di universitas terbaik dunia seperti Harvard, MIT, dan Oxford.

    Menurutnya, kekayaan alam Indonesia, seperti mineral kritis dan rare earth, harus dikelola oleh para ilmuwan, insinyur, dan ahli teknologi dari dalam negeri.

    “Masa depan bangsa kita tergantung pada kemampuan anak-anak pintar kita di bidang sains dan teknologi. Sekolah Garuda adalah investasi jangka panjang untuk mencetak para pemenang hadiah Nobel dan penggerak kemajuan bangsa,” tambahnya.

    Program Sekolah Garuda terbagi dalam dua skema utama, yakni Sekolah Garuda Baru yang dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta Sekolah Garuda Transformasi, yang mengintegrasikan sekolah unggulan yang sudah ada agar menerapkan standar global. Pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda Baru dan transformasi 80 sekolah hingga tahun 2029.

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal membangun gedung, tetapi juga membuka akses pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi sosial ekonomi.

    “Presiden percaya bahwa setiap pelosok Indonesia memiliki anak-anak cerdas luar biasa. Sekolah Garuda hadir untuk menjawab kebutuhan mereka dan menjamin pemerataan akses pendidikan,” ujar Stella.

    Kehadiran Sekolah Garuda juga mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi X DPR, Kurniasih Mufidayati, menyampaikan dukungannya terhadap program ini sebagai langkah strategis untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

    “Sekolah Garuda memperkuat SDM Indonesia dengan kurikulum berbasis kompetensi dan standar internasional, serta beasiswa penuh untuk semua siswa berprestasi, tanpa memandang latar belakang,” ujar Kurniasih.

    Namun, Kurniasih juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dan perhatian terhadap sekolah reguler agar tidak menimbulkan kesenjangan pendidikan.

    Program Sekolah Garuda, dengan sistem asrama, kurikulum internasional, dan fokus pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), diharapkan menjadi motor penggerak generasi muda Indonesia yang mampu bersaing secara global dan menjadi pilar utama dalam kemajuan bangsa. *

  • Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke -97: Pemerintah Berkomitmen Tingkatkan Kualitas SDM Generasi Muda Dengan Program Nyata

    Jakarta – Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Hariqo Wibawa Satria mengatakan ditengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 97, Presiden Ptabowo berkomitmen dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda Indonesia dengan Program – program nyata seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Magang Nasional dan Ketahanan Pangan (Petani Milenial).

    Hal tersebut disampaikan Hariqo Wibawa Satria saat berdialog di salah satu stasiun televisi nasional di Jakarta, Selasa 28/10/2025.

    Menurutnya ketika Pak Prabowo jadi Presiden, langsung dilangsungkan program cek kesehatan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Ini menjadi program terbesar di Indonesia, dan jumlah penerima manfaatnya sudah 45 juta orang dan akan terus bertambah setiap hari.

    Selain itu juga ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

    “Program MBG, sekarang penerima manfaatnya sudah 37 juta orang, dan telah melahirkan tenaga kerja baru sudah bekerja, dan sudah melahirkan 12 ribu dapur SPPG dan jutaan orang tua dan sekian ribu UMKM. Ini program pertama kali dalam sejarah dan belum pernah ada. Ini setiap hari jumlah penerima manfaatnya terus bertambah”, jelasnya.

    Ditambahkannya, tidak hanya itu, pada era pemerintahan Prabowo-Gibran, sudah ada perbaikan sekolah, sudah belasan ribu perbaikan sekolah.

    “Ada anggaran 22 triliun rupiah untuk revitalisasi sekolah dan melahirkan tenaga kerja baru 400 ribu orang. Ini revitalisasi sekolah terbesar sepanjang era reformasi”, ujar Hariqo.

    “Disiai lain, dijalankan juga, ada namanya interaktif flat panel yag sekarang dibagikan pada 200 ribuan sekolah di seluruh Indonesia. Sudah dibagikan ke 70 ribuan sekolah,” pungkas Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah itu.

    Hariqo mengungkapkan sekarang ekstrakulikuer gratis, bahkan satu siswa juga mendapatkan satu laptop. Presiden memuliakan saudara kita di desil 1 dan desil 2.

    “Pemerintah ingin sekali masyarakatnya terlindungi dari judol, narkoba dan bahaya internet lain. Untuk anak di perbatasan, ada tunjangan untuk dokter spesialis yang mendapatkan uang 30 juta lebih untuk melayani anak-anak kita di perbatasan”, tuturnya.

    Disinggung juga oleh Hariqo Wibawa bahwa ada lagi revitalisasi dan peningkatan kapasitas rumah sakit, sehingga ibu dan anak mudah ke RS. Semua untuk tiga hal, anak Indonesia harus sehat, panjang usia dan berprestasi.

    “Yang patut kita apresiasi di Sumpah Pemuda ini, dalam satu tahun sudah tidak ada polarisasi seperti dulu. Karena kita dalam 28 Oktober sudah bersumpah menjadi satu bangsa Indonesia.Mudah-mudahan ini menjadi batu loncatan untuk fondasi, sehingga di 2026 kita bisa melangkah lebih kencang lagi”, tegasnya.

    Sementara itu, ditambahkan Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah ini, lebih dari 1 juta mahasiswa mendapatkan KIP Kuliah, guru juga mendapatkan tunjangan profesi, termasuk Non-ASN dan ada inentif untuk honorer.

    Hariqo juga menegaskan bahwa anak muda jangan korupsi dan jangan merugikan masyarakat, karena itu bertentangan dengan semangat Sumpah Pemuda.

    “Semangat utama Sumpah Pemuda adalah saling mengingatkan dan bersama menolak korupsi demi Indonesia yang bersih dan bermartabat”, ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, Tokoh Pemuda Papua Billy Mambrasar mengatakan keterlibatan pemuda-pemudi dalam menjalankan dapur untuk MBG sangat signifikan hingga mampu memberikan makan siswa dan mengajak petani milenial. Program Presiden ini bukan hanya satu persatu, melainkan justru satu kesatuan.

    “Petani milenial juga menyediakan kebutuhan MBG, kemudian dikelola orang lokal untuk sekolah, dan semuanya menjadi satu kesatuan dengan dampak yang tidak bisa terukur dalam jangka pendek, karena ini pembangunan manusia butuh 10-20 tahun untuk Indonesia memanen nanti”, tutur Billy.

    Billy Mambrasar menjelaskan semangat sumpah pemuda ke – 97 saat ini adalah memeiliki kesempatan yang sama.

    “Semangat sumpah pemuda ini maknanya bukan hanya numerik, namun filosofis, Satu artinya semua memiliki kesempatan yang sama”, katanya.

    Banyak pemerintah daerah yang menangkap kesempatan tersebut sebagai anggota eksekutif Papua, menangkap kesempatan yang diberikan Presiden Prabowo untuk dimaksimalkan menjadi program pendidikan dan akses yang ada, jelasnya.

    Menurut Tokoh Pemuda Papua lulusan Harvard itu, semua harus dua arah, pemerintah memberikan kesempatan dan pemuda menangkap kesmepatan tersebut, jangan pasif, semua punya kesempatan yang sama untuk menjalankan kesmepatan yang ada.

    “Kita pernah bersama-sama menjalankan program dapur dengan masyaraat lokal, mereka juga punya penghasilan dan pekerjaan bahkan memberikan pekerjaan bagi orang lain”, tandasnya.

    Ditambahkan Billy, keterlibatan pemuda juga sangat penting agar berani mebgambil resiko dan menangkap kesmepatan yang ada diberikan oleh pemerintah.

    “Spirit Sumpah Pemuda harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk nyata rasa cinta tanah air, tanggung jawab sosial, dan partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa”, tutupnya.

  • Semangat Hari Sumpah Pemuda: Pemerintahan Prabowo-Gibran Berkomitmen Tingkatkan Kualitas SDM Generasi Muda

    Jakarta – Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah yang menandai lahirnya kesadaran kolektif generasi muda dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

    Jubir Badan Komunikasi Pemerintah (BKP), Hariqo Wibawa Satria mengatakan ketika Prabowo menjadi Presiden, program makan bergizi gratis (MBG) menjadi program terbesar di Indonesia, dan jumlah penerima manfaatnya sudah 45 juta orang dan akan terus bertambah setiap hari.

    “Untuk program MBG penerima manfaatnya sudah 37 juta orang, dan sudah melahirkan 12 ribu dapur SPPG dan jutaan orang tua serta sekian ribu UMKM,” kata Hariqo saat menjadi nara sumber bertema “Peringati Sumpah Pemuda ke-97, Komitmen Prabowo-Gibran Sambut Indonesia Emas 2045 Melalui Peningkatan Kualitas SDM”, di Metro TV, Selasa (28/10) malam.

    Tidak hanya itu, pada era pemerintahan Prabowo-Gibran, sudah ada belasan ribu perbaikan sekolah. Ada anggaran 22T untuk revitalisasi sekolah dan melahirkan tenaga kerja baru 400 ribu orang. Ini revitalisasi sekolah terbesar sepanjang era reformasi.

    “Sekarang ekstrakulikuer gratis, bahkan satu siswa juga mendapatkan satu laptop. Presiden memuliakan saudara kita di desil 1 dan desil 2,” jelasnya.

    Hariqo juga berharap anak muda jangan korupsi dan jangan merugikan masyarakat, karena bertentangan dengan semangat Sumpah Pemuda. Semangat utama Sumpah Pemuda adalah saling mengingatkan dan bersama menolak korupsi demi Indonesia yang bersih dan bermartabat.

    “Mari kita berkomitmen dan saling mengingatkan, saling mengawasi, melaporkan siapapun yang melakukan korupsi. Jangan ragu untuk memberikan kritik dan saran karena itu vitamin bagi pemerintah,” pintanya.

    Yang patut diapresiasi pada peringatan Sumpah Pemuda ini, dalam satu tahun sudah tidak ada polarisasi seperti dulu. Karena kita dalam 28 Oktober sudah bersumpah menjadi satu bangsa Indonesia.

    “Mudah-mudahan ini menjadi batu loncatan untuk fondasi, sehingga di 2026 kita bisa melangkah lebih kencang lagi,” tuturnya.

    Sementara itu, di tempat yang sama, Tokoh Pemuda Papua yang juga Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar menyatakan keterlibatan pemuda-pemudi dalam menjalankan dapur sangat signifikan hingga mampu memberikan makan siswa dan mengajak petani milenial.

    “Program Presiden ini bukan hanya satu persatu, melainkan satu kesatuan. Semangat sumpah pemuda maknanya bukan hanya numerik, namun filosofis Satu. Artinya, semua memiliki kesempatan yang sama,” ujar Billy.

    Menurutnya, banyak pemerintah daerah yang menangkap kesempatan yang diberikan Presiden Prabowo untuk dimaksimalkan menjadi program pendidikan dan akses yang ada

    “Pemerintah memberikan kesempatan dan pemuda menangkap kesmepatan tersebut, jangan pasif, semua punya kesempatan yang sama untuk menjalankan kesempatan yang ada,” ungkapnya.

    Spirit Sumpah Pemuda harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk nyata rasa cinta tanah air, tanggung jawab sosial, dan partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa.

    “Keterlibatan pemuda juga sangat penting agar berani mengambil resiko dan menangkap kesempatan yang ada diberikan oleh pemerintah,” pungkas Billy. [*]

  • Tokoh Muda: Peringatan Sumpah Pemuda Presiden Wujudkan Program Asta Cita

    Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 97 memberikan satu bukti nyata, Pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil mengimplementasi kebijakan yang pro rakyat. Pemerintah menggandeng kaum muda dalam mewujudkan Asta Cita. Hal ini terungkap dalam sebuah dialog 97 Tahun Sumpah Pemuda, yang disiarkan oleh stasiun TV Swasta Nasional, Selasa 28 Oktober 2025.

    Tokoh Pemuda Papua, Billy Mambrasar mengatakan partisipasi kaum muda di program Makan Bergizi Gratis sangat memberikan harapan dan semangat.

    “Keterlibatan pemuda-pemudi dalam menjalankan dapur sangat signifikan hingga mampu memberikan makan siswa dan mengajak petani milenial” ujarnya.

    Lebih lanjut Billy menyampaikan bahwa Program Presiden ini bukan hanya satu persatu, melainkan justru satu kesatuan.

    Dalam keterlibatannya petani menyediakan pasokan untuk MBG, kemudian dikelola orang lokal untuk sekolah. Ini semuanya menjadi satu kesatuan dengan dampak yang tidak bisa terukur dalam jangka pendek, karena ini pembangunan manusia butuh 10-20 tahun untuk Indonesia memanen nanti.

    Billy menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda ini maknanya bukan hanya numerik, namun filosofis, artinya semua memiliki kesempatan yang sama. Pemerintah daerah mesti menangkap kesempatan yang diberikan oleh Presiden Prabowo untuk dimaksimalkan menjadi program pendidikan dan akses yang ada.

    Semua harus dua arah, pemerintah memberikan kesempatan dan pemuda menangkap kesmepatan tersebut, jangan pasif, semua punya kesempatan yang sama untuk menjalankan kesmepatan yang ada.
    “Spirit Sumpah Pemuda harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk nyata rasa cinta tanah air, tanggung jawab sosial, dan partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa” terangnya.

    Sedangkan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Hariqo Wibawa Satria mengatakan cek kesehatan gratis adalah program terbesar Indonesia. Saat ini cek kesehatan gratis jumlah penerima manfaat mencapai 45 juta orang dan terus bertambah.

    “Ini menjadi program terbesar di Indonesia, dan jumlah penerima manfaatnya sudah 45 juta orang dan akan terus bertambah setiap hari” katanya.

    Selanjutnya adalah program MBG, sekarang penerima manfaatnya sudah 37 juta orang, dan telah melahirkan tenaga kerja baru sudah bekerja, dan sudah melahirkan 12 ribu dapur SPPG dan jutaan orang tua dan sekian ribu UMKM.

    “Ini program pertama kali dalam sejarah dan belum pernah ada. Ini setiap hari jumlah penerima manfaatnya terus bertambah” ungkapnya.

    Lebih lanjut Hariqo menyampaikan pemerintahan Prabowo-Gibran, sudah ada perbaikan sekolah, sudah belasan ribu perbaikan sekolah.

    “Ada anggaran Rp22 triliun untuk revitalisasi sekolah dan melahirkan tenaga kerja baru 400 ribu orang. Ini revitalisasi sekolah terbesar sepanjang era reformasi” katanya.

    Pemerintah ingin sekali masyarakatnya terlindungi dari judol, narkoba dan bahaya internet lain. Untuk anak di perbatasan, ada tunjangan untuk dokter spesialis yang mendapatkan uang 30 juta lebih untuk melayani anak-anak kita di perbatasan.

    Ada lagi revitalisasi dan peningkatan kapasitas rumah sakit, sehingga ibu dan anak mudah ke RS. Semua untuk tiga hal, anak Indonesia harus sehat, panjang usia dan berprestasi.

    Penegakan hukum pemberantasan korupsi berhasil mendapatkan kembali uang negara 1.000T, dengan ratusan orang sudah ditangkap. Pemerintahan juga menyita 4 juta hektar dan masih banyak lagi capaian selama 1 tahun pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran.

    Yang patut kita apresiasi di Sumpah Pemuda ini, dalam satu tahun sudah tidak ada polarisasi seperti dulu. Karena kita dalam 28 Oktober sudah bersumpah menjadi satu bangsa Indonesia.
    Mudah-mudahan ini menjadi batu loncatan untuk fondasi, sehingga di 2026 kita bisa melangkah lebih kencang lagi.

  • Sumpah Pemuda 97 Tahun, Pemerintahan Prabowo-Gibran Mantapkan Fondasi SDM Menuju Indonesia Emas

    Jakarta — Semangat kebangsaan dan persatuan kembali bergema di seluruh penjuru negeri dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Senin (28/10). Momentum bersejarah ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun bangsa. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045 melalui berbagai program unggulan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

    Tenaga Ahli Utama Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKP), Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa sejak hari pertama menjabat, Presiden Prabowo langsung bergerak menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat. Salah satunya adalah program cek kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

    “Ketika Pak Prabowo jadi Presiden, langsung berjalan program cek kesehatan gratis. Ini program terbesar di Indonesia, dengan penerima manfaat sudah mencapai 45 juta orang dan terus bertambah setiap hari,” ujar Hariqo di Jakarta.

    Selain bidang kesehatan, pemerintahan Prabowo-Gibran juga menaruh perhatian besar pada pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi generasi muda. Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 37 juta orang telah merasakan manfaatnya. Program ini bahkan telah melahirkan lebih dari 12 ribu dapur SPPG, jutaan orang tua penerima manfaat, ribuan pelaku UMKM, dan membuka lapangan kerja baru. “Program ini pertama kali dalam sejarah dan menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil,” tambahnya.

    Di sektor pendidikan, langkah besar juga telah dilakukan melalui revitalisasi sekolah secara masif. Hariqo mengungkapkan bahwa hingga kini sudah belasan ribu sekolah yang diperbaiki dengan total anggaran mencapai Rp22 triliun. “Program ini telah melahirkan 400 ribu tenaga kerja baru. Ini merupakan revitalisasi sekolah terbesar sepanjang era reformasi,” tegasnya.

    Momentum Sumpah Pemuda juga disebut Hariqo sebagai momen untuk memperkuat kembali semangat persatuan dan menolak segala bentuk perpecahan. “Dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, sudah tidak ada lagi polarisasi seperti dulu. Kita semua kembali pada semangat 28 Oktober, bersatu sebagai satu bangsa Indonesia. Ini menjadi fondasi kuat untuk melangkah lebih cepat di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi, selaras dengan semangat Sumpah Pemuda yang menjunjung integritas. “Presiden Prabowo selalu menegaskan bahwa pemerintahan harus efisien dan bersih. Sejak awal, beliau menggencarkan efisiensi hingga berhasil menghemat Rp300 triliun. Karena itu, anak muda jangan korupsi, jangan merugikan masyarakat. Semangat utama Sumpah Pemuda adalah bersama menolak korupsi demi Indonesia yang bermartabat,” tutur Hariqo.

    Sementara itu, Tokoh Pemuda Papua, Billy Mambrasar, menilai bahwa berbagai program Prabowo-Gibran telah memberikan ruang luas bagi anak muda untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional. Ia mencontohkan keterlibatan pemuda dalam pelaksanaan program MBG yang tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga memberdayakan masyarakat di akar rumput.

    “Keterlibatan pemuda-pemudi dalam menjalankan dapur sangat signifikan, hingga mampu memberikan makan siswa dan menggandeng petani milenial. Ini bukan program terpisah, melainkan satu kesatuan ekosistem pembangunan manusia,” jelas Billy.

    Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda tidak sekadar simbolik, melainkan filosofi bahwa semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju. “Pemerintah sudah membuka kesempatan. Kini saatnya pemuda aktif menangkap peluang itu, berani mengambil risiko, dan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.

    Billy menambahkan, spirit Sumpah Pemuda harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata—dari tanggung jawab sosial hingga kontribusi terhadap kemajuan daerah masing-masing. “Itulah wujud cinta tanah air yang sesungguhnya,” tegasnya.

    Melalui momentum Sumpah Pemuda ke-97, pemerintahan Prabowo-Gibran meneguhkan arah pembangunan manusia sebagai kunci menuju Indonesia Emas 2045—mewujudkan bangsa yang sehat, cerdas, produktif, dan berintegritas di atas fondasi persatuan yang kokoh. (*)

  • Tokoh Pemuda: Komitmen Bangun SDM Unggul Wujud Nyata Spirit Sumpah Pemuda di Era Prabowo-Gibran

    Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi momentum reflektif bagi bangsa untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan tekad membangun Indonesia maju melalui Pengembangan SDM Unggul dan berdaya saing.

    Tokoh Pemuda Papua, Billy Mambrasar, yang juga Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar menilai berbagai program pemerintah, merupakan langkah konkret membangun generasi muda yang unggul dan berdaya saing global.

    “Spirit Sumpah Pemuda harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk nyata rasa cinta tanah air, tanggung jawab sosial, dan partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa”, kata Billy dalam kesempatan dialog di salah satu stasiun TV Swasta di Jakarta pada Selasa (28/10).

    Dirinya sangat mengapresiasi program-program pemerintahan Prabowo karena berfokus pada pembangunan dan pengembangan SDM, seperti MBG, sekolah rakyat dan petani milenial.

    Disisi lain, Billy menyebut, program pembangunan sumber daya manusia tidak bisa diukur keberhasilannya dalam waktu singkat.

    “Petani menyediakan MBG, kemudian dikelola orang lokal untuk sekolah, dan semuanya menjadi satu kesatuan dengan dampak yang tidak bisa terukur dalam jangka pendek, karena ini pembangunan manusia butuh 10-20 tahun untuk Indonesia memanen nanti,” tutur Billy.

    Billy mencontohkan SD Inpres era Presiden Soeharto yang baru terbukti dampaknya setelah 30 tahun, bahkan menjadi objek penelitian pemenang Nobel Ekonomi karena berhasil mengurangi kemiskinan ekstrem di Indonesia.

    Dalam dialog bertema “Peringati Sumpah Pemuda Ke-97, Komitmen Prabowo-Gibran Sambut Indonesia Emas 2045 Melalui Peningkatan Kualitas Sdm”, Tenaga Ahli Hariqo Wibawa Satria juga mengungkapkan pencapaian luar biasa dari Program MBG oleh pemerintah.

    “Program MBG, sekarang penerima manfaatnya sudah 37 juta orang, dan telah melahirkan tenaga kerja baru sudah bekerja, dan sudah melahirkan 12 ribu dapur SPPG dan jutaan orang tua dan sekian ribu UMKM,” tuturnya.

    Selain program Makan Bergizi Gratis, pemerintah juga melaksanakan revitalisasi sekolah dengan anggaran mencapai Rp22 triliun.

    “Ada anggaran 22 triliun untuk revitalisasi sekolah dan melahirkan tenaga kerja baru 400 ribu orang. Ini revitalisasi sekolah terbesar sepanjang era reformasi,” ungkap Hariqo.

    Selain itu, Harico sangat mengapresiasi Program Sekolah Rakyat, yang kini telah berdiri sebanyak 166 sekolah dengan lebih dari 15.000 murid dari keluarga miskin ekstrem, yang seluruhnya mendapat fasilitas lengkap, mulai dari asrama, seragam, hingga laptop.

    “Seluruh kebijakan ini bertujuan membentuk generasi dengan tiga pilar utama, tubuh sehat dan berumur panjang, akhlak baik dan otak cerdas, serta pendapatan tinggi pada tahun 2045,” katanya. [-RWA]

  • Semangat Sumpah Pemuda, Prabowo–Gibran Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Nasional

    Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025 menjadi momentum penting bagi pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk mempertegas komitmen dalam membangun generasi muda yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global. Pemerintah menegaskan bahwa investasi terbesar bangsa adalah pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat.

    Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (BKP), Hariqo Wibawa Satria, menyampaikan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki perhatian besar terhadap perlindungan generasi muda dari ancaman sosial seperti judi online, narkoba, dan penyalahgunaan teknologi digital. “Pemerintah ingin masyarakatnya terlindungi dari bahaya internet, narkoba, dan judi online. Untuk anak di perbatasan, bahkan telah diberikan tunjangan bagi dokter spesialis sebesar lebih dari Rp30 juta guna memastikan anak-anak di wilayah perbatasan mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ujar Hariqo.

    Hariqo juga menyoroti capaian penting selama satu tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, salah satunya keberhasilan mengurangi polarisasi sosial dan politik. “Yang patut kita apresiasi di Sumpah Pemuda ini, dalam satu tahun sudah tidak ada polarisasi seperti dulu. Kita sudah bersumpah menjadi satu bangsa Indonesia, dan ini menjadi batu loncatan untuk melangkah lebih kencang di tahun 2026,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Hariqo menegaskan bahwa semangat pemerintahan bersih terus digelorakan Presiden Prabowo sejak hari pertama menjabat. Ia menyebutkan efisiensi anggaran sebesar Rp300 triliun dan pengembalian uang negara senilai Rp1.000 triliun sebagai bukti nyata keberhasilan pemberantasan korupsi. “Selama era reformasi, korupsi seakan merata. Tapi sekarang Presiden tidak tebang pilih, bahkan jika pelakunya dari kabinet merah putih sendiri tetap ditindak tegas,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa pesan Presiden kepada anak muda sangat jelas: jangan korupsi, jangan merugikan masyarakat, dan jadilah generasi yang bersih serta bertanggung jawab. “Semangat utama Sumpah Pemuda adalah saling mengingatkan dan bersama menolak korupsi demi Indonesia yang bermartabat,” kata Hariqo.

    Sementara itu, Tokoh Pemuda Papua Billy Mambrasar menilai semangat Sumpah Pemuda memiliki makna filosofis yang mendalam. Menurutnya, kata “Satu” dalam Sumpah Pemuda berarti setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. “Pemerintah memberi peluang, dan tugas pemuda adalah menangkap kesempatan itu. Jangan pasif, semua harus aktif mengambil peran,” ujar Billy.

    Billy menjelaskan, di berbagai daerah termasuk Papua, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi yang digagas pemerintah. “Keterlibatan pemuda itu penting. Mereka harus berani mengambil risiko, keluar dari zona nyaman, dan menjadi bagian dari perubahan,” tambahnya.

    Ia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda bukan hanya simbol historis, tetapi panduan moral bagi generasi penerus bangsa. “Cinta tanah air harus diwujudkan lewat tindakan nyata: belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja keras, dan berkontribusi bagi masyarakat,” tegas Billy.

    Melalui semangat Sumpah Pemuda 2025, pemerintahan Prabowo-Gibran berkomitmen melahirkan generasi emas Indonesia pemuda yang tangguh, berdaya saing global, dan siap memimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

  • Sumpah Pemuda 2025 Momentum Prabowo – Gibran Percepat MBG dan CKG Menuju Indonesia Emas

    Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada tahun ini dimaknai sebagai momentum penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kedua program unggulan tersebut menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia menuju terwujudnya visi besar Indonesia Emas 2045, sejalan dengan semangat persatuan dan optimisme yang diwariskan para pemuda sejak 1928.

    Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (BKP), Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa tantangan pembangunan SDM telah terlihat jelas sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Sebelum Presiden Prabowo menjabat, banyak permasalahan SDM yang perlu segera diperbaiki. Sebanyak 2.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit TBC dan kardiovaskular,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa persoalan gizi seperti stunting, anemia, pola makan buruk, dan kebiasaan tidak sarapan masih menjadi momok kesehatan masyarakat. “Sebanyak 40 persen ruang kelas di Indonesia mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar dalam membangun SDM Indonesia yang unggul,” katanya.

    Berkaca pada situasi tersebut, Presiden Prabowo bergerak cepat dengan mencanangkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang disebut sebagai program kesehatan terbesar di Indonesia. Program ini telah menjangkau 45 juta penerima manfaat di seluruh wilayah Tanah Air. Di sisi lain, upaya pemenuhan gizi pelajar dilakukan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini memberi manfaat kepada 37 juta masyarakat dan menciptakan 625 ribu lapangan kerja baru. Pemerintah memastikan penyempurnaan terus dilakukan agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.

    Tokoh Pemuda Papua, Billy Mambrasar, menilai gagasan Prabowo-Gibran dalam pembangunan SDM merupakan satu kesatuan strategi yang saling terhubung. “Keterlibatan pemuda-pemudi dalam menjalankan dapur sangat signifikan hingga mampu memberikan makan siswa dan mengajak petani milenial. Program Presiden ini bukan hanya satu persatu, melainkan justru satu kesatuan,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa pembangunan manusia tidak bisa dinilai secara instan. “Dampaknya tidak bisa terukur dalam jangka pendek, karena ini pembangunan manusia butuh 10–20 tahun untuk Indonesia memanen nanti,” tegas Billy.

    Ia juga mengingatkan tentang makna filosofis Sumpah Pemuda yang harus terus dijaga. “Semangat Sumpah Pemuda ini maknanya bukan hanya numerik, namun filosofis. Satu artinya semua memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya. Billy mendorong pemuda lebih aktif dalam mengambil peran. “Semua harus dua arah, pemerintah memberikan kesempatan dan pemuda menangkap kesempatan tersebut, jangan pasif,” pesannya.

    Pemerintah menegaskan bahwa momentum peringatan Sumpah Pemuda menjadi batu loncatan untuk mempercepat pembangunan SDM di tahun-tahun mendatang. Semangat anti-korupsi, partisipasi aktif pemuda, serta tanggung jawab sosial dikedepankan sebagai fondasi karakter bangsa. Dengan sinergi dan optimisme kolektif, Indonesia dipercaya mampu melangkah lebih cepat menuju tahun emas 2045, ketika generasi muda hari ini menjadi pemimpin masa depan.

  • Sumpah Pemuda: Waktunya Generasi Muda Jadi Motor Penggerak Indonesia Emas!

    Jakarta — Momentum peringatan Sumpah Pemuda ke-97, semangat persatuan dan tanggung jawab generasi muda kembali ditegaskan dalam konteks pembangunan nasional.

    Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan arah yang jelas dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama.

    Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (BKP), Hariqo Wibawa Satria, menyampaikan bahwa satu tahun pertama pemerintahan telah menghasilkan sejumlah program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Program cek kesehatan gratis telah menjangkau lebih dari 45 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dan terus bertambah setiap hari,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan manfaat bagi 37 juta penerima, sekaligus menciptakan 12 ribu dapur penyedia, memberdayakan jutaan orang tua dan ribuan pelaku UMKM.

    “Ini pertama kalinya dalam sejarah Indonesia ada program yang menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk menjamin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan berprestasi,” jelas Hariqo.

    Selain sektor gizi dan kesehatan, pemerintah juga mengakselerasi pembangunan pendidikan melalui revitalisasi sekolah berskala nasional dengan anggaran sebesar Rp22 triliun, melibatkan 400 ribu tenaga kerja baru, serta pendistribusian perangkat digital dan panel interaktif ke puluhan ribu sekolah.

    “Setiap siswa kini difasilitasi dengan laptop dan kegiatan ekstrakurikuler gratis. Presiden ingin memastikan anak-anak di desil 1 dan 2 mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju,” katanya.

    Hariqo menekankan bahwa seluruh kebijakan tersebut dijalankan bersamaan dengan upaya menegakkan pemerintahan bersih dan bebas korupsi.

    “Sejak hari pertama, Presiden Prabowo menggencarkan efisiensi hingga menghemat Rp300 triliun dan memulihkan uang negara senilai Rp1.000 triliun. Sudah ratusan pelaku korupsi ditindak tanpa tebang pilih, termasuk dari kalangan elite sendiri,” tegasnya.

    Ia menambahkan, semangat Sumpah Pemuda sejatinya adalah komitmen untuk menolak korupsi dan menjaga integritas bangsa.

    “Anak muda jangan pernah korupsi dan jangan merugikan masyarakat. Itulah makna sumpah kita hari ini,” ucapnya.

    Sementara itu, Tokoh Pemuda Papua, Billy Mambrasar, menilai bahwa seluruh kebijakan pemerintah saat ini telah membentuk satu ekosistem pembangunan manusia yang terintegrasi dari pusat hingga daerah.

    “Program seperti MBG melibatkan petani milenial, dapur sekolah, dan UMKM lokal dalam satu rantai produksi. Dampaknya bukan hanya gizi anak meningkat, tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Billy.

    Ia menjelaskan bahwa berbagai pemerintah daerah di Papua kini memanfaatkan peluang yang diberikan Presiden untuk memperluas akses pendidikan dan pelatihan vokasi.

    “Pemerintah telah membuka kesempatan, sekarang tugas pemuda untuk menangkapnya. Semua punya peluang yang sama, tak boleh pasif,” tambahnya.

    Billy juga mengingatkan agar semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti sebagai simbol, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

    “Spirit persatuan hari ini berarti kolaborasi. Pemuda harus berani mengambil risiko, berinovasi, dan berkontribusi langsung bagi bangsanya. Inilah saatnya generasi muda menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

    Momentum Sumpah Pemuda tahun ini menjadi pengingat bahwa kekuatan Indonesia bukan terletak pada sumber daya alam semata, melainkan pada manusia yang berkarakter, produktif, dan berintegritas.

    Pemerintahan Prabowo–Gibran meneguhkan arah baru pembangunan nasional, yaitu membangun bangsa dari manusianya. * * *