Kategori: Uncategorized

  • AMANAH Siap Relaunch, Dorong Sinergi Industri Kreatif dari Produk Nilam hingga Kopi

    Banda Aceh – Relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) kian mempertegas perannya sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi kreatif di Aceh. Momentum ini diperkuat melalui kunjungan kerja Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, ke Gedung AMANAH di kawasan Krueng Raya, Aceh Besar, Jumat (4/4/2026).

    Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan sinergi strategis antara Banda Aceh Academy dan AMANAH dalam membangun ekosistem kreatif yang terintegrasi. Illiza menilai fasilitas yang dimiliki AMANAH mampu menjawab kebutuhan generasi muda yang selama ini terkendala ruang dan infrastruktur untuk berkembang.

    “Fasilitas di sini sangat lengkap dan luar biasa. Ini adalah jawaban bagi keresahan anak muda kita yang memiliki bakat, tetapi sering terkendala infrastruktur,” ujar Illiza saat meninjau langsung berbagai sarana yang tersedia.

    Gedung AMANAH menghadirkan pendekatan kolaboratif lintas sektor, mulai dari digital dan media, industri kreatif, hingga pertanian modern. Di sektor digital, tersedia studio musik dan ruang podcast untuk mendukung kreator konten. Sementara itu, sektor industri dilengkapi fasilitas produksi minyak nilam sebagai komoditas unggulan Aceh, yang kini dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah seperti kosmetik dan skincare.

    Tak hanya itu, AMANAH juga memperkuat sektor kuliner melalui fasilitas roasting kopi profesional yang terintegrasi dengan ruang diskusi kreatif. Produk kopi olahan ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi yang mendorong peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.

    Ketua Yayasan Amanah, Syaifullah Muhammad, yang turut mendampingi kunjungan tersebut menegaskan bahwa relaunching AMANAH akan difokuskan pada penguatan kolaborasi antar sektor. “Kami ingin memastikan setiap potensi anak muda terfasilitasi, dari proses pelatihan hingga implementasi karya yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

    Selain sektor industri dan kreatif, penguatan juga dilakukan pada sektor pertanian modern melalui pemanfaatan greenhouse, budidaya hortikultura, hingga program cabai dan sistem bioflok untuk perikanan. Langkah ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.

    Ke depan, sinergi antara AMANAH dan Banda Aceh Academy ditargetkan segera diformalkan melalui nota kesepahaman. Kolaborasi ini diyakini tidak hanya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat nasional hingga dunia.

  • Relaunching AMANAH Dorong Optimalisasi Pengembangan SDM Muda Aceh

    Banda Aceh – Program Anak Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) akan direlaunching sebagai upaya memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) muda di Aceh. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah gejolak dinamika global.

    Relaunching AMANAH menjadi momentum penting untuk memperluas peran program dalam membina dan memberdayakan anak muda melalui berbagai pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kreativitas berbasis potensi lokal. Program ini juga dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang berkelanjutan.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan. “Anak muda merupakan kunci utama dalam membawa perubahan. Karena itu, AMANAH hadir bukan hanya sebagai lembaga pelatihan, tetapi sebagai ekosistem yang mendorong lahirnya pemimpin masa depan yang memiliki integritas, visi, serta kepedulian terhadap kemajuan Aceh dan bangsa,” ujarnya.

    Ia menambahkan, relaunching ini juga menjadi bentuk evaluasi dan penguatan terhadap program-program sebelumnya agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman, khususnya dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan persaingan global.

    Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan apresiasinya terhadap pengembangan fasilitas yang dimiliki oleh Gedung AMANAH. Menurutnya, keberadaan pusat kreativitas tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas generasi muda.

    “Saya sangat kagum dengan kelengkapan fasilitas yang dimiliki Gedung AMANAH. Ini merupakan lompatan besar dalam mendukung anak muda Aceh agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Illiza.

    Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga seperti AMANAH dalam menciptakan program yang tepat sasaran, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal dan keterampilan generasi muda.

    Dengan adanya relaunching ini, AMANAH diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan SDM unggulan di Aceh, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing global. (*)

  • Dari Kreativitas ke Produktivitas, Relaunching AMANAH Siapkan Generasi Muda Aceh Unggul

    Aceh Besar – Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) kembali diperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan melalui relaunching yang menitikberatkan pada optimalisasi fungsi sebagai wadah inovasi dan kewirausahaan generasi muda.

    AMANAH dikembangkan sebagai creative hub terpadu yang mengintegrasikan berbagai sektor strategis, mulai dari industri kreatif, teknologi, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fasilitas yang tersedia mencakup studio podcast, ruang kreatif, galeri UMKM, serta asrama yang dirancang untuk mendukung pengembangan ide dan kolaborasi.

    Direktur AMANAH, Dr. Safwan Nurdin, menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mendorong produktivitas generasi muda dalam menciptakan nilai tambah ekonomi.

    “Gedung AMANAH ini menjadi wadah bagi anak-anak muda Aceh untuk mengembangkan potensi diri dan diharapkan ke depan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.

    Selain sektor kreatif, AMANAH juga mengembangkan program lintas bidang yang menyasar sektor riil. Pengembangan pertanian modern berbasis greenhouse, sistem peternakan bioflok, serta pengolahan komoditas unggulan seperti nilam menjadi bagian dari upaya menghubungkan kreativitas dengan aktivitas ekonomi produktif. Fasilitas penyulingan nilam yang dilengkapi alat uji kualitas berstandar ekspor turut memperkuat daya saing produk lokal.

    Di bidang penguatan kapasitas, AMANAH menyediakan berbagai pelatihan industri kreatif, seperti fashion, musik, fotografi, dan pengemasan produk UMKM. Dukungan fasilitas lain, seperti perpustakaan digital (e-library) dan ruang pembelajaran, menjadi sarana peningkatan literasi dan inovasi bagi generasi muda.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Syaifullah Muhammad, menegaskan komitmen untuk menjadikan AMANAH sebagai pusat pengembangan kewirausahaan yang berkelanjutan.

    “Kami berkomitmen menjadikan gedung AMANAH sebagai pusat pengembangan kreativitas dan kewirausahaan generasi muda. Kami berharap dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas ini,” ujarnya.

    Pengembangan AMANAH juga diarahkan untuk tetap selaras dengan nilai-nilai lokal dan keislaman. Dalam hal ini, pengelola menyatakan kesiapan menghadirkan program khusus bagi santri dan dayah sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia yang berkarakter.

    Dengan pendekatan terintegrasi, relaunching AMANAH diharapkan dapat memperluas peluang usaha, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan di Aceh dan sekitarnya. #

  • Sambut Relaunching AMANAH, Sinergi Pemuda dan Pemerintah Dorong Ekonomi Kreatif Aceh

    Banda Aceh — Relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) pada April 2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran generasi muda dalam pengembangan ekonomi kreatif di Aceh. Program ini tidak hanya dihidupkan kembali sebagai pusat inovasi, tetapi juga diperluas melalui kolaborasi lintas sektor.

    AMANAH sendiri merupakan pusat kreativitas dan inovasi pemuda yang telah dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari studio kreatif, ruang pelatihan, hingga area pengembangan UMKM yang terintegrasi. Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya wirausaha muda dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Syaifullah Muhammad, menegaskan bahwa relaunching menjadi langkah awal untuk membuka kolaborasi yang lebih luas.

    “Relaunching AMANAH pada bulan April 2026 guna memperkenalkan kembali program dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas,” ujarnya.

    Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendukung program tersebut. Bupati Aceh Besar, Syech Muharram, menilai AMANAH memiliki peran penting sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda.

    “Gedung AMANAH ini menjadi wadah bagi anak-anak muda Aceh untuk mengembangkan potensi diri,” katanya.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan AMANAH dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.

    “Komitmen kami untuk mendukung keberadaan AMANAH sebagai pusat pengembangan potensi anak muda,” tambahnya.

    Di sisi lain, Pemerintah Kota Banda Aceh turut memperkuat sinergi dengan AMANAH dalam pengembangan ekonomi kreatif bertaraf global. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menilai fasilitas yang dimiliki AMANAH mampu menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda.

    “Fasilitas ini menjadi ruang nyata bagi anak muda untuk berkembang dan berinovasi,” ujarnya.

    Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan, hingga penciptaan peluang usaha berbasis potensi lokal. Selain itu, program juga diarahkan untuk mendorong sektor unggulan seperti industri kreatif berbasis budaya, kopi, dan nilam sebagai komoditas bernilai ekspor.

    Dengan relaunching ini, AMANAH diharapkan menjadi pusat inkubasi bisnis dan inovasi yang mampu melahirkan generasi muda Aceh yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing global, sekaligus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

  • Relaunching AMANAH Hadirkan FLB, Dorong Lahirnya Generasi Muda Inovatif dan Produktif

    ACEH BESAR – Momentum relaunching AMANAH kian menegaskan arah baru penguatan ekonomi kreatif berbasis pemuda di Aceh. Berbagai program yang digulirkan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem berkelanjutan yang menghubungkan potensi generasi muda dengan peluang ekonomi nyata.

    Upaya tersebut tercermin melalui pelaksanaan Future Leaders Bootcamp (FLB) di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. Kegiatan ini menjadi salah satu pintu masuk dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika ekonomi modern.

    Sebanyak 26 peserta terpilih mengikuti program ini setelah melalui proses seleksi ketat. Mereka diproyeksikan menjadi katalis penggerak sektor ekonomi kreatif di daerah masing-masing, dengan bekal kepemimpinan, pola pikir kewirausahaan, serta kemampuan komunikasi yang terstruktur.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa relaunching AMANAH diarahkan untuk memperluas dampak terhadap pembangunan daerah berbasis potensi anak muda. “AMANAH tidak sekadar ruang pelatihan, tetapi ekosistem yang dirancang untuk melahirkan pemimpin muda yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi daerah,” ujar Saifullah.

    Program yang dijalankan mengintegrasikan penguatan karakter dengan keterampilan praktis. Materi seperti entrepreneurial mindset, penyusunan life roadmap, hingga public speaking diberikan secara aplikatif untuk mendorong kepercayaan diri peserta dalam mengembangkan gagasan.

    Pendekatan interaktif dalam pelatihan membuat proses pembelajaran berlangsung dinamis. Peserta didorong untuk aktif berdiskusi dan mengasah ide, sehingga tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga pelaku inovasi.

    Dukungan pemerintah daerah turut memperkuat arah pengembangan AMANAH sebagai pusat ekonomi kreatif. Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), menilai keberadaan fasilitas yang lengkap harus dioptimalkan untuk mendorong produktivitas generasi muda. “Sudah ada gedung yang megah dan fasilitas yang lengkap, maka sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara optimal,” tegas Syech Muharram.

    Sinergi antara pemerintah dan komunitas pemuda dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang produktif. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi di sektor UMKM, pertanian modern, hingga industri kreatif.

    Lebih lanjut, Syech Muharram menekankan pentingnya penguatan identitas dan nilai dalam proses pembangunan generasi muda. “Kita ingin generasi Aceh Besar menjadi generasi unggul, kreatif, dan tetap memiliki nilai budaya serta keislaman yang kuat,” tambahnya.

    Di sisi lain, AMANAH juga memperluas jejaring kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk memperkuat fondasi pengembangan pemuda. Direktur AMANAH, Dr. Safwan Nurdin, menyampaikan kesiapan lembaganya dalam membangun kemitraan strategis yang berdampak langsung terhadap ekonomi daerah. “Gedung AMANAH ini menjadi wadah bagi anak-anak muda Aceh untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkas Safwan.

    Langkah kolaboratif ini menempatkan AMANAH sebagai simpul penting dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis pemuda. Dengan dukungan fasilitas, program terarah, serta sinergi multipihak, relaunching AMANAH menjadi titik akselerasi lahirnya generasi produktif yang mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.

  • AMANAH Kembali Bangkit, Pemuda Aceh Disiapkan Jadi Motor Pembangunan Berkelanjutan

    Banda Aceh – Program Aneuk Muda Aceh Unggul – Hebat (AMANAH) resmi diluncurkan kembali dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan pembinaan kepemimpinan berkarakter dan penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis potensi lokal.

    Dalam rangka perkuat program AMANAH ini, sejumlah anak muda dari berbagai daerah di Aceh mengikuti Future Leaders Bootcamp (FLB) yang diselenggarakan oleh Bidang Pelatihan dan Sertifikasi Badan Pekerja AMANAH, di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Aceh Besar.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menekankan pentingnya AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh yang berjiwa pemimpin, berkomitmen, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan berkelanjutan berlandaskan nilai kebangsaan.

    “Pentingnya membangun pola pikir kepemimpinan, komitmen, serta peran aktif generasi muda dalam pembangunan yang berkelanjutan dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dengan semangat cinta tanah air,” kata Saifullah.

    Relaunching ini menandai babak baru dalam upaya membangun sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi pemimpin sekaligus wirausahawan tangguh di tengah masyarakat.

    Mengangkat tema pengenalan diri dan penentuan arah masa depan, bootcamp ini diikuti peserta pilihan yang lolos seleksi ketat dari seluruh Aceh, dengan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.

    Sebelumnya, Yayasan AMANAH bertemu Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman untuk membahas penguatan pembinaan generasi muda Aceh melalui pendekatan ekosistem produktif, guna mencegah kerentanan sosial seperti penyalahgunaan narkoba.

    “Anak muda Aceh tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mampu mengubah potensi menjadi produktivitas dan daya saing,” ujar Saifullah.

    Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman menegaskan kampus harus bertransformasi melampaui ruang akademik menjadi pusat inovasi, solusi, dan kolaborasi yang terbuka serta terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat dan generasi muda.

    “Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi ruang akademik. Kampus harus hadir sebagai pusat solusi dan kolaborasi bagi generasi muda,” tuturnya.

    Program AMANAH terus diperkuat perannya dalam membangun ekosistem pengembangan generasi muda Aceh melalui berbagai program terpadu, mulai dari Future Leaders Bootcamp hingga kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi, guna mewujudkan anak muda Aceh yang berpotensi, berkarakter, dan berdaya saing. [RWA]

  • Dukungan Menguat, Relaunching AMANAH Didorong Maksimalkan Fasilitas untuk Pemuda Aceh

    Banda Aceh – Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta muda melalui program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH). Dukungan ini menjadi bagian penting dalam menyambut fase baru penguatan kapasitas generasi muda di Aceh.

    Ia menilai fasilitas yang dimiliki AMANAH sudah sangat memadai dan perlu dimaksimalkan pemanfaatannya agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    “Sudah ada gedung yang megah dan fasilitas yang lengkap, maka sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Kita berharap AMANAH benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Besar,” ujar Syech Muharram.

    Menurutnya, seluruh sarana yang tersedia saat ini juga telah cukup untuk menunjang pengembangan kapasitas pemuda tanpa harus bergantung pada pelatihan di luar daerah.

    “Kalau saya mendengar pemaparan tadi, tidak perlu lagi belajar atau mengikuti bimbingan teknis ke luar daerah. Semua fasilitas sudah tersedia di sini. Tinggal bagaimana kita mengelolanya bersama secara maksimal,” tambahnya.

    Sejalan dengan dukungan tersebut, AMANAH mulai menunjukkan penguatan program melalui pelaksanaan Future Leaders Bootcamp (FLB) yang diikuti 26 pemuda terpilih dari berbagai daerah di Aceh. Kegiatan ini berlangsung di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Kabupaten Aceh Besar.

    Program yang mengusung tema “Mengenal Diri, Menentukan Arah, Mewujudkan Masa Depan” ini difokuskan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, serta arah hidup generasi muda Aceh. Para peserta merupakan hasil seleksi dari puluhan pendaftar terbaik di seluruh Aceh.

    Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menyampaikan bahwa AMANAH hadir sebagai wadah pengembangan generasi muda. Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir kepemimpinan, komitmen, serta peran aktif pemuda dalam pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan nilai kebangsaan dan semangat cinta tanah air.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari akademisi Universitas Syiah Kuala, Said Muniruddin, yang memberikan materi pengembangan diri dan kepemimpinan secara komprehensif.

    Materi yang diberikan mencakup penguatan pola pikir kewirausahaan melalui “Assessing Entrepreneurial Mindset”, serta pengembangan diri melalui sesi Vision Building, penyusunan Life Roadmap, dan pelatihan Communication & Public Speaking.

    Kegiatan berlangsung secara interaktif dan aplikatif, mendorong peserta mengembangkan keseimbangan antara soft skill dan hard skill sebagai bekal menghadapi persaingan global.

    Sebagai informasi, relaunching AMANAH akan digelar pada 23 April 2026 sebagai momentum penataan program serta penguatan ekosistem pengembangan talenta muda Aceh agar semakin terarah dan berdampak luas.****

  • Relaunching AMANAH Disambut Luas, Dorong Pemuda Aceh Jadi Motor Ekonomi Kreatif

    Banda Aceh – Menjelang relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) pada 23 April 2026, dukungan dari berbagai pemangku kepentingan terus menguat. Momentum ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan dan ekonomi kreatif di Aceh.

    Dukungan tersebut salah satunya datang dari Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar yang menerima audiensi pengurus AMANAH di Meuligoe Wali Nanggroe. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa pengembangan kapasitas generasi muda merupakan kunci utama dalam menentukan masa depan Aceh. Ia juga mengapresiasi konsistensi AMANAH sebagai bagian dari elemen masyarakat yang fokus pada pembinaan pemuda.

    Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, menjelaskan bahwa relaunching menjadi titik awal untuk memperluas peran lembaga sebagai pusat pengembangan keterampilan dan inovasi pemuda. “Relaunching AMANAH pada bulan April 2026 guna memperkenalkan kembali program dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas,” ujarnya.

    Ia menambahkan, AMANAH telah dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan kapasitas generasi muda di berbagai sektor. “AMANAH memiliki banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan anak-anak muda Aceh, mulai dari pelatihan pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, UMKM, robotik, hingga rumah produksi nilam dan kopi beserta produk turunannya,” katanya. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendorong produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis kreativitas.

    Dukungan serupa juga disampaikan Bupati Aceh Besar Syech Muharram yang menilai AMANAH memiliki peran strategis sebagai wadah pengembangan potensi pemuda. “Gedung AMANAH ini menjadi wadah bagi anak-anak muda Aceh untuk mengembangkan potensi diri,” ujarnya. Ia menegaskan komitmen untuk terus mendukung keberadaan AMANAH agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Selain itu, Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal turut melihat AMANAH sebagai ruang aktualisasi yang relevan bagi generasi muda. “Fasilitas ini menjadi ruang nyata bagi anak muda untuk berkembang dan berinovasi,” ungkapnya. Kolaborasi lintas sektor yang dibangun diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis potensi lokal.

    Wali Nanggroe juga mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam pembangunan. “Pembangunan jangan hanya berorientasi pada gedung dan ruko semata, tetapi harus menjaga keseimbangan alam, keindahan, serta karakter Aceh. Aceh harus modern, namun tetap bernuansa keacehan yang kuat,” tegasnya.

    Dengan dukungan kuat dari berbagai pihak, relaunching AMANAH diharapkan menjadi momentum penting dalam melahirkan generasi muda Aceh yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing global. Program ini sekaligus diproyeksikan menjadi pusat inkubasi inovasi dan kewirausahaan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.***

  • AMANAH Segera Comeback! Saatnya Anak Muda Aceh Naik Level di Ekonomi Kreatif

    BANDA ACEH – Menjelang relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH), penguatan kolaborasi lintas sektor semakin ditegaskan sebagai strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Aceh. Momentum ini terlihat dari kunjungan Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal ke Gedung AMANAH di kawasan Krueng Raya, Aceh Besar, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar lembaga.

    Dalam kunjungan tersebut, Illiza menilai fasilitas yang dimiliki AMANAH mampu menjawab kebutuhan generasi muda yang selama ini menghadapi keterbatasan ruang untuk berkembang. “Fasilitas di sini sangat lengkap dan luar biasa. Ini adalah jawaban bagi keresahan anak muda kita yang memiliki bakat, tetapi sering terkendala infrastruktur,” ujarnya.

    Gedung AMANAH sendiri dirancang sebagai pusat kreativitas terpadu yang mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari digital dan media hingga industri kreatif dan pertanian modern. Kehadiran studio musik, ruang podcast, hingga fasilitas produksi minyak nilam dan pengolahan kopi menunjukkan pendekatan yang menghubungkan kreativitas dengan aktivitas ekonomi produktif. Hal ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong hilirisasi komoditas lokal bernilai tambah.

    Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, menegaskan bahwa relaunching program akan difokuskan pada penguatan kolaborasi yang lebih luas. “Kami ingin memastikan setiap potensi anak muda terfasilitasi, dari proses pelatihan hingga implementasi karya yang memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya. Ia menambahkan, berbagai fasilitas yang tersedia diharapkan mampu menjadi sarana pengembangan keterampilan sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda.

    Penguatan juga dilakukan pada sektor pertanian modern melalui pemanfaatan greenhouse, budidaya hortikultura, serta sistem bioflok untuk perikanan. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.

    Dukungan terhadap relaunching AMANAH juga datang dari Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar yang menekankan pentingnya pengembangan kapasitas generasi muda sebagai motor pembangunan Aceh. Dalam audiensi bersama pengurus AMANAH, ia mengapresiasi konsistensi lembaga tersebut dalam membina generasi muda.

    Ketua Yayasan AMANAH Syaifullah Muhammad turut menjelaskan bahwa AMANAH akan terus dikembangkan sebagai pusat pengembangan keterampilan lintas sektor. “AMANAH memiliki banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan anak-anak muda Aceh, mulai dari pelatihan pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, UMKM, robotik, hingga rumah produksi nilam dan kopi beserta produk turunannya,” katanya. Ia berharap keberadaan AMANAH mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui kreativitas pemuda.

    Sementara itu, Wali Nanggroe mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam pembangunan. “Pembangunan jangan hanya berorientasi pada gedung dan ruko semata, tetapi harus menjaga keseimbangan alam, keindahan, serta karakter Aceh. Aceh harus modern, namun tetap bernuansa keacehan yang kuat,” tegasnya.

    Dengan sinergi yang terus diperkuat, relaunching AMANAH pada 23 April 2026 mendatang diharapkan menjadi titik awal lahirnya ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terintegrasi. Program ini diproyeksikan mampu melahirkan generasi muda Aceh yang inovatif, mandiri, dan siap bersaing di tingkat global.***

  • Program Future Leaders Bootcamp AMANAH Jadi Pilar Penguatan SDM Unggul Aceh

    *) Oleh: Teuku Rizky Syahputra

    Momentum relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat (AMANAH) tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menandai fase konsolidasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Aceh. Penguatan peran lembaga ini mencerminkan kesadaran bahwa investasi terbesar suatu daerah terletak pada kualitas generasi mudanya. Dalam konteks pembangunan nasional yang semakin kompetitif, keberadaan wadah pembinaan yang terarah menjadi kebutuhan mendesak. Oleh karena itu, langkah AMANAH dalam menyelaraskan program pembinaan pemuda patut dipandang sebagai bagian dari orkestrasi kebijakan yang lebih luas.

    Selanjutnya, penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp (FLB) menjadi indikasi konkret bahwa proses pembinaan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan dirancang secara sistematis dan berbasis kebutuhan zaman. Kegiatan yang berlangsung di Kawasan Industri Aceh ini menunjukkan adanya integrasi antara pengembangan kapasitas individu dengan realitas dunia usaha. Pendekatan ini relevan, mengingat tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkutat pada aspek akademik, tetapi juga pada kemampuan adaptasi terhadap dinamika ekonomi global. Dengan demikian, FLB tidak hanya menjadi ruang pelatihan, tetapi juga laboratorium kepemimpinan masa depan.

    Lebih jauh, seleksi ketat terhadap 26 peserta dari berbagai daerah di Aceh mencerminkan upaya serius dalam menjaring talenta terbaik. Proses ini menunjukkan bahwa pembinaan pemuda tidak dapat dilakukan secara massal tanpa standar kualitas yang jelas. Justru, pendekatan berbasis meritokrasi menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan. Para peserta yang terpilih bukan hanya representasi individu unggul, tetapi juga simbol harapan bagi daerahnya masing-masing. Dalam konteks ini, AMANAH telah menempatkan kualitas sebagai fondasi utama programnya.

    Di sisi lain, Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa urgensi kehadiran lembaga ini dalam membangun generasi muda Aceh yang berdaya saing. Ia memandang bahwa pembinaan tidak cukup berhenti pada transfer pengetahuan, melainkan harus menyentuh aspek pembentukan karakter dan kepemimpinan. Penekanan pada pentingnya pola pikir kepemimpinan yang kuat serta komitmen tinggi menjadi relevan di tengah tantangan disrupsi global. Perspektif ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.

    Lebih lanjut, dorongan agar pemuda berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan memperlihatkan adanya keselarasan antara program AMANAH dengan nilai-nilai kebangsaan. Dalam hal ini, generasi muda tidak hanya diposisikan sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Semangat cinta tanah air menjadi elemen penting yang harus diinternalisasi dalam setiap proses pembinaan. Dengan demikian, output yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas kebangsaan.

    Selain itu, keterlibatan Said Muniruddin sebagai narasumber utama memberikan dimensi akademik sekaligus praktis dalam pelatihan ini. Sebagai akademisi Universitas Syiah Kuala dan praktisi pengembangan diri, ia membawa pendekatan yang komprehensif dalam membangun kapasitas peserta. Materi mengenai pola pikir kewirausahaan menjadi salah satu titik tekan yang strategis. Hal ini mengingat kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan bisnis, tetapi juga dengan keberanian mengambil risiko, inovasi, dan kemampuan membaca peluang.

    Kemudian, desain materi yang sistematis dan aplikatif menunjukkan bahwa program ini tidak berhenti pada tataran konseptual. Peserta didorong untuk menginternalisasi setiap pembelajaran melalui simulasi dan praktik langsung. Pendekatan experiential learning seperti ini terbukti efektif dalam membentuk kompetensi yang berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan daerah, model pembinaan semacam ini dapat menjadi prototipe yang direplikasi di berbagai wilayah. Dengan kata lain, AMANAH tidak hanya membangun individu, tetapi juga menciptakan model pembinaan yang scalable.

    Namun demikian, relaunching AMANAH harus dipahami sebagai titik awal, bukan tujuan akhir. Tantangan ke depan terletak pada konsistensi implementasi dan perluasan jangkauan program. Dalam hal ini, sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi krusial. Dukungan kebijakan yang berpihak pada pengembangan talenta muda akan memperkuat keberlanjutan program ini. Oleh sebab itu, relaunching harus diiringi dengan penguatan tata kelola dan strategi ekspansi yang terukur.

    Sejalan dengan itu, upaya penyelarasan program pembinaan pemuda juga mencerminkan respons terhadap perubahan lanskap global yang semakin kompetitif. Generasi muda dituntut untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta nilai tambah. Dalam kerangka ini, AMANAH berperan sebagai katalisator yang menghubungkan potensi individu dengan peluang ekonomi. Pendekatan ini selaras dengan visi pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis inovasi dan kewirausahaan.

    Program yang terstruktur, berbasis kualitas, dan selaras dengan kebijakan nasional akan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi unggul. relaunching AMANAH menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pengembangan talenta muda di Aceh. Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi, kolaborasi, dan keberanian untuk berinovasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Aceh yang kreatif, unggul, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa terutama dalam menghadapi persaingan global.

    *) Konsultan Pengembangan Kepemimpinan Pemuda.