Penulis: restiana818@gmail.com

  • Presiden Prabowo Perkuat Sinergi Lembaga Pengawas Perangi Korupsi

    Oleh: Bara Winatha*)

    Pemberantasan korupsi terus menjadi salah satu agenda prioritas dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan yang semakin bersih, transparan, dan akuntabel, berbagai langkah penguatan lembaga pengawas dan aparat penegak hukum terus dilakukan. Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pernyataan politik, tetapi juga melalui tindakan konkret yang menunjukkan keseriusan negara dalam membangun sistem pemerintahan yang bebas dari praktik korupsi.

    Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa Presiden Prabowo secara konsisten menempatkan pemberantasan korupsi sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda pemerintahan nasional. Menurutnya, berbagai keputusan yang diambil Presiden menunjukkan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum yang berjalan tanpa pandang bulu. Sikap tersebut menjadi pesan penting bahwa seluruh penyelenggara negara harus menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

    Komitmen tersebut terlihat melalui berbagai kebijakan yang mendukung independensi lembaga penegak hukum dan pengawas. Pemerintah memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Presiden mendukung setiap langkah yang bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih. Pemerintah juga berupaya menjaga agar pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun terdapat proses hukum yang melibatkan pejabat negara.

    Di sisi lain, peran lembaga pengawas seperti Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi semakin strategis dalam mendukung agenda reformasi tata kelola pemerintahan. KPK tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penindakan, tetapi juga memiliki peran penting dalam pencegahan korupsi melalui penguatan sistem dan pengawasan. Oleh karena itu, dukungan terhadap lembaga tersebut menjadi bagian penting dari strategi nasional pemberantasan korupsi.

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Setyo Budiyanto, mengatakan bahwa pernyataan Presiden mengenai penguatan aparat penegak hukum mencerminkan komitmen yang jelas terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi. Menurutnya, selama masa pemerintahan Presiden Prabowo, proses penegakan hukum berjalan tanpa adanya intervensi terhadap lembaga penegak hukum. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi aparat untuk bekerja secara independen dan profesional.

    Setyo Budiyanto mengatakan bahwa arahan Presiden membuka peluang bagi KPK untuk melakukan inventarisasi berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam memperkuat tugas pemberantasan korupsi. Kebutuhan tersebut dapat mencakup aspek sumber daya manusia, anggaran, dukungan operasional, maupun penguatan kapasitas kelembagaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas kerja lembaga anti rasuah.

    Sinergi antara pemerintah dan lembaga penegak hukum juga menjadi faktor penting dalam membangun sistem pengawasan yang kuat. Pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan hanya oleh satu institusi, melainkan membutuhkan kerja sama lintas lembaga yang saling mendukung. Oleh karena itu, koordinasi yang efektif menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

    Selain aspek penegakan hukum, pemberantasan korupsi juga memerlukan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Organisasi kemasyarakatan, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat sipil memiliki peran penting dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Partisipasi publik menjadi elemen yang tidak terpisahkan dari upaya membangun budaya antikorupsi.

    Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gema Kosgoro, HMU Kurniadi, mengatakan bahwa langkah tegas Presiden terhadap pejabat yang diduga terlibat penyimpangan merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan kewenangan, terutama pada program-program strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Sikap tegas tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

    Kurniadi mengatakan bahwa program-program nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap bentuk penyimpangan yang berpotensi merugikan negara harus ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

    Penguatan integritas aparatur negara harus menjadi agenda berkelanjutan. Setiap penyelenggara negara dituntut untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Upaya pemberantasan korupsi juga memiliki dampak yang luas terhadap pembangunan nasional. Lingkungan pemerintahan yang bersih akan menciptakan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan investor.

    Pemerintah juga memahami bahwa pemberantasan korupsi harus berjalan seiring dengan upaya memperbaiki sistem. Selain penindakan terhadap pelanggaran hukum, reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik menjadi bagian dari strategi untuk menutup celah penyimpangan. Pendekatan preventif tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko korupsi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program.

    Ke depan, sinergi antara pemerintah, lembaga pengawas, aparat penegak hukum, dan masyarakat akan semakin menentukan keberhasilan agenda antikorupsi nasional. Dukungan politik yang kuat dari pemerintah memberikan landasan bagi lembaga-lembaga pengawas untuk bekerja secara optimal. Pada saat yang sama, partisipasi masyarakat menjadi pengawas sosial yang memperkuat akuntabilitas publik.

    Melalui berbagai langkah tersebut, komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat sinergi lembaga pengawas dan aparat penegak hukum semakin terlihat nyata. Dukungan terhadap independensi lembaga, penguatan kapasitas kelembagaan, serta tindakan tegas terhadap dugaan penyimpangan menjadi bagian dari strategi besar membangun pemerintahan yang bersih. Dengan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, upaya pemberantasan korupsi diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berintegritas dan berkeadilan.

    *)Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan.

  • Presiden Prabowo Perkuat Agenda Pemerintahan Bersih dan Berintegritas Tanpa Korupsi

    Oleh: Mila Fitri Rahmawati

    Komitmen membangun pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan bebas dari praktik korupsi menjadi salah satu fondasi utama dalam arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan dukungan pembiayaan besar serta tata kelola yang akuntabel, upaya pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi agenda penegakan hukum semata, tetapi juga merupakan prasyarat penting untuk memastikan setiap rupiah uang negara benar-benar digunakan bagi kepentingan rakyat.

    Pernyataan Presiden Prabowo dalam rapat konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat sistem pengawasan dan penegakan hukum. Presiden secara terbuka meminta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Jaksa Agung untuk menyampaikan seluruh kebutuhan kelembagaan yang diperlukan guna memperkuat kapasitas pengawasan dan pemberantasan korupsi. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah tidak sekadar menyampaikan komitmen normatif, melainkan juga menyiapkan dukungan nyata berupa penguatan sumber daya manusia, anggaran, maupun instrumen kelembagaan.

    Korupsi selama ini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam pembangunan nasional. Kebocoran anggaran menyebabkan berkurangnya efektivitas program pemerintah, menghambat investasi, menurunkan kualitas pelayanan publik, serta memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Oleh karena itu, ketika Presiden Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak ingin uang rakyat dicuri dan tidak ingin negara dilecehkan oleh praktik-praktik koruptif, pesan tersebut memiliki makna strategis yang jauh melampaui penindakan hukum semata. Pesan tersebut mencerminkan tekad untuk membangun budaya pemerintahan yang menjunjung tinggi akuntabilitas dan tanggung jawab publik.

    Penguatan lembaga pengawasan dan penegakan hukum menjadi langkah yang sangat relevan dalam konteks pembangunan nasional saat ini. Berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, hingga Program Makan Bergizi Gratis, membutuhkan tata kelola yang kuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Tanpa pengawasan yang efektif, potensi penyimpangan akan selalu menjadi ancaman yang dapat mengurangi dampak positif dari berbagai kebijakan tersebut.

    Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Ketua KPK Setyo Budiyanto, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin berada pada posisi strategis dalam memastikan agenda pemberantasan korupsi berjalan secara efektif. Dukungan penuh dari Presiden kepada ketiga lembaga tersebut menunjukkan adanya kesamaan visi antara pemimpin politik dan aparat penegak hukum untuk menciptakan pemerintahan yang transparan. Sinergi ini penting karena keberhasilan pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan koordinasi yang kuat antara pengawasan internal, pencegahan, dan penindakan hukum.

    Selain penguatan kelembagaan, keberhasilan agenda pemerintahan bersih juga sangat bergantung pada integritas para pejabat negara. Dalam konteks ini, pernyataan Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran kementerian dan lembaga. Saan menegaskan bahwa para pembantu Presiden harus memegang teguh komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi. Menurutnya, setiap pejabat publik harus menjaga integritas, kredibilitas, dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya karena jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat.

    Pernyataan tersebut mengandung pesan yang sangat relevan. Upaya pemberantasan korupsi tidak akan berhasil apabila hanya mengandalkan penegakan hukum setelah pelanggaran terjadi. Pencegahan harus dimulai dari komitmen moral setiap pejabat untuk tidak menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki. Oleh karena itu, pembangunan budaya integritas di lingkungan birokrasi menjadi agenda yang sama pentingnya dengan penguatan aparat pengawas dan penegak hukum.

    Masyarakat juga memiliki harapan besar terhadap komitmen pemerintah dalam menciptakan pemerintahan yang bersih. Tingginya ekspektasi publik muncul karena korupsi selama bertahun-tahun telah menjadi salah satu persoalan yang menghambat percepatan pembangunan. Ketika pemerintah menunjukkan keseriusan dalam memperkuat KPK, BPKP, Kejaksaan Agung, dan berbagai mekanisme pengawasan lainnya, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara akan semakin meningkat. Kepercayaan tersebut merupakan modal sosial yang sangat penting bagi keberhasilan berbagai program pembangunan nasional.

    Ke depan, agenda pemerintahan bersih harus terus dijaga konsistensinya. Komitmen yang telah ditunjukkan Presiden Prabowo perlu diterjemahkan ke dalam langkah-langkah konkret yang berkelanjutan, mulai dari penguatan sistem pengawasan, digitalisasi layanan publik, peningkatan transparansi anggaran, hingga penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Seluruh elemen pemerintahan juga harus menunjukkan keteladanan dalam menjalankan prinsip integritas dan akuntabilitas.

    Dengan dukungan politik yang kuat dari Presiden, sinergi antar lembaga pengawasan dan penegakan hukum, serta komitmen seluruh aparatur negara, agenda mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi memiliki fondasi yang semakin kokoh. Langkah tersebut bukan hanya penting untuk menjaga keuangan negara, tetapi juga menjadi kunci dalam memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

    *Penulis adalah Pegiat Anti Korupsi

  • BBM Subsidi Tetap Stabil, Fondasi Kuat Menjaga Daya Beli dan Menggerakkan Ekonomi Nasional

    Oleh: Rahmat Hidayat*

    Keputusan pemerintah untuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah gejolak ekonomi global merupakan kebijakan strategis yang patut diapresiasi. Saat banyak negara menghadapi tekanan akibat lonjakan harga energi dunia, Indonesia justru menunjukkan kemampuan negara dalam melindungi masyarakat dari dampak langsung ketidakpastian global. Langkah ini tidak hanya mencerminkan keberpihakan kepada rakyat, tetapi juga menjadi bukti bahwa stabilitas ekonomi nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Dalam beberapa bulan terakhir, dunia dihadapkan pada meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak terhadap harga minyak mentah internasional. Harga minyak Brent bertahan pada level tinggi, sementara nilai tukar rupiah mengalami tekanan akibat penguatan dolar Amerika Serikat. Secara teori ekonomi, kombinasi kedua faktor tersebut seharusnya mendorong kenaikan harga BBM di dalam negeri. Namun pemerintah memilih mengambil langkah berbeda dengan tetap menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak membebani masyarakat.

    Kebijakan tersebut menjadi kabar baik bagi jutaan rakyat Indonesia yang setiap hari bergantung pada BBM untuk menjalankan aktivitas ekonomi. Stabilitas harga Pertalite dan Solar memberikan kepastian bagi para nelayan, petani, pelaku UMKM, pengemudi angkutan umum, hingga pekerja sektor informal yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya operasional. Ketika biaya energi dapat dikendalikan, maka biaya distribusi barang dan jasa juga tetap terjaga sehingga harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan yang berlebihan.

    Komitmen pemerintah ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak semata-mata berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas kesejahteraan masyarakat. Pemerintah memahami bahwa daya beli rakyat merupakan mesin utama perekonomian nasional. Ketika konsumsi rumah tangga tetap kuat, maka aktivitas perdagangan, industri, dan investasi akan terus bergerak.

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan harga BBM bersubsidi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang memastikan harga BBM bersubsidi akan tetap stabil hingga akhir tahun. Kepastian ini memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi dunia industri.

    Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga keberlanjutan subsidi energi. Kementerian Keuangan memastikan kondisi APBN masih cukup kuat untuk menopang kebutuhan subsidi hingga akhir tahun. Dengan pengelolaan fiskal yang disiplin dan terukur, pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan sosial dan kesehatan keuangan negara.

    Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional. Upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi domestik, optimalisasi kapasitas kilang nasional, serta pemanfaatan minyak mentah dalam negeri merupakan langkah konkret yang menunjukkan visi jangka panjang pemerintah. Strategi ini tidak hanya bertujuan menjaga pasokan energi saat ini, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap impor pada masa mendatang. Kebijakan ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penyelesaian masalah jangka pendek, tetapi juga membangun sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

    Keberhasilan menjaga harga BBM bersubsidi juga mulai tercermin dalam berbagai indikator ekonomi nasional. Inflasi tetap terkendali pada level yang sehat sehingga daya beli masyarakat tidak mengalami tekanan berarti. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi keberlangsungan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global.

    Lebih jauh lagi, sektor industri nasional turut merasakan manfaat dari stabilitas harga energi. Dunia usaha memperoleh kepastian dalam menghitung biaya produksi dan menyusun rencana ekspansi. Indeks Kepercayaan Industri yang terus meningkat menunjukkan bahwa pelaku usaha memandang prospek ekonomi Indonesia tetap positif. Dengan biaya energi yang terkendali, industri mampu meningkatkan utilisasi produksi dan memperluas penyerapan tenaga kerja.

    Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief menilai bahwa kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi berperan penting dalam menjaga inflasi tetap rendah dan memperkuat konsumsi domestik. Kondisi ini mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk manufaktur nasional sehingga sektor industri dapat tumbuh lebih baik. Dengan kata lain, stabilitas harga BBM tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

    Di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, Indonesia menunjukkan kemampuan untuk menjaga stabilitas dan optimisme. Pemerintah tidak memilih jalan mudah dengan membebankan seluruh tekanan ekonomi kepada masyarakat. Sebaliknya, negara hadir untuk melindungi rakyat melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan bersama. Langkah tersebut mencerminkan semangat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan dan keadilan sosial.

    Kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi merupakan investasi sosial dan ekonomi yang sangat penting. Stabilitas energi menjadi fondasi bagi terjaganya daya beli, meningkatnya aktivitas industri, terkendalinya inflasi, serta berlanjutnya pertumbuhan ekonomi nasional. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen menjaga harga BBM bersubsidi memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus menghadapi tantangan hari ini, tetapi juga sedang membangun landasan yang kokoh bagi Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera di masa depan.

    *Penulis merupakan Pengamat Kebijakan Publik dan Ekonomi

  • Komitmen Pemerintah Jadikan Papua Sebagai Pilar Baru Ketahanan Ekonomi Nasional

    Oleh Yohanes Wandikbo )*

    Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta ancaman krisis pangan dan energi, Pemerintah memperkuat fondasi ketahanan ekonominya secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan sektor pangan, perkebunan, dan hilirisasi industri di Papua merupakan langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya memperkokoh resiliensi nasional.

    Ketahanan ekonomi modern tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi atau cadangan devisa, melainkan juga oleh kemampuan negara menjamin ketersediaan pangan, energi, dan komoditas strategis bagi masyarakatnya. Karena itu, langkah pemerintah memperluas pusat-pusat produksi nasional ke kawasan timur Indonesia merupakan kebijakan yang relevan dengan tantangan masa depan sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan.

    Presiden Prabowo Subianto menempatkan Papua sebagai salah satu wilayah strategis dalam agenda pembangunan nasional. Papua memiliki potensi lahan, sumber daya alam, dan peluang investasi yang besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan baru. Di saat banyak negara mulai menghadapi persoalan ketahanan pangan dan energi, Indonesia mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat kapasitas produksi domestik secara berkelanjutan.

    Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang menilai bahwa swasembada perlu diwujudkan hingga tingkat pulau agar setiap wilayah memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri. Menurutnya, penguatan kapasitas produksi pangan dan energi di berbagai daerah merupakan bentuk mitigasi terhadap berbagai risiko global yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, pembangunan sektor pertanian dan perkebunan di Papua harus dipahami sebagai bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia.

    Salah satu langkah yang menunjukkan arah pembangunan tersebut adalah pengembangan sektor kelapa sawit berbasis hilirisasi. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat di daerah penghasil. Melalui pendekatan hilirisasi, Papua didorong tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan mentah, melainkan berkembang sebagai pusat industri berbasis sumber daya lokal.

    Gagasan pembangunan Plaza Sawit di Kabupaten Keerom menjadi contoh konkret transformasi tersebut. Ketua DPW APKASINDO Papua, Albert Youku, menjelaskan bahwa kawasan terpadu tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kebun sawit rakyat, pabrik pengolahan, hingga industri turunannya dalam satu ekosistem ekonomi. Konsep ini memungkinkan hasil perkebunan diolah langsung di Papua sehingga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, memperkuat perputaran ekonomi lokal, serta mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan baru.

    Selain sektor perkebunan, pemerintah juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan kawasan lumbung pangan di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Program cetak sawah yang tengah dijalankan merupakan investasi strategis jangka panjang untuk menjawab kebutuhan pangan nasional di masa depan. Kebijakan tersebut lahir dari kesadaran bahwa jumlah penduduk terus bertambah sehingga kapasitas produksi pangan nasional harus terus diperkuat.

    Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menilai proyek tersebut sebagai langkah penting untuk menjamin keberlanjutan pasokan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Senada dengan itu, Direktur Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, memandang program tersebut sebagai kebijakan visioner karena isu pangan diperkirakan akan menjadi salah satu tantangan terbesar dunia pada masa mendatang. Menurutnya, pembangunan lumbung pangan nasional di Papua merupakan investasi strategis yang akan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang.

    Berbagai kritik terhadap program ketahanan pangan di Papua merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun, diskursus publik perlu dibangun secara objektif dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas. Pembangunan harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan, tetapi kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan juga tidak boleh diabaikan.

    Dalam perspektif tersebut, pembangunan di Papua merupakan instrumen penting untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menilai Papua masih menghadapi berbagai tantangan sosial yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata. Karena itu, pembangunan yang dilakukan secara bertanggung jawab justru menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi kemiskinan, keterisolasian, dan kesenjangan pembangunan.

    Komitmen pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat juga ditegaskan oleh Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, yang menempatkan integrasi kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi berkualitas sebagai arah utama pembangunan Papua. Pendekatan tersebut menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

    Di tingkat masyarakat, manfaat pembangunan mulai dirasakan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi di sektor peternakan, perikanan, dan pertanian. Dukungan pemerintah terhadap usaha produktif telah membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Program-program tersebut juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat Papua.

    Pembangunan Papua tidak hanya berbicara mengenai kemajuan kawasan timur Indonesia semata. Lebih dari itu, Papua sedang dipersiapkan menjadi salah satu pilar penting ketahanan ekonomi nasional. Melalui penguatan sektor pangan, hilirisasi perkebunan, pembangunan pusat-pusat ekonomi baru, dan pemberdayaan masyarakat lokal, pemerintah tengah membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat, merata, dan berkelanjutan.

    )* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua

  • Strategi Fiskal Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat

    Oleh: Fahmi Ramadhan

    Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi berbagai negara, Indonesia menunjukkan kemampuan yang patut diapresiasi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ketika harga energi dunia berfluktuasi, tensi geopolitik meningkat, dan perlambatan ekonomi terjadi di sejumlah kawasan, pemerintah justru mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Kondisi ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan hasil dari kombinasi kebijakan fiskal yang terukur, pengelolaan anggaran yang hati-hati, serta keberanian pemerintah dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi masyarakat.

    Salah satu fondasi utama ketahanan ekonomi Indonesia adalah kekuatan sektor energi yang relatif beragam. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan bahwa Indonesia memiliki komposisi energi yang cukup lengkap, mulai dari minyak, gas, batu bara, hingga bioenergi dan biodiesel. Keberagaman sumber energi tersebut membuat Indonesia memiliki daya tahan yang lebih baik ketika terjadi gejolak harga minyak dunia.

    Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan energi bukan hanya persoalan pasokan, melainkan juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ketika banyak negara harus menghadapi tekanan akibat lonjakan harga energi, Indonesia memiliki ruang yang lebih luas untuk mengendalikan dampaknya terhadap masyarakat. Pada akhirnya, stabilitas sektor energi turut berkontribusi dalam menjaga inflasi tetap terkendali dan mencegah penurunan daya beli yang terlalu dalam.

    Namun, kekuatan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada sektor energi. Pemerintah juga menjalankan kebijakan fiskal yang berorientasi pada perlindungan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan keuangan negara. Salah satu langkah yang patut mendapat perhatian adalah keputusan mempertahankan harga bahan bakar bersubsidi meskipun beban subsidi energi meningkat. Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan dan kelas menengah yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

    Ketika harga energi naik, biaya transportasi dan distribusi barang biasanya ikut meningkat. Dampaknya kemudian merembet ke berbagai sektor dan berpotensi mendorong inflasi. Dengan mempertahankan harga BBM bersubsidi, pemerintah berhasil meredam tekanan tersebut sehingga masyarakat tetap memiliki ruang untuk melakukan konsumsi.

    Di saat yang sama, pemerintah juga terus melakukan penyesuaian program agar belanja negara semakin efisien. Program Makan Bergizi Gratis, misalnya, tetap dilanjutkan namun dengan sejumlah penyempurnaan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran. Langkah seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak sekadar mengeluarkan anggaran, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

    Pendekatan refocusing anggaran yang dilakukan pemerintah juga menjadi bukti bahwa kebijakan fiskal saat ini diarahkan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang nyata. Belanja negara diprioritaskan pada sektor-sektor produktif yang mampu mendorong konsumsi, meningkatkan produksi, serta membuka lapangan kerja baru. Strategi tersebut sejalan dengan pandangan banyak ekonom bahwa belanja pemerintah yang berkualitas akan menghasilkan efek berganda terhadap perekonomian.

    Selain mengelola pengeluaran, pemerintah juga terus memperkuat penerimaan negara. Momentum kenaikan harga sejumlah komoditas dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan negara. Di sisi lain, modernisasi administrasi perpajakan melalui implementasi Coretax menjadi langkah penting untuk memperkuat basis penerimaan dalam jangka panjang. Reformasi perpajakan yang berbasis teknologi akan meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kepatuhan wajib pajak sehingga ruang fiskal pemerintah semakin kuat.

    Langkah strategis lainnya terlihat dari kebijakan pembiayaan yang semakin inovatif. Pemerintah mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dengan melakukan diversifikasi sumber pembiayaan melalui penerbitan obligasi dalam berbagai mata uang internasional. Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan fiskal sekaligus mengurangi risiko yang berasal dari volatilitas pasar global.

    Hasil dari berbagai kebijakan tersebut mulai terlihat pada berbagai indikator ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen. Pada saat yang sama, inflasi tetap terjaga di kisaran 2,42 persen, sementara defisit fiskal berada pada level yang relatif rendah. Stabilitas pasar obligasi juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap pengelolaan ekonomi Indonesia.

    Komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat juga terlihat melalui paket stimulus ekonomi yang difokuskan pada sektor transportasi publik. Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto menilai kebijakan diskon dan insentif transportasi merupakan langkah yang tepat, terutama menjelang musim liburan sekolah ketika mobilitas masyarakat cenderung meningkat.

    Pandangan tersebut cukup beralasan. Ketika biaya perjalanan menjadi lebih murah, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk melakukan perjalanan, berwisata, berbelanja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Efek berantainya dapat dirasakan oleh pelaku usaha transportasi, sektor pariwisata, perdagangan, hingga UMKM.

    Kebijakan stimulus transportasi juga menunjukkan bahwa pemerintah memahami karakteristik ekonomi Indonesia yang sangat ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Selama konsumsi masyarakat tetap terjaga, mesin pertumbuhan ekonomi akan terus bergerak. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang mampu mempertahankan daya beli memiliki peran strategis dalam menjaga momentum pertumbuhan nasional. Dengan kombinasi pengelolaan anggaran yang hati-hati, stimulus yang tepat sasaran, serta komitmen menjaga stabilitas harga, optimisme terhadap perekonomian Indonesia layak terus dipelihara. Ketika kantong rakyat tetap terjaga, maka roda ekonomi nasional pun akan terus berputar dengan kuat.

    *) Akademisi dan Pengamat Ekonomi Publik

  • Tenang, Rupiah Berfluktuasi, Ekonomi Indonesia Tetap di Jalur Pertumbuhan

    Oleh: Winna Nartya *)

    Setiap kali nilai tukar rupiah melemah, sebagian kalangan terburu-buru menyimpulkan bahwa pelemahan rupiah saat ini akan terus berlanjut dan menjadi pertanda krisis yang lebih besar. Padahal, dalam ilmu ekonomi modern, pergerakan nilai tukar tidak dapat dibaca secara sederhana. Kurs merupakan salah satu variabel yang paling sensitif terhadap sentimen global, sehingga sering kali bergerak lebih cepat dibandingkan perubahan fundamental ekonomi yang sebenarnya. Sejumlah indikator menunjukkan bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang relatif kuat dan sehat.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas perekonomian nasional. Menurutnya, kondisi fiskal pemerintah tetap berada dalam koridor yang aman karena depresiasi nilai tukar saat ini telah diperhitungkan dalam asumsi penyusunan APBN. Purbaya juga menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan sekadar menjaga kurs dalam jangka pendek, melainkan memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap kuat dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Pemerintah tidak sedang menghadapi situasi darurat ekonomi. Justru yang dilakukan adalah mengelola dinamika pasar keuangan secara terukur sambil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berjalan.

    Dalam perspektif ekonomi internasional, pelemahan mata uang tidak selalu identik dengan lemahnya ekonomi suatu negara. Pada periode tertentu, nilai tukar sering menjadi “peredam kejut” atau shock absorber terhadap tekanan global. Ketika terjadi gejolak geopolitik, kenaikan suku bunga negara maju, atau penguatan dolar Amerika Serikat, pasar keuangan biasanya bereaksi lebih cepat dibandingkan sektor riil.

    Pandangan ini sejalan dengan analisis Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, yang menilai bahwa rupiah saat ini berada dalam fase overshooting, yakni kondisi ketika pelemahan nilai tukar bergerak lebih dalam dibandingkan kondisi fundamental ekonomi jangka panjang Indonesia. Menurutnya, pasar tidak hanya membaca data ekonomi hari ini, tetapi juga merespons berbagai sentimen dan ekspektasi yang berkembang secara global. Ia menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini tidak berarti fundamental Indonesia melemah secara drastis karena inflasi masih terkendali, sektor perbankan tetap sehat, dan pertumbuhan ekonomi masih berada pada jalur positif.

    Konsep overshooting sendiri sudah lama dikenal dalam teori ekonomi internasional melalui pemikiran ekonom Rudiger Dornbusch. Dalam kondisi tertentu, pasar keuangan dapat bereaksi berlebihan terhadap suatu informasi sehingga nilai tukar bergerak lebih jauh dari posisi keseimbangannya. Namun ketika sentimen mulai mereda dan pelaku pasar kembali memperhatikan fundamental ekonomi, nilai tukar biasanya bergerak kembali menuju level yang lebih wajar. Inilah sebabnya mengapa pelemahan rupiah saat ini tidak tepat jika langsung dianggap sebagai tren permanen.

    Bahkan jika melihat faktor eksternal, tekanan yang terjadi bukan hanya dialami Indonesia. Penguatan dolar Amerika Serikat berlangsung hampir di seluruh dunia. Mata uang negara-negara Asia seperti yen Jepang, yuan China, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, hingga dolar Singapura juga mengalami tekanan yang sama. Kondisi ini menunjukkan bahwa yang sedang terjadi adalah fenomena global, bukan persoalan spesifik Indonesia.

    Selain itu, beberapa indikator domestik justru memperlihatkan ketahanan ekonomi yang cukup baik. Sektor perbankan nasional masih berada dalam kondisi solid. Rasio kecukupan modal (CAR) tetap tinggi, kredit bermasalah masih terjaga, dan fungsi intermediasi berjalan normal. Konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia juga relatif stabil.

    Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan prospek pertumbuhan ekonomi terbaik di dunia. Di antara negara-negara G20, Indonesia berada pada kelompok dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi setelah India. Prospek inilah yang menurutnya akan tetap menarik bagi investor asing, baik investasi langsung maupun investasi portofolio.

    Di sisi lain, pemerintah dan Bank Indonesia juga tidak tinggal diam menjaga stabilitas sektor keuangan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah intervensi di pasar obligasi untuk menjaga agar kenaikan yield tidak terlalu tinggi dan tidak memicu arus keluar modal secara berlebihan untuk memastikan investor yang memegang surat utang Indonesia tidak mengalami capital loss yang terlalu besar sehingga kepercayaan terhadap pasar keuangan nasional tetap terjaga. Pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa otoritas fiskal dan moneter memiliki instrumen yang memadai untuk meredam gejolak jangka pendek.

    Yang juga perlu dipahami masyarakat adalah bahwa nilai tukar bukan satu-satunya indikator kesehatan ekonomi. Negara dengan kurs yang kuat belum tentu memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik. Sebaliknya, negara dengan kurs yang sedang mengalami tekanan belum tentu sedang berada di ambang krisis. Karena itu, masyarakat tidak perlu larut dalam pesimisme. Pelemahan rupiah saat ini lebih tepat dipandang sebagai bagian dari siklus penyesuaian ekonomi global yang bersifat temporer, bukan cerminan keruntuhan fundamental ekonomi Indonesia. Level rupiah saat ini masih terdapat ruang penguatan dalam koordinasi kebijakan yang makin solid dan jika ditambah dengan meredanya ketidakpastian global.

    Dengan fundamental yang tetap kuat, sektor keuangan yang stabil, koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia yang erat, serta prospek pertumbuhan yang masih menjanjikan, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk melewati fase tekanan ini. Seperti banyak episode sebelumnya, gejolak nilai tukar akan berlalu, tetapi fondasi ekonomi yang kuat akan tetap menjadi penopang utama perjalanan pembangunan nasional.

    *) Pemerhati Keuangan

  • Fundamental Ekonomi Tetap Kuat, Pemerintah Optimistis IHSG Kembali Menguat

    Jakarta – Pemerintah tetap optimistis terhadap prospek pasar saham nasional di tengah tekanan yang sempat terjadi pada nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Keyakinan tersebut didasarkan pada kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat dan terjaga.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan yang terjadi di pasar saham saat ini lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek dibandingkan faktor fundamental ekonomi.

    “Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi masih bagus,” kata Purbaya.

    Menurutnya, kondisi ekonomi nasional masih menunjukkan kinerja yang solid. Salah satu indikator yang menjadi dasar optimisme pemerintah adalah penerimaan perpajakan yang masih mencatatkan pertumbuhan positif.

    “Ini mungkin ada short, ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, nggak ada masalah,” ujar dia.

    Purbaya juga mengajak investor untuk tetap percaya terhadap prospek pasar keuangan Indonesia. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat sentimen positif di pasar.

    “Kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar,” ujar dia.

    Optimisme serupa disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia meminta masyarakat dan pelaku pasar tidak panik menyikapi dinamika pasar keuangan, termasuk pelemahan rupiah dan koreksi IHSG yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

    Prasetyo menegaskan bahwa berbagai indikator ekonomi makro menunjukkan kondisi perekonomian Indonesia tetap berada dalam jalur yang sehat. Pertumbuhan ekonomi yang terjaga dan tingkat inflasi yang terkendali menjadi cerminan kuatnya fondasi ekonomi nasional.

    “Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas lembaga guna mengantisipasi dampak tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik.

    “Kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah (antisipasi),” pungkas Prasetyo.

    Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat serta koordinasi kebijakan yang terus diperkuat, pemerintah meyakini pasar keuangan nasional memiliki daya tahan yang baik untuk menghadapi gejolak global dan berpeluang kembali mencatatkan penguatan ke depan.

  • Miliki Fundamental Stabil, Pemerintah Optimis Rupiah Menguat

    Jakarta – Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah dapat kembali menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional dan koordinasi yang terus dilakukan antara otoritas fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

    Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan kondisi ekonomi Indonesia tetap solid meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menembus level Rp18.000.

    “Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi. Kemudian dari inflasi yang masih terjaga Insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” kata Prasetyo.

    Menurutnya, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau perkembangan pasar keuangan serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

    “Kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” katanya.

    Optimisme terhadap penguatan rupiah juga didukung oleh kondisi ketahanan eksternal Indonesia yang tetap terjaga. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang kuat.

    “Secara umum, pelemahan Rupiah juga masih sejalan dengan regional, secara YTD melemah 7,44%. Cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 146,2 miliar pada akhir April 2026,” ujar Destry.

    Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meyakini pemerintah akan terus berupaya mengendalikan pergerakan nilai tukar rupiah agar tetap berada pada jalur yang sesuai dengan target jangka menengah yang telah ditetapkan.

    “Saya yakin Pemerintah dalam hal ini kementerian-kementerian terkait sudah dan akan terus berupaya untuk bisa mencegah agar tren turunnya nilai tukar rupiah ini tidak semakin dalam dan mencegah untuk terus bisa mengendalikan pada posisi seperti yang memang kita harapkan bersama,” ungkapnya.

    Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang terkendali, serta dukungan cadangan devisa yang kuat, pemerintah meyakini fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendukung penguatan rupiah di tengah dinamika ekonomi global.

  • Anggota Dewan Apresiasi Stimulus Ekonomi Pemerintah di Kuartal II-2026 Dorong Daya Beli Masyarakat

    Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk mendorong mobilitas daya beli masyarakat dengan merilis paket stimulus ekonomi di Kuartal II tahun 2026.

    Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto saat ditemui awak media di Jakarta.

    Menurutnya, stimulus Ekonomi di Kuartal II khususnya di sektor transportasi publik akan memberikan efek positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pada momentum libur sekolah. Disisi lain juga daya beli ekonomi masyarakat akan lebih terdorong lagi.

    “Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut,” ujar Sofwan.

    “Karena dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi,” imbuhnya.

    Ia pun menilai momentum pemberlakuan stimulus saat musim liburan merupakan langkah tepat. Sebab, pada periode tersebut tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat.

    Sofwan berharap, kebijakan tersebut mampu menggerakkan jutaan masyarakat kelas menengah untuk melakukan perjalanan sekaligus meningkatkan aktivitas belanja konsumsi.

    “Setidaknya kebijakan ini bisa mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang sedang merosot,” ungkapnya.

    Pasalnya, kata Sofwan, ketahanan ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas konsumsi masyarakat kelas menengah. Sehingga itu, stimulus transportasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Diskon dan insentif di sektor transportasi ini menurut saya merupakan salah satu upaya untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

    Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ada insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket pesawat ekonomi. Kebijakan ini berlaku selama periode libur sekolah yakni 24 Juni-5 Juli 2026 dengan anggaran Rp 472,7 miliar.

    “PPN DTP untuk pesawat ekonomi 24 Juni sampai 5 Juli Rp 472,7 miliar, itu khusus yang sekarang ya, nanti Nataru (Natal dan Tahun Baru) juga ada insentifnya,” kata Purbaya.

    “Selain stimulus untuk mobilitas masyarakat, insentif juga diberikan dalam bentuk program magang nasional pada Juli 2026 untuk 150 ribu target peserta dengan anggaran Rp 4,14 triliun. Lalu program vokasi nasional untuk 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu korban PHK dengan nilai anggaran Rp 2,12 triliun,” pungkasnya.

  • Fiskal Adaptif Buktikan Ketangguhan APBN di Tengah Tekanan Ekonomi Global

    Jakarta – Strategi fiskal yang dijalankan pemerintah terbukti mampu menjaga ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang masih berlangsung. Ketidakpastian akibat tensi geopolitik, perang tarif, dan perlambatan ekonomi dunia tidak menghalangi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi melalui pengelolaan fiskal yang adaptif dan terukur.

    Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan tiga strategi utama untuk menghadapi dinamika global. Strategi pertama adalah mengarahkan belanja negara pada sektor yang lebih produktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

    “Kita akan fokus pada pengeluaran yang mendorong demand, yang mendorong supply, mendorong produksi, dan juga mendorong menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Juda Agung.

    Selain itu, pemerintah terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penguatan administrasi perpajakan dan reformasi sistem perpajakan. Langkah ini, imbuhnya, dilakukan agar ruang fiskal tetap terjaga dan mampu mendukung berbagai program prioritas nasional.

    Di sisi pembiayaan, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber pendanaan untuk mengurangi risiko dari gejolak pasar keuangan global.

    Menurut Juda Agung, efektivitas strategi tersebut tercermin dari berbagai indikator ekonomi yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada level yang solid, inflasi terkendali, defisit fiskal terjaga, dan pasar keuangan relatif stabil.

    “Empat indikator ini, yaitu pertumbuhan, inflasi, defisit fiskal, dan yield SBN menunjukkan fiskal kita masih kuat. Strategi yang kita ambil bekerja dengan baik,” tegasnya.

    Ketahanan APBN juga menjadi sorotan dalam berbagai forum ekonomi nasional. Pemerintah menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap sehat dan mampu menjalankan fungsinya sebagai shock absorber di tengah ketidakpastian global. Berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial tetap berjalan, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

    Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengelolaan kas negara saat ini berada dalam kondisi yang baik dan mendukung likuiditas perekonomian nasional.

    “Cash management kita sudah baik. Yang Rp300 triliun kita masukin ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas, supaya ekonomi bisa berjalan. Jadi tidak usah takut dengan APBN, pemerintah masih cukup dan uang kita masih banyak,” jelasnya.

    Pemerintah juga memastikan keberlanjutan berbagai kebijakan yang menyentuh masyarakat secara langsung. Salah satunya adalah menjaga subsidi energi agar tidak membebani masyarakat di tengah gejolak harga global.

    “Subsidi terhadap BBM akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup,” kata Purbaya.

    Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang disiplin, reformasi yang berkelanjutan, dan pengelolaan APBN yang pruden, Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. APBN tidak hanya menjadi instrumen penjaga stabilitas, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.