Kategori: Uncategorized

  • Kepuasan Publik Jadi Indikator Apresiasi terhadap Pemerintahan Prabowo Gibran

    Oleh: Fajar Pradipta

    Kepuasan publik seharusnya tidak hanya dibaca sebagai angka statistik semata, tetapi sebagai cerminan nyata hubungan antara pemerintah dan rakyat yang perlu terus dijaga, bahkan ditingkatkan. Dalam konteks pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, tingginya tingkat kepuasan masyarakat dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi sekaligus harapan agar kinerja yang telah berjalan selama sekitar satu setengah tahun ini tetap konsisten dan adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan capaian kepercayaan publik yang menyentuh angka 75,1 persen, publik seolah memberikan sinyal bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini berada di jalur yang cukup tepat, meskipun tetap membutuhkan evaluasi berkelanjutan.

    Hasil survei nasional yang dirilis oleh Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan mencapai 74,1 persen. Sementara itu, secara personal, performa Prabowo Subianto sebagai presiden memperoleh tingkat kepuasan sebesar 74,9 persen. Angka ini tidak berdiri sendiri, melainkan merefleksikan persepsi publik terhadap berbagai program prioritas yang telah dijalankan selama setahun terakhir, termasuk upaya menjaga stabilitas ekonomi, penguatan sektor pangan, serta konsistensi dalam menjaga posisi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

    Salah satu program yang paling banyak mendapat sorotan sekaligus apresiasi adalah kebijakan Makan Bergizi Gratis yang dinilai mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai intervensi sosial, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam menjawab persoalan mendasar seperti gizi dan kesejahteraan. Sebanyak 23 persen responden dalam survei menyebut program ini sebagai kebijakan paling bermanfaat, sebuah angka yang menunjukkan bahwa kebijakan berbasis kebutuhan dasar masih menjadi prioritas utama di mata publik. Keberhasilan ini juga melengkapi capaian lain pemerintah, seperti pengendalian inflasi pangan dan peningkatan akses bantuan sosial yang lebih merata.

    Peneliti utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, mengungkapkan bahwa tingginya kepuasan publik tidak terlepas dari kontribusi program tersebut yang dinilai memberikan dampak nyata. Ia melihat bahwa kebijakan yang bersifat langsung dan dirasakan masyarakat cenderung memiliki daya dorong lebih kuat terhadap persepsi positif publik. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah bahwa efektivitas program tidak hanya diukur dari skala, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.

    Lebih jauh, Masduri Amrawi juga menilai bahwa stabilitas tingkat kepuasan publik di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian merupakan capaian tersendiri. Dalam situasi geopolitik yang memanas dan tekanan ekonomi global yang fluktuatif, pemerintah dinilai mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui kebijakan yang relatif responsif dan adaptif. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari program unggulan semata, tetapi juga dari kemampuannya menjaga stabilitas dan rasa aman di tengah masyarakat.

    Di sisi lain, survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia juga memberikan gambaran penting terkait persepsi publik terhadap sistem demokrasi di Indonesia. Sebanyak 73,9 persen responden menilai bahwa sistem politik nasional masih berjalan dalam koridor demokrasi. Angka ini menjadi indikator bahwa legitimasi demokrasi tetap terjaga, meskipun berbagai kritik dan dinamika politik terus berkembang di ruang publik.

    Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan, menilai bahwa kekuatan demokrasi Indonesia masih bertumpu pada mekanisme pemilu yang berjalan serta kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas politik nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dalam konteks satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, keberhasilan menjaga stabilitas politik ini menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya tingkat kepuasan masyarakat.

    Peneliti Poltracking lainnya, Yoki Alvetro, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling yang melibatkan 1.220 responden. Dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, hasil survei ini dinilai cukup representatif dalam menggambarkan opini publik secara nasional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka pada periode 2 hingga 8 Maret 2026, yang kemudian diverifikasi secara ketat untuk memastikan validitas data.

    Dalam prosesnya, Yoki Alvetro menegaskan bahwa seluruh data yang masuk telah melalui tahap verifikasi menyeluruh di pusat data, bahkan sebagian sampel juga dilakukan pengecekan ulang sebagai bagian dari kontrol kualitas. Hasilnya menunjukkan tidak adanya kesalahan signifikan, sehingga temuan survei ini dapat dijadikan rujukan dalam membaca tren persepsi publik terhadap kinerja pemerintah saat ini.

    Jika dilihat secara lebih luas, capaian tingkat kepuasan publik ini juga tidak lepas dari berbagai langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah selama setahun terakhir. Selain program Makan Bergizi Gratis, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, digitalisasi layanan publik, serta penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Upaya ini secara perlahan membentuk persepsi positif di tengah masyarakat bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu, mari kita sebagai bagian dari publik tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut aktif mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada kepentingan bersama dan mampu menjawab tantangan masa depan dengan lebih baik.

    *) Pengamat Politik dan Kebijakan Strategis Nasional

  • Pendekatan Humanis Perkuat Keamanan Papua dan Bangun Kepercayaan Masyarakat

    PAPUA – Stabilitas keamanan di Papua menunjukkan perkembangan yang semakin kondusif seiring penguatan pendekatan humanis yang dijalankan aparat di lapangan. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pembangunan kedekatan sosial dengan masyarakat sebagai fondasi utama terciptanya rasa aman yang berkelanjutan.

    Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa strategi humanis menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu menjembatani kebutuhan keamanan sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat.

    Pendekatan tersebut terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan warga, mulai dari pelayanan sosial hingga komunikasi aktif di tingkat kampung. Hal ini menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman yang tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan.

    Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan bahwa patroli dialogis menjadi instrumen penting dalam mendeteksi potensi gangguan sejak dini sekaligus memahami kondisi riil masyarakat.

    “Patroli dialogis dan pelayanan langsung memungkinkan aparat memahami kondisi riil masyarakat sekaligus mendeteksi potensi gangguan sejak dini, kedekatan dengan warga menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman dan terkendali,” ujar Kombes Pol Adarma Sinaga.

    Pendekatan yang mengedepankan komunikasi terbuka tersebut terbukti mampu membangun kepercayaan publik. Aparat tidak hanya hadir sebagai simbol negara, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan keamanan.

    Dukungan terhadap pendekatan ini juga datang dari masyarakat setempat. Tokoh pemuda Kampung Karubaga, Tolikara, Kriston Kogoya, mengungkapkan bahwa kehadiran aparat TNI memberikan dampak nyata terhadap rasa aman warga.

    “Terima kasih pak tentara, telah membantu masyarakat yang dalam kesulitan, TNI sangat merakyat seperti tidak ada batas antara masyarakat dengan TNI,” pungkas Kriston Kogoya.

    Apresiasi tersebut mencerminkan adanya hubungan emosional yang semakin kuat antara aparat dan masyarakat. Kedekatan ini menjadi modal sosial penting dalam menjaga stabilitas wilayah secara berkelanjutan.

    Sementara itu, Tokoh Pemuda Suku Kamoro Papua Tengah, Edison Manikiuta, menyampaikan dukungan terhadap langkah tegas aparat dalam menindak OPM yang mengganggu keamanan.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga persatuan serta kesatuan demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” tutup Edison Manikiuta.

    Seruan tersebut mempertegas pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan. Sinergi antara aparat dan warga dinilai menjadi faktor utama dalam menciptakan situasi yang kondusif.

    Dengan penguatan pendekatan humanis, komunikasi yang intensif, serta dukungan masyarakat, stabilitas keamanan di Papua diharapkan terus terjaga. Kondisi ini sekaligus membuka ruang lebih luas bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah.

  • Stabilitas Keamanan Papua Kondusif, Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

    PAPUA – Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua menunjukkan tren yang semakin stabil, aman, dan kondusif. Situasi ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah Papua Tengah dan Papua Barat Daya, sekaligus memperkuat optimisme terhadap percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis.

    Stabilitas yang terjaga dinilai telah memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas secara produktif. Selain itu, kondisi yang kondusif turut mendorong meningkatnya kepercayaan publik serta membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di wilayah tersebut.

    Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan rasa aman dan perlindungan bagi seluruh warga. “Kami hadir untuk memastikan setiap masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan tenang. Situasi yang kondusif ini adalah hasil kerja bersama yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

    Pendekatan humanis yang diterapkan aparat keamanan menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga stabilitas wilayah. Melalui dialog terbuka, patroli dialogis, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial, aparat mampu membangun hubungan yang harmonis dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

    Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa strategi humanis menjadi pendekatan utama dalam menjaga keamanan di Papua. “Kami mengedepankan pendekatan yang mengutamakan komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Aparat hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat,” jelasnya.

    Sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah juga dinilai berjalan dengan baik. Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menyampaikan bahwa stabilitas keamanan yang terjaga memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. “Kolaborasi yang solid antara aparat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjaga Papua tetap aman dan harmonis,” katanya.

    Selain menjaga keamanan, aparat juga berperan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong kemajuan Papua secara berkelanjutan.

    Dengan kondisi kamtibmas yang semakin kondusif, Papua memiliki peluang besar untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Stabilitas keamanan yang terjaga diyakini menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat integrasi nasional.

  • Papua Aman dan Kondusif, Fondasi Kuat Menuju Kemajuan Berkelanjutan

    Oleh: Yulianus Kogoya*

    Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua saat ini menunjukkan tren yang semakin stabil, aman, dan kondusif. Perkembangan positif ini bukan hanya menjadi kabar baik bagi masyarakat di wilayah Papua Tengah dan Papua Barat Daya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih damai dan sejahtera. Stabilitas yang terjaga dengan baik telah menciptakan ruang yang luas bagi masyarakat untuk beraktivitas secara produktif, sekaligus memperkuat optimisme terhadap percepatan pembangunan di berbagai sektor.

    Keamanan yang semakin kokoh ini tidak terlepas dari peran aktif aparat keamanan yang menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi dan pendekatan yang semakin humanis. Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan setiap warga dapat merasakan perlindungan dan ketenangan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ia memandang bahwa situasi yang kondusif saat ini merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dijaga dan diperkuat secara berkelanjutan.

    Pendekatan humanis yang dikedepankan aparat menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitas yang inklusif. Melalui dialog terbuka, patroli dialogis, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial, aparat berhasil membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa strategi humanis menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan Papua, di mana kehadiran aparat tidak hanya berfungsi sebagai penjaga stabilitas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan ketertiban dan kesejahteraan. Pendekatan ini terbukti mampu memperkuat kepercayaan publik serta menciptakan suasana yang lebih damai dan penuh kebersamaan.

    Sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menegaskan bahwa stabilitas keamanan yang terjaga dengan baik memberikan dampak langsung terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ia menilai bahwa kolaborasi yang solid antara seluruh pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam menjaga Papua tetap aman dan harmonis. Dukungan pemerintah daerah ini menunjukkan bahwa stabilitas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa.

    Lebih jauh, keberhasilan menjaga kamtibmas juga tercermin dari semakin lancarnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Arus distribusi barang dan kebutuhan pokok berjalan normal, mobilitas masyarakat meningkat, dan berbagai kegiatan pembangunan dapat dilaksanakan tanpa hambatan berarti. Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa Papua berada dalam fase yang semakin stabil dan siap untuk melangkah lebih maju. Stabilitas keamanan yang terjaga memberikan kepastian bagi dunia usaha dan investor untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, sehingga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

    Dukungan masyarakat terhadap upaya menjaga keamanan juga terus menguat. Tokoh pemuda Papua, Kriston Kogoya, menyampaikan bahwa kehadiran aparat telah memberikan rasa aman yang nyata dan menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat. Ia melihat bahwa pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan kebersamaan telah berhasil mempererat hubungan antara aparat dan warga. Hal serupa disampaikan oleh tokoh masyarakat Edison Manikiuta yang menilai bahwa penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan semakin memperkuat rasa kepercayaan masyarakat terhadap negara.

    Selain menjaga stabilitas, aparat keamanan juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Perhatian terhadap sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang dalam menciptakan Papua yang maju. Kapolda Papua Tengah menekankan bahwa generasi muda Papua harus dipersiapkan menjadi generasi yang unggul, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan dan pembangunan berjalan beriringan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

    Pendekatan yang menggabungkan aspek keamanan dan kesejahteraan ini semakin memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat. Aparat tidak hanya hadir dalam menjaga ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan sosial yang nyata. Kegiatan seperti pelayanan kesehatan, pendampingan masyarakat, dan program sosial lainnya menjadi bukti bahwa negara hadir secara utuh untuk masyarakat Papua. Kehadiran ini memperkuat rasa memiliki dan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pembangunan yang sedang berjalan.

    Dengan situasi kamtibmas yang semakin aman dan kondusif, Papua kini memiliki peluang besar untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis. Stabilitas yang terjaga menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta penguatan integrasi sosial. Papua yang aman bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi cerminan keberhasilan Indonesia dalam menjaga harmoni dan persatuan di tengah keberagaman.

    Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Papua memiliki modal sosial yang kuat untuk terus berkembang. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat telah membentuk fondasi yang kokoh dalam menjaga stabilitas. Dengan komitmen yang terus dijaga dan pendekatan yang semakin adaptif, Papua diyakini akan terus menjadi wilayah yang aman, damai, dan penuh optimisme dalam menyongsong masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

    *Penulis merupakan Pemerhati Sosial dan Pembangunan Papua

  • Papua Aman dan Kondusif, Fondasi Kuat Menuju Kemajuan Berkelanjutan

    Oleh: Yulianus Kogoya*

    Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua saat ini menunjukkan tren yang semakin stabil, aman, dan kondusif. Perkembangan positif ini bukan hanya menjadi kabar baik bagi masyarakat di wilayah Papua Tengah dan Papua Barat Daya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih damai dan sejahtera. Stabilitas yang terjaga dengan baik telah menciptakan ruang yang luas bagi masyarakat untuk beraktivitas secara produktif, sekaligus memperkuat optimisme terhadap percepatan pembangunan di berbagai sektor.

    Keamanan yang semakin kokoh ini tidak terlepas dari peran aktif aparat keamanan yang menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi dan pendekatan yang semakin humanis. Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan setiap warga dapat merasakan perlindungan dan ketenangan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ia memandang bahwa situasi yang kondusif saat ini merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dijaga dan diperkuat secara berkelanjutan.

    Pendekatan humanis yang dikedepankan aparat menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitas yang inklusif. Melalui dialog terbuka, patroli dialogis, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial, aparat berhasil membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa strategi humanis menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan Papua, di mana kehadiran aparat tidak hanya berfungsi sebagai penjaga stabilitas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan ketertiban dan kesejahteraan. Pendekatan ini terbukti mampu memperkuat kepercayaan publik serta menciptakan suasana yang lebih damai dan penuh kebersamaan.

    Sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menegaskan bahwa stabilitas keamanan yang terjaga dengan baik memberikan dampak langsung terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ia menilai bahwa kolaborasi yang solid antara seluruh pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam menjaga Papua tetap aman dan harmonis. Dukungan pemerintah daerah ini menunjukkan bahwa stabilitas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa.

    Lebih jauh, keberhasilan menjaga kamtibmas juga tercermin dari semakin lancarnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Arus distribusi barang dan kebutuhan pokok berjalan normal, mobilitas masyarakat meningkat, dan berbagai kegiatan pembangunan dapat dilaksanakan tanpa hambatan berarti. Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa Papua berada dalam fase yang semakin stabil dan siap untuk melangkah lebih maju. Stabilitas keamanan yang terjaga memberikan kepastian bagi dunia usaha dan investor untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, sehingga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

    Dukungan masyarakat terhadap upaya menjaga keamanan juga terus menguat. Tokoh pemuda Papua, Kriston Kogoya, menyampaikan bahwa kehadiran aparat telah memberikan rasa aman yang nyata dan menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat. Ia melihat bahwa pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan kebersamaan telah berhasil mempererat hubungan antara aparat dan warga. Hal serupa disampaikan oleh tokoh masyarakat Edison Manikiuta yang menilai bahwa penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan semakin memperkuat rasa kepercayaan masyarakat terhadap negara.

    Selain menjaga stabilitas, aparat keamanan juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Perhatian terhadap sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang dalam menciptakan Papua yang maju. Kapolda Papua Tengah menekankan bahwa generasi muda Papua harus dipersiapkan menjadi generasi yang unggul, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan dan pembangunan berjalan beriringan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

    Pendekatan yang menggabungkan aspek keamanan dan kesejahteraan ini semakin memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat. Aparat tidak hanya hadir dalam menjaga ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan sosial yang nyata. Kegiatan seperti pelayanan kesehatan, pendampingan masyarakat, dan program sosial lainnya menjadi bukti bahwa negara hadir secara utuh untuk masyarakat Papua. Kehadiran ini memperkuat rasa memiliki dan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pembangunan yang sedang berjalan.

    Dengan situasi kamtibmas yang semakin aman dan kondusif, Papua kini memiliki peluang besar untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis. Stabilitas yang terjaga menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta penguatan integrasi sosial. Papua yang aman bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi cerminan keberhasilan Indonesia dalam menjaga harmoni dan persatuan di tengah keberagaman.

    Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Papua memiliki modal sosial yang kuat untuk terus berkembang. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat telah membentuk fondasi yang kokoh dalam menjaga stabilitas. Dengan komitmen yang terus dijaga dan pendekatan yang semakin adaptif, Papua diyakini akan terus menjadi wilayah yang aman, damai, dan penuh optimisme dalam menyongsong masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

    *Penulis merupakan Pemerhati Sosial dan Pembangunan Papua

  • Program SUGT 2026 Diluncurkan untuk Dorong Transformasi Pendidikan Bermutu

    Jakarta – Pemerintah secara resmi meluncurkan Program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) 2026 sebagai langkah progresif dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional yang adaptif, inklusif, dan berstandar global. Program ini menjadi bagian strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memanfaatkan peluang di era disrupsi teknologi.

    Peluncuran SUGT 2026 mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan, khususnya dalam menjembatani jenjang pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi. Program ini diharapkan mampu menciptakan kesinambungan kualitas lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah visioner dalam mencetak generasi unggul Indonesia. “Program SMA Unggul Garuda Transformasi adalah jembatan penting yang menghubungkan pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa SUGT 2026 dirancang untuk melahirkan talenta-talenta terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi kompetisi global, terutama di bidang sains dan teknologi. “Sehingga mampu melanjutkan pendidikannya ke berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia dan dalam negeri,” lanjutnya.

    Lebih jauh, Brian menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter sebagai fondasi utama generasi masa depan. “Kita ingin memastikan bahwa peserta didik tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta karakter kuat sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

    Program SUGT 2026 mengusung pendekatan komprehensif melalui penguatan kurikulum berbasis sains dan teknologi, peningkatan kapasitas guru, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Dukungan kolaborasi lintas sektor juga menjadi kekuatan utama dalam memastikan implementasi program berjalan efektif dan berdampak luas.

    Selain itu, pemerintah memastikan bahwa SUGT tidak bersifat eksklusif, melainkan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang mendorong pemerataan kualitas pendidikan melalui skema kolaborasi dan pengimbasan. “Program ini tidak eksklusif, tetapi menjadi hub yang akan memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah lain melalui kolaborasi dan pengimbasan,” tegas Brian Yuliarto.

    Dengan peluncuran program ini, pemerintah optimistis transformasi pendidikan Indonesia akan semakin cepat, merata, dan berkelanjutan. SUGT 2026 menjadi simbol kemajuan pendidikan nasional sekaligus fondasi kokoh dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

  • Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026 Dibuka, Siap Cetak SDM Unggul

    Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi meluncurkan program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat fondasi pendidikan nasional sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat global.

    Peluncuran program yang digelar secara hibrid pada 27 Maret 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, bersama jajaran kementerian dan pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh Indonesia.

    Dalam arahannya, Brian Yuliarto menegaskan bahwa SUGT menjadi instrumen penting dalam mengintegrasikan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dalam satu ekosistem berkelanjutan.

    “Program ini dirancang untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, adaptif, dan mampu bersaing secara global. Ini adalah bagian dari investasi jangka panjang bangsa,” ujarnya.

    Program ini menyasar SMA/MA dengan rekam jejak prestasi akademik kuat untuk kemudian diperkuat melalui peningkatan kapasitas guru, pengayaan kurikulum berbasis sains dan teknologi, serta pembinaan siswa menuju perguruan tinggi terbaik dunia.

    Hingga 2025, program telah menjangkau 12 sekolah dan ditargetkan bertambah sekitar 30 sekolah baru pada 2026, dengan proyeksi mencapai 80 sekolah pada 2029.

    Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan bahwa SUGT merupakan bagian dari ekosistem Sekolah Garuda yang lebih luas, mencakup pembangunan sekolah baru, penguatan sekolah unggulan, hingga dukungan beasiswa global.

    “Program ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi untuk memastikan lahirnya talenta unggul secara sistemik,” jelasnya.

    Kolaborasi dengan perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan IPB University menjadi kunci dalam menghadirkan pengayaan komprehensif, mulai dari riset kolaboratif, pelatihan internasional guru, hingga penguatan kompetensi STEM dan soft skills siswa.

    Saat ini, pendaftaran SUGT 2026 telah dibuka secara daring sejak 26 Maret hingga 10 April 2026, dengan proses seleksi berlapis dan pengumuman pada 20 April 2026.

    Pemerintah menegaskan bahwa SUGT bukan untuk menciptakan eksklusivitas, melainkan menjadikan sekolah terpilih sebagai pusat keunggulan yang memberikan dampak luas bagi ekosistem pendidikan di sekitarnya.

    Dengan pendekatan kolaboratif dan berorientasi hasil, Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026 diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mencetak SDM unggul yang kompetitif di panggung global.

  • Sekolah Unggul Garuda dan Integrasi Ekosistem Pendidikan Bermutu

    Oleh : Gavin Asadit )*

    Pemerintah terus memperkuat transformasi sektor pendidikan nasional melalui pengembangan Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan, tetapi juga mendorong integrasi ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing global.

    Sekolah Unggul Garuda dirancang sebagai model pendidikan yang mengedepankan kualitas pembelajaran, penguatan karakter, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan pusat-pusat keunggulan pendidikan di berbagai daerah, sehingga kesenjangan kualitas antara wilayah perkotaan dan daerah dapat ditekan secara bertahap.

    Presiden Prabowo Subianto memandang bahwa pembangunan sektor pendidikan harus menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses terhadap pendidikan berkualitas agar mampu bersaing di tingkat global serta memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perubahan zaman.

    Konsep Sekolah Unggul Garuda tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari integrasi ekosistem pendidikan nasional yang lebih luas. Pemerintah mendorong keterhubungan antara sekolah, perguruan tinggi, dunia industri, serta komunitas riset dalam menciptakan lingkungan belajar yang komprehensif. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

    Pada berbagai kesempatan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Sekolah Unggul Garuda menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Ia menilai program ini dirancang untuk menghadirkan sekolah dengan standar tinggi yang dapat menjadi rujukan dan penggerak peningkatan mutu pendidikan di wilayah sekitarnya.

    Dalam implementasinya, pemerintah mengintegrasikan berbagai aspek penting dalam pengembangan Sekolah Unggul Garuda, mulai dari kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga penguatan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

    Selain itu, pemerintah juga memperkuat peran guru sebagai aktor utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Program pelatihan dan pengembangan kompetensi guru terus diperluas agar mampu mendukung implementasi pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berbasis kebutuhan peserta didik. Guru didorong untuk menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu menginspirasi dan membimbing siswa secara optimal.

    Integrasi ekosistem pendidikan juga mencakup kolaborasi dengan dunia industri dan sektor produktif. Pemerintah mendorong keterlibatan industri dalam penyusunan kurikulum serta penyediaan program magang bagi siswa. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa lulusan memiliki kesiapan kerja yang lebih baik serta mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menilai bahwa penguatan ekosistem pendidikan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pendidikan tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan nasional secara menyeluruh.

    Sepanjang 2026, pemerintah telah memulai pengembangan Sekolah Unggul Garuda di berbagai wilayah sebagai bagian dari proyek percontohan. Sekolah-sekolah ini dilengkapi dengan fasilitas modern, tenaga pengajar berkualitas, serta dukungan teknologi yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran.

    Selain peningkatan kualitas akademik, Sekolah Unggul Garuda juga menekankan pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai kebangsaan, integritas, disiplin, serta semangat gotong royong menjadi bagian integral dalam proses pendidikan. Pemerintah menilai bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas karakter dan kepribadian lulusan.

    Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat menciptakan efek pengganda bagi sistem pendidikan nasional. Sekolah Unggul Garuda diproyeksikan menjadi pusat inovasi yang mampu menginspirasi sekolah lain untuk meningkatkan kualitasnya secara berkelanjutan dan sistematis.

    Meski demikian, pemerintah menyadari bahwa tantangan dalam implementasi program ini tidak ringan. Kesenjangan infrastruktur, distribusi tenaga pengajar, serta kesiapan daerah menjadi faktor yang perlu terus diatasi. Oleh karena itu, pemerintah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta memastikan dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai.

    Pemerintah juga menegaskan bahwa pengembangan Sekolah Unggul Garuda tidak akan mengesampingkan sekolah lainnya. Sebaliknya, program ini dirancang untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan melalui pendekatan berbasis ekosistem yang saling terhubung dan saling memperkuat.

    Sementara, integrasi ekosistem pendidikan akan terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kebijakan yang mendukung inovasi pendidikan. Pemerintah optimistis bahwa langkah ini akan mempercepat terwujudnya sistem pendidikan nasional yang berkualitas dan berdaya saing global.

    Melalui pengembangan Sekolah Unggul Garuda, pemerintah menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Integrasi ekosistem pendidikan yang kuat menjadi kunci dalam memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu dan masa depan yang lebih baik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan global yang semakin kompetitif.

    )* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

  • Sekolah Unggul Garuda Transformasi dan Akselerasi Talenta Nasional

    Oleh: Sari Pramesti)*

    Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri kebangsaan. Di tengah arus disrupsi teknologi dan kompetisi sumber daya manusia yang semakin ketat, sistem pendidikan dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga visioner dalam menyiapkan talenta masa depan.

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah meluncurkan program SUGT sebagai Langkah strategis memperkuat fondasi pendidikan nasional dan mencetak talenta unggul berdaya saing global. Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto, mengatakan program SUGT merupakan instrumen penting untuk mengintegrasikan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

    Program pendidikan yang diluncurkan 27 Maret 2026 ini dirancang untuk mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul tetapi juga berkarakter. Brian menjelaskan, SUGT menyasar siswa SMA/MA dengan rekam jejak prestasi akademik yang kuat. Sekolah terpilih akan diperkuat melalui berbagai intervensi strategis, mulai dari peningkatan kapasitas guru, pengayaan kurikulum berbasis sains dan teknologi, hingga pembinaan siswa menuju perguruan tinggi terbaik dunia.

    Sementara itu, Dirjen Saintek Ahmad Najib Burhani menjelaskan, program ini merupakan bagian dari ekosistem Sekolah Garuda yang mencakup penguatan sekolah unggulan, pembangunan sekolah baru, serta dukungan beasiswa ke perguruan tinggi global.

    Pada 2025, program ini telah menjangkau 12 sekolah. Tahun 2026 ditargetkan bertambah sekitar 30 sekolah baru, dengan proyeksi mencapai 80 sekolah pada 2029. Dampak program juga telah meluas melalui skema pengimbasan ke 680 SMA/MA di berbagai daerah.

    Pemerintah membuka kolaborasi dengan perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Padjadjaran. Langkah ini menjadi kunci dalam menghadirkan program pengayaan komprehensif, antara lain mencakup pelatihan internasional bagi guru (seperti SAT dan IELTS), riset kolaboratif, penguatan kompetensi STEM, hingga pengembangan soft skills dan personal branding siswa.

    Dengan ini, pemerintah menegaskan bahwa SUGT tidak bertujuan menciptakan eksklusivitas, melainkan menjadikan sekolah terpilih sebagai pusat keunggulan (hub) yang memberi dampak luas bagi ekosistem pendidikan di sekitarnya. Selain itu, SUGT merepresentasikan upaya strategis dalam mentransformasi ekosistem pembelajaran menjadi lebih inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada pengembangan potensi individu.

    Dampak nyata kehadiran SUGT sudah terlihat dari lahirnya talenta muda Indonesia dari SMA Taruna Nusantara Magelang. Sekolah ini menjadi salah satu dari 12 sekolah pionir dalam program SUGT, di antaranya SMA Taruna Nusantara, SMA Pradita Dirgantara, SMA Unggul Del, SMAN Unggulan MH Thamrin, serta MAN Insan Cendekia di berbagai wilayah.

    Salah satu capaian nyata program ini ditunjukkan oleh siswa SMA Taruna Nusantara, Maulana Ariq Abhyasa Ruchiat, yang berhasil meraih 15 Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia, antara lain University of British Columbia, University of Toronto, McGill University, hingga Monash University.

    Selain itu, Ariq juga memperoleh sejumlah beasiswa internasional, di antaranya Outstanding International Student Award dari University of British Columbia senilai CAD 25.000, Global Excellence Scholarship dari University of Minnesota sebesar USD 40.000, serta beasiswa 50 persen dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.

    Di lingkungan sekolah, ia aktif dalam tim riset ilmiah, tim akademik kimia, serta menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Karakter. Masih banyak prestasi yang diraih Ariq di bidang lainnya.

    Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Program SMA Unggul Garuda Transformasi tidak hanya mendorong prestasi, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, dan kesiapan global siswa.

    Pjs Kepala Humas SMA Taruna Nusantara, Muhammad Ibrahim, menegaskan bahwa pendekatan Sekolah Garuda berfokus pada kesiapan menyeluruh siswa dalam menghadapi kompetisi global. Program ini tidak hanya memperkuat manajemen sekolah dan kapasitas guru, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan siswa secara terarah dan berkelanjutan.

    Ia menjelaskan, setiap siswa mendapatkan pendampingan personal yang terstruktur, mulai dari pengembangan profil akademik hingga strategi aplikasi ke perguruan tinggi dunia. Selain kemampuan akademik, siswa juga didorong memiliki karakter kebangsaan agar muncul komitmen kuat untuk berkontribusi membangun Indonesia.

    Melalui pendekatan yang terintegrasi antara akademik, karakter, dan keterampilan abad ke-21, inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya talenta nasional yang inovatif, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan global.

    Keberhasilan yang ditunjukkan SMA Taruna Nusantara juga diharapkan menjadi standar baru dalam sistem pendidikan nasional, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

    Dengan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan, SUGT diyakini menjadi motor penggerak lahirnya generasi unggul yang tidak hanya berprestasi di kancah global, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk kembali dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

    )* Pengamat Pendidikan

  • MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui Penguatan Sektor Pangan

    Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan sektor pangan nasional. Selain meningkatkan kualitas gizi generasi muda, program ini juga menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif di pedesaan.

    Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai bahwa penguatan sektor pangan menjadi kunci utama keberlanjutan MBG sekaligus pendorong ekonomi desa.

    “Keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh kemampuan kita memastikan pasokan bahan baku berasal dari dalam negeri,” ungkapnya.

    Ia mendorong pemerintah untuk terus memperkuat infrastruktur pertanian, termasuk irigasi, teknologi modern, serta akses pembiayaan bagi petani. Selain itu, diversifikasi pangan seperti singkong, sagu, dan porang dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di desa.

    “Dengan penguatan sektor pangan, ekonomi desa akan semakin kokoh dan program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegas Esther Sri Astuti.

    Dengan sinergi antara peningkatan gizi dan penguatan sektor pangan, MBG menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan MBG sebagai investasi strategis yang berdampak luas bagi pembangunan nasional.

    “Program MBG ini bukan hanya tentang pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa, khususnya di sektor pangan seperti hortikultura, peternakan ayam, dan produksi telur yang terhubung dari hulu hingga hilir,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

    Ia menjelaskan, program tersebut difokuskan pada pemenuhan gizi anak-anak dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, MBG dirancang sebagai kebijakan jangka panjang yang berorientasi pada masa depan bangsa.

    “Program ini hadir untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing,” katanya.

    Lebih lanjut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa MBG turut berkontribusi dalam menekan angka stunting melalui penyediaan asupan gizi yang cukup, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pangan bergizi.

    “Ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

    Dari sisi ekonomi, program ini menciptakan efek berantai yang signifikan di desa. Peningkatan permintaan bahan pangan mendorong produktivitas petani hortikultura dan peternak, sehingga roda ekonomi lokal semakin bergerak.

    “Program ini menghidupkan berbagai sektor usaha kecil dan menengah di pedesaan, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

    Ia menambahkan bahwa jutaan pelaku usaha, khususnya peternak unggas, turut merasakan manfaat langsung.

    “Banyak peternak yang kini semakin produktif karena adanya peningkatan permintaan dari program ini,” tambahnya.