Jakarta – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penyebaran informasi palsu di media sosial terkait keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Narasi yang menyebut pemerintah melarang pendirian toko kelontong dalam radius dua kilometer dari Kopdes Merah Putih dipastikan merupakan hoaks dan tidak memiliki dasar kebijakan resmi.Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut merupakan narasi menyesatkan yang sengaja dibuat untuk membingungkan masyarakat. Menurutnya, terdapat sejumlah akun media sosial yang menyebarkan konten seolah-olah pemerintah akan melarang pendirian kios maupun toko kelontong di sekitar Kopdes Merah Putih, bahkan mengklaim akan ada sanksi berupa denda atau pemindahan lokasi usaha.”Pernyataan menyesatkan ini diunggah di TikTok dengan akun PETUNG dan akun lainnya. Saya tidak pernah memberikan pernyataan itu. Oleh karenanya masyarakat jangan percaya dengan informasi menyesatkan dan tidak berdasar itu,” kata Yandri.Yandri kembali menepis isu yang menyebut Kopdes Merah Putih akan mematikan usaha warung masyarakat. Menurutnya, pemerintah justru berpihak kepada pelaku usaha kecil dan UMKM di desa. “Menutup warung-warung warga di desa adalah berita bohong atau hoaks. Informasi tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), dan kami bersama Bapak Menko sudah melaporkannya ke Mabes Polri. Hal itu sama sekali tidak benar. Demikian pula isu larangan berdagang dalam radius dua kilometer, itu juga tidak benar dan merupakan berita bohong,” tegasnya.Sementara itu, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rachmi Widiriani, menjelaskan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih justru dioptimalkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat, salah satunya sebagai titik penyaluran bantuan pangan beras apabila memiliki fasilitas yang memadai. “KDKMP yang sudah ada bisa menjadi salah satu titik penyaluran bantuan pangan. Kalau misalnya di desa ada KDKMP yang besar, punya tempat yang luas, gudangnya cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal para penerima bantuan pangan, bisa digunakan sebagai lokasi titik salur. Kita bisa mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki oleh koperasi,” ujarnya.Klarifikasi dari pemerintah tersebut diharapkan dapat meredam disinformasi sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat. Publik diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi melalui kanal resmi pemerintah maupun media kredibel sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Dengan informasi yang benar, implementasi Kopdes Merah Putih diharapkan mampu berjalan optimal sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi desa, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengganggu keberlangsungan usaha warung dan toko kelontong yang telah menjadi bagian penting dari perekonomian desa.
Penulis: restiana818@gmail.com
-
Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Layanan Desa dan Ketahanan Pangan di Papua
JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat pemerataan pembangunan melalui optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pusat layanan terpadu di tingkat desa. Di Papua, program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional melalui integrasi berbagai layanan pemerintah dalam satu kelembagaan yang mudah diakses masyarakat.Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi akan menjadi simpul pelayanan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai program strategis pemerintah. Melalui koperasi, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap bantuan sosial, pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan tunai, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan.”Koperasi Desa Merah Putih dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi menjadi simpul distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan,” kata Zulkifli Hasan.Menurut Zulkifli Hasan, penguatan fungsi koperasi merupakan strategi pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat desa sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Dengan berbagai layanan yang terintegrasi, masyarakat Papua diharapkan memperoleh akses yang lebih cepat, mudah, dan merata terhadap program-program pembangunan nasional.Selain menjadi pusat distribusi bantuan, koperasi juga akan berfungsi sebagai pengelola sarana produksi pertanian. Pemerintah menetapkan penyaluran alat dan mesin pertanian tidak lagi dilakukan melalui kelompok tani, melainkan ditempatkan di koperasi agar dapat dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat. Untuk mendukung kelancaran operasional, pemerintah juga menyiapkan bantuan sarana transportasi berupa satu unit truk bagi setiap Koperasi Desa Merah Putih. Fasilitas tersebut akan mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok, hasil produksi pertanian dan perikanan, serta berbagai layanan pemerintah hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Papua.”Melalui langkah tersebut, kami berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperlancar penyaluran berbagai program pemerintah di Papua,” tutur Zulkifli Hasan.Optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun Papua melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Integrasi berbagai program melalui koperasi diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi desa, membuka peluang usaha baru, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, serta memperluas pemerataan manfaat pembangunan. KDMP diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional.
-
Penguatan Kopdes Merah Putih Wujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Papua
*JAYAPURA – Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus didorong sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat di Papua. Melalui sinergi pemerintah, lembaga pembiayaan, dan perguruan tinggi, koperasi diarahkan menjadi pusat layanan ekonomi desa yang mampu menghubungkan berbagai program pembangunan dan membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi simpul pelayanan masyarakat di tingkat desa, tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga pusat distribusi berbagai program pemerintah.”Koperasi dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi menjadi simpul distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan,” tegas Zulkifli Hasan.Melalui skema tersebut, koperasi akan menyalurkan bantuan pangan, alat dan mesin pertanian, pupuk bersubsidi, bantuan tunai, hingga LPG 3 kilogram. Pemerintah juga menyiapkan dukungan operasional agar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat desa semakin efektif.Penguatan koperasi juga dilakukan melalui program inkubasi yang dijalankan LPDB Koperasi bersama Universitas Ottow Geissler Papua. Program tersebut membekali pengurus koperasi dengan kemampuan tata kelola, penyusunan rencana bisnis, hingga kesiapan mengakses pembiayaan sehingga koperasi semakin profesional dan berdaya saing.Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, mengatakan pengembangan koperasi dilakukan secara menyeluruh agar mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.”Target utama program inkubasi adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi,” ujar Deva Rachman.Sementara itu, Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Moses Yomunga, menilai pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci agar koperasi mampu berkembang sesuai potensi daerah.”Kami berharap 15 koperasi ini dapat menjadi role model bagi koperasi di seluruh Papua. Papua memiliki potensi yang luar biasa, tetapi membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen, dan akses pembiayaan,” pungkas Moses Yomunga.Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Papua diharapkan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya ekonomi desa yang mandiri, memperluas kesempatan usaha masyarakat, serta memperkuat kesejahteraan secara berkelanjutan.
-
Iuran BPJS Kesehatan Pengurus Kopdes Merah Putih Bukan Dari APBN
Jakarta – BPJS Kesehatan memastikan pengurus dan manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Skema ini berarti iuran kesehatan mereka dipotong langsung dari penghasilan atau gaji, bukan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan mekanisme pemotongan iuran berlaku selama pengurus maupun manajer koperasi berstatus sebagai pekerja penerima upah. “Biasanya kalau dia menjadi pekerja, segmen PPU, dipotong dari penghasilan,” kata Pujowaskito.Menurutnya, status kepesertaan JKN bagi pengurus Kopdes Merah Putih mengikuti aturan baku yang berlaku bagi seluruh pekerja penerima upah, tanpa perlakuan khusus. “Segmen PPU sendiri mencakup pegawai swasta, aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, hingga pegawai BUMN dan BUMD yang menerima upah tetap dari pemberi kerja,” ungkap Pujo.Penjelasan ini muncul di tengah rencana pemerintah menanggung gaji manajer Kopdes Merah Putih melalui APBN pada masa awal operasional koperasi. Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa aturan mengenai skema penggajian tersebut sedang difinalisasi dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) dan ditargetkan terbit dalam waktu dekat.Dalam draf Perpres tersebut, masa operasional Kopdes Merah Putih turut diatur di bawah pengelolaan PT Agrinas Pangan Nusantara dengan jangka waktu paling lama dua tahun, sejalan dengan periode transisi pembiayaan gaji manajer melalui APBN.”Lagi finalisasi, dalam minggu depan sih sudah Perpres-nya keluar tentang gajinya,” kata Ferry.Ferry menambahkan, pemerintah akan menanggung gaji manajer Kopdes Merah Putih selama dua tahun sebagai masa transisi agar koperasi memiliki ruang membangun usaha sebelum mampu membiayai operasionalnya secara mandiri. “Sementara gaji manajer KDKMP dari APBN selama dua tahun. Setelah itu kan mandiri,” ujarnya.Meski gaji manajer ditopang APBN pada tahap awal, BPJS Kesehatan menegaskan mekanisme iuran JKN tidak mengikuti pola yang sama. Selama berstatus pekerja penerima upah, iuran kesehatan pengurus maupun manajer Kopdes Merah Putih tetap dibayarkan melalui pemotongan gaji sesuai ketentuan PPU yang berlaku umum. [RW]
-
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih, Ribuan Manajer Siap Gerakkan Ekonomi Desa
JAKARTA – Pemerintah memperkuat langkah membangun ekonomi desa dengan menyiapkan ribuan manajer profesional untuk mengawal operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KDKMP). Sebanyak 28.629 manajer KDKMP yang telah lulus dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) akan ditempatkan di 1.021 koperasi yang telah beroperasi. Penempatan dilakukan seiring percepatan pembangunan koperasi yang menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa.Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan para lulusan SPPI akan segera diterjunkan ke lokasi yang telah siap beroperasi.”Jadi teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kita deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa operasi,” ujar Joao Angelo De Sousa Mota.Joao menjelaskan, hingga Jumat (31/7) lalu, sebanyak 18.672 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun, sedangkan 3.558 koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.021 koperasi telah mulai beroperasi dan menjadi lokasi awal penempatan para manajer lulusan SPPI.Mekanisme penugasan juga telah disiapkan pemerintah. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo mengatakan manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih lulusan SPPI akan kembali ke daerah masing-masing untuk menjalankan penugasan selama dua tahun.”Nanti akan ada pemanggilan yang langsung dilaksanakan oleh panitia pusat dan akan ada penempatan oleh panitia pusat ataupun nanti yang akan ditentukan oleh, dalam hal ini adalah dari BP BUMN,” ucap Tri Budi.Sebagai informasi, Pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung Kopdes Merah Putih rampung pada Agustus 2026 dan mulai beroperasi pada September. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap karena cakupan program yang sangat luas.”Tahun ini targetnya 35.872 koperasi selesai. Kemudian, tahun depan akan dilanjutkan lagi, tidak mungkin sekaligus membangun 80.000 koperasi,” ujar Zulkifli.Menurut Zulkifli, keberadaan Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi desa melalui penciptaan lapangan kerja, penyerapan hasil pertanian dan perikanan, sekaligus menjadi sarana penyaluran berbagai bantuan pemerintah sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa.
-
KDKMP Siap Serap Produk UMKM dan Perkuat Ekonomi Desa
Jakarta* – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP) siap menyerap produk UMKM yang telah diproduksi oleh pelaku usaha lokal. Selain itu juga, KDMP akan memperkuat ekonomi desa agar perekonomian masyarakat didesa dapat lebih baik dan mengurangi kesenjangan desa dengan kota.“KDKMP akan berperan sebagai pusat layanan ekonomi sekaligus menjadi off taker atau penyerap utama hasil produksi UMKM dan pelaku usaha lokal. Melalui skema tersebut, pemerintah berharap perekonomian desa semakin kuat serta mampu mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah pedesaan dan perkotaan, ujar menkop Ferry di Jakarta.Menurut Ferry, pemerintah ingin koperasi desa menjadi tempat yang memprioritaskan produk-produk masyarakat desa. Produk UMKM lokal, merek-merek lokal, harus mendapatkan ruang utama sehingga manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat desa.Ia menjelaskan terdapat perbedaan mendasar antara KDKMP dengan jaringan ritel komersial. Meski sama-sama bergerak di bidang perdagangan, keuntungan yang diperoleh koperasi akan kembali kepada anggota dan masyarakat melalui mekanisme koperasi.“Kalau koperasi desa melakukan kegiatan ritel, keuntungan yang diperoleh akan kembali kepada masyarakat desa sebagai anggota koperasi. Itulah semangat ekonomi gotong royong yang ingin dibangun,” tuturnya.Ditambahkannya, Kopdes tidak hanya berfungsi sebagai toko atau pusat distribusi barang. Koperasi tersebut juga diproyeksikan menjadi ekosistem ekonomi produktif yang mampu menyerap hasil pertanian, perikanan, peternakan, hingga produk UMKM lokal sehingga masyarakat memiliki kepastian pasar.Lebih lanjut, ia menegaskan pemerintah ingin mengubah paradigma pembangunan desa agar tidak lagi bergantung pada bantuan sosial, melainkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri.“Selama ini desa terlalu bergantung pada bantuan. Padahal masyarakat desa harus menjadi pelaku ekonomi yang mandiri, memiliki badan usaha sendiri, dan mampu menggerakkan potensi ekonomi lokal,” katanya.Menurut Ferry, keberadaan Kopdes menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas akses pembiayaan, memperkuat kelembagaan ekonomi desa, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.Selain itu, ia juga menyoroti tingginya angka urbanisasi yang menyebabkan banyak generasi muda meninggalkan desa karena terbatasnya kesempatan kerja dan usaha.“Kalau desa tidak segera diperkuat, anak-anak muda akan terus pindah ke kota. Kita tidak ingin desa menjadi kosong karena tidak ada aktivitas ekonomi yang mampu memberikan penghidupan yang layak,” pungkasnya.
-
Pemerintah Tegaskan Pelatihan Koperasi Merah Putih Transparan, Bekali Penguatan Ekonomi Desa
Jakarta – Pemerintah menegaskan pelaksanaan pelatihan bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) berlangsung secara transparan dan akuntabel. Penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya gaji hingga Rp10 juta bagi peserta pelatihan.Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menegaskan bahwa dana yang diterima peserta bukanlah gaji, melainkan uang saku yang berasal dari anggaran penyelenggaraan pendidikan.”Berkaitan dengan informasi bahwa selama pendidikan ini mendapatkan gaji, itu tidak. Yang ada adalah mekanisme pendidikan ini, salah satunya dari pos penyelenggaraan pendidikan, yang paling besar di antaranya adalah uang saku,” ujar Ketut.Ia menjelaskan setiap peserta memperoleh uang saku sebesar Rp1 juta per bulan. Karena pelatihan berlangsung selama satu setengah bulan, peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menerima total Rp1,5 juta.”Diterima oleh setiap orang satu bulan sebesar Rp1 juta. Pendidikannya satu setengah bulan. Bagi yang full melaksanakan pendidikan, dia menerima masing-masing Rp1,5 juta per orang,” jelasnya.Ketut menambahkan, pada tahap pertama pelatihan dialokasikan sebanyak 35.476 peserta yang terdiri atas 30.000 calon manajer KDKMP serta 5.476 calon pengelola KNMP beserta staf operasionalnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33.785 peserta berhasil menyelesaikan pendidikan hingga akhir, sementara sebagian kecil lainnya tidak dapat melanjutkan karena alasan kesehatan maupun memilih kembali menjalankan profesi sebelumnya.Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali para calon pengelola dengan kompetensi manajerial, tata kelola kelembagaan, kepemimpinan, serta kemampuan membangun jejaring usaha. Bekal tersebut diharapkan mampu menciptakan pengelolaan koperasi yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan sehingga Koperasi Merah Putih dapat berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.Pada penutupan pelatihan, Sekretaris Jenderal Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme para lulusan dalam menjalankan tugas pengabdian di tengah masyarakat.”Lulusan SPPI diharapkan menjadi penggerak pembangunan yang berintegritas, adaptif, dan profesional. Kalian harus mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan demi memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” tegas Tri Budi.Penegasan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh proses pelatihan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola Koperasi Merah Putih secara profesional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
-
Sinergi KDMP dan MBG Bukti Program Pemerintah Berjalan Dari Hulu ke Hilir
Sinergi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan integrasi ekonomi dari hulu ke hilir. Koperasi bertindak sebagai penyedia bahan baku dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), warga mendapat kepastian pasar, dan rantai pasok pangan nasional semakin kuat. Model Ekonomi Terpadu (Closed-Loop) masyarakat memproduksi, koperasi mengelola usaha dan distribusi, serta SPPG menyerap hasil secara berkelanjutan. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan model tersebut telah diterapkan di KDMP Kamolan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang memasok lele bersih kepada empat SPPG untuk memenuhi kebutuhan sumber protein dalam Program MBG. “Inilah yang kita bangun, sebuah closed-loop economy. Warga memiliki kepastian pasar, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak memperoleh sumber protein berkualitas melalui Program MBG,” ujar Zulhas. KDMP Kamolan memasok lele bersih kepada empat SPPG dengan harga Rp25.000 per kilogram (kg). Setiap SPPG rata-rata memesan sekitar 250 kg lele dalam satu kali pengambilan.Pola penyerapan tersebut memberikan kepastian permintaan sehingga pembudidaya dapat merencanakan jumlah produksi dan jadwal panen sesuai kebutuhan SPPG. Keterhubungan antara produksi masyarakat, pengelolaan usaha oleh koperasi, dan penyerapan hasil oleh SPPG dapat menggerakkan kegiatan ekonomi desa sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi.Sinergi antara KDMP dan MBG diharapkan memperkuat peran koperasi sebagai pengelola usaha produktif serta membantu masyarakat memperoleh akses pasar yang berkelanjutan.”Integrasi KDMP dengan MBG menjadi bukti bahwa program pemerintah kini terhubung dari hulu hingga hilir. Produksi masyarakat terserap, ekonomi desa bergerak, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Zulhas.Dalam upaya mendukung capaian target tersebut, pemerintah mengembangkan Program Budi Daya Tematik Bioflok guna meningkatkan produksi ikan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, serta memasok kebutuhan protein bagi Program MBG.
-
Perayaan Kemerdekaan Dinilai Harus Dijaga dengan Persatuan
Jakarta – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana memperkuat persatuan, semangat gotong royong, dan optimisme dalam membangun bangsa. Perayaan kemerdekaan dinilai tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan di tengah keberagaman serta memperkuat ketahanan nasional menghadapi berbagai tantangan global maupun domestik.Presiden Prabowo Subianto, mengatakan bahwa persatuan merupakan modal utama bangsa dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera. Menurutnya, seluruh komponen bangsa perlu menjaga semangat persaudaraan serta menghindari berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. “Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia. Dengan kebersamaan, kita mampu menghadapi setiap tantangan dan melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat,” ujar Presiden.Presiden Prabowo menambahkan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata, disiplin, dan kolaborasi dalam membangun Indonesia. Ia berharap peringatan HUT RI menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan nasional. “Mari kita isi kemerdekaan dengan karya, pengabdian, dan semangat persatuan untuk Indonesia yang lebih kuat,” tegasnya.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah mengajak masyarakat memeriahkan peringatan HUT RI dengan kegiatan yang mencerminkan nilai persatuan, toleransi, dan cinta tanah air. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas di berbagai daerah. “Perayaan kemerdekaan hendaknya menjadi ruang memperkuat persaudaraan, bukan justru menghadirkan perpecahan di tengah masyarakat,” katanya.Prasetyo menambahkan bahwa pemerintah bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi agar rangkaian kegiatan HUT RI berlangsung tertib, aman, dan inklusif. Ia berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dengan tetap menjaga ketertiban umum, menghormati perbedaan, serta menciptakan suasana yang kondusif selama perayaan berlangsung. “Semangat gotong royong dan persatuan harus menjadi identitas utama bangsa dalam setiap peringatan kemerdekaan,” tuturnya.Melalui semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme yang terus dipelihara, pemerintah optimistis peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan menjadi momentum memperkuat kebersamaan seluruh rakyat. Komitmen menjaga persatuan diharapkan mampu mendukung keberlanjutan pembangunan nasional serta mewujudkan Indonesia yang semakin maju, aman, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. (*)
-
HUT RI ke-81 Momentum Menjaga Stabilitas, Keamanan, dan Optimisme
*) Oleh : Gavin AsaditPeringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, menjaga stabilitas nasional, sekaligus menumbuhkan optimisme masyarakat dalam menyongsong masa depan bangsa. Perayaan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud rasa syukur atas perjalanan panjang bangsa Indonesia yang terus berupaya mewujudkan pembangunan, kesejahteraan, serta kehidupan yang aman dan harmonis. Oleh karena itu, terciptanya situasi yang kondusif menjadi modal utama agar seluruh masyarakat dapat merayakan hari bersejarah tersebut dengan penuh kebanggaan dan kegembiraan.Momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Suasana yang aman memungkinkan seluruh rangkaian kegiatan HUT RI, mulai dari berbagai agenda kebangsaan hingga puncak peringatan 17 Agustus, dapat berlangsung dengan tertib dan lancar. Keamanan yang terjaga tidak hanya memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, tetapi juga mencerminkan kuatnya sinergi antarlembaga dalam menjaga kepentingan nasional.Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengawal seluruh rangkaian peringatan HUT RI ke-81. Bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia, Polri terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas keamanan sehingga masyarakat dapat mengikuti setiap kegiatan peringatan kemerdekaan dengan rasa aman dan tenteram. Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan menjaga keamanan merupakan hasil kerja bersama seluruh komponen bangsa.Koordinasi yang dilakukan berlangsung secara berkelanjutan melalui pemantauan terhadap seluruh agenda yang telah dimulai menjelang puncak peringatan kemerdekaan. Langkah tersebut mencerminkan kesiapsiagaan aparat dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan sekaligus memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana. Kehadiran aparat keamanan yang humanis dan profesional menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap upaya menjaga ketertiban selama berlangsungnya perayaan nasional.Selain memastikan keamanan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT RI ke-81 sebagai momentum mempererat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa. Semangat kemerdekaan diharapkan diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang positif, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Perayaan kemerdekaan akan semakin bermakna apabila seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga suasana yang damai, tertib, dan penuh semangat gotong royong.Di era digital, menjaga stabilitas nasional juga berarti menjaga ruang informasi agar tetap sehat dan bertanggung jawab. Menjelang peringatan HUT RI, Polri melakukan pendalaman terhadap penyebaran video hoaks yang menarasikan adanya demonstrasi ricuh di media sosial. Langkah tersebut menunjukkan komitmen aparat dalam mencegah penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Penanganan hoaks menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif sekaligus melindungi masyarakat dari informasi yang menyesatkan.Upaya tersebut juga diiringi dengan ajakan kepada masyarakat agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Informasi yang beredar perlu disikapi secara kritis dengan mengedepankan verifikasi sebelum disebarluaskan. Literasi digital menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi derasnya arus informasi. Dengan budaya bermedia yang sehat, masyarakat dapat berkontribusi menjaga persatuan sekaligus mencegah munculnya keresahan akibat penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta.Indonesia memberikan ruang bagi kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku. Penyebaran informasi palsu maupun konten provokatif tidak hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga dapat mengganggu ketenteraman masyarakat. Oleh sebab itu, langkah penegakan hukum terhadap penyebaran hoaks menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan kepentingan nasional dalam menjaga keamanan serta ketertiban umum.Sejalan dengan upaya tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengatakan pentingnya menjaga ketenangan masyarakat menjelang HUT RI ke-81. Menurutnya, peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi momen penuh kegembiraan yang memperkuat rasa cinta tanah air, bukan diwarnai rasa khawatir akibat narasi provokatif maupun informasi bohong yang beredar di media sosial. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang sengaja disebarkan untuk menciptakan keresahan.Ajakan untuk tetap tenang dan optimistis menjadi bagian dari penguatan ketahanan sosial bangsa. Sikap saling percaya, semangat persatuan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk penyebaran disinformasi di ruang digital. Dengan mengedepankan kebersamaan, masyarakat dapat menjaga suasana kondusif sehingga seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh makna.HUT RI ke-81 pada akhirnya menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan optimisme nasional. Sinergi antara aparat keamanan, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, media, dan masyarakat menunjukkan bahwa menjaga kondusivitas merupakan tanggung jawab bersama. Komitmen untuk menjaga ketenangan masyarakat menjadi penguat bahwa Indonesia siap menyambut hari kemerdekaan dengan penuh rasa syukur, persatuan, dan optimisme. Dengan semangat tersebut, HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi perayaan sejarah bangsa, tetapi juga momentum memperkokoh ketahanan nasional demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju, aman, dan sejahtera.)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

