Penulis: restiana818@gmail.com

  • Mengapresiasi Apkam Bongkar Sindikat Judi Online Internasional Demi Lindungi Masa Depan Bangsa

    Oleh : Agung Priyatna )*

    Pemerintah melalui aparat keamanan patut diapresiasi atas keberhasilan dalam membongkar sindikat judi online yang beroperasi di tingkat nasional dan internasional. Langkah tegas ini menunjukkan komitmen dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif perjudian daring yang semakin marak dan meresahkan.

    Pemerintah dibawah arahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka terus gencar memberantas Judi Online. Terbaru,  Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri berhasil mengungkap tiga sindikat besar judi online yang beroperasi melalui situs H5GF777, RGO Casino, dan Agen138. Menurut Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji, Polri menyita aset senilai Rp61 miliar yang akan dikembalikan kepada negara sebagai upaya pemulihan kerugian akibat aktivitas ilegal ini. Pengungkapan sindikat ini melibatkan berbagai jenis permainan, seperti slot, kasino, judi bola, dan lain-lain, yang telah menjaring banyak korban dari berbagai lapisan masyarakat.

    Pada kasus H5GF777, polisi menetapkan dua tersangka berinisial MIA dan AL, yang berperan sebagai pengelola situs. Salah satu tersangka, AL, diduga menggunakan perusahaan PT Giat Melangkah Maju (GMM) untuk memfasilitasi transaksi pembayaran judi online. Polisi menyita aset senilai Rp47 miliar yang berasal dari berbagai penyedia jasa pembayaran serta membekukan rekening-rekening terkait.

    Sementara itu, sindikat RGO Casino melibatkan lima tersangka, salah satunya adalah HJ alias Zeus, yang diketahui berperan sebagai manajer operasional dan pengendali dari 17 situs judi online lainnya. Polisi mengungkap bahwa HJ kerap melakukan perjalanan antara Jakarta dan Kamboja untuk melatih serta merekrut pelaku lain sebagai admin situs judi online. Dalam pengungkapan ini, polisi menyita uang tunai sebesar Rp1,6 miliar, kendaraan mewah, dan peralatan operasional.

    Kasus terakhir yang berhasil diungkap adalah sindikat judi online Agen138. Dalam kasus ini, empat tersangka telah diamankan, yaitu JO, JG, AHL, dan KW, sementara satu tersangka lainnya berinisial KK masih dalam pengejaran. Polisi juga tengah menelusuri keterkaitan aset sindikat ini dengan Hotel Aruss Semarang yang sebelumnya telah disita dalam pengembangan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    Keberhasilan aparat keamanan dalam membongkar sindikat ini tidak lepas dari dukungan berbagai instansi terkait, seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ditjen Imigrasi, serta Kejaksaan Agung, hingga elemen masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pemberantasan judi online memerlukan sinergi yang kuat dari berbagai pihak agar dapat dilakukan secara efektif.

    Direktur Strategi dan Kerjasama Dalam Negeri PPATK, Brigjen Muhammad Irhamni, menyatakan bahwa analisis transaksi keuangan berperan penting dalam mengidentifikasi aliran dana mencurigakan yang terkait dengan sindikat judi online ini. Melalui pemantauan yang ketat, pihaknya dapat memberikan informasi yang mendukung proses penindakan oleh aparat penegak hukum.

    Selain itu, Ketua Tim Pengendalian Konten Internet Ilegal Perjudian Komdigi, Menhariq Noor, menegaskan bahwa pemblokiran situs judi online terus dilakukan secara intensif. Setiap situs yang berhasil diblokir seringkali muncul kembali dengan domain berbeda, sehingga upaya pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan. Pihaknya juga terus mengedukasi masyarakat melalui literasi digital agar tidak mudah terjerat dalam jebakan judi online yang dapat merugikan finansial dan psikologis.

    Kejaksaan Agung juga turut berperan dalam memastikan proses hukum berjalan dengan maksimal untuk memberikan efek jera kepada para pelaku. Direktur Tindak Pidana Terhadap Keamanan Negara, Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lainnya Kejaksaan Agung, Agus Sahat, menekankan pentingnya penyitaan aset hasil kejahatan untuk mencegah para pelaku mendapatkan keuntungan dari tindak pidana yang telah mereka lakukan.

    Presiden Prabowo Subianto secara khusus memberikan perhatian terhadap maraknya kasus judi online di Indonesia. Beliau menginstruksikan koordinasi yang lebih intensif antarinstansi terkait untuk memastikan pemberantasan perjudian daring hingga ke akar-akarnya. Hal ini dilakukan guna melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari dampak buruk judi online yang dapat merusak moral dan kehidupan sosial.

    Selain sebagai ancaman terhadap moral masyarakat, judi online juga membawa dampak ekonomi yang merugikan. Banyak individu yang terjebak dalam praktik ini mengalami kerugian finansial besar dan pada akhirnya berujung pada permasalahan sosial yang lebih kompleks. Oleh karena itu, pemberantasan judi online bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga bagian dari upaya perlindungan sosial bagi masyarakat.

    Upaya penanganan judi online juga harus melibatkan peran aktif masyarakat dalam mendukung kebijakan pemerintah. Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan bahaya judi online dan melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan perjudian daring. Dengan adanya partisipasi masyarakat, pemberantasan judi online dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.

    Dalam hal ini, kesuksesan aparat keamanan dalam membongkar sindikat judi online internasional harus dijadikan momentum untuk terus memerangi praktik ilegal ini secara berkelanjutan. Oleh karenanya, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekitar dari pengaruh negatif perjudian daring. Mari bersama-sama memerangi judi online demi masa depan bangsa yang lebih baik.

    )* Penulis adalah kontributor Forum Indonesia Emas 

  • Pemerintah Pastikan Tindak Tegas Oknum yang Membekingi Situs Judi Online

    Jakarta – Bareskrim Polri memastikan bahwa situs judi online yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU) melalui Hotel Aruss, Semarang, Jawa Tengah, tidak mendapat perlindungan dari oknum pegawai Kementerian Informasi Digital dan Informasi (Komdigi).

    “Enggak (dibeking Komdigi), justru itu kan (situs) di-takedown dan muncul lagi,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf.

    Pernyataan tersebut dilontarkan setelah pihak kepolisian menetapkan PT AJP dan FH sebagai tersangka dalam kasus dugaan TPPU yang terkait dengan pengelolaan situs judi online tersebut.

    Helfi menjelaskan bahwa meskipun situs judi online tersebut telah beberapa kali di-takedown oleh Komdigi, namun muncul kembali dengan variasi nama yang mirip atau berbeda.

    “Website cepat sekali berubah, berapa bulan ganti, hingga takedown, buka lagi, tutup lagi,” tambahnya.

    Bareskrim Polri menyebutkan bahwa ada tiga situs judi online yang terlibat dalam aliran dana pencucian uang yang diselidiki, yaitu Dafabet, Agen 138, dan Judi Bola.

    Helfi menegaskan bahwa tidak ada indikasi tiga situs tersebut dibekingi oleh pegawai Komdigi, seperti yang pernah terjadi pada beberapa situs judi online lainnya.

    Polisi juga telah mengambil langkah penyitaan terhadap barang bukti berupa uang senilai Rp 103,2 miliar.

    Menurut Helfi, uang yang diduga berasal dari operasional situs judi online ini ditampung oleh FH dan digunakan untuk pembangunan serta pengoperasian Hotel Aruss di Semarang. FH sendiri adalah komisaris dari PT AJP, korporasi yang menjadi terlapor dalam kasus ini.

    “Hasil dari operasional hotel juga masuk ke kantong FH,” tambahnya.

    Pihak kepolisian telah melakukan pengusutan mendalam terkait aliran dana dari situs judi online ini, termasuk transaksi keuangan dari para pemain hingga bandar.

    “Proses ini melibatkan penyelidikan selama beberapa waktu,” jelas Helfi.

    Diketahui bahwa dana pembangunan Hotel Aruss tersebut ditransfer melalui beberapa rekening, termasuk rekening dengan inisial OR, RF, MD, KP, serta melalui penarikan dan penyetoran tunai yang signifikan.

    Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga menegaskan bahwa pemerintah bersama-sama dengan instansi terkait, seperti Polri, Jaksa Agung, dan Kemenko Polkam, telah berkomitmen untuk memberantas praktik judi online di Indonesia.

    “Tidak boleh ada yang membeking, yang membantu, atau apa pun itu,” tegas Meutya.

    Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat serius dalam menangani permasalahan judi online di Indonesia.

    “Beliau ingin menegakkan hukum setegak-tegaknya,” ucap Prasetyo.

  • Pemerintah Komitmen Berantas Judi Online, Dua Tersangka TPPU Ditangkap

    Jakarta – Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam memberantas praktik judi online dengan langkah tegas terhadap pelaku yang terlibat.

    Terkait hal itu, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan dua tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil judi online yang dialihkan menjadi pembangunan Hotel Aruss di Semarang, Jawa Tengah.

    Direktur Dittipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf, mengungkapkan bahwa kedua tersangka terdiri dari PT AJP sebagai korporasi dan FH sebagai individu.

    “Tersangka yang pertama korporasi PT AJP yang berkantor di Hotel Aruss, Semarang. Kemudian tersangka yang kedua yaitu FH,” ujarnya.

    Menurut Helfi, PT AJP berperan sebagai penampung uang hasil tindak pidana judi online yang disalurkan oleh FH. FH sendiri diketahui menjabat sebagai komisaris di PT AJP.

    “Aliran dana yang diterima oleh FH itu masuk ke rekening PT AJP. Hal ini untuk mengaburkan asal-usul uang yang diterima oleh PT AJP. Sehingga dikelola oleh PT AJP, dibangunkan hotel, kemudian hasil operasional hotel dinikmati oleh FH,” jelasnya.

    Uang hasil pencucian ini disalurkan FH melalui lima rekening berbeda atas nama beberapa individu, serta melalui perantara berinisial GP dan AS. Atas perbuatannya, PT AJP dijerat dengan Pasal 6 Jo Pasal 69 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU serta sejumlah pasal lainnya dengan ancaman denda hingga Rp100 miliar. FH juga dikenai pasal serupa dengan ancaman hukuman berat.

    Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan pentingnya langkah tegas untuk memberantas kejahatan digital, termasuk judi online. “Dan saya titipkan pesan untuk judi online dan kejahatan-kejahatan seperti pinjaman online ilegal serta kejahatan keuangan lainnya, termasuk juga pornografi, termasuk juga human trafficking di ruang digital kita. Tolong dilakukan secara baik dan tetap transparan terbuka,” kata Meutya.

    Ia juga menekankan agar masyarakat diberi informasi terbuka melalui media massa mengenai penanganan kasus-kasus ini.

    “Informasi ini harus disampaikan kepada masyarakat melalui media massa,” tambahnya.

    Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memitigasi dampak negatif judi online sekaligus menindak tegas para pelaku yang terlibat.

  • Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Cegah Peredaran Narkoba di Indonesia

    Jakarta – Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah-langkah strategis untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di seluruh wilayah Tanah Air.

    Salah satu upaya signifikan dilakukan oleh Polda Kaltara, yang telah menerapkan lima strategi utama: Pencegahan, Pemberantasan, Rehabilitasi, Kerjasama, dan Teknologi. Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Soeseno Noerhandoko, menjelaskan bahwa strategi pencegahan menjadi salah satu fokus utama mereka.

    “Kami melakukan berbagai langkah penting, seperti kampanye kesadaran tentang bahaya narkoba melalui media massa, sekolah, dan komunitas. Selain itu, materi anti-narkoba juga diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah, dan kami memberikan pelatihan kepada guru, orang tua, dan masyarakat,” ungkap Soesono.

    Selain pencegahan, strategi kerjasama juga menjadi prioritas penting. Polda Kaltara menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum untuk penindakan, pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran, serta sektor swasta untuk mendukung program pencegahan narkoba.

    “Kami juga menjalin kerja sama internasional untuk memantau peredaran narkoba global,” tambah Soesono.

    Langkah serupa juga dilakukan oleh DPD Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) Jawa Tengah. Ketua DPD Geram, Havid Sungkar, menegaskan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan BPOM Semarang untuk meningkatkan pengawasan terhadap makanan dan minuman yang beredar di pasaran.

    “Kita khawatir karena di pasaran rawan ditemukan peredaran narkoba dan obat-obatan berbahaya yang bisa saja ada pada makanan atau minuman. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan BPOM untuk ikut membantu dalam pengawasan dan pencegahan,” terang Havid.

    Dukungan penuh juga datang dari Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sugiyarto. Ia menegaskan pentingnya langkah strategis untuk menanggulangi peredaran narkoba, baik dari sisi penegakan hukum maupun edukasi masyarakat.

    “Kami mendukung sepenuhnya setiap program yang bertujuan menekan peredaran narkoba. Kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba,” ujar Sugiyarto.

    Peredaran narkoba yang terus menjadi ancaman serius membutuhkan upaya kolektif dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Indonesia, bersama berbagai pihak terkait, berkomitmen untuk memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan dan penindakan terus berjalan secara optimal demi menciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba.

    Dalam jangka panjang, pemerintah juga berencana memperluas program rehabilitasi untuk korban penyalahgunaan narkoba, dengan mendirikan lebih banyak pusat rehabilitasi yang terjangkau di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membantu korban untuk pulih sepenuhnya dan kembali produktif di tengah masyarakat.

  • Mengapresiasi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis

    Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapatkan perhatian luas karena dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Program ini tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, tetapi juga mendukung diversifikasi pangan dan pemerataan ekonomi di daerah-daerah.

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Dr. Rachmat Pambudy menyatakan, program MBG dirancang untuk memperkuat ketersediaan pangan lokal sambil meningkatkan taraf hidup masyarakat.

    “Program ini memperkuat diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan lokal melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta,” ujarnya.

    Senada juga diungkapkan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa Program MBG memberikan dampak positif bagi pengrajin tahu dan tempe di Indonesia. Program ini membuka peluang besar bagi mereka untuk menjadi pemasok bahan baku bagi dapur-dapur MBG atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh negeri.

    “Kita dukung pengrajin tempe untuk terlibat dalam Program MBG. Pasokan bahan baku kedelai bagi para pengrajin juga harus terjamin agar suplai tempe untuk MBG stabil,” kata Budi.

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila, Bambang Soesatyo, menekankan pentingnya ketahanan pangan dalam mendukung keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    “Ketahanan pangan adalah faktor kunci dalam pembangunan ekonomi. Dengan program MBG, kita tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan akses kepada pangan yang bergizi dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Program MBG juga berkontribusi pada upaya pengentasan masalah gizi buruk, seperti stunting, yang masih menjadi tantangan nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting pada balita mencapai 21,5% pada tahun 2023.

    “Melalui pemberian makanan bergizi secara gratis, kualitas hidup masyarakat dapat ditingkatkan, sekaligus mendukung pembangunan generasi yang lebih sehat,” lanjut Bambang.

    Selain manfaat langsung terhadap masyarakat, program MBG juga dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan. Dengan anggaran yang memadai dan komitmen dari seluruh pihak, program ini diharapkan dapat terus berjalan lancar dan memberikan dampak signifikan.

    Program MBG mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dukungan dari berbagai pihak menjadi fondasi utama keberhasilan program ini, yang pada akhirnya akan memperkokoh stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. {}

  • Pemerintah Pastikan Dukungan Penuh pada Proyek IKN

    Oleh : Aditya Akbar )*

    Komitmen pemerintah terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menunjukkan keseriusan yang tak tergoyahkan. Proyek besar ini bukan sekadar ambisi infrastruktur, tetapi juga simbol transformasi nasional yang mencerminkan arah masa depan Indonesia sebagai negara modern dan inklusif. 

    Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan keberlanjutan proyek ini sebagai bagian dari visi strategis jangka panjang, memastikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berlanjut tetapi juga berkembang sesuai kebutuhan zaman. Dalam konteks ini, pemerintah telah mengundang masyarakat untuk mendukung proyek tersebut, sembari terus melibatkan berbagai pihak, termasuk investor dalam dan luar negeri.

    Di balik megahnya rencana pembangunan ini, terdapat tekad pemerintah untuk menciptakan ibu kota baru yang lebih dari sekadar pusat pemerintahan. IKN diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi, pusat inovasi, dan percontohan keberlanjutan. Pendekatan strategis pemerintah juga terlihat dari pengurangan bertahap ketergantungan pada APBN, menggantinya dengan peningkatan investasi swasta yang lebih efisien. 

    Dengan mengintegrasikan visi lokal dan nasional, proyek ini tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa tetapi juga langkah konkret menuju masa depan yang lebih cerah. Dukungan penuh pemerintah ini mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat dan dunia internasional bahwa Indonesia serius menghadirkan perubahan yang bermakna.

    Menurut Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Dedek Prayudi, perhatian Presiden terhadap proyek ini sangat tinggi. Pendekatan yang diambil juga cermat dan inovatif, dengan memanfaatkan sumber pendanaan yang tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

    Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan peran serta investor, baik domestik maupun asing, guna mempercepat realisasi pembangunan tanpa terlalu membebani anggaran negara. Meski proyek ini tidak selalu menjadi perbincangan utama di tengah masyarakat, dedikasi pemerintah terlihat jelas dari upaya berkelanjutan yang terus dilakukan.

    Salah satu contoh nyata dari keberlanjutan ini adalah pembangunan Masjid Nusantara di IKN, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut. 

    Proyek ini menjadi bukti bahwa pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan nilai-nilai spiritual dan budaya. Proyek ini dikerjakan sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yang merupakan prioritas baru pemerintah dalam mengarahkan proyek strategis nasional sesuai gaya kepemimpinan yang kini diterapkan.

    Pada skala internasional, posisi Indonesia terkait pemindahan ibu kota juga ditegaskan dalam berbagai forum, termasuk G20. Dengan perubahan status Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), pemerintah menunjukkan komitmennya untuk mentransformasi tata kelola pemerintahan. 

    Pembangunan Masjid Negara di IKN, saat ini terus dikebut sementara Presiden direncanakan mulai berkantor di IKN pada 17 Agustus 2028. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari rencana besar untuk memastikan kelancaran transisi pemerintahan ke ibu kota baru.

    Selain itu, Otorita IKN juga memainkan peran penting dalam mempercepat pengembangan layanan ekonomi di kawasan tersebut. Salah satu fokus utamanya adalah percepatan pembangunan layanan perbankan. 

    Dalam pertemuan dengan beberapa investor perbankan besar seperti BRI, BNI, dan BCA, dibahas langkah-langkah untuk membangun kantor layanan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Kehadiran layanan perbankan ini akan menjadi pondasi penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat IKN yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026. Dengan adanya akses ke layanan finansial yang modern, diharapkan minat investor terhadap kawasan ini semakin meningkat.

    Langkah konkret ini juga mencerminkan visi pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan futuristik. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa pembangunan infrastruktur terus berjalan sesuai dengan arahan Presiden. Mulai dari pembangunan fasilitas untuk kegiatan eksekutif, legislatif, hingga yudikatif, semua dirancang agar siap beroperasi pada 2028.

    Tidak hanya pemerintah pusat, dukungan terhadap proyek ini juga datang dari pemerintah daerah, khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel). Provinsi ini memainkan peran strategis sebagai gerbang logistik utama bagi IKN. 

    Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen untuk mendukung pengembangan infrastruktur strategis yang dapat menunjang posisi tersebut. Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor, menyampaikan bahwa visi pembangunan daerah ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dirancang untuk mendukung agenda nasional.

    Beberapa proyek infrastruktur strategis yang saat ini sedang dikerjakan di Kalsel meliputi Jembatan Pulau Laut, Pelabuhan Mekar Putih, serta kawasan airocity di Bandara Syamsudin Noor. Program-program prioritas seperti pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur yang andal, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menjadi landasan utama untuk mewujudkan visi ini. Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan IKN diharapkan dapat berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan.

    Dengan semua langkah yang telah dan akan diambil, jelas bahwa IKN adalah cerminan dari mimpi besar bangsa Indonesia. Proyek ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan visi bersama ini. Maka, mari kita bersama-sama mendukung pembangunan IKN sebagai bagian dari upaya menciptakan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera di masa depan.

    )* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara 

  • Pengawasan Ketat Pastikan Kebijakan Penghapusan Utang Pelaku UMKM Tepat Sasaran

    Oleh: Silvia AP )*

    Dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pemerintah Indonesia terus berupaya memberikan perhatian khusus kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah penghapusan utang bagi pelaku UMKM yang dianggap tidak mampu melanjutkan kewajiban finansialnya akibat berbagai kendala, seperti dampak pandemi, krisis ekonomi global, atau bencana alam. Kebijakan pemerintah tersebut harus dikawal dan diawasi dengan ketat agar implementasinya tepat sasaran.

    Penghapusan utang bagi pelaku UMKM dianggap sebagai salah satu solusi strategis untuk memberikan napas segar kepada sektor ini. Dengan kebijakan ini, pelaku usaha memiliki peluang untuk memulai kembali usahanya tanpa tekanan finansial yang berlebihan. Selain itu, kebijakan ini juga berfungsi sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap keberlangsungan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

    Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mengatakan sebanyak 67 ribu UMKM dengan total utang Rp 2,5 triliun sudah masuk dalam daftar hapus tagih himpunan bank milik negara (Himbara) alias dalam tahap penghapusan. Lebih lanjut ia mengatakan hingga saat ini pemerintah menargetkan total akan ada 1 juta UMKM yang utangnya bisa dihapus. Perhitungan ini berdasarkan data UMKM yang sudah masuk dalam daftar hapus buku Himbara.

    Sebagai tambahan informasi, program penghapusan utang untuk UMKM ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Kredit Macet kepada UMKM di sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kelautan, serta sektor lainnya. Melalui kebijakan ini, utang macet yang dimiliki oleh pelaku UMKM, khususnya nasabah bank-bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), akan dihapuskan.

    Pemerintah tentunya harus memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar merupakan pelaku UMKM yang memenuhi kriteria. Sayangnya, masih banyak pelaku UMKM yang belum terdaftar secara resmi atau tidak memiliki rekam jejak administrasi yang lengkap. Kondisi ini membuka celah bagi pihak-pihak yang tidak berhak untuk memanfaatkan kebijakan tersebut.

    Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menjalankan program penghapusan utang bagi satu juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meski program ini sangat bagus dan bertujuan baik, pihaknya menilai program ini harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi perekonomian global yang masih tidak menentu.

    Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, diperlukan strategi pengawasan yang ketat dan terstruktur. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk memastikan kebijakan penghapusan utang UMKM berjalan sesuai dengan tujuan, diantaranya, pemerintah perlu mengembangkan sistem data yang terintegrasi untuk mencatat seluruh pelaku UMKM. Sistem ini harus mencakup informasi terkait identitas, jenis usaha, omzet, dan kondisi keuangan masing-masing pelaku usaha. Dengan data yang terintegrasi dan akurat, validasi penerima manfaat dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.

    Selanjutnya, pelaksanaan kebijakan ini memerlukan kerja sama yang erat antara berbagai lembaga pemerintah, seperti Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan, dan perbankan. Selain itu, pemerintah juga dapat melibatkan organisasi non-pemerintah dan asosiasi UMKM untuk memastikan bahwa program ini berjalan dengan transparan dan akuntabel.

    Associate Director BUMN Research Group LM (Lembaga Management) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indo­nesia (UI) Toto Pranoto mengatakan keberpihakan BUMN terhadap UMKM sudah tepat. Toto juga menilai, intervensi pemerintah lewat BUMN, misal­nya lewat program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan pendampingan bisnis (coaching), sangat penting dilakukan. Menurutnya kunci kebang­kitan UMKM bukan semata pada akses terhadap sumber keuangan, melainkan juga upaya peningkatan kapabilitas pelaku usaha.

    Disisi lain, proses audit dan monitoring harus dilakukan secara berkala untuk memantau pelaksanaan kebijakan. Pemerintah dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi program ini, termasuk mengidentifikasi dan menangani kasus penyalahgunaan. Hasil audit juga harus dipublikasikan secara transparan kepada masyarakat.

    Teknologi digital juga dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk meningkatkan pengawasan. Dengan menggunakan platform digital, proses pengajuan, verifikasi, dan pelaporan dapat dilakukan secara lebih efisien. Teknologi blockchain, misalnya, dapat digunakan untuk mencatat setiap transaksi secara transparan dan tidak dapat diubah.

    Selain memberikan bantuan dalam bentuk penghapusan utang, pemerintah juga harus fokus pada peningkatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, pelaku usaha dapat menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

    Jika kebijakan ini dilaksanakan dengan baik, dampaknya akan sangat positif bagi perekonomian nasional. Pelaku UMKM yang mendapatkan bantuan dapat kembali produktif, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kebijakan ini juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, karena menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung sektor UMKM.

    Penghapusan utang bagi pelaku UMKM merupakan langkah yang strategis untuk mendukung sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada pengawasan yang ketat dan terstruktur. Dengan validasi data yang akurat, kerja sama antar-lembaga, audit berkala, penerapan teknologi digital, dan peningkatan literasi keuangan, pemerintah dapat memastikan bahwa kebijakan ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

    )* Penulis adalah tim redaksi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ideas

  • Apresiasi Komitmen Pemerintah Wujudkan Swasembada Pangan

    Oleh: Agus Soepomo

    Komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan menjadi langkah besar menuju kedaulatan pangan yang hakiki. Hal ini bukan hanya soal kebijakan teknis, tetapi juga visi besar untuk memastikan Indonesia berdiri kokoh di atas kaki sendiri. 

    Larangan impor terhadap empat komoditas utama seperti beras, jagung, gula, dan garam menjadi simbol nyata dari tekad tersebut. Dengan segala potensi yang dimiliki, Indonesia dihadapkan pada peluang besar untuk membuktikan bahwa swasembada pangan bukan sekadar wacana, tetapi tujuan yang dapat diraih dengan kerja keras bersama.

    Optimisme pemerintah terlihat jelas dari berbagai langkah strategis yang telah dilakukan. Dukungan kepada petani diperkuat melalui akses pembiayaan, distribusi pupuk yang lebih baik, dan penyediaan bibit unggul. Tidak hanya itu, desa-desa pun digerakkan untuk menjadi pusat ekonomi lokal yang mendukung kemandirian pangan. 

    Namun, perjalanan ini tentu tidak mulus. Tantangan seperti ketergantungan pada bahan impor untuk produksi tertentu hingga ketimpangan dalam distribusi hasil pertanian masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi. Dalam konteks ini, komitmen pemerintah tidak hanya berbicara tentang kebijakan, tetapi juga tentang semangat kolektif untuk melibatkan semua elemen masyarakat. 

    Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya, mulai dari penyuluhan kepada petani, peningkatan akses terhadap pembiayaan, perbaikan distribusi pupuk, hingga penyediaan bibit unggul. 

    Semua langkah ini dirancang agar petani, yang menjadi aktor utama dalam produksi pangan, dapat lebih mandiri, produktif, dan efisien. Namun, tantangan di sektor pangan masih cukup kompleks. Salah satunya adalah ketergantungan pada satu pihak dalam rantai pasok, seperti pada bahan kedelai untuk tahu dan tempe, yang sebagian besar masih bergantung pada impor. Hal ini menjadi sorotan yang harus segera mendapatkan solusi nyata.

    Selain itu, desa memainkan peran yang sangat penting dalam agenda swasembada pangan. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan bahwa desa bukan hanya sekadar unit administratif, tetapi juga pusat penggerak ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal. Dengan adanya alokasi dana desa yang besar, kepala desa didorong untuk memanfaatkan anggaran tersebut secara maksimal, terutama untuk pengembangan sektor pangan. 

    Pemberdayaan ini diharapkan mampu menghidupkan usaha kecil, mengembangkan badan usaha milik desa (BUMDes), dan pada akhirnya memperkuat ekonomi lokal. Melalui pendekatan ini, desa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen hasil pangan, tetapi juga menjadi pusat produksi yang mandiri.

    Peran penting lainnya datang dari sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa UMKM menjadi ujung tombak dalam mendukung kedaulatan pangan, terutama pada sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. 

    Pemerintah pun memberikan perhatian besar pada akselerasi pertumbuhan UMKM melalui berbagai kebijakan yang memberdayakan masyarakat. Contohnya, Sumatera Selatan telah menjadi salah satu provinsi yang sukses menjadi produsen pangan utama. Hal ini terjadi berkat kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal, yang menjadi bukti bahwa kerja sama dapat menghasilkan dampak yang signifikan.

    Lebih dari itu, Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan bahwa swasembada pangan adalah salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Presiden melihat kedaulatan pangan dan energi sebagai fondasi utama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dan mandiri. Hal ini juga sejalan dengan semangat UUD 1945, di mana melindungi rakyat melalui ketersediaan pangan yang cukup adalah salah satu tugas utama pemerintah. 

    Presiden menekankan bahwa tanpa ketahanan pangan yang kokoh, stabilitas dan kedaulatan negara bisa terancam. Oleh karena itu, visi swasembada pangan bukan hanya soal teknis produksi, tetapi juga soal menjaga kehormatan dan kemandirian bangsa.

    Namun, keberhasilan program ini tentu saja tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah. Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama. Dari petani di pelosok desa, pelaku UMKM di kota, hingga konsumen akhir, semua memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya sistem pangan yang tangguh. Sebagai contoh, masyarakat dapat berkontribusi dengan mendukung produk lokal, mengurangi ketergantungan pada bahan impor, serta mendukung kebijakan yang mendukung kedaulatan pangan.

    Langkah besar ini sejatinya adalah sebuah gerakan kolektif yang bertujuan untuk menciptakan sistem pangan yang adil, merata, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, swasembada pangan adalah simbol harga diri bangsa. 

    Hal ini adalah sebuah pernyataan kepada dunia bahwa Indonesia mampu berdiri tegak dengan kekuatan sendiri. Dengan kebijakan yang tepat, dukungan masyarakat, serta kerja sama yang solid, mimpi untuk mencapai swasembada tanpa impor pangan bukanlah hal yang mustahil.

    Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendukung upaya besar ini. Dari membeli produk lokal hingga mendukung kebijakan pemerintah yang pro-petani, setiap langkah kecil memiliki dampak besar. Indonesia sedang berada di jalur yang tepat untuk menjadi bangsa yang mandiri dalam hal pangan. Tidak ada yang lebih membanggakan daripada melihat negeri ini berdiri kokoh dengan kekuatan sendiri. Swasembada tanpa impor pangan adalah tujuan besar, tetapi dengan tekad yang kuat, langkah ini pasti bisa terwujud.

    *) Konsultan Kebijakan Ekonomi – Forum Ekonomi Rakyat

  • Pemerintah Prabowo – Gibran Komitmen Wujudkan Swasembada dengan Produksi Lokal

    Jakarta – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkomitmen untuk mewujudkan swasembada pangan melalui optimalisasi produksi lokal, khususnya di pedesaan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penanaman benih jagung di Desa Cisaat, Ciater, Subang, sebagai bagian dari Festival Bangun Desa, Rabu (15/1).

    Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Yandri Susanto, menyebutkan bahwa jagung adalah komoditas strategis yang ditargetkan tidak lagi diimpor mulai 2025.

    “Maka, semua harus bergerak ke arah yang sama, yaitu menuntaskan swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.

    Yandri juga menyoroti potensi besar lahan pertanian di desa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memanfaatkan lahan-lahan tersebut melalui skema pinjam pakai tanpa biaya.

    “Saya mengajak, melalui Hari Desa ini, kita bangun semangat untuk menuju swasembada pangan,” tegasnya.

    Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut berkaitan erat dengan swasembada pangan, di mana desa diharapkan menjadi pemasok utama bahan baku.

    “Putaran uang di desa nantinya akan sangat besar. Jangan sampai masyarakat desa tidak merasakan manfaat dari hal ini,” tambah Yandri.

    Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menegaskan bahwa desa memegang peran penting dalam mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan perekonomian.

    “Desa didorong untuk memberikan kontribusi dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada,” ujar Tito.

    Ia optimis bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen bisa tercapai jika seluruh desa berkontribusi optimal. Tito mendorong kepala desa untuk memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) secara produktif.

    “Uang yang dari APBN itu hanya stimulan saja, hanya untuk merangsang, mancing supaya desanya bisa hidup, mandiri, kemudian desa itu bisa maju,” jelasnya.

    Kemampuan kewirausahaan, menurut Tito, menjadi faktor penting yang harus dimiliki kepala desa untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes). Ia mendorong pemanfaatan lahan kosong, penguatan sektor pangan, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    “Kepala desa juga dapat mengaktifkan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk mendukung hal ini,” tambahnya.

    Tito berharap momentum Peringatan Hari Desa 2025 dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai upaya pembangunan desa.

    “Harapan bangsa Indonesia tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga ada di tangan kepala desa dengan dukungan dari kepala daerah,” pungkasnya.

  • Pemerintah Alokasikan Dana dalam Program Penghapusan Utang UMKM

    Jakarta – Pemerintah menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan mengalokasikan dana besar dalam program penghapusan utang. Program ini bertujuan untuk memberikan peluang kedua bagi para pelaku UMKM yang terbelit utang, sehingga dapat bangkit kembali dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional. Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan untuk menghapus utang dari 1 juta UMKM, dengan total nilai mencapai Rp 14 triliun.

    Menteri UMKM, Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pemerintah telah memproses penghapusan utang untuk 67 ribu nasabah UMKM di seluruh Indonesia, dengan nilai total mencapai Rp 2,5 triliun.

    “Ini adalah langkah awal yang signifikan untuk meringankan beban UMKM, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, namun sering kali terhambat oleh masalah keuangan. Penghapusan utang ini agar lebih banyak lagi pelaku UMKM yang terbebas dari beban finansial yang menghambat pertumbuhannya,” ujar Maman.

    Anggota Komisi VII DPR RI, Ilham Permana, menyambut baik kebijakan ini dan menyebutnya sebagai langkah strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia. Menurutnya, sektor UMKM merupakan pilar penting dalam perekonomian Indonesia dan patut didukung oleh Pemerintah.

    “Penghapusan utang ini memberikan UMKM peluang kedua untuk bangkit, mengurangi beban finansial, dan berperan aktif dalam perekonomian nasional. Sektor ini adalah pilar penting dalam perekonomian Indonesia, dan penghapusan utang akan meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM di pasar global,” kata Ilham.

    Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa OJK mendukung penuh program penghapusan utang UMKM dan akan terus memantau agar pelaksanaan program tersebut dapat berjalan dengan baik.

    “Kami memberikan dukungan penuh terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No 47 Tahun 2024 yang berkaitan dengan penghapusan piutang macet UMKM. OJK akan terus memantau pelaksanaan program ini untuk memastikan kesuksesannya,” kata Mahendra.

    Mahendra menambahkan bahwa pengawasan yang ketat terhadap implementasi kebijakan ini akan memastikan bahwa dana yang dialokasikan tepat sasaran dan digunakan sesuai dengan tujuannya.

    “Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan memberikan dorongan yang dibutuhkan untuk memajukan sektor UMKM yang terbukti mampu menyerap lapangan kerja dalam jumlah besar,” tutupnya.