Penulis: restiana818@gmail.com

  • Apresiasi Kelancaran Sengketa Pilkada Serentak, Apkam Siap Jamin Keamanan di wilayah Papua

    Oleh : Roy Andarek )*

    Pilkada serentak 2024 di Papua Barat Daya telah menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan sengketa hasil pemilihan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat Daya telah menunjukkan kesiapan dan profesionalisme dalam menghadapi situasi ini. Dalam konteks ini, pernyataan dari Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Papua Barat Daya, Muhammad Gandhi Siradjuddin, menjadi sangat penting untuk mencerminkan kondisi yang ada.

    Gandhi mengungkapkan bahwa terdapat 12 gugatan yang diajukan terkait hasil rekapitulasi suara dari berbagai daerah. Gugatan ini berasal dari empat kabupaten, satu kota, dan tingkat provinsi. Wilayah yang terlibat mencakup Sorong Selatan (2 gugatan), Raja Ampat (3 gugatan), Tambrauw (3 gugatan), Maybrat (2 gugatan), dan Kota Sorong (1 gugatan). Ini menunjukkan kompleksitas yang dihadapi oleh pihak penyelenggara pemilihan.

    Gandhi menyatakan bahwa rapat koordinasi diadakan untuk mengumpulkan KPU kabupaten/kota guna mempersiapkan data dan dokumen dalam menghadapi sengketa di MK. Dengan langkah ini, KPU Papua Barat Daya menunjukkan dedikasi untuk transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemilihan. Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan menjaga stabilitas di Papua Barat Daya.

    Menarik untuk dicatat bahwa Kabupaten Sorong menjadi satu-satunya daerah yang tidak menghadapi gugatan, sehingga diperkirakan akan mengikuti jadwal pelantikan pada gelombang pertama, yaitu pada 7 Februari 2025. Jika Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) keluar lebih awal, pelantikan bisa dilaksanakan pada gelombang pertama. Namun, jika putusan akhir MK diterbitkan pada pertengahan Maret, pelantikan akan bergeser ke gelombang kedua, yaitu awal April.

    Dengan adanya ketidakpastian seperti ini, sangat penting bagi masyarakat untuk tetap tenang. Apresiasi yang disampaikan oleh Gandhi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan Pilkada Papua Barat Daya, termasuk KPPS, PPS, PPD, KPU kabupaten/kota, pasangan calon, dan masyarakat, harus menjadi motivasi untuk menjaga suasana damai.

    KPU mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjaga keamanan dan kedamaian Papua Barat Daya selama proses pilkada. Gandhi berharap masyarakat tetap bersabar dan menunggu hasil akhir dari MK. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kolaborasi dan saling menghargai adalah kunci dalam menghadapi tantangan.

    Di tengah ketegangan yang muncul akibat sengketa, kehadiran pihak keamanan, dalam hal ini Apkam, menjadi sangat krusial. Apkam harus siap menjamin keamanan di seluruh wilayah Papua agar masyarakat bisa merasa tenang. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat potensi konflik yang dapat muncul akibat sengketa. Dengan adanya jaminan keamanan, masyarakat diharapkan bisa menjalani proses pemilihan ini dengan rasa aman tanpa ketakutan akan aksi-aksi yang dapat mengganggu ketertiban.

    Aparat kepolisian maupun TNI telah bersiap untuk menjaga kestabilan dan keamanan. Mereka berkomitmen untuk aktif melakukan pengawasan serta mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat mengganggu proses demokrasi di Papua Barat Daya. Kerja sama yang erat antara KPU dan aparat keamanan diharapkan dapat meminimalisir gesekan sosial serta menciptakan situasi yang kondusif.

    KPU Papua Barat Daya telah menunjukkan optimisme dalam menghadapi proses hukum di MK dengan persiapan yang matang. Hal ini mendorong harapan bahwa seluruh elemen masyarakat menjaga kedamaian dan tetap tenang dalam menunggu hasil akhir. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang hingga seluruh tahapan selesai.

    Dengan semua usaha yang dilakukan, dari persiapan KPU hingga dukungan dari Apkam dalam menjaga keamanan, diharapkan hasil Pilkada 2024 dapat memberikan kejelasan dan membawa Papua Barat Daya ke arah yang lebih baik. Keberhasilan tidak hanya diukur dari pelantikan, tetapi juga dari keterlibatan dan komitmen semua pemangku kepentingan dalam menciptakan suasana damai.

    Lebih jauh lagi, KPU dan Apkam berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam menjamin keamanan. Kesadaran publik untuk tidak terprovokasi oleh berita yang tidak benar dan melakukan dialog yang konstruktif akan sangat membantu dalam mendukung kestabilan politik. Restorasi kepercayaan ini menjadi aspek penting untuk masa depan yang lebih baik di Papua Barat Daya.

    Dalam konteks ini, penting bagi semua pihak untuk terus berkomunikasi dan bekerja sama. Kontribusi dari semua elemen masyarakat, baik di tingkat lokal maupun provinsi, sangat dibutuhkan agar proses pemilihan ini berjalan lancar. Semua pihak diharapkan dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dalam merespons hasil pilkada dan sengketa yang ada.

    Sebagai penutup, apresiasi terhadap kelancaran penyelenggaraan Pilkada serentak di Papua Barat Daya sangat penting. Dukungan terhadap KPU dan upaya menjaga keamanan merupakan langkah positif yang harus terus didorong. Dengan semangat untuk saling menghargai dan berkontribusi, diharapkan Papua Barat Daya bisa melangkah ke depan dengan penuh harapan dan damai, menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua.

    )* Mahasiswa Papua Tinggal di Jakarta

  • Rekonsiliasi Politik Merupakan  Kunci Harmoni Pasca Pilkada

    Oleh: Sadena Ayu Parmesta )*

    Setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) selesai, peran rekonsiliasi politik menjadi sangat penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Meskipun Pemilu merupakan bagian integral dari demokrasi yang sehat, seringkali dinamika politik pasca-Pemilu bisa memicu ketegangan, bahkan perpecahan di kalangan masyarakat. 

    Oleh karena itu, langkah untuk merajut kembali tali persaudaraan dan menjaga stabilitas sosial menjadi tugas penting bagi seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah, kandidat terpilih, media, dan masyarakat. 

    Dosen Komunikasi di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Tomi Hendra, menyatakan komunikasi rekonsiliatif menjadi salah satu kunci utama untuk mengatasi polarisasi yang sering muncul setelah Pilkada. Dalam hal ini, dia menekankan pentingnya sikap terbuka dari semua pihak, baik yang menang maupun yang kalah, untuk menjunjung tinggi sportivitas. 

    Tidak hanya menekankan pentingnya sikap terbuka, Tomi juga menekankan perlunya para kandidat untuk saling bekerja sama demi kepentingan bersama. Dengan demikian, pasca-Pilkada bukanlah waktu untuk mempertajam perbedaan, melainkan untuk memperkuat persatuan dengan menegakkan komunikasi yang menenangkan.

    Salah satu cara yang disarankan oleh Tomi adalah mengedepankan pernyataan publik yang mendukung perdamaian dan rekonsiliasi. Dalam konteks ini, media juga memiliki peran yang sangat penting. 

    Menurutnya, media harus menghindari memperpanjang narasi konflik dan sebaliknya, harus aktif menyuarakan pesan-pesan perdamaian, kebersamaan, serta membimbing masyarakat untuk memahami arti penting persatuan dan kesatuan. Dalam hal ini, media bukan hanya sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai pilar dalam meredam ketegangan politik yang mungkin muncul.

    Sikap empati juga menjadi kunci dalam komunikasi yang efektif di masa pasca-Pilkada. Pemimpin terpilih perlu menunjukkan empati terhadap semua kelompok masyarakat, termasuk mereka yang tidak memilihnya. 

    Sikap empati ini akan membantu menciptakan suasana yang kondusif dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan baru. Pemimpin yang mampu memahami perasaan dan kebutuhan berbagai kalangan akan menciptakan kebersamaan yang lebih kuat dan mempercepat proses pembangunan.

    Selain itu, menjaga etika komunikasi juga sangat penting dalam meredakan ketegangan. Setiap individu, terutama tokoh masyarakat, perlu menjaga tutur kata yang sopan dan menghindari penyebaran informasi yang bisa memicu konflik lebih lanjut. Hoaks dan fitnah yang sering beredar di media sosial hanya akan memperburuk situasi. 

    Oleh karena itu, penting bagi kandidat yang kalah untuk menunjukkan kedewasaan politik dan tidak memicu kontroversi yang dapat merusak kestabilan sosial. Sementara itu, kandidat yang menang juga perlu menghindari sikap yang terkesan arogan atau merendahkan lawan politik mereka.

    Sementara itu, Kapolres Mura, AKBP Andi Supriadi, menegaskan Pilkada bukan hanya kompetisi politik, melainkan juga ujian solidaritas masyarakat. Pasca-Pilkada, rekonsiliasi menjadi langkah strategis yang harus ditempuh untuk memulihkan hubungan yang sempat terfragmentasi selama proses Pilkada. 

    Andi mengingatkan, meskipun aparat keamanan sudah bekerja keras untuk memastikan jalannya Pilkada berjalan lancar, rekonsiliasi tetap menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat, perlu kembali memperkuat persatuan demi terciptanya situasi yang stabil.

    Selain peran pemerintah dan aparat keamanan, masyarakat juga harus terlibat aktif dalam menjaga harmoni sosial. Ketua BEM Unindra PGRI Jakarta, Abdul Wahid Khaliki, menyebutkan bahwa ketegangan akibat perbedaan pilihan politik dalam Pilkada seharusnya mereda setelah proses pemilihan selesai.

    Wahid menekankan bahwa Pilkada adalah ajang demokrasi yang tidak seharusnya menjadi alasan untuk perpecahan atau disintegrasi. Semua pihak diharapkan untuk mengutamakan kesatuan dan kerukunan, bukan mengedepankan perbedaan yang hanya akan merugikan bersama.

    Di sisi lain, penting untuk memanfaatkan media sosial secara bijak untuk memperkuat pesan perdamaian dan persatuan. Setelah Pilkada, media sosial sering menjadi tempat di mana konflik-politik terus berlanjut. 

    Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan positif yang meredakan ketegangan. Kampanye digital dan edukasi tentang pentingnya berpikir kritis terhadap konten yang beredar di media sosial menjadi strategi yang bisa diambil untuk mencegah penyebaran informasi yang merusak keharmonisan sosial.

    Dialog yang terbuka dan menyeluruh juga merupakan salah satu solusi untuk mengatasi konflik yang muncul setelah Pilkada. Salah satu langkah penting dalam rekonsiliasi adalah dialog yang memungkinkan semua pihak untuk saling mendengarkan dan mencari solusi bersama. 

    Pemimpin terpilih harus siap untuk menjadi mediator dan membangun ruang komunikasi yang aman dan konstruktif. Dialog yang dilandasi empati dan kesediaan untuk bekerja sama akan menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan dan memperkokoh persatuan di masyarakat.

    Dengan mengutamakan rekonsiliasi politik, empati, etika komunikasi, dan dialog terbuka, masyarakat pasca-Pilkada dapat bersatu untuk mencapai tujuan bersama, yaitu pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan bersama. Mengedepankan kesatuan di atas perbedaan politik akan membantu memperkuat demokrasi dan mempercepat kemajuan daerah. 

    Dengan demikian, rekonsiliasi pasca-Pilkada bukan hanya tentang menyelesaikan perbedaan, tetapi juga tentang membangun kembali jembatan kepercayaan dan solidaritas yang lebih kuat di antara masyarakat. 

    Semua pihak, baik pemimpin, media, maupun masyarakat, memiliki peran besar dalam menciptakan atmosfer yang damai dan kondusif untuk kemajuan bersama. Keberhasilan rekonsiliasi ini akan menjadi pondasi yang kokoh untuk menghadapi tantangan pembangunan di masa depan, serta memperkokoh fondasi demokrasi yang sehat di Indonesia.

    )* Kontributor Jendela Baca Institute

  • Pilkada Usai, Saatnya Fokus pada Pembangunan Daerah

    Jakarta – Setelah berakhirnya proses Pilkada Serentak 2024, masyarakat diminta untuk fokus pada persatuan demi keberlanjutan pembangunan daerah.

    Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketentraman di wilayahnya.

    Akmal mengajak semua pihak, baik masyarakat maupun peserta kontestasi politik, untuk kembali bersatu demi mencapai tujuan bersama.

    “Keamanan dan ketentraman di Provinsi Kalimantan Timur yang lebih penting, oleh sebab itu seluruh pihak harus bersama-sama menjaganya sehingga dapat tercapai provinsi Kaltim yang hebat,” ujar Akmal Malik.

    Ia berharap bahwa selesainya Pilkada menjadi momen untuk mengalihkan fokus pada pembangunan yang membawa kemajuan bagi Kalimantan Timur.

    Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris, mengingatkan pentingnya menghentikan perdebatan soal hasil Pilkada. Ia menolak segala bentuk euforia yang berlebihan dan mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam membangun Jambi.

    “Sekarang ini saatnya kita bekerjasama membangun Jambi yang kita cintai ini, tidak ada lagi terkotak-kotak. Sekarang sudah saatnya bagaimana kita bisa fokus membangun Jambi. Jadi jangan bahas lagi soal pilkada yang telah usai,” kata Al Haris.

    Al Haris juga mengapresiasi jalannya Pilkada Jambi yang berlangsung damai meski sempat terjadi kegaduhan di beberapa tempat.

    Ia menekankan bahwa semua pihak, termasuk calon yang tidak menang, harus saling merangkul dan bahu-membahu untuk kemajuan Jambi.

    “Kini jangan lagi membicarakan soal pilkada, semua telah berlalu. Sekarang ini kita fokus lagi bagaimana keberlanjutan pembangunan Jambi bisa berjalan baik,” tambahnya.

    Seruan serupa disampaikan oleh Sekretaris Kabupaten Agam, Edi Busti, yang mengajak seluruh masyarakat di wilayahnya untuk bersatu pasca-Pilkada.

    Dalam arahannya, Edi Busti menekankan bahwa perbedaan pilihan selama Pilkada tidak boleh memecah belah masyarakat.

    “Pilkada sudah usai, mari kita hilangkan segala perbedaan yang mungkin timbul akibat perbedaan pilihan. Saatnya kita bersatu untuk kemajuan daerah kita,” ujar Edi Busti.

    Ia mengingatkan bahwa tugas pemerintah dan masyarakat sekarang adalah menjaga kedamaian dan berfokus pada pembangunan yang lebih besar untuk daerah Agam.

    Dengan berbagai ajakan tersebut, para kepala daerah menunjukkan komitmen kuat untuk memanfaatkan momentum pasca-Pilkada sebagai waktu yang tepat untuk merekatkan kembali persatuan dan bekerja bersama demi pembangunan daerah.


  • Pentingnya Peran Tokoh Agama, Masyarakat, dan Pemuda dalam Menciptakan Keteduhan Pasca Pilkada 2024

    Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 telah menjadi salah satu momentum demokrasi yang sangat penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Dalam situasi pasca Pilkada, di mana seringkali muncul dinamika sosial yang memanas, peran seluruh elemen masyarakat seperti tokoh agama dan pemuda menjadi sangat vital dalam menciptakan keteduhan dan menjaga persatuan.

    Tokoh agama memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk narasi kedamaian dan toleransi di tengah masyarakat. Pemuka Agama, Ustadz Abdul Somad, dalam ceramahnya baru-baru ini mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan nasionalisme pasca Pilkada.

    ”Perbedaan pilihan politik adalah bagian dari rahmat dan bukan alasan untuk memutus silaturahmi, lebih lanjut pentingnya menjaga persatuan umat terutama di tengah berbagai perbedaan yang ada terutama pasca pelaksanaan Pilkada 2024”, Ujarnya.

    Selain itu, Ketua Umum Laskar Manguni Indonesia (LMI), Pendeta Hanny Pantouw menyatakan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat pasca pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

    ”Kami menyerukan agar masyarakat menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), jangan sampai informasi yang belum terverifikasi menciptakan konflik atau merusak harmoni sosial yang telah terjalin dengan baik selama ini”, Ungkap Pendeta Hanny.

    Di sisi lain, tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam menjembatani berbagai kelompok di masyarakat yang mungkin terpecah akibat perbedaan pilihan politik. Melalui kegiatan-kegiatan seperti dialog publik, diskusi komunitas, atau aksi sosial bersama, tokoh masyarakat dapat mendorong terciptanya ruang-ruang komunikasi yang inklusif. Hal ini penting untuk meredam potensi konflik horizontal yang sering terjadi pasca Pilkada.

    Peran pemuda juga tak kalah penting. Generasi muda yang melek teknologi dapat menjadi motor penggerak dalam menyebarkan pesan-pesan positif melalui media sosial. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP-NTT) Jakarta, Yohanes Hiba Ndale yang mengatakan bahwa lancarnya pelaksanaan Pilkada 2024 harus terus dijaga dengan terus menjaga persatuan dan menerima dengan lapang dala soal hasil Pilkada 2024.

    ”Setelah hasil Pilkada diumumkan, saya berharap masyarakat tidak pecah belah, tetapi justru memperkuat kebersamaan untuk mendukung siapapun kepala daerah yang terpilih” Ungkapnya.

    Dalam kondisi pasca Pilkada, berbagai elemen masyarakat harus bersinergi untuk menjaga stabilitas sosial. Kerja sama yang erat antara tokoh agama, masyarakat, dan pemuda dapat menjadi fondasi kokoh untuk membangun keteduhan dan meredam gesekan-gesekan yang terjadi. Dengan begitu, demokrasi Indonesia tidak hanya berakhir pada proses pemungutan suara, tetapi juga menghasilkan masyarakat yang semakin matang dalam menghargai perbedaan sehingga dapat meningkatkan kemajuan daerahnya.

    Mari kita jadikan Pilkada 2024 sebagai pelajaran bersama untuk terus memperkuat persatuan bangsa. Peran aktif tokoh agama, masyarakat, dan pemuda adalah kunci utama menuju Indonesia yang damai dan harmonis. Salam Persatuan untuk Indonesia Emas 2045 !!!. [*]

  • Demi Generasi Emas Indonesia: Pemerintahan Prabowo-Gibran Serukan Perang Total Lawan Narkoba

    JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia. Salah satu langkah strategis adalah meluncurkan perang total melawan penyalahgunaan narkoba melalui misi Asta Cita. Upaya ini melibatkan sinergi berbagai pihak, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

    Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan keberhasilan desk pemberantasan narkoba kepada Presiden Prabowo pada Apel Kasatwil Polri Tahun 2024. Sejak dibentuk 4 November lalu, desk ini berhasil mengungkap 3.608 kasus narkoba dengan 3.965 tersangka. Barang bukti yang disita mencapai nilai fantastis Rp 2,88 triliun. Lebih dari itu, langkah ini berhasil menyelamatkan sekitar 10 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

    “Polri bersama kementerian dan lembaga terkait terus bekerja untuk memberantas penyalahgunaan narkoba demi mendukung misi besar Asta Cita. Langkah ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah untuk melindungi generasi bangsa,” ujar Jenderal Sigit.

    Selain itu, upaya pemberantasan judi daring juga menunjukkan hasil signifikan dengan 789 kasus terungkap dan barang bukti senilai Rp 220 miliar. Langkah ini tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memperkuat moralitas masyarakat.

    Di sisi lain, BNN juga memainkan peran penting melalui evaluasi program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Program ini telah menjangkau 418 unit di seluruh Indonesia, dengan pendekatan komunitas untuk pemulihan penyalahguna narkoba. Direktur PLRKM BNN, dr. Amrita Devi, mengungkapkan bahwa program IBM berpotensi menjadi alternatif rehabilitasi yang lebih terjangkau dan efektif.

    “Kami memastikan IBM memberikan dampak nyata, mulai dari pemulihan individu hingga penguatan resiliensi keluarga. Langkah ini akan terus kami tingkatkan dengan inovasi dan kolaborasi lintas sektor,” jelas dr. Amrita.

    Pemerintahan Prabowo-Gibran juga mendorong peningkatan kapasitas petugas IBM melalui pelatihan intensif dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, LSM, serta sektor swasta. Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia bergerak semakin dekat ke tujuan menciptakan masyarakat yang bebas narkoba.

    Pemerintah menegaskan keseriusannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba dengan mengerahkan seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki. Langkah ini tidak hanya menjadi bagian dari kebijakan strategis nasional, tetapi juga merupakan komitmen moral untuk melindungi masa depan bangsa. Melalui pendekatan yang komprehensif, sinergi antar-lembaga, dan tindakan tegas di lapangan, pemerintah menunjukkan bahwa perang melawan narkoba adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar.

    Dukungan penuh dari masyarakat diperlukan untuk mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Perang total melawan narkoba ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia tidak akan menyerah dalam melindungi masa depan bangsanya. [*]

  • Pemerintah Batalkan Penerapan PPN 12% Bukti Keberpihakan Kepada Rakyat

    Jakarta – Pemerintah resmi membatalkan rencana penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% untuk barang dan jasa non-mewah, yang semula direncanakan mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (31/12).

    Presiden Prabowo menegaskan bahwa kenaikan PPN hanya akan berlaku untuk barang dan jasa yang tergolong mewah, seperti jet pribadi, kapal pesiar, dan rumah sangat mewah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2023. Untuk barang dan jasa selain yang masuk kategori tersebut, tarif PPN tetap 11%.

    “Komitmen saya adalah selalu berpihak kepada rakyat, kepentingan nasional, dan berjuang serta bekerja untuk kesejahteraan rakyat. Karena itu, seperti yang sudah saya sampaikan dan berkoordinasi dengan DPR, hari ini pemerintah memutuskan bahwa tarif PPN dari 11% menjadi 12% hanya dikenakan terhadap barang dan jasa mewah,” ujar Prabowo.

    Keputusan ini mengakhiri tarik ulur terkait kenaikan tarif PPN yang menjadi perbincangan hangat sejak awal Desember lalu. Presiden menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi daya beli masyarakat, mendorong pemerataan ekonomi, serta menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat.

    Pengamat Ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyebut langkah ini menunjukkan kekhawatiran pemerintah menjelang 100 hari masa jabatan Presiden Prabowo.

    “Prabowo ingin menunjukkan lagi bahwa dia adalah presidennya yang punya mandat pro-rakyat, jangan diganggu kebijakan yang kontradiktif,” ujar Bhima.

    Selain itu, pemerintah juga mengumumkan sejumlah paket stimulus untuk masyarakat dengan total mencapai Rp38,6 triliun. Stimulus tersebut meliputi bantuan beras 10 kilogram bagi 16 juta penerima selama Januari-Februari 2025, diskon listrik 50% untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 volt ampere (VA), serta insentif Pajak Penghasilan (PPh) 21 bagi pekerja sektor padat karya dengan gaji hingga Rp10 juta per bulan.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan bahwa kenaikan PPN tidak akan membebani masyarakat umum.

    “Barang dan jasa lainnya yang selama ini terkena PPN 11% tidak mengalami kenaikan menjadi 12%. Jadi tetap 11%,” jelas Sri Mulyani.

    Keputusan ini diharapkan dapat menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil dan prorakyat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian.

  • Paket insentif Ekonomi Lindungi Masyarakat Demi Tingkatkan Perekonomian

    Oleh : Dirandra Falguni )*

    Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmen kuat untuk melindungi masyarakat di tengah tantangan ekonomi dengan meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi untuk Kesejahteraan. Kebijakan ini diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah menteri terkait seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Fokus utama dari kebijakan ini adalah melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung pelaku usaha.

    Sebagai bagian dari Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) Nomor 7 Tahun 2021, kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% merupakan langkah strategis dalam reformasi perpajakan nasional. Namun, pemerintah juga menyadari dampak potensial kebijakan ini terhadap masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Oleh karena itu, sejumlah insentif telah dirancang untuk memastikan bahwa kebijakan ini tidak membebani masyarakat kecil.

    Misalnya, pemerintah akan memberikan fasilitas pembebasan PPN atau tarif 0% untuk barang dan jasa yang sangat esensial, seperti bahan kebutuhan pokok (beras, daging, ikan, telur, susu, gula konsumsi), jasa pendidikan, kesehatan, transportasi, dan pemakaian listrik serta air minum. Langkah ini memberikan kelegaan bagi masyarakat luas, karena barang-barang ini menjadi bagian dari kebutuhan hidup sehari-hari.

    Untuk kelompok berpendapatan rendah, insentif tambahan berupa PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 1% diterapkan pada barang kebutuhan pokok strategis seperti minyak goreng Minyakita, tepung terigu, dan gula industri. Dengan demikian, tarif PPN untuk komoditas ini tetap 11%, meskipun secara nasional tarifnya naik menjadi 12%. Kebijakan ini dipandang krusial untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok.

    Selain itu, pemerintah memberikan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kg per bulan kepada 16 juta penerima manfaat dari kelompok desil 1 dan 2 selama dua bulan pertama di tahun 2025. Diskon biaya listrik sebesar 50% untuk rumah tangga dengan daya hingga 2.200 VA juga diberikan pada periode yang sama, yang diproyeksikan membantu 81,4 juta pelanggan atau 97% dari pengguna listrik nasional.

    Bagi masyarakat kelas menengah, pemerintah memastikan kesinambungan sejumlah insentif sebelumnya, seperti PPN DTP untuk pembelian rumah dengan harga hingga Rp5 miliar, insentif kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (EV), serta pembebasan bea masuk untuk kendaraan EV tertentu. Selain itu, kebijakan baru seperti PPnBM DTP untuk kendaraan bermotor hybrid dan insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 DTP bagi pekerja sektor padat karya dengan gaji hingga Rp10 juta per bulan juga dirancang untuk menjaga stabilitas daya beli.

    Untuk memberikan rasa aman bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan mengoptimalkan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), termasuk pelatihan dan akses informasi kerja.

    UMKM, sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, juga mendapatkan perhatian khusus dalam paket kebijakan ini. Perpanjangan tarif PPh Final 0,5% untuk UMKM hingga tahun 2025 menjadi salah satu upaya nyata untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. UMKM dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun bahkan mendapatkan pembebasan pajak sepenuhnya.

    Bagi sektor industri padat karya, pemerintah memberikan subsidi bunga sebesar 5% untuk mendukung revitalisasi mesin-mesin produksi. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

    Dalam paket kebijakan ini, pemerintah menekankan asas keadilan dan gotong royong. Barang dan jasa mewah, seperti makanan premium, pelayanan kesehatan premium, dan jasa pendidikan eksklusif, kini dikenakan tarif PPN sebesar 12%. Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mencerminkan prinsip bahwa mereka yang memiliki kemampuan lebih besar harus berkontribusi lebih banyak. Sebaliknya, masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan perlindungan penuh melalui berbagai fasilitas bebas pajak dan subsidi.

    Menteri Perdagangan, Budi Santoso menambahkan bahwa insentif PPN untuk barang kebutuhan pokok seperti Minyakita, tepung terigu, dan gula industri sangat penting untuk menjaga stabilitas harga di tengah kenaikan tarif PPN. Ia mengatakan harga komoditas tersebut tidak akan berubah di tingkat konsumen, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

    Paket Kebijakan Ekonomi ini juga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan yang diberikan kepada UMKM dan sektor industri tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Di sisi lain, bantuan langsung kepada masyarakat menengah ke bawah memastikan bahwa daya beli tetap kuat, yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi domestik sebagai salah satu pilar utama perekonomian.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis bahwa insentif ini akan menjadi penopang daya konsumsi masyarakat menghadapi perubahan tarif PPN. Ia menegaskan penerima manfaat dari diskon listrik 50% mencapai 81,4 juta pelanggan, yang artinya hampir seluruh rumah tangga di Indonesia merasakan manfaat kebijakan ini.

    Keberanian pemerintah dalam menjalankan reformasi perpajakan melalui kenaikan tarif PPN perlu diapresiasi, terutama karena kebijakan ini disertai dengan insentif yang jelas berpihak pada masyarakat kecil dan menengah. Pemerintah tidak hanya mengedepankan keadilan sosial, tetapi juga memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    Dengan berbagai kebijakan yang telah dirancang, pemerintah membuktikan bahwa kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama, bahkan di tengah tantangan ekonomi global. Langkah ini diharapkan dapat mengantarkan Indonesia menuju pemulihan ekonomi yang lebih kokoh dan berkeadilan di tahun-tahun mendatang.

    )* Kontributor Beritakapuas.com

  • Sinergitas Antar Instansi Kunci Peningkatan Literasi dan Upaya Pemberantasan Narkoba

    Jakarta – Peningkatan literasi tentang narkoba dan upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika memerlukan sinergitas antara berbagai instansi. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Fasilitasi Desa Bersih Narkoba, yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar lembaga pemerintah, masyarakat, dan lembaga lainnya untuk menciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba.

    Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Luthfy Latie, menjelaskan bahwa salah satu upaya yang dilakukan oleh Kemendes PDT adalah peningkatan pemahaman dan peran aktif pemerintah desa dalam pemberantasan narkoba melalui kegiatan Fasilitasi Desa Bersih Narkoba.

    “Fasilitasi Desa Bersih Narkoba ini merupakan rangkaian dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya dengan harapan dapat memberikan pemahaman yang utuh bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa tentang strategi kebijakan dan upaya mendasar pencegahan serta penanganan penyalahgunaan narkoba melalui fungsi dan peranan pemerintah desa,” ujar Luthfy.

    Lebih lanjut, Luthfy menekankan bahwa kegiatan pencegahan, seperti melalui fasilitasi tersebut, jauh lebih penting dilakukan daripada harus menangani dampak dari penyalahgunaan narkoba yang sudah terlanjur meluas. Oleh karena itu, Kemendes PDT juga membuka ruang agar dana desa dapat digunakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan pencegahan yang bersifat preventif, sehingga masyarakat desa dapat lebih aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.

    Di lokasi yang berbeda, Ketua Lembaga Administrasi Negara (LAN) Kota Tangerang, Helmy Halim, menegaskan pentingnya sinergitas antara lembaga dalam memerangi narkoba. Menurutnya, masalah narkoba telah menjadi persoalan nasional yang memerlukan penanganan bersama dari berbagai pihak.

    “Indonesia saat ini berada di zona merah peredaran narkoba. Jumlah pengguna terus meningkat, sehingga LAN Kota Tangerang memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia yang bersih narkoba. Kami siap menjalin hubungan dengan BNN di seluruh Indonesia untuk meningkatkan sinergitas dan terus melakukan sosialisasi P4GN di masyarakat,” ujar Helmy.

    Helmy juga mengajak seluruh masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kerjasama dalam menjalankan Program Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), yang tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil.

    Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan lembaga negara seperti BNN serta LAN, diharapkan dapat tercipta kesadaran kolektif yang kuat mengenai bahaya narkoba dan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

    Dengan semakin eratnya sinergitas antar instansi, diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, dapat terhindar dari ancaman bahaya narkoba yang semakin merajalela.

  • Sinergitas Jadi Kunci Stabilitas Keamanan Selama Momen Nataru 2025

    Oleh: Andika Pratama )*

    Pemerintah dan aparat keamanan berupaya memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan jajaran kepolisian untuk mengamankan perayaan tersebut dengan baik. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan iklim bisnis yang kondusif.  Selain pengamanan Natal dan Tahun Baru, Presiden juga mengingatkan jajaran kepolisian agar selalu berpihak dan membela kepentingan rakyat.

    Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai keamanan dan kenyamanan selama Nataru. Kerja sama ini memungkinkan pengamanan yang efektif dan efisien, serta meminimalkan potensi gangguan keamanan. Kepolisian, TNI, dan pihak terkait lainnya telah bersiap untuk menjaga keamanan di berbagai lokasi strategis seperti gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan area transportasi.

    Operasi Lilin 2024 yang dilakukan oleh Polresta Solo merupakan contoh nyata sinergitas ini. Sebanyak 899 personel gabungan dari TNI, Polri, satpol PP, linmas, dan organisasi masyarakat dikerahkan untuk menjaga keamanan selama libur Natal dan Tahun Baru. Pengamanan ini juga melibatkan pemuka agama Kristen dan Katolik untuk memastikan pengamanan di gereja-gereja berjalan optimal.

    Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi menyebut pengamanan tahun ini akan difokuskan pada sejumlah titik strategis, seperti gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan area transportasi. Menurutnya operasi Lilin adalah operasi rutin kepolisian untuk mengantisipasi Natal dan Tahun Baru. Iwan menjelaskan, pengamanan gereja akan dibagi menjadi tiga prioritas berdasarkan jumlah jemaat dan intensitas kegiatan ibadah. Prioritas pertama gereja dengan lebih dari 1.000 jemaat dan dua kali ibadah sehari akan dijaga 24 jam oleh 13–15 personel, ditambah elemen ormas atau satgas masyarakat. Ada 17 gereja dalam kategori ini.

    Prioritas kedua Gereja dengan sekitar 500 jemaat dan ibadah 1–2 kali sehari. Ada 23 gereja dalam kategori ini. Dan prioritas ketiga Gereja dengan di bawah 500 jemaat dan satu kali ibadah sehari. Ada 5 gereja dalam kategori ini. Selain itu, Polresta Surakarta juga akan mendirikan enam pos pengamanan dan pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama liburan. Lima pos pengamanan ditempatkan di lokasi strategis, yaitu Jurug, Faroka, Mahkota, Banyuanyar, dan Benteng Vastenburg serta satu pos terpadu di Terminal Gilingan.

    Upaya pengamanan lalu lintas juga dilakukan dengan survei jalur oleh Jasa Raharja dan Korlantas Polri. Survei ini memetakan titik rawan kemacetan dan mempersiapkan langkah antisipasi seperti penerapan contra flow. Pembatasan kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas pada waktu tertentu dilakukan untuk mengurangi kepadatan di jalan raya. Langkah ini meminimalkan potensi kecelakaan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.

    Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pengamanan Nataru dengan menyediakan rambu-rambu lalu lintas dan perlengkapan keselamatan lainnya. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum bepergian dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan

    Sementara itu, Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan menyatakan bahwa survei jalur dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Ia menekankan pentingnya intervensi untuk mengelola arus lalu lintas dan mengantisipasi kemacetan, terutama di jalur padat seperti Puncak Bogor dan Lembang. Ia juga menyebutkan bahwa prediksi tahun ini menunjukkan peningkatan mobilitas kendaraan sebesar 2,8% dibandingkan tahun lalu.

    Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan selama Nataru. Mengikuti instruksi dari pihak keamanan, menghindari perilaku yang dapat memicu konflik, melaporkan kejadian mencurigakan kepada pihak keamanan, dan menggunakan teknologi untuk memantau keamanan merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan. Dengan demikian, masyarakat dapat berkontribusi aktif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama perayaan.

    Meskipun upaya pengamanan telah dilakukan, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi seperti kemacetan lalu lintas, kepadatan penduduk di area strategis, dan potensi konflik antar kelompok. Oleh karena itu, perlu dilakukan koordinasi yang baik antara pihak keamanan dan masyarakat, peningkatan infrastruktur dan fasilitas umum, serta kampanye kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan.

    Dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama Nataru, perlu adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari semua pihak. Sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mencapai keamanan dan kenyamanan. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan selama momen ini.

    Dalam jangka panjang, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat menciptakan iklim keamanan yang stabil dan kondusif. Hal ini akan berdampak positif pada perekonomian, pariwisata, dan kualitas hidup masyarakat.

    Sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mencapai keamanan dan kenyamanan selama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan selama momen ini.

    )* Penulis adalah Kontributor JabarTrigger.com

  • Pemerintah Pastikan Stok Pangan Tetap Terjaga Saat Libur Nataru

    Oleh : Gavin Asadit )*

    Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan bahwa stok pangan di seluruh Indonesia berada dalam kondisi aman. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah lonjakan permintaan yang biasanya terjadi pada akhir tahun. Badan Pangan Nasional (Bapanas), bersama berbagai instansi terkait, telah menyusun serangkaian strategi untuk menjamin ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat.

    Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki cadangan beras yang cukup, yakni sekitar 1,5 juta ton yang tersimpan di gudang Bulog. Stok ini dipastikan akan terus diperkuat melalui impor beras dan hasil panen lokal yang akan segera masuk ke pasar. Terjaganya stok beras menjelang libur Nataru 2024 juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang mengatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 sekitar 2 juta ton di gudang perum Bulog serta di masyarakat sekitar 8 juta ton dan harga masih terkendali.

    Selanjutnya, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya, seperti minyak goreng, gula, telur, dan daging. Operasi pasar murah telah mulai digelar di berbagai wilayah sebagai langkah untuk mendistribusikan pangan secara merata, sekaligus menjaga harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

    Salah satu operasi pasar murah yang dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dengan peninjauan secara langsung terhadap stok beras dan pangan lainnya serta meninjau harga pangan tetap terkendali. Hal tersebut salah satunya yang dilakukan oleh Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilitasi Pangan I Bapanas, Gusti Ketut Astawa yang telah melakukan pemantauan secara langsung di salah satu pasar tradisional di Semarang, Jawa Tengah, dengan hasil beras dan minyak goreng masih tercukupi. Hal tersebut juga dikatakan oleh Pemimpin wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah, Sopran Kenedi yang mengatakan bahwa hingga 5 bulan ke depan stok beras masih tercukupi.

    Untuk memastikan ketersediaan pangan yang merata, pemerintah telah menggandeng berbagai pihak, mulai dari Perum Bulog, pelaku usaha, hingga distributor bahan pokok. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penguatan stok cadangan pangan pemerintah (CPP). Stok ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, terutama di daerah yang berpotensi mengalami kekurangan pasokan.

    Selain itu, pemerintah juga mempercepat distribusi logistik ke wilayah terpencil dan rawan bencana. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pelosok, dapat merasakan manfaat dari kebijakan stabilisasi harga dan pasokan. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mengatakan bahwa pemerintah akan terus hadir dalam upaya menjaga kebutuhan masyarakat terkhusus menjelang libur Nataru 2024 sampai di wilayah 3T.

    Lebih lanjut, Ekonom senior Chatib Basri juga memberikan tanggapan positif terhadap kebijakan ini. Ia menekankan pentingnya stabilitas pangan sebagai salah satu faktor utama dalam menjaga daya beli masyarakat. Keberhasilan menjaga ketersediaan pangan selama Nataru bukan hanya tentang pasokan, tetapi juga pengendalian inflasi sehingga langkah ini memberikan kepercayaan bagi masyarakat terhadap pemerintah.

    Meskipun stok pangan dalam kondisi aman, pemerintah tetap memperingatkan adanya potensi kenaikan harga akibat lonjakan permintaan. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa kenaikan ini biasanya terjadi pada komoditas tertentu, seperti daging sapi, cabai, dan bawang merah. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi berupa operasi pasar dan pengendalian distribusi. Selain itu, pemerintah juga meminta masyarakat untuk bijak dalam berbelanja selama libur Nataru.

    Pemerintah tidak hanya fokus pada kestabilan pangan selama libur Nataru, tetapi juga merancang strategi jangka panjang untuk memastikan ketahanan pangan nasional. Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah peningkatan produksi lokal melalui pemberian insentif kepada petani. Pemerintah juga berkomitmen untuk memperbaiki sistem logistik nasional agar distribusi pangan lebih efisien dan merata.

    Pemerintah juga berupaya mengendalikan harga bahan pangan agar tetap stabil. Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional, harga beberapa komoditas strategis cenderung naik menjelang akhir tahun karena meningkatnya permintaan. Untuk itu, operasi pasar akan terus dilakukan untuk menekan kenaikan harga yang tidak wajar. Pemerintah juga bekerja sama dengan pelaku usaha dan distributor untuk memastikan rantai pasok berjalan lancar.

    Dengan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan, pemerintah berkomitmen untuk menjaga kestabilan pangan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Mulai dari penguatan stok cadangan, operasi pasar murah, hingga peningkatan produksi lokal, semua upaya ini dirancang untuk melindungi masyarakat dari dampak lonjakan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru. Pemerintah optimis bahwa kebutuhan pangan masyarakat selama Nataru 2025 dapat terpenuhi dengan baik. Stabilitas stok dan harga pangan menjadi prioritas utama demi menjaga kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat dalam merayakan akhir tahun.

    )* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan