Kategori: Uncategorized

  • Rangkaian HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan

    Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia berlangsung aman dan kondusif di berbagai daerah. Antusiasme publik juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan, yang mencerminkan kuatnya semangat kebangsaan dan kebersamaan.

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia berjalan aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari sinergi Polri bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan selama rangkaian perayaan kemerdekaan.

    “Kita bersama seluruh kementerian dan lembaga, khususnya yang memiliki tugas untuk menjaga stabilitas keamanan, bekerja sama dengan pemerintah daerah semuanya di seluruh Indonesia,” ujar Listyo.

    Lebih lanjut, Kapolri mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan. Menurutnya, perayaan kemerdekaan merupakan momentum bersama yang perlu dijaga agar tetap berlangsung dengan tertib sekaligus memperkuat keutuhan bangsa.

    “Tentunya ini adalah perayaan kita, perayaan kemerdekaan yang ke-81, perayaan kita bersama, tentunya mari kita rayakan bersama-sama dengan baik, dan kita jaga keutuhan bangsa ini,” pungkasnya.

    Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Lebih dari 336 ribu masyarakat tercatat mengikuti mekanisme pendaftaran undangan atau war ticket yang dibuka pemerintah.

    “Kami selaku Ketua Panitia, selaku Mensesneg menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah berpartisipasi di dalam war ticket untuk mendapatkan undangan. Ini menunjukkan dan membuktikan antusias masyarakat untuk dapat hadir mengikuti peringatan detik-detik proklamasi sangat tinggi,” ujar Prasetyo.

    Prasetyo juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif masyarakat di seluruh Indonesia dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam kegiatan yang digelar masyarakat, baik berupa perlombaan maupun aktivitas kreatif, tradisional, hingga modern, dinilai menunjukkan tingginya partisipasi publik dalam mengisi Bulan Kemerdekaan.

    “Banyak inisiatif digelar di seluruh Indonesia. Kreativitas-kreativitas, inovasi-inovasi, perlombaan-perlombaan, mulai dari yang modern, tradisional sampai yang unik-unik,” katanya.

    Antusiasme masyarakat untuk hadir dalam upacara kenegaraan serta maraknya berbagai kegiatan di daerah menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa nasionalisme dan memperkuat kebersamaan. Kondisi keamanan yang tetap kondusif turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan secara tertib, positif, dan penuh semangat kebangsaan.

    Sinergi pemerintah, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga suasana perayaan kemerdekaan tetap aman dan kondusif.

  • Capaian Ekonomi RI Membuktikan Optimisme Bukan Sekadar Narasi, tetapi Fakta

    Oleh: Adhitya Ramadani)*

    Optimisme terhadap perekonomian Indonesia pada 2026 bukan sekadar narasi, melainkan tercermin dalam capaian ekonomi yang terukur. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, konflik berkepanjangan, serta dinamika perdagangan internasional, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Kinerja tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, ekonomi nasional tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026. Sementara secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa optimisme terhadap perekonomian nasional memiliki dasar yang nyata karena ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang tetap solid.

    Kinerja tersebut semakin penting ketika ditempatkan dalam konteks perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tantangan. Konflik geopolitik di Ukraina dan kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, sementara perang dagang dan perubahan kebijakan perdagangan sejumlah negara turut menciptakan ketidakpastian. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan di atas lima persen. Ketahanan tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional memiliki daya adaptasi yang semakin baik terhadap perubahan lingkungan eksternal.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tetap berada pada level yang positif. Bahkan, capaian pertumbuhan sepanjang semester I 2026 sebesar 5,45 persen menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja ekonomi yang baik di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut memperkuat gambaran bahwa perekonomian nasional mampu menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan ekspansi di tengah situasi global yang penuh tantangan.

    Salah satu bukti kuat dari ketahanan ekonomi nasional terlihat dari konsumsi rumah tangga yang tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dan mampu tumbuh di atas lima persen. Konsumsi yang terjaga menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak. Perputaran konsumsi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, jasa, industri, serta berbagai kegiatan ekonomi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

    Kekuatan permintaan domestik menjadi semakin penting karena memberikan perlindungan bagi perekonomian nasional ketika kondisi eksternal menghadapi tekanan. Ketika perdagangan global bergerak dinamis, pasar domestik tetap mampu menjadi sumber pertumbuhan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 5,29 persen memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, tetapi juga memiliki basis domestik yang cukup kuat.

    Capaian tersebut juga tidak terlepas dari kebijakan yang menjaga aktivitas ekonomi sejak awal tahun. Strategi frontloading belanja negara mendorong percepatan perputaran ekonomi pada semester I 2026. Belanja pemerintah memberikan dorongan terhadap aktivitas usaha, pendapatan masyarakat, dan konsumsi sehingga menciptakan efek pengganda bagi perekonomian.

    Stabilisasi harga energi di tengah gejolak global turut memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha. Di sisi lain, stimulus konsumsi membantu mempertahankan pengeluaran masyarakat sehingga permintaan domestik tetap bergerak. Kombinasi kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa optimisme ekonomi dibangun melalui langkah konkret yang diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi.

    Selain itu, Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Trisha Indraswari, mengatakan pertumbuhan 5,29 persen menunjukkan bahwa fondasi permintaan domestik Indonesia masih kuat. Pertumbuhan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan China yang tumbuh 4,3 persen dan Arab Saudi sebesar 4,8 persen berdasarkan data triwulan II yang telah dirilis. Perbandingan tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan daya tahan ekonomi yang baik.

    Dari sisi ketenagakerjaan, perkembangan ekonomi juga memberikan gambaran positif. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 1,90 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus menciptakan ruang bagi peningkatan kesempatan kerja dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan produktif.

    Memasuki semester II 2026, momentum pertumbuhan dapat semakin diperkuat melalui peningkatan investasi swasta, khususnya pada sektor manufaktur, agroindustri, pariwisata, konstruksi, dan perumahan. Sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas kesempatan kerja. Kemudahan pembiayaan, percepatan perizinan, penguatan penjaminan, dan penyederhanaan regulasi dapat menjadi instrumen untuk memperbesar kontribusi dunia usaha.

    Dengan pertumbuhan 5,29 persen pada triwulan II dan 5,45 persen sepanjang semester I 2026, optimisme terhadap ekonomi Indonesia memiliki pijakan yang jelas. Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, kebijakan fiskal yang mampu menjaga aktivitas ekonomi, investasi yang terus berkembang, serta ketahanan terhadap tekanan global menjadi bukti bahwa optimisme tersebut hadir dalam bentuk capaian nyata.

    Berlanjutnya tahun 2026, momentum pertumbuhan perlu terus dijaga agar semakin menghasilkan manfaat luas. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya perlu dipertahankan, tetapi juga terus diarahkan untuk memperkuat produktivitas, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi yang telah terbukti melalui berbagai indikator ekonomi, optimisme terhadap masa depan perekonomian Indonesia memiliki alasan kuat untuk terus dipelihara.

    )* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Jakarta

  • Ekonomi RI Tumbuh, Buktikan Indonesia Tetap Tangguh

    Oleh: Citra Kurnia Khudori )*

    Pertumbuhan ekonomi sering kali dibaca sebagai angka statistik yang menggambarkan aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi suatu negara. Namun, di balik angka tersebut terdapat cerita mengenai daya tahan masyarakat, kemampuan dunia usaha bertahan menghadapi tekanan, serta kapasitas pemerintah menjaga perekonomian tetap bergerak ketika situasi global belum sepenuhnya bersahabat.

    Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan tersebut masih terjaga melalui pertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Angka itu menjadi sinyal bahwa mesin ekonomi nasional tetap bekerja, sementara konsumsi masyarakat, investasi, dan aktivitas domestik mampu menjadi penyangga ketika perekonomian dunia menghadapi ketidakpastian.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat pertumbuhan ekonomi nasional sebagai modal penting untuk memperkuat kepercayaan investor. Ia menilai kondisi ekonomi yang tetap tumbuh memberikan ruang bagi pemerintah untuk terus menarik investasi, termasuk melalui penguatan pasar modal sebagai bagian dari pembiayaan pembangunan.

    Menurutnya, pasar modal memiliki posisi strategis karena dapat mempertemukan kebutuhan pembiayaan perusahaan dengan sumber dana investor. Penguatan ekosistem pasar modal juga menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah, tetapi semakin ditopang oleh investasi swasta dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

    Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sendiri menunjukkan bahwa aktivitas domestik masih menjadi kekuatan penting Indonesia. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan dengan nilai PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp3.576,2 triliun.

    Edy menegaskan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Pertumbuhan triwulan II 2026 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di level 5,12 persen, meskipun secara kuartalan laju pertumbuhan melambat dari 5,61 persen pada triwulan sebelumnya.

    Kinerja tersebut memberikan pelajaran bahwa kekuatan pasar domestik tetap menjadi salah satu benteng utama perekonomian Indonesia. Ketika perdagangan global, geopolitik, dan pasar keuangan menghadirkan ketidakpastian, konsumsi rumah tangga dan investasi domestik dapat menjadi penyangga agar aktivitas ekonomi tidak kehilangan momentum.

    Namun, pertumbuhan sebesar 5,29 persen harus terus dikawal agar kualitasnya semakin baik, terutama melalui penciptaan pekerjaan produktif, peningkatan daya saing industri, serta penguatan sektor-sektor yang memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

    Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi 5,29 persen semakin berkualitas karena berjalan beriringan dengan perbaikan sejumlah indikator sosial. Ia mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 22,93 juta orang, atau berkurang sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025, sementara tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 berada di 4,68 persen.

    Qodari menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga juga tumbuh 5,06 persen secara tahunan, yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga. Menurutnya, investasi turut memberikan kontribusi melalui pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 6,87 persen, sebuah sinyal bahwa dunia usaha masih melihat peluang untuk melakukan ekspansi di tengah ketidakpastian global.

    Gambaran tersebut memperkuat alasan untuk melihat pertumbuhan ekonomi secara lebih komprehensif. Ketika konsumsi bertahan, investasi bergerak, kemiskinan menurun, dan pengangguran terkendali, pertumbuhan memiliki fondasi sosial yang lebih kuat dibandingkan pertumbuhan yang hanya ditopang oleh satu atau dua sektor.

    Di samping itu, pemerintah juga perlu memastikan investasi yang masuk memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Investasi idealnya tidak hanya menghasilkan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat industri lokal, menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan mendorong keterhubungan antara perusahaan besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah.

    Agenda hilirisasi menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengolahan sumber daya alam di dalam negeri dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar, memperluas rantai pasok industri, sekaligus membuka kesempatan kerja apabila dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekosistem industri yang kompetitif.

    Qodari mengungkapkan pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan pada semester II 2026 melalui sejumlah kebijakan, termasuk Paket Stimulus Ekonomi Semester II senilai Rp26,34 triliun. Paket tersebut mencakup bantuan pangan, insentif tarif transportasi, program magang nasional, dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja muda.

    Langkah tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan pertumbuhan membutuhkan kombinasi antara kebijakan jangka pendek dan strategi struktural. Stimulus dapat menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek, sementara hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang.

    Dengan fondasi konsumsi domestik, investasi, dan kebijakan pemerintah yang terus diperkuat, Indonesia memiliki modal untuk menjaga momentum pertumbuhan. Angka 5,29 persen bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan tahan terhadap guncangan.

    )* Pemerhati isu sosial-ekonomi

  • Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Global

    JAKARTA – Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya di tengah berbagai tantangan global. Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy), mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang dagang, dan disrupsi teknologi.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai capaian tersebut sangat positif karena Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan yang kuat saat banyak negara masih menghadapi perlambatan ekonomi.

    “Walaupun berbagai lembaga melihat pertumbuhan ekonomi global hanya tumbuh rata-rata di atas 3 persen, Indonesia masih mampu tumbuh di triwulan kedua sebesar 5,29 persen,” kata Airlangga di Kemenko Perekonomian

    Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada triwulan II 2026 menjadi semakin berarti karena tidak ditopang momentum konsumsi besar seperti Hari Raya Idulfitri yang telah berlangsung pada triwulan I. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kuatnya fundamental ekonomi nasional. Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen, termasuk salah satu yang tertinggi di ASEAN, sekaligus memperpanjang tren pertumbuhan di atas 5 persen selama tujuh tahun terakhir.

    “Jadi angka 5,29 ini angka yang cukup baik dan kita sepanjang satu semester ini kita tumbuh sebesar 5,45 persen. Dan tumbuh ini kita menjaga terhadap dijaganya 7 tahun pertumbuhan di atas 5 persen. Sehingga dengan pertumbuhan 5,45 persen sepanjang satu semester ini juga di antara negara lain termasuk di ASEAN itu salah satu adalah top, salah satu yang top,” tegas dia.

    Data BPS menunjukkan perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp3.576,2 triliun.

    “Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2026 bila dibandingkan dengan triwulan II tahun 2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,29 persen, bila dibandingkan dengan triwulan 1 tahun 2026 atau secara quartal to quartal tumbuh sebesar 3,73 persen,” ujar Edy saat Rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

    BPS juga mencatat industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 0,90 persen. Selain itu, sektor perdagangan menyumbang 0,83 persen, konstruksi 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,48 persen. Kinerja sektor-sektor strategis tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat optimisme bahwa Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas dan daya saing ekonomi di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

  • Ekonomi RI Tumbuh Solid, Pemerintah Jaga Optimisme dan Daya Beli Rakyat

    JAKARTA — Perekonomian Indonesia tumbuh resilien sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen (yoy).

    Capaian ini diraih di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian, didorong oleh investasi yang kuat, konsumsi rumah tangga yang meningkat, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Di tengah tantangan global yang masih tinggi, Pemerintah akan terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan dan reformasi struktural guna menjaga momentum pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujarnya.

    Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen (yoy) dan tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional.

    Daya beli masyarakat terjaga lewat penyaluran gaji ke-13, program perlindungan sosial, pemberian subsidi, hingga inflasi yang tetap terkendali.

    Keyakinan konsumen pun tetap solid, tercermin dari peningkatan Mandiri Spending Index serta naiknya penjualan listrik, kendaraan bermotor, dan bahan bakar minyak.

    Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh kuat 6,87 persen (yoy), ditopang belanja modal pemerintah dan investasi swasta.

    Realisasi investasi langsung tumbuh 7,1 persen, dengan penanaman modal asing melonjak 25,7 persen, mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga seiring keberhasilan Satuan Tugas Debottlenecking dalam menuntaskan berbagai hambatan investasi.

    Perbaikan ekonomi turut berimbas positif pada pasar kerja. Jumlah penduduk bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang, bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 4,65 persen.

    Tingkat kemiskinan turut turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, berkurang sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025.

    Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi tersebut semakin berkualitas karena diiringi penurunan kemiskinan dan pengangguran.

    “Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya solid secara angka, tetapi juga semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

    Qodari menambahkan, daya beli masyarakat turut terjaga lewat kebijakan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi serta pelaksanaan sejumlah program prioritas.

    Guna menjaga momentum pada semester II 2026, pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi senilai Rp26,34 triliun, mencakup bantuan pangan bagi 33,4 juta penerima manfaat, insentif tarif transportasi, serta program magang nasional dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja muda.

    Pemerintah menyatakan sejumlah agenda lanjutan akan digarap dalam beberapa waktu ke depan, di antaranya hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)

  • HUT ke-81 RI Dijaga Aman, Masyarakat Diimbau Utamakan Informasi Terverifikasi

    Jakarta – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat diimbau lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital.

    Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan konten yang belum terverifikasi.

    Imbauan tersebut menjadi relevan di tengah munculnya kembali video demonstrasi lama atau dokumentasi peristiwa tertentu yang dikemas dengan narasi seolah-olah merupakan kejadian terbaru.

    Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso, menegaskan masyarakat memiliki hak memperoleh informasi yang akurat sekaligus tanggung jawab untuk bersikap kritis ketika menerima informasi dari berbagai platform digital.

    “Informasi saat ini sangat mudah diperoleh melalui berbagai platform digital yang tidak mudah diatur. Karena itu, masyarakat harus selalu bersikap kritis terhadap setiap informasi yang beredar,” ujar Tulus dalam keterangannya.

    Menurut Tulus, perkembangan teknologi memungkinkan siapa saja memproduksi dan menyebarluaskan informasi tanpa melalui proses jurnalistik sebagaimana diterapkan lembaga penyiaran maupun media profesional.

    Masyarakat perlu memeriksa sumber pertama, waktu pengambilan gambar, lokasi kejadian, serta membandingkan informasi dengan pemberitaan dari media yang kredibel.

    Ia juga mengingatkan bahwa video lama dapat dengan mudah digunakan kembali untuk membangun narasi baru. Pola serupa ditemukan pada sejumlah unggahan mengenai demonstrasi maupun pembangunan pagar di pusat perbelanjaan yang dinarasikan sebagai antisipasi kerusuhan di Ibu Kota, meski rekaman tersebut berasal dari dokumentasi sebelumnya.

    “Media yang memiliki legalitas dapat menjadi salah satu rujukan untuk memeriksa kebenaran informasi yang beredar di platform digital. Jangan langsung percaya atau menyebarkannya sebelum dilakukan pengecekan,” katanya.

    Literasi informasi juga penting bagi masyarakat dalam menghadapi konten yang berkaitan dengan persoalan pribadi dan keluarga.

    Psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada, Erna Yulianti, mengingatkan orang tua agar tidak mengambil kesimpulan medis hanya berdasarkan informasi yang ditemukan di media sosial, khususnya terkait anak neurodivergen.

    “Jika terlalu banyak mendapatkan informasi, dikhawatirkan informasi-informasi yang kita serap dengan sendirinya itu menjadi self-diagnose. Jika dibiarkan, itu akan berbahaya bagi kita,” ujar Erna.

    Erna menilai orang tua perlu memastikan kompetensi pembuat konten serta sumber rujukan yang digunakan.

    “Misalnya dia membahas topik sensitif, apakah dia sudah dalam bidangnya, kemudian dari mana dia mengutip sumber itu? Konten yang kredibel biasanya mencantumkan referensi,” tambahnya.

    [w.R]

  • HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi

    JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah bersama aparat keamanan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.

    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa TNI terus meningkatkan langkah-langkah pengamanan di berbagai wilayah guna memastikan seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat apabila diterima tanpa proses verifikasi yang memadai.

    “Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat,” kata Agus.

    Panglima TNI juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyambut Hari Kemerdekaan dengan semangat persatuan dan optimisme. Menurutnya, momentum kemerdekaan merupakan saat yang tepat untuk memperkuat solidaritas nasional dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

    “Mari kita sambut dengan bergembira perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI. Saya bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di wilayah-wilayah di seluruh Indonesia,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya penyebaran video demonstrasi lama yang dikemas seolah-olah merupakan peristiwa terkini. Menurutnya, pola semacam ini berpotensi menyesatkan publik dan memicu kegaduhan sosial apabila tidak segera diluruskan.

    Andreas menilai terdapat indikasi pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan ruang digital untuk menggiring opini publik melalui narasi yang tidak sesuai fakta. Ia mengajak masyarakat belajar dari pengalaman masa lalu agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber dan validitasnya.

    “Ini pola yang sengaja dilakukan untuk menggiring opini publik. Kita harus belajar dari peristiwa tahun lalu agar tidak terulang. Saya meminta pemerintah mengambil tindakan tegas untuk mengusut penyebar video hoaks tersebut,” tegas Andreas.

    Dengan penguatan koordinasi antarinstansi, peningkatan patroli keamanan, serta partisipasi masyarakat dalam menyaring informasi, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diyakini dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat persatuan. Pemerintah pun mengajak seluruh warga untuk merayakan kemerdekaan dengan sukacita serta menjaga ruang digital tetap sehat dari hoaks dan provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

  • Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

    Oleh : Garvin Reviano )*

    Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan.

    Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

    Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif.

    Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional.

    Kondusivitas menjelang peringatan kemerdekaan tidak berarti membatasi ruang masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Demokrasi tetap memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab. Namun, kebebasan tersebut perlu dijalankan dengan memperhatikan ketertiban umum, menghormati hak masyarakat lain, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik. Penyampaian aspirasi secara damai justru dapat memperlihatkan kematangan demokrasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Tantangan menjaga suasana kondusif juga semakin kompleks di era digital. Informasi mengenai situasi keamanan dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai platform media sosial. Informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kekhawatiran apabila diterima tanpa proses pengecekan. Oleh karena itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan untuk memeriksa sumber informasi sebelum menyebarkan kembali suatu konten. Langkah tersebut menjadi bentuk sederhana tetapi penting dalam menjaga ketenangan publik sekaligus mencegah berkembangnya disinformasi dan provokasi.

    Perayaan kemerdekaan juga perlu diarahkan menjadi ruang untuk memperkuat optimisme nasional. Masyarakat dapat mengisinya melalui kegiatan produktif, mempererat hubungan antarwarga, mendukung pelaku usaha lokal, menjaga kebersihan lingkungan, serta memberikan ruang kepada generasi muda untuk menampilkan kreativitas. Semangat kemerdekaan dengan demikian tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan menjadi energi positif yang memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

    Pada akhirnya, kemerdekaan akan terasa lebih bermakna apabila dirayakan dalam suasana aman, damai, dan penuh kebersamaan. Pemerintah, aparat keamanan, media, tokoh masyarakat, komunitas, dan warga memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga kondisi tersebut. Pesan pemerintah dan parlemen agar masyarakat tidak mudah terprovokasi perlu diterjemahkan melalui sikap bijak dalam menerima informasi, menjaga lingkungan, serta menghormati perbedaan.

    Berkibarnya Merah Putih di seluruh penjuru negeri seharusnya menjadi simbol persatuan sekaligus pengingat bahwa perbedaan tidak boleh menjadi penghalang bagi kebersamaan. Merayakan kemerdekaan dengan gembira bukan berarti mengabaikan kewaspadaan, tetapi menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyeimbangkan kebebasan, tanggung jawab, dan ketertiban. Dengan semangat tersebut, peringatan HUT ke-81 RI dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kondusivitas, dan meneguhkan optimisme bersama dalam membangun Indonesia yang semakin maju.

    )* Pemerhati Isu Sosial

  •  Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

    Oleh : Rivka Mayangsari *)

    Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah bersama aparat keamanan terus memperkuat langkah antisipatif untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Penguatan koordinasi lintas lembaga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menyambut momentum kemerdekaan.

    Kesiapan pengamanan dilakukan sebagai bagian dari manajemen risiko untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Pemerintah memastikan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menciptakan lingkungan yang aman selama rangkaian perayaan kemerdekaan berlangsung.

    Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa peningkatan pengerahan personel keamanan di sejumlah ruang publik merupakan prosedur standar dalam manajemen risiko. Menurutnya, kehadiran aparat di berbagai lokasi strategis merupakan langkah preventif untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan memastikan berbagai kegiatan dapat berlangsung secara tertib.

    Qodari juga mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan aktivitas secara normal dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diharapkan mengutamakan informasi yang berasal dari saluran resmi pemerintah maupun lembaga berwenang sehingga tidak muncul kekhawatiran akibat penyebaran kabar yang tidak terverifikasi.

    Dalam konteks kehidupan demokrasi, pemerintah juga menegaskan tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sebagaimana dijamin konstitusi. Kebebasan berekspresi merupakan bagian penting dari demokrasi dan harus tetap diberikan ruang selama dilakukan secara damai, tertib, serta bertanggung jawab. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa aspek keamanan dan kebebasan sipil dapat berjalan beriringan melalui kepatuhan terhadap aturan serta penghormatan terhadap hak masyarakat.

    Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia akan mendapatkan pengamanan secara optimal. Polri telah membangun koordinasi dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk memastikan berbagai kegiatan kemerdekaan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

    Koordinasi tersebut dilakukan sejak dini dengan memantau berbagai rangkaian kegiatan yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah. Fokus utama pengamanan adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan kegiatan masyarakat dalam memperingati kemerdekaan tidak terganggu oleh potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

    Kapolri juga mengajak masyarakat menyambut momentum kemerdekaan melalui kegiatan-kegiatan yang positif. Semangat perayaan HUT RI diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat rasa kebangsaan, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai perbedaan.

    Kesiapan aparat keamanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kondisi yang memungkinkan masyarakat merayakan kemerdekaan secara nyaman. Stabilitas keamanan tidak hanya memberikan kepastian bagi kegiatan seremonial, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan situasi yang kondusif, masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari sekaligus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan.

    Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu ketegangan. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, tetapi harus disikapi secara dewasa dengan mengedepankan dialog dan kepentingan nasional.

    Menko Polkam Djamari menilai semangat kebersamaan merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Tantangan tersebut tidak hanya berasal dari persoalan domestik, tetapi juga dinamika lingkungan strategis global yang terus berubah dan berpotensi memberikan dampak terhadap stabilitas nasional.

    Karena itu, menjaga ketenangan dan persatuan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas nasional. Masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi, pelaku usaha, serta berbagai kelompok sosial memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan konstruktif.

    Di tengah meningkatnya arus informasi digital, literasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban sosial. Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan cepat menimbulkan kesalahpahaman bahkan memicu keresahan. Masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan berbagai pemberitaan, serta tidak terburu-buru membagikan konten yang belum diketahui kebenarannya.

    Penguatan literasi digital tersebut menjadi langkah preventif yang dapat dilakukan setiap warga negara. Dengan masyarakat yang lebih kritis dalam menerima informasi, ruang digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat persatuan, menyebarkan pesan positif, serta mendukung pelaksanaan peringatan kemerdekaan secara aman dan damai.

    Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada akhirnya bukan sekadar perayaan historis, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan. Pemerintah dan aparat keamanan terus memastikan stabilitas tetap terjaga, sementara masyarakat memiliki peran untuk mempertahankan suasana kondusif melalui sikap tertib, dewasa, dan bertanggung jawab. Dengan sinergi tersebut, peringatan kemerdekaan diharapkan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan, sekaligus menjadi fondasi bagi masyarakat untuk melanjutkan aktivitas sosial dan ekonomi tanpa gangguan. Semangat persatuan, kepatuhan terhadap hukum, serta kedewasaan dalam menyikapi perbedaan menjadi modal penting agar perayaan kemerdekaan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mencerminkan kokohnya persatuan dan ketahanan sosial bangsa.

    *) Pemerhati sosial

  • Kinerja Danantara Dinilai Makin Positif, Berhasil Kelola Aset Negara secara Produktif

    Jakarta,- Kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menunjukkan perkembangan positif seiring upaya pemerintah mengoptimalkan pengelolaan aset negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam evaluasi capaian pemerintah selama dua tahun terakhir, peningkatan pendapatan Danantara menjadi salah satu indikator yang mendapat perhatian karena menunjukkan potensi pengelolaan aset negara secara lebih produktif.

    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah capaian pemerintah dalam dua tahun terakhir. Ia menilai berbagai hasil yang telah dicapai menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus menjalankan agenda pembangunan dan menghadapi tantangan ekonomi nasional dengan keyakinan yang lebih kuat.

    “Dan terus terang saja dua tahun ini kita baru berprestasi, tapi saya kira dua tahun bolehlah kita ya, rapor kita oke ya menurut saya ya. Kita sekarang berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia, kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata,” ujar Prabowo.

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo secara khusus menyoroti perkembangan kinerja Danantara yang baru beroperasi sekitar satu tahun. Berdasarkan laporan yang diterimanya, pendapatan atau revenue Danantara disebut mengalami peningkatan hingga 400 persen dalam satu tahun operasional. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai potensi pengelolaan aset negara melalui lembaga pengelola investasi strategis.

    “Kita juga tadi disinggung, dalam satu tahun beroperasi Danantara kita, saya dapat laporan bahwa revenue penghasilan dari Danantara sudah naik 400% saudara-saudara,” tegas Prabowo.

    Meski demikian, Presiden menekankan pentingnya proses audit dan pengecekan terhadap capaian tersebut untuk memastikan seluruh angka yang dilaporkan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, sekalipun hasil akhirnya tidak mencapai 400 persen, peningkatan sebesar 300 persen atau 200 persen tetap menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam waktu relatif singkat.

    “Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek, tapi kalaupun tidak 400%, 300% atau 200%, ini signifikan, peningkatan signifikan dalam satu tahun bekerja,” lanjutnya.

    Peningkatan kinerja Danantara diharapkan dapat memperkuat peran lembaga tersebut dalam mengoptimalkan aset strategis nasional melalui investasi yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Pengelolaan aset secara profesional juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efisiensi serta memperkuat kontribusi badan usaha dan aset negara terhadap pembangunan.

    Pemerintah menilai penguatan tata kelola, transparansi, dan mekanisme pengawasan menjadi faktor penting untuk menjaga kredibilitas Danantara dalam menjalankan mandatnya. Evaluasi dan audit secara berkelanjutan diharapkan memastikan setiap keputusan investasi dilakukan secara prudent, terukur, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

    Dengan kinerja yang terus dievaluasi dan diperkuat, Danantara diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam mengoptimalkan aset negara, mendorong investasi bernilai tambah, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.