Kategori: Uncategorized

  • Semarak Relaunching AMANAH, Pemuda Aceh Siap Gerakkan Ekonomi Daerah

    Aceh – Suasana semarak dan penuh antusiasme mewarnai pelaksanaan relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (Amanah) Aceh yang digelar dengan meriah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Ratusan peserta yang terdiri dari pemuda, komunitas, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan tampak memenuhi lokasi acara dengan semangat kebersamaan dan optimisme tinggi.

    Relaunching Amanah Aceh tidak sekadar seremoni, tetapi mencerminkan komitmen nyata dalam memperluas akses pengembangan kapasitas pemuda di berbagai bidang. Mulai dari pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, hingga penguatan literasi digital, seluruh program dirancang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan zaman. Energi positif yang tercipta selama acara memperlihatkan tingginya harapan terhadap kontribusi pemuda dalam membawa perubahan yang berkelanjutan.

    Ketua Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (Amanah), Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai agen transformasi.

    “Amanah Aceh hadir sebagai ruang tumbuh bagi pemuda untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal. Kami ingin memastikan setiap anak muda memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Aceh,” ujar Syaifullah.

    Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa relaunching ini menjadi titik penguatan kolaborasi lintas sektor.

    “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci agar program ini benar-benar berdampak luas dan berkelanjutan,” kata Syaifullah.

    Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai penampilan kreatif dari pemuda Aceh yang menunjukkan bakat dan inovasi mereka. Pameran karya, pertunjukan seni, hingga sesi berbagi inspirasi dari tokoh muda sukses menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memperkaya pengalaman peserta. Atmosfer penuh semangat ini mencerminkan potensi besar yang dimiliki generasi muda Aceh.

    Relaunching Amanah Aceh juga menandai pembaruan pendekatan dalam pengelolaan program, dengan fokus pada kebutuhan nyata pemuda saat ini. Pendekatan berbasis kolaborasi dan teknologi menjadi salah satu sorotan utama, sehingga program mampu menjangkau lebih banyak peserta secara efektif.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara sukses dan meriah, Amanah Aceh semakin mengukuhkan posisinya sebagai wadah strategis dalam pengembangan pemuda. Semangat yang terbangun selama relaunching menjadi modal kuat untuk mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, kreatif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh yang lebih maju.

  • AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka

    Aceh Besar – Suasana semarak dan penuh antusiasme mewarnai peluncuran kembali Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) di kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai penguatan peran AMANAH sebagai pusat kreativitas dan inovasi bagi generasi muda Aceh yang semakin berkembang dan berdaya saing.

    Relaunching berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, komunitas pemuda, serta pelaku industri kreatif. Beragam atraksi dan penampilan karya anak muda turut memeriahkan kegiatan, mulai dari pameran produk UMKM, demonstrasi teknologi, hingga pertunjukan kreatif yang menunjukkan potensi besar generasi muda Aceh di berbagai bidang.

    Bupati Aceh Besar, Muharram Idris mengatakan peluncuran kembali AMANAH menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul. “Kita memiliki fasilitas yang lengkap dan representatif. Ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berinovasi, dan menciptakan karya yang bermanfaat,” ujarnya di tengah kegiatan.

    Kemeriahan acara semakin terasa saat para peserta menampilkan berbagai inovasi di sektor digital, pertanian modern, dan industri kreatif. Pengunjung terlihat antusias mencoba berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari studio podcast, ruang kreatif, hingga area pengembangan produk lokal yang menjadi kebanggaan Aceh.

    Direktur AMANAH, Safwan Nurdin mengatakan relaunching ini memperkuat posisi AMANAH sebagai pusat pengembangan talenta muda. “Hari ini kita melihat semangat luar biasa dari anak-anak muda Aceh. Ini menjadi energi besar untuk terus melahirkan inovasi dan karya nyata,” katanya.

    Tidak hanya menjadi ajang seremonial, kegiatan ini juga menghadirkan sesi interaktif, pelatihan singkat, serta diskusi kreatif yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Atmosfer kolaboratif terasa kuat, memperlihatkan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem kreatif yang dinamis.

    Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan kehadiran AMANAH membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk mengekspresikan potensi mereka. “Fasilitas ini luar biasa dan menjadi jawaban atas kebutuhan generasi muda yang ingin berkembang dan berkarya,” ungkapnya.

    Dengan peluncuran kembali yang berlangsung sukses dan meriah, AMANAH semakin menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda Aceh. Energi kreativitas yang terpancar dari kegiatan ini mencerminkan optimisme baru dalam membangun masa depan daerah yang lebih maju melalui tangan-tangan muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi.

  • Momentum Relaunching AMANAH Perkuat Peran Pemuda Dorong Ekonomi Kreatif Aceh

    ACEH – Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) menjadi momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak ekonomi daerah. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi baru dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif di Aceh.

    “Relaunching ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat peran generasi muda Aceh dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, dalam sambutannya.

    Kegiatan relaunching AMANAH berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku usaha kreatif, akademisi, komunitas pemuda, hingga perwakilan pemerintah daerah. Suasana penuh antusiasme tampak sejak awal acara, dengan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menggambarkan semangat kolaborasi dan inovasi yang menjadi ruh utama organisasi tersebut.

    Acara dibuka dengan penampilan seni budaya khas Aceh yang memukau para undangan, dilanjutkan dengan pemaparan visi baru AMANAH yang lebih berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Berbagai subsektor seperti kuliner, kriya, fesyen, hingga konten digital menjadi perhatian utama dalam strategi penguatan yang disampaikan.

    Dalam kesempatan tersebut, Syaifullah menegaskan bahwa relaunching ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola ekonomi global. Ia menyampaikan bahwa AMANAH akan menjadi wadah akselerasi bagi anak muda Aceh untuk berinovasi, berjejaring, dan mengembangkan usaha berbasis kreativitas.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program unggulan, termasuk pelatihan kewirausahaan, inkubasi bisnis kreatif, serta kemitraan dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif di Aceh untuk berkembang.

    Sebelumnya, dukungan terhadap relaunching AMANAH datang dari Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), yang turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menyatakan bahwa penguatan ekonomi kreatif merupakan salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Kita ingin generasi Aceh Besar menjadi generasi unggul dan hebat. Mereka harus kreatif, inovatif, dan tetap memiliki nilai-nilai budaya serta keislaman yang kuat,” tegasnya.

    Momentum relaunching ini juga dimanfaatkan sebagai ajang networking antar pelaku usaha dan komunitas kreatif, yang diharapkan dapat melahirkan kolaborasi-kolaborasi baru. Berbagai stan pameran produk kreatif turut memeriahkan acara, menampilkan karya-karya unggulan anak muda Aceh yang inovatif dan bernilai ekonomi tinggi.

    Dengan semangat baru yang diusung melalui relaunching ini, AMANAH optimistis dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Aceh. Ke depan, organisasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya talenta-talenta unggul yang tidak hanya berkiprah di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional dan global.

  • Tokoh Aceh Dukung Relaunching AMANAH, Dorong Penguatan Kapasitas Pemuda untuk Masa Depan Daerah

    Banda Aceh – Dukungan terhadap relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) terus mengalir dari berbagai tokoh masyarakat Aceh. Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas generasi muda sebagai kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah di masa depan.

    Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi pengurus AMANAH masa bakti 2026–2031 di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis (16/04). Dalam pertemuan itu, Wali Nanggroe menilai bahwa keberadaan AMANAH merupakan bagian penting dalam membangun fondasi sumber daya manusia Aceh yang unggul dan berdaya saing.

    Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, hadir bersama jajaran pengurus menyampaikan rencana reaktivasi organisasi yang akan kembali difokuskan pada pengembangan potensi pemuda. Relaunching yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026 di kawasan Gedung AMANAH, Ladong, diharapkan menjadi momentum penguatan peran lembaga tersebut.

    Dalam paparannya, Syaifullah menegaskan komitmen AMANAH untuk menjadi pusat pengembangan keterampilan pemuda Aceh. “AMANAH memiliki banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan anak-anak muda Aceh, mulai dari pelatihan pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, UMKM, robotik, hingga rumah produksi nilam dan kopi beserta produk turunannya,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa program tersebut diarahkan untuk mendorong kontribusi nyata generasi muda terhadap pembangunan daerah. “Kami berharap ke depan AMANAH dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan pemuda Aceh, sehingga perekonomian daerah dapat bergerak lebih maju melalui kreativitas anak muda,” katanya.

    Sementara itu, Wali Nanggroe menyampaikan apresiasi terhadap langkah AMANAH yang dinilai konsisten dalam memikirkan masa depan generasi muda Aceh. Ia menekankan bahwa pemuda harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing di tingkat global.

    “Pembangunan jangan hanya berorientasi pada gedung dan ruko semata, tetapi harus menjaga keseimbangan alam, keindahan, serta karakter Aceh. Aceh harus modern, namun tetap bernuansa keacehan yang kuat,” ujar Wali Nanggroe.

    Selain itu, ia juga mendorong generasi muda untuk memperluas wawasan melalui pendidikan dan pengalaman internasional, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi tantangan global.

    Audiensi ini sekaligus mempertegas sinergi antara tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan dalam membangun ekosistem pengembangan generasi muda yang lebih terarah.

    Dukungan tersebut semakin memperkuat optimisme bahwa relaunching AMANAH akan menjadi momentum penting dalam melahirkan pemuda Aceh yang unggul, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.****

  • AMANAH Siap Relaunch, Dorong Sinergi Industri Kreatif dari Produk Nilam hingga Kopi

    Banda Aceh – Relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) kian mempertegas perannya sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi kreatif di Aceh. Momentum ini diperkuat melalui kunjungan kerja Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, ke Gedung AMANAH di kawasan Krueng Raya, Aceh Besar, Jumat (4/4/2026).

    Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan sinergi strategis antara Banda Aceh Academy dan AMANAH dalam membangun ekosistem kreatif yang terintegrasi. Illiza menilai fasilitas yang dimiliki AMANAH mampu menjawab kebutuhan generasi muda yang selama ini terkendala ruang dan infrastruktur untuk berkembang.

    “Fasilitas di sini sangat lengkap dan luar biasa. Ini adalah jawaban bagi keresahan anak muda kita yang memiliki bakat, tetapi sering terkendala infrastruktur,” ujar Illiza saat meninjau langsung berbagai sarana yang tersedia.

    Gedung AMANAH menghadirkan pendekatan kolaboratif lintas sektor, mulai dari digital dan media, industri kreatif, hingga pertanian modern. Di sektor digital, tersedia studio musik dan ruang podcast untuk mendukung kreator konten. Sementara itu, sektor industri dilengkapi fasilitas produksi minyak nilam sebagai komoditas unggulan Aceh, yang kini dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah seperti kosmetik dan skincare.

    Tak hanya itu, AMANAH juga memperkuat sektor kuliner melalui fasilitas roasting kopi profesional yang terintegrasi dengan ruang diskusi kreatif. Produk kopi olahan ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi yang mendorong peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.

    Ketua Yayasan Amanah, Syaifullah Muhammad, yang turut mendampingi kunjungan tersebut menegaskan bahwa relaunching AMANAH akan difokuskan pada penguatan kolaborasi antar sektor. “Kami ingin memastikan setiap potensi anak muda terfasilitasi, dari proses pelatihan hingga implementasi karya yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

    Selain sektor industri dan kreatif, penguatan juga dilakukan pada sektor pertanian modern melalui pemanfaatan greenhouse, budidaya hortikultura, hingga program cabai dan sistem bioflok untuk perikanan. Langkah ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.

    Ke depan, sinergi antara AMANAH dan Banda Aceh Academy ditargetkan segera diformalkan melalui nota kesepahaman. Kolaborasi ini diyakini tidak hanya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat nasional hingga dunia.

  • Relaunching AMANAH Dorong Optimalisasi Pengembangan SDM Muda Aceh

    Banda Aceh – Program Anak Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) akan direlaunching sebagai upaya memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) muda di Aceh. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah gejolak dinamika global.

    Relaunching AMANAH menjadi momentum penting untuk memperluas peran program dalam membina dan memberdayakan anak muda melalui berbagai pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kreativitas berbasis potensi lokal. Program ini juga dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang berkelanjutan.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan. “Anak muda merupakan kunci utama dalam membawa perubahan. Karena itu, AMANAH hadir bukan hanya sebagai lembaga pelatihan, tetapi sebagai ekosistem yang mendorong lahirnya pemimpin masa depan yang memiliki integritas, visi, serta kepedulian terhadap kemajuan Aceh dan bangsa,” ujarnya.

    Ia menambahkan, relaunching ini juga menjadi bentuk evaluasi dan penguatan terhadap program-program sebelumnya agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman, khususnya dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan persaingan global.

    Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan apresiasinya terhadap pengembangan fasilitas yang dimiliki oleh Gedung AMANAH. Menurutnya, keberadaan pusat kreativitas tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas generasi muda.

    “Saya sangat kagum dengan kelengkapan fasilitas yang dimiliki Gedung AMANAH. Ini merupakan lompatan besar dalam mendukung anak muda Aceh agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Illiza.

    Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga seperti AMANAH dalam menciptakan program yang tepat sasaran, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal dan keterampilan generasi muda.

    Dengan adanya relaunching ini, AMANAH diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan SDM unggulan di Aceh, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing global. (*)

  • Dari Kreativitas ke Produktivitas, Relaunching AMANAH Siapkan Generasi Muda Aceh Unggul

    Aceh Besar – Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) kembali diperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan melalui relaunching yang menitikberatkan pada optimalisasi fungsi sebagai wadah inovasi dan kewirausahaan generasi muda.

    AMANAH dikembangkan sebagai creative hub terpadu yang mengintegrasikan berbagai sektor strategis, mulai dari industri kreatif, teknologi, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fasilitas yang tersedia mencakup studio podcast, ruang kreatif, galeri UMKM, serta asrama yang dirancang untuk mendukung pengembangan ide dan kolaborasi.

    Direktur AMANAH, Dr. Safwan Nurdin, menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mendorong produktivitas generasi muda dalam menciptakan nilai tambah ekonomi.

    “Gedung AMANAH ini menjadi wadah bagi anak-anak muda Aceh untuk mengembangkan potensi diri dan diharapkan ke depan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.

    Selain sektor kreatif, AMANAH juga mengembangkan program lintas bidang yang menyasar sektor riil. Pengembangan pertanian modern berbasis greenhouse, sistem peternakan bioflok, serta pengolahan komoditas unggulan seperti nilam menjadi bagian dari upaya menghubungkan kreativitas dengan aktivitas ekonomi produktif. Fasilitas penyulingan nilam yang dilengkapi alat uji kualitas berstandar ekspor turut memperkuat daya saing produk lokal.

    Di bidang penguatan kapasitas, AMANAH menyediakan berbagai pelatihan industri kreatif, seperti fashion, musik, fotografi, dan pengemasan produk UMKM. Dukungan fasilitas lain, seperti perpustakaan digital (e-library) dan ruang pembelajaran, menjadi sarana peningkatan literasi dan inovasi bagi generasi muda.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Syaifullah Muhammad, menegaskan komitmen untuk menjadikan AMANAH sebagai pusat pengembangan kewirausahaan yang berkelanjutan.

    “Kami berkomitmen menjadikan gedung AMANAH sebagai pusat pengembangan kreativitas dan kewirausahaan generasi muda. Kami berharap dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas ini,” ujarnya.

    Pengembangan AMANAH juga diarahkan untuk tetap selaras dengan nilai-nilai lokal dan keislaman. Dalam hal ini, pengelola menyatakan kesiapan menghadirkan program khusus bagi santri dan dayah sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia yang berkarakter.

    Dengan pendekatan terintegrasi, relaunching AMANAH diharapkan dapat memperluas peluang usaha, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan di Aceh dan sekitarnya. #

  • Sambut Relaunching AMANAH, Sinergi Pemuda dan Pemerintah Dorong Ekonomi Kreatif Aceh

    Banda Aceh — Relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) pada April 2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran generasi muda dalam pengembangan ekonomi kreatif di Aceh. Program ini tidak hanya dihidupkan kembali sebagai pusat inovasi, tetapi juga diperluas melalui kolaborasi lintas sektor.

    AMANAH sendiri merupakan pusat kreativitas dan inovasi pemuda yang telah dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari studio kreatif, ruang pelatihan, hingga area pengembangan UMKM yang terintegrasi. Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya wirausaha muda dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Syaifullah Muhammad, menegaskan bahwa relaunching menjadi langkah awal untuk membuka kolaborasi yang lebih luas.

    “Relaunching AMANAH pada bulan April 2026 guna memperkenalkan kembali program dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas,” ujarnya.

    Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendukung program tersebut. Bupati Aceh Besar, Syech Muharram, menilai AMANAH memiliki peran penting sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda.

    “Gedung AMANAH ini menjadi wadah bagi anak-anak muda Aceh untuk mengembangkan potensi diri,” katanya.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan AMANAH dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.

    “Komitmen kami untuk mendukung keberadaan AMANAH sebagai pusat pengembangan potensi anak muda,” tambahnya.

    Di sisi lain, Pemerintah Kota Banda Aceh turut memperkuat sinergi dengan AMANAH dalam pengembangan ekonomi kreatif bertaraf global. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menilai fasilitas yang dimiliki AMANAH mampu menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda.

    “Fasilitas ini menjadi ruang nyata bagi anak muda untuk berkembang dan berinovasi,” ujarnya.

    Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan, hingga penciptaan peluang usaha berbasis potensi lokal. Selain itu, program juga diarahkan untuk mendorong sektor unggulan seperti industri kreatif berbasis budaya, kopi, dan nilam sebagai komoditas bernilai ekspor.

    Dengan relaunching ini, AMANAH diharapkan menjadi pusat inkubasi bisnis dan inovasi yang mampu melahirkan generasi muda Aceh yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing global, sekaligus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

  • Relaunching AMANAH Hadirkan FLB, Dorong Lahirnya Generasi Muda Inovatif dan Produktif

    ACEH BESAR – Momentum relaunching AMANAH kian menegaskan arah baru penguatan ekonomi kreatif berbasis pemuda di Aceh. Berbagai program yang digulirkan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem berkelanjutan yang menghubungkan potensi generasi muda dengan peluang ekonomi nyata.

    Upaya tersebut tercermin melalui pelaksanaan Future Leaders Bootcamp (FLB) di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. Kegiatan ini menjadi salah satu pintu masuk dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika ekonomi modern.

    Sebanyak 26 peserta terpilih mengikuti program ini setelah melalui proses seleksi ketat. Mereka diproyeksikan menjadi katalis penggerak sektor ekonomi kreatif di daerah masing-masing, dengan bekal kepemimpinan, pola pikir kewirausahaan, serta kemampuan komunikasi yang terstruktur.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa relaunching AMANAH diarahkan untuk memperluas dampak terhadap pembangunan daerah berbasis potensi anak muda. “AMANAH tidak sekadar ruang pelatihan, tetapi ekosistem yang dirancang untuk melahirkan pemimpin muda yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi daerah,” ujar Saifullah.

    Program yang dijalankan mengintegrasikan penguatan karakter dengan keterampilan praktis. Materi seperti entrepreneurial mindset, penyusunan life roadmap, hingga public speaking diberikan secara aplikatif untuk mendorong kepercayaan diri peserta dalam mengembangkan gagasan.

    Pendekatan interaktif dalam pelatihan membuat proses pembelajaran berlangsung dinamis. Peserta didorong untuk aktif berdiskusi dan mengasah ide, sehingga tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga pelaku inovasi.

    Dukungan pemerintah daerah turut memperkuat arah pengembangan AMANAH sebagai pusat ekonomi kreatif. Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), menilai keberadaan fasilitas yang lengkap harus dioptimalkan untuk mendorong produktivitas generasi muda. “Sudah ada gedung yang megah dan fasilitas yang lengkap, maka sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara optimal,” tegas Syech Muharram.

    Sinergi antara pemerintah dan komunitas pemuda dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang produktif. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi di sektor UMKM, pertanian modern, hingga industri kreatif.

    Lebih lanjut, Syech Muharram menekankan pentingnya penguatan identitas dan nilai dalam proses pembangunan generasi muda. “Kita ingin generasi Aceh Besar menjadi generasi unggul, kreatif, dan tetap memiliki nilai budaya serta keislaman yang kuat,” tambahnya.

    Di sisi lain, AMANAH juga memperluas jejaring kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk memperkuat fondasi pengembangan pemuda. Direktur AMANAH, Dr. Safwan Nurdin, menyampaikan kesiapan lembaganya dalam membangun kemitraan strategis yang berdampak langsung terhadap ekonomi daerah. “Gedung AMANAH ini menjadi wadah bagi anak-anak muda Aceh untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkas Safwan.

    Langkah kolaboratif ini menempatkan AMANAH sebagai simpul penting dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis pemuda. Dengan dukungan fasilitas, program terarah, serta sinergi multipihak, relaunching AMANAH menjadi titik akselerasi lahirnya generasi produktif yang mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.

  • AMANAH Kembali Bangkit, Pemuda Aceh Disiapkan Jadi Motor Pembangunan Berkelanjutan

    Banda Aceh – Program Aneuk Muda Aceh Unggul – Hebat (AMANAH) resmi diluncurkan kembali dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan pembinaan kepemimpinan berkarakter dan penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis potensi lokal.

    Dalam rangka perkuat program AMANAH ini, sejumlah anak muda dari berbagai daerah di Aceh mengikuti Future Leaders Bootcamp (FLB) yang diselenggarakan oleh Bidang Pelatihan dan Sertifikasi Badan Pekerja AMANAH, di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Aceh Besar.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menekankan pentingnya AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh yang berjiwa pemimpin, berkomitmen, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan berkelanjutan berlandaskan nilai kebangsaan.

    “Pentingnya membangun pola pikir kepemimpinan, komitmen, serta peran aktif generasi muda dalam pembangunan yang berkelanjutan dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dengan semangat cinta tanah air,” kata Saifullah.

    Relaunching ini menandai babak baru dalam upaya membangun sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi pemimpin sekaligus wirausahawan tangguh di tengah masyarakat.

    Mengangkat tema pengenalan diri dan penentuan arah masa depan, bootcamp ini diikuti peserta pilihan yang lolos seleksi ketat dari seluruh Aceh, dengan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.

    Sebelumnya, Yayasan AMANAH bertemu Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman untuk membahas penguatan pembinaan generasi muda Aceh melalui pendekatan ekosistem produktif, guna mencegah kerentanan sosial seperti penyalahgunaan narkoba.

    “Anak muda Aceh tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mampu mengubah potensi menjadi produktivitas dan daya saing,” ujar Saifullah.

    Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman menegaskan kampus harus bertransformasi melampaui ruang akademik menjadi pusat inovasi, solusi, dan kolaborasi yang terbuka serta terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat dan generasi muda.

    “Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi ruang akademik. Kampus harus hadir sebagai pusat solusi dan kolaborasi bagi generasi muda,” tuturnya.

    Program AMANAH terus diperkuat perannya dalam membangun ekosistem pengembangan generasi muda Aceh melalui berbagai program terpadu, mulai dari Future Leaders Bootcamp hingga kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi, guna mewujudkan anak muda Aceh yang berpotensi, berkarakter, dan berdaya saing. [RWA]